NovelToon NovelToon
Duda Istimewa Ku

Duda Istimewa Ku

Status: tamat
Genre:Action / Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Vie Alfredo

berkisah tentang perjalanan cinta wanita muda ,ternyata cantik saja tidak cukup menjamin kemulusan dalam menjalin sebuah hubungan percintaan, setelah mengalami jatuh bangun yang cukup berat dan menyakitkan, akhirnya hati wanita muda berlabuh di hati duda idaman
penasaran gak ma cerita nya???
yuk reading guys😇

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vie Alfredo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30 Mengucap Janji

Operasi Bram, berjalan lancar,Bram pun di pindahkan ke ruang ICU

karna Bram masih belum melewati masa kritis.

mamah dan papah Jovan benar-benar sangat terpukul.

kenapa harus menantunya?,kenapa juga harus Bram?,yang sudah dianggap seperti anaknya sendiri.

Santrian sudah tidak bisa menahan air matanya yang sedari tadi ditahan di hadapan putranya Karna jika Santrian menangis itu akan menambah luka untuk anaknya. Santrian harus kuat untuk menguatkan anaknya.

Pak Guthan menenangkan istrinya.

"Sudah mah, mereka akan baik-baik saja kita doakan ya!" ujar pak Guthan.

****

"Pak, istri anda sedang mengalami guncangan berat!, di sini peran bapak sangat penting untuk pemulihan istri anda, tidak sedikit yang mengalami depresi saat keguguran, itu sifat alami seorang ibu yang ingin melindungi anaknya, karna rasa bersalah dan belum bisa menerima kenyataan." ujar dokter.

"Lalu saya harus bagaimana dok?" tanya Jovan yang merasa kebingungan.

"Saya juga tidak memungkiri, bapak pun pasti juga merasakan kesedihan, namun peran bapak dan keluarga sungguh sangat penting di sini, perhatian, motivasi,dukungan-dukungan dari keluarga orang terdekat!, itu sangat membantu untuk pemulihan istri anda!, lambat laun istri anda mulai bisa menerima tapi bukan melupakan, hal seperti ini tidak akan bisa dilupakan,ini akan menjadi trauma untuk seorang ibu,apalagi ini kehamilan pertamanya" ujar dokter memberikan arahan.

"Dokter, apakah istri saya bisa hamil lagi setelah keguguran?"tanya Jovan khawatir.

" anda sudah berapa tahun menikah?" tanya dokter sambil membuka berkas yang berisi data Vevey.

" baru setengah tahun mungkin dok!" jawab Jovan.

"Baru setengah tahun, sudah hamil barati istri anda subur, di sini istri anda juga masih muda, nyatanya ada yang sudah sepuluh tahun baru bisa hamil!, jika ingin progam hamil lagi, paling tidak tunggu 3 x siklus menstruasi, dan terutama mengatasi rasa trauma pada istri anda terlebih dahulu!, anda baru bisa berusaha untuk memiliki anak lagi! " ujar dokter menjelaskan.

"Baik dok terimakasih atas penjelasannya!" ujar Jovan.

Jovan keluar dari ruang dokter, dan sedikit menghela nafas,ini adalah pelajaran berharga untuk Jovan.

Jovan melangkahkan kakinya ke arah kamar Vevey.

terlihat sudah berdiri di samping ranjang, mertua Jovan.

"Be,...!" Jovan langsung memeluk babe Vevey.

"sudah, tidak papa,semua sudah terjadi, kita harus berlapang dada!" ujar pak Tohar menenangkan menantunya.

"Maafkan Jovan be,tidak bisa menjaga anak dan calon cucu babe dengan baik!" ujar Jovan sangat menyesal.

"jangan menyalahkan diri sendiri, semua harus diterima dengan lapang dada dan ikhlas!"ujar babe Vevey pada Jovan.

Jovan mengangguk.

" Bella dan Bima sama siapa be?"tanya Jovan.

"Sama adek saya dirumah, babe sengaja gak kasih tahu anak-anak,biarkan kakaknya pulih dulu!" ujar pak Tohar.

pak Tohar mengusap kepala Vevey yang tertidur dan mencium keningnya.

"Nak, yang kuat ya,jadilah ibu yang kuat untuk anak-anak mu kelak!, apapun masalahnya hadapi dengan senyuman!" Bisik pak Tohar ditelinga Vevey .

"Babe,Babe huhuhuhu Vevey bukan ibu dan istri yang baik be, hiks hiks hiks, Vevey tidak menurut dengan suami, hiks hiks hiks, ini semua salah Vevey be, salah Vevey be, Vevey tidak pantas dimaafkan be, hiks hiks hiks!" ucap Vevey sambil menangis sesenggukan dipelukan Babenya.

Jovan keluar ruangan, dia tak sanggup melihat istrinya seperti ini terus menerus.

dan membiarkan istrinya meluapkan semua pada babenya barang kali bisa lebih baikan.

Jovan teringat Bram,

Bram,juga sangat penting untuknya.

Jovan segera melangkahkan kaki keruangan Bram di rawat.

"mah, bagaimana dengan Bram?"tanya Jovan.

"Operasinya berjalan lancar tapi Bram belum melewati masa kritisnya!" ujar Santrian.

Jovan masuk keruangan, menggunakan baju hijau yang di Sediakan dan berjalan menghampiri Bram yang terlihat penuh dengan perban di tubuhnya.

"Bram, Segeralah bangun ini perintah!,saat kecil kau mengatakan akan menjadi kuat dan tak terkalahkan!,Kau akan mengikutiku kemanapun aku pergi, saat aku tak bisa melanjutkan pendidikan militer kau juga ikut mengundurkan diri,katanya kau sangat setia padaku?,jika setia Segeralah bangun!" ujar Jovan menahan pilu yang dirasa, karna tak ada respon Jovan berbalik dan melangkah menuju pintu.

"Tuan!" suara lirih dari ranjang pasien.

Jovan berhenti melangkah dan menengok kebelakang.

"Tuan, maafkan saya!" Ujar Bram lirih.

"Bram!, suster panggil dokter, pasien sadar!" ujar Jovan.

suster segera memanggil dokter.

"Bram,jangan bicara dulu, biar dokter memeriksamu!" ujar Jovan pada Bram.

"Dok,apa saya tidak bisa melihat lagi?" tanya Bram yang terasa matanya terbungkus oleh kain kasa.

"apa dia buta dok?"tanya Jovan terkejut.

Dokter terdiam berpikir cara menyampaikan hal ini di depan pasien.

"katakan saja dok, saya bisa menerimanya!"ujar Bram .

" Baiklah,Kemungkinan besar anda akan mengalami kebutaan, karna kerusakan kornea mata anda cukup parah!, satu minggu lagi mungkin sudah bisa lepas perban!, nanti kita akan lihat lagi apakah bisa disembuhkan dengan terapi atau harus mencari donor mata!" ujar dokter menjelaskan.

"Tolong,dok berikan perawatan terbaik jika harus donor mata, lakukan saja dok! berapapun biayanya, berikan dia pelayanan yang terbaik!" ujar Jovan menggebu.

"masalah itu, bisa kita bicarakan saat pasien benar-benar sudah pulih, dari fisik maupun mental pasien, sementara ini kita fokus dalam pemulihan pasien terlebih dahulu!" ujar dokter memeriksa kembali Bram.

"Baik, Bagus tinggal pemulihan saja,pasien bisa pindah kamar!" ujar dokter.

"Tolong pindahkan di Bangsal 1 sebelah kamar istri saya ya dok!" pinta Jovan.

"Tuan, bagaimana keadaannya Nyonya?,maafkan saya tidak bisa menjaga Nyonya!" ujar Bram merasa bersalah.

" Jangan banyak bicara lagi, pikirkan pemulihanmu segera!, kau akan segera tahu keadaan nyonya jika sudah baik! ini bukan salahmu, aku juga tidak bisa bayangkan jika tidak ada dirimu, aku sungguh berhutang nyawa padamu!"Ujar Jovan.

setelah dipindah kamar.

"Istirahatlah Bram! mbak Zara dan mbok Yem akan bergantian menunggumu, papah mamah juga ada, jika perlu sesuatu,aku harus kembali menemani Nyonya!" ujar Jovan.

"terimakasih tuan!"

Jovan bergegas kembali ke kamar istrinya.

terlihat, Vevey sudah begitu tenang dan sudah mau berbincang sedikit dengan Babenya.

"Nak Jovan bapak titip Vevey ya,besok bapak akan kesini lagi,bapak tidak bisa lama-lama meninggalkan adek-adek Vevey,Bapak percaya pada nak Jovan!" ujar babe Vevey.

"Baik be...!" jawab Jovan.

" Sayang, babe pulang dulu ya ingat apa kata babe,kamu adalah ibu dan istri yang hebat!!"Babe menyium kening Vevey berpamitan pulang.

pak Tohar, juga menengok Bram sebentar dan berpamitan pada besannya.

*****

"Sayang,apa ingin sesuatu?" tanya Jovan.

Vevey hanya menggeleng.

"apa sudah minum obat?"tanya Jovan

Vevey mengangguk.

"Apa,ingin menghirup udara segar?" tanya Jovan

Vevey mengangguk.

"bentar ya,aku ambil kursi roda dulu!" Jovan segera mengambil kursi roda dan membantu Vevey duduk di kursi roda, kemudian menggantungkan kantong infus di tiang yang tersedia dikursi roda.

Jovan mendorong perlahan kursi roda yang ditumpangi istrinya, menuju taman yang ada dirumah sakit.

"apa istriku mau lihat ikan?"tanya Jovan.

" Mau..,!" Vevey sudah sedikit mau bicara.

Jovan mendorong kursi roda Vevey ke tepi kolam ikan.

terlihat warna-warni ikan koi berenang ke tepi menghampiri Vevey .

"Cantiknya, maaf ikan aku tidak membawa makanan!" ujar Vevey.

"Siapa bilang?" sahut Jovan, memberikan kantong berisi makanan ikan.

Vevey tersenyum senang.

"Silahkan Nyonya, ikanya sudah lapar!" ujar Jovan.

Vevey segera melemparkan pakan ikan ke kolam, dan ikan pun berebutan untuk mendapatkan makanan.

Vevey terlihat sangat girang.

"Apa istriku suka kolam ikan seperti ini?" tanya Jovan pada Vevey.

Vevey mengangguk.

"Baiklah, nanti kita buat kolam ikan, di setiap rumah yang kita tinggali!" ujar Jovan.

Vevey memandangi suaminya,

"Kenapa sayang?" tanya Jovan yang juga memandangi Vevey.

Vevey langsung memeluk erat pinggang suaminya yang berdiri dihadapannya.

"Suamiku,maafkan aku! aku benar-benar ibu yang buruk, istri yang bodoh dan tidak berbakti hikshikshiks!" ujar Vevey penuh dengan penyesalan.

"kenapa kau baru menyadari bahwa kau ini bodoh?" ujar Jovan mencoba menggoda, melepaskan pelukan istrinya dan berlutut dihadapan Vevey.

"iya,aku bodoh tolong maafkan istri bodohmu ini , hukum aku suamiku, meskipun itu tidak termaafkan tolong jangan membenciku, huhuhuhu!" ujar Vevey menangis.

"Sayang,ini semua juga bukan keinginanmu,Kau rela terluka untuk menyelamatkan Cindy yang bahkan dia bukan anak kandungmu,Kau benar-benar ibu yang sangat baik!, bagaimana aku membenci ibu dari anak-anakku,aku sangat mencintaimu

jika nanti istriku sudah siap untuk punya anak lagi, Ayo kita buat yang banyak!" ujar Jovan tersenyum.

"Sudah jangan menangis!, kau jelek sekali jika menangis!" ujar Jovan sambil menyeka air mata istrinya.

****

"Mah, Vevey sudah tidur, tolong jagakan sebentar mah, Jovan ingin mempersiapkan kejutan untuk Vevey" pinta Jovan pada mamahnya.

Jovan sibuk mengurus itu ini dan sebagainya.

batin Jovan

Ternyata tinggal perintah itu enak ya!

Bram, kau benar-benar tak pernah mengeluh apapun padaku!

kau bisa mengerjakan pekerjaan apapun yg aku minta dengan baik!

kau pun juga bertaruh nyawa untuk menyelamatkan anak dan istriku.

"pak yang ini di taruh mana pak?" tanya seseorang yang membuat Jovan sadar dari lamunan.

"oh, sana ya, tolong hati-hati ya!"jawab Jovan

"Pak, kalau tempatnya seperti ini lebih Cocok design ini saja!" ujar seseorang.

"ya sudah ikut saja!, dua tempat yang lain juga sama,pokoknya yang paling okey!"

"yang ini seminggu harus selesai!,dan yang ini saya beri waktu 3 bulan, jika bisa selesai lebih cepat tak masalah!,yang ini karna tak luas, di tingkat saja!, pokonya baiknya gimana ikut lah!"ujar Jovan

*****

Jovan,kembali kerumah.

Cindy berlari kencang menghampiri papahnya.

" kenapa berlari sayang?, nanti Jatuh!" ujar Jovan menangkap Cindy kepelukannya.

"papah, apa mamah sudah baikan? maafkan Cindy pah,semua karena Cindy!" ujar Cindy dengan air mata mengalir.

" iya, semua sudah terjadi jangan menangis,mamah sudah mulai membaik, tapi adek Cindy tidak selamat!" ujar Jovan dengan berkaca-kaca.

"Jadi, Cindy tidak jadi punya adik?"tanya Cindy

Jovan hanya mengangguk.

"papah,apa adik tidak mau punya kakak nakal seperti Cindy? Cindy janji Cindy akan jadi kakak yang baik! tolong kembalikan adik Cindy pah hiks hiks hiks Cindy mau punya adik ,Cindy janji akan nurut dengan papah!" pinta Cindy terisak-isak.

rasa hati Jovan bak tertusuk duri.

dari belakang Nathan menepuk pundak Jovan.

"Kakak...!" sapa Jovan.

"Sabar, yah, nanti akan Tuhan ganti yang lebih baik lagi!" ujar Nathan menghibur adiknya.

"iya kak!". jawab Jovan.

"Lihatlah kami 10tahun menikah masih belum dikaruniai momongan!" ujar Nathan.

"iya, Jo Vevey kan jelas subur menikah belum ada satu tahun udah bisa hamil, mungkin belum yang terbaik, kalau aku memang bermasalah dengan kandunganku, sampai sekarang harus terapi,untuk memiliki momongan!" ujar Sinta.

"iya kak!" jawab Jovan senyum.

"Cindy, bisa janji satu hal pada papah?"ujar Jovan.

"Apa pah?" jawab Cindy.

"Cindy mau adek Cindy kembali?"tanya Jovan.

" mau pah!" jawab Cindy.

"Berjanjilah, jika mamah pulang dari rumah sakit, Cindy tidak boleh menanyakan tentang Adek Cindy sedikit pun dengan mamah!, okey?" ujar Jovan mengikat janji pada putrinya.

"Baik, Cindy Janji!" jawab Cindy.

" Bagus anak papah pintar!, jika Cindy dapat menepati janji, papah akan mengembalikan adik Cindy!" ujar Jovan berjanji pada putrinya.

Cindy mengangguk.

"Cindy,harus jadi anak baik ya sama bibi dan paman,papah harus kembali menemani Mamah!" ujar Jovan.

"Iya pah!" jawab Cindy

"kak, Jovan titip Cindy ya?"pinta Jovan.

" hmmmm, temanilah istrimu dia membutuhkanmu!" ujar Nathan.

"Baik, Cindy papah pergi dulu!" Jovan mencium Cindy dan bergegas kembali ke rumah sakit.

****

"Sayang,aku ingin jalan-jalan keliling!" ujar Vey merasa jenuh.

"apa istriku ingin keluar negeri?" ujar Jovan salah paham.

"Bukan, aku ingin cari udara segar!" ujar Vevey.

"aku ambil kursi roda dulu.!"jawab Jovan.

"tidak aku jalan saja!,"kata Vevey yang sudah merasa baikan.

"Baiklah!"Jovan menemani istrinya berjalan dengan membawa tiang infus.

"Sayang,kata dokter,aku boleh pulang setelah kantong infus ini habis,bagaimana caranya agar cepat habis ya? apa aku lubangi saja ya?" ujar Vevey sepertinya sudah mulai kembali ceria

Jovan tertawa kecil,

"kemarin ada yang berjanji untuk jadi istri yang baik!, siapa ya?" ujar Jovan mengingatkan.

"aku bercanda sayang, aku hanya ingin cepat pulang dan bertemu Cindy!" ujar Vevey yang rindu Cindy.

"oeeek,ooooekkk,ooooeeeeek!" terdengar suara bayi.

terlihat bidan sedang mendorong kereta bayi melewati Vevey.

"boleh, saya menggendongnya?" tanya Vevey pada bidan

"maaf, buk.!" bidan Belum selesai bicara.

"biarkan, istri saya menggendongnya sebentar saja!" ujar Jovan meminta izin.

bidan pun mengangguk.

Vevey langsung menggendong bayi itu dan menciumnya.

"mau dibawa ke ruang bayi kah?" tanya Vevey

"Iya nyonya,bayi ini baru saja lahir 2 hari dengan ceasar, ibunya masih tak sadarkan diri..!" jawab bidan.

Batin Vevey.

Ternyata setiap orang punya jalanya sendiri-sendiri...

ada yg bisa melahirkan namun tak bisa langsung berkumpul dengan buah hatinya.

seperti ibu cindy dia bisa melahirkan namun juga tak memiliki kesempatan untuk merawat dan melihat Cindy tumbuh besar.

Ya Tuhan, maafkan atas segala ketidak bersyukurnya diriku....

Maafkan jika hamba ini telah mendustakan nikmat-Mu...

aku yakin, Engkau akan menggantikan sesuatu yg hilang dengan yg lebih baik lagi.

Vevey memeluk bayi itu, kemudian menciumi lembut pipi bayi itu,dan meletakan kembali ke box kereta bayi.

"Welcome in the world baby!, semoga ibumu segera sadar dan kamu bisa berkumpul dengan ibumu!" ujar Vevey lembut.

bidan pun segera membawa pergi ke ruangan bayi.

Jovan langsung menarik Vevey dalam pelukannya.

Vevey menangis sesenggukan di dada Jovan.

masa bodoh dengan pandangan orang yang lalu-lalang.

"Kau sudah, berjanji menjadi istri yang baik!

istriku yang baik,menangis lah!, namun setelah ini jangan menangis lagi kau harus berjanji!" ujar Jovan.

Vevey mengangguk.

" Ayo kembali ke kamar...!"ajak Jovan.

*****

"sebelum pulang, bisakah aku menengok Bram?" tanya Vevey.

"iya ayok!" jawab Jovan.

mereka berjalan menuju kamar sebelah.

terlihat Bram duduk menyamping diranjang mengahadap jendela.

"Bramm!" panggil Vevey.

"Iya Nyonya!" Jawab Bram tanpa menoleh,

"Sayang, berbincanglah dengan Bram,aku akan mengurus administrasi dulu!" ujar Jovan yang sengaja memberi mereka ruang untuk bicara.

"kenapa kau tidak menoleh?, apa kau marah padaku?" tanya Vevey yang belum mengerti keadaan Bram.

"Nyonya, kalau pun aku menoleh, tetap saja aku tidak bisa melihatmu!" Ujar Bram.

"kenapa tidak bisa, apa kau sudah tidak ingin melihatku? maafkan aku Bram semua salahku!" ujar Vevey merasa bersalah.

"Nyonya bukan begitu,jangan meminta maaf Nyonya,ini adalah hukuman untukku,karna suka curi-curi pandang dengan istri orang! hahahaha!, apalagi aku menyukainya!" ujar Bram menertawakan diri sendiri.

Vevey berjalan mendekati Bram.

terlihat kedua mata Bram terbungkus kasa.

"Braaaammmmm!" Vevey menyentuh pelipis Bram.

"iya nyonya dokter mengatakan kemungkinan besar saya buta!" ujar Bram seakan mengerti apa yang ingin di tanyakan Vevey.

"Nyonya, jangan menyalahkan diri sendiri.

Jika Nyonya begitu, maka apalah arti pengorbananku ini jika Nyonya tak bisa hidup bahagia!,ini sudah tugasku menejaga nona dan Nyonya!" ujar Bram

"Bram, tapi kenapa kau ada di sini?, bukankah kau ambil cuti untuk liburan ke luar negeri?" tanya Vevey.

" aku ketinggalan pesawat Nyonya karena ketiduran!" ujar Bram berbohong.

"Lalu kenapa, kau ada di tempat kejadian saat itu?" tanya Vevey lagi.

"Saya kebetulan, lewat Nyonya!" jawab Bram yang berbohong lagi.

"Terimakasih Bram,aku berutang Nyawa padamu!" ujar Vevey.

"Tidak, Nyonya!,ini sudah tugas saya,berjanjilah Nyonya untuk bahagia bersama Tuan!,Maaf karena terlalu mendorong Nyonya keras saat itu, aku dengar dari mbak Zara Nyonya keguguran! jangan berkecil Hati Nyonya, nanti pada saatnya akan di ganti yang lebih baik lagi!" ujar Bram menyemangati Vevey.

"Baik, Bramm, kau juga jangan berkecil hati untuk ini,kau pasti dapat melihat lagi!" ujar Vevey.

"Kami akan mencari pendonor mata segera untukmu!" ujar Vevey.

"aku tak terlalu mengharapkan Nyonya, itu sama saja aku mengharapkan orang lain meninggal dan memberikan organ matanya untukku, tapi nanti jika aku dapat melihat lagi, saya berjanji akan melupakan istri orang dan akan belajar membuka hati mencintai orang lain!" ujar Bram.

"Bagus itu Bram! kau harus berjanji!" sahut Jovan tiba-tiba.

"iya ,Bram kau harus mencari wanita yang bisa membalas cintamu,kau pasti bisa!" ujar Vevey.

"Iya Bram, kau harus berjanji pada kami!"ujar Jovan tegas.

"Astaga situasi macam apa ini!

sungguh tuan ini tidak ada teloransi sama sekali, untuk masalah Nyonya!!!, meskipun saat ini saya pasien...

dalam hati Bram,

"Iya tuan saya berjanji!" jawab Bram.

"Kami pegang janjimu Bram!" sahut Jovan tersenyum.

Author:

Rasanya kurang semangat karna tak ada yg menyemangati!

Bram sudah berjanji,Lalu apakah Bram dapat melihat lagi....???

tolong semangati aku agar rajin update...

😇

1
Sista Safta
Buruk
Trisna
vevey lugu banget walaupun tomboy. pikirannya segitu polosnya sama orang
Trisna
vevey juga cerdas ya, bisnis bisa kuliner bisa, meracik obat untuk memanjakan tubuh juga bisa, jualan gitar online juga bisa hemm
keren yah
serta ibu dan istri yang baik👍👍
Trisna
vevey ketegasan dalam berbisnis oke juga ya
Trisna
Vevey Lo terlalu lembut.
ayo tunjukkan taring mu sama pelakor
Trisna
Cindy kau baik sekali dek, kau sangat menghargai dan mencintai mama mu
Trisna
Jovan kalau kecewa ngeri yah
tapi ttp lembut pada istrinya
Trisna
Jovan jiwa sosial mu the best
Trisna
Jovan gue suka banget sama karaktermu. luv banget deh
Trisna
suka banget sama ceritanya, berawal dari kisah Jovan vevey, lanjut ke Bram dan Sasha sekarang Nathan dan Savina,
benar-benar mantap ceritanya
࿅ᴡʜɪᴛᴇ ʟɪᴏɴあᬊ𝄞༗: 🥰🥰😘😘😘😘
total 1 replies
Trisna
so sweetie keluarga bahagia dan receh
Trisna
salut sama ibu Santrian. selain ibu penyayang, dia juga cerdasss
Trisna
hemm curiga sama perwira yang di nikahin shinta
Trisna
curiga deh sama bapaknya Sinta?
dia terlibat enggak sama orang-orang zelene itu
Trisna
waduh menantu ibu Santrian semuanya muda-muda ya, belum lagi Nathan yang lagi berjuang sama jandanya
࿅ᴡʜɪᴛᴇ ʟɪᴏɴあᬊ𝄞༗: lanjutkan ya 🥰😘
total 1 replies
Trisna
sorry Kakak
kalau mereka melihat matahari terbit namanya Sunrise bukan sunset.
terimakasih.
tapi cerita kakak ttp suka
Trisna
huff.... Nathan yang jadi korban
Trisna
🤣🤣popok orang tua jadi pembalut....
Bram bram
Trisna
yah.... apakah Nathan berpaling....
10 tahun bukanlah waktu yang singkat Nathan, cobalah cintai istrimu yang tulus mencintaimu walaupun kalian sah karena perjodohan
Trisna
Jovan sengaja yah l
cari perempuan untuk ngurus Bram heheh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!