Apa jadinya jika yang menjadi sekretaris di perusahaan adalah istri sendiri? jangankan bisa menggoda karyawan wanitanya bahkan untuk sekedar lirik sana-sini pun tidak akan bisa dilakukan.
Sementara itu, dibalik sikap ceria sang istri ternyata dia harus bertahan menghadapi keluarga suami yang sering menyindirnya karena belum dikaruniai anak. Akankah rumah tangga mereka bisa kuat ataukah harus hancur hanya gara-gara sang istri belum juga dikaruniai keturunan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 29 Menggugat Cerai
Satu bulan pun berlalu, kondisi Anton sudah mulai membaik. Ashika sudah memikirkan dengan sangat matang dan dia memutuskan untuk menggugat cerai Rio. Ashika sudah tidak bisa mempertahankan pernikahannya itu.
"Kamu yakin sayang mau menggugat cerai Rio?" tanya Mama Kenanga saat mengantar Ashika ke pengadilan agama.
"Sangat yakin Ma, Ashika tidak bisa mempertahankan pernikahan ini jika Mas Rio nyatanya sudah membagi cintanya dengan wanita lain," sahut Ashika.
"Mama tidak bisa berbuat apa-apa karena Mama tidak merasakan apa yang kamu rasakan. Mama cuma mau bilang, semoga ini menjadi keputusan terbaik untukmu dan juga Rio," ucap Mama Kenanga.
"Terima kasih, Ma," sahut Ashika.
Setelah mendapatkan surat gugatan cerai, Ashika pun meminta izin kepada Mamanya untuk pulang menggunakan taksi saja karena dia ingin ke kantor Rio terlebih dahulu. Tidak membutuhkan waktu lama, Ashika pun sampai di kantor.
"Apa Pak Rio ada di ruangannya?" tanya Ashika kepada resepsionis.
"Ada, Bu. Sebentar saya hubungi Pak Rio dulu."
"Tidak perlu, saya langsung saja ke ruangannya," sahut Ashika.
Ashika segera bergegas untuk masuk ke dalam ruangan Rio. Setelah sampai di depan ruangan Rio, Ashika pun mengetuk pintu.
"Masuk!"
Perlahan Ashika membuka pintu dan Rio sangat kaget dengan kedatangan istrinya itu. "sayang, tumben datang ke kantor Mas?" tanya Rio dengan perasaan yang sangat bahagia.
Ashika duduk di sofa dan disusul oleh Rio. "Mas, kedatangan aku ke sini hanya ingin meminta tanda tangan Mas," ucap Ashika.
"Tanda tangan apa?" tanya Rio.
"Buka saja nanti kamu juga tahu," sahut Ashika.
Seketika Rio membelalakkan matanya, dia kaget dengan surat gugatan cerai dari Ashika.
"Maksud kamu apa? kamu mau menggugat cerai aku?" tanya Rio tidak percaya.
"Iya, Mas. Aku tidak bisa mempertahankan pernikahan ini lagi," sahut Ashika dingin.
"Tapi kenapa?" Rio seolah-olah bodoh bertanya seperti itu.
"Mas tanya kenapa? Mas tidak sadar dengan apa yang sudah Mas lakukan? Mas sudah menikah diam-diam dengan Nathalie, masih tanya kenapa?" bentak Ashika.
"Ashika, padahal Mas sudah berusaha minta maaf sama kamu tapi kenapa kamu tidak mau memaafkan Mas, apa semua ini gara-gara Pasha?" Rio mulai tersulut emosi.
"Jangan menyalahkan orang lain, ini tidak ada hubungannya dengan dia. Kesalahan yang lain masih bisa aku maafkan tapi jika sudah menyangkut perselingkuhan, aku tidak bisa memaafkan. Aku bukan wanita yang mempunyai hati besar, aku belum siap mempunyai madu dan sepertinya sampai kapan pun aku tidak akan pernah siap mempunyai madu," sahut Ashika mantap.
Rio benar-benar menyesal, seandainya dulu dia tidak tergoda oleh Nathalie mungkin sampai-sampai saat ini hubungan rumah tangga dirinya dan Ashika baik-baik saja. Tapi sayang, sekarang nasi sudah menjadi bubur dan Ashika memang sudah tidak mau memaafkan dirinya. Rio memang mencintai Ashika tapi Rio sadar jika dia sudah menyakiti Ashika sampai Ashika terluka sedalam-dalamnya.
Akhirnya dengan terpaksa, Rio pun menandatangani surat gugatan cerai yang dilayangkan oleh Ashika. "Sudah aku tanda tangani," ucap Rio.
Ashika segera mengambil surat itu dan bangkit dari duduknya. Ashika mengulurkan tangannya ke arah Rio, dan Rio dengan hati yang sesak membalas uluran tangan Ashika. "Semoga Mas bahagia dengan pilihan Mas, maaf jika selama aku menjadi istri Mas belum bisa membahagiakan Mas dan belum bisa memberikan Mas keturunan," ucap Ashika dengan berusaha menahan air matanya.
Berbeda dengan Ashika yang bisa menahan air matanya, Rio justru tidak bisa menahan air matanya. Dadanya begitu sesak, sulit sekali rasanya melepaskan wanita yang sangat dia cintai. Tapi Rio sadar, jika Ashika memang pantas hidup bahagia dan dia juga tidak pantas menahan Ashika untuk tetap berada di samping dia.
Ashika melepaskan tangannya dan dengan cepat keluar dari ruangan Rio. Para Karyawan yang melihat Ashika berlari tidak berani menyapa karena mereka yakin jika suasana hati Ashika sedang tidak baik-baik saja. Ashika pun berjalan menjauh dari kantor Rio, air matanya kali ini menetes sudah tidak bisa ditahan lagi.
Ashika memilih duduk di kursi yang berada di halte dan menangis sepuasnya di sana. Ashika sudah tidak peduli dengan orang-orang yang melihatnya. Hingga tidak lama kemudian, sebuah mobil berhenti di depan Ashika membuat Ashika menoleh.
"Ashika, kamu sedang apa di sini? kamu kenapa menangis?" tanya Pasha khawatir.
"Aku sudah menggugat cerai Mas Rio," sahut Ashika.
"Kamu sudah yakin dengan keputusan kamu?" tanya Pasha.
"Iya, aku sangat yakin karena bagaimana pun Mas Rio sebentar lagi akan mempunyai anak dan aku gak mau anak itu lahir tanpa mempunyai identitas yang jelas. Maka dari itu aku lebih memilih mengalah," sahut Ashika.
Pasha merasa kasihan kepada Ashika, perlahan dia menarik tubuh Ashika ke dalam dekapannya dan berusaha menenangkan Ashika. "Kamu sudah melakukan hal yang tepat, Ashika," ucap Pasha.
Pasha mengantarkan Ashika ke kantornya karena jika pulang ke rumah Mamanya, dia tidak mau membuat Mamanya sedih. Di depan kantor, Ikbal sudah menunggu kedatangan Karla. Hingga beberapa saat kemudian Karla pun datang bersama Pasha.
"Bal, tolong jagain Ashika. Kalau bisa hari ini dia tidak perlu bertemu klien dulu," seru Pasha.
"Siap, Bang," sahut Ikbal.
"Ashika, aku kembali ke kantor dulu," pamit Pasha.
"Iya, terima kasih Mas," sahut Ashika.
Pasha bergegas masuk ke dalam mobilnya dan pergi meninggalkan kantor Ashika.
***
Beberapa minggu berlalu, akhirnya Rio dan Ashika pun resmi bercerai. Selama persidangan, baik Rio maupun Ashima tidak ada yang hadir membuat persidangan dipercepat. Ashika mendatangi Anton ke rumahnya di kala sidang terakhir.
"Pa, maafkan Ashika karena tidak bisa menepati janji Ashika. Ashika tidak bisa mempertahankan pernikahan ini, tapi Ashika tidak akan pernah melupakan Papa karena sampai kapan pun Ashika akan menganggap Papa sebagai Papa Ashika sendiri," ucap Ashika dengan mata berkaca-kaca.
"Bukan kamu yang minta maaf, justru Papa yang seharusnya minta maaf kepada kamu karena sudah menikahkan kamu dengan anak brengsek seperti Rio. Papa do'akan semoga kamu mendapatkan pendamping yang jauh lebih baik daripada Rio," sahut Papa Anton.
Rio yang mendengar ucapan Papanya hanya bisa menundukkan kepalanya. Nirmala dan Melisa pun tidak bisa berkata apa-apa, hanya bisa diam seribu bahasa. Ashika datang ke sana tidak sendirian melainkan ditemani oleh Ikbal.
"Ashika pergi dulu, Papa harus sehat ya, jangan banyak pikiran," ucap Ashika.
Ashika pun segera pamit, dia sama sekali tidak pamitan kepada Nirmala dan Melisa. Hatinya sudah terlalu sakit dengan semua kelakuan Nirmala dan Melisa selama ini.
"Kita pulang, Bal," ajak Ashika.
Ikbal mengangguk dan sebelum pergi dia menghampiri Anton. "Pa, terima kasih sudah memberikan keluarga untuk Ikbal. Meskipun Papa dan Mama bukan orang tua kandung Ikbal, tapi Ikbal sangat menyayangi kalian. Ikbal pergi dari rumah ini bukan karena Ikbal tidak tahu malu, justru Ikbal malu karena terlalu banyak menyusahkan keluarga ini. Sekarang Ikbal bekerja di perusahaan Ashika, sampai kapan pun Ikbal tidak akan pernah melupakan kebaikan keluarga ini, semoga Papa sehat selalu kalau ada apa-apa Ikbal akan siap ada untuk kalian," ucap Ikbal dengan mata berkaca-kaca.
"Anak nakal, Papa akan selalu merindukan kamu," ucap Papa Anton dengan deraian air matanya.
Ikbal langsung memeluk Anton, semuanya terdiam terutama Rio, Nirmala, dan juga Melisa. "Ikbal pamit dulu."
Ikbal dan Ashika pun pergi, Anton merasa sangat sesak karena dua orang yang dia sayangi sekarang sudah pergi dari rumah itu.
.lili kyk nya kecintaan sm boy deh..
.ayo lili sadar lah . tunjukan km kuat.. jg nangisan