Elara mengira pernikahannya adalah akhir dari semua penderitaan.
Namun malam itu, ia justru menemui akhir hidupnya—dikhianati, dijebak, lalu dibunuh oleh suaminya sendiri dan wanita yang ia percayai sebagai sahabat.
Saat membuka mata, Elara kembali hidup.
Ia terlahir kembali ke masa sebelum semua pengkhianatan itu terjadi.
Rambut putihnya menjadi saksi kelahirannya yang kedua.
Mata pink-nya menyimpan dendam yang tak lagi bisa dipadamkan.
Kali ini, Elara bukan wanita polos yang mudah diinjak.
Ia mengingat setiap pengkhianatan, setiap rencana keji, dan setiap kebohongan yang pernah merenggut nyawanya.
Bukan untuk memohon keadilan.
Bukan untuk meminta belas kasihan.
Elara kembali…
untuk membalas semuanya, satu per satu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tamyst G, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE SPESIAL 4: Ending
Sembilan bulan telah berlalu sejak kabar tentang "tamu kecil" itu pertama kali menyatukan hati Elara dan Alaric dalam harapan baru. Malam itu, Ibu Kota Aurora tidak seperti biasanya. Langit di atas istana berwarna ungu tua dengan semburat hijau dari fenomena aurora yang jarang terjadi di wilayah Barat—seolah-olah alam sendiri sedang bersiap menyambut sesuatu yang agung.
Di dalam kamar utama yang hangat oleh perapian, suasana mencekam menyelimuti para pelayan dan tabib agung. Alaric von Ravenhurst, pria yang pernah menghadapi ribuan ksatria tanpa mengedipkan mata, kini tampak hancur oleh kecemasan. Ia terus mondar-mandir di koridor luar, tangannya terkepal kuat hingga buku jarinya memutih setiap kali mendengar rintihan sakit dari dalam kamar.
"Tenanglah, Grand Duke. Empress adalah wanita terkuat yang pernah kita kenal," bisik Kael, mencoba menenangkan tuannya, meski ia sendiri tampak gugup.
Tepat saat cahaya aurora di langit mencapai puncaknya, sebuah tangisan nyaring memecah keheningan malam. Tangisan itu begitu kuat, begitu penuh kehidupan, hingga seolah menggetarkan kaca-kaca jendela istana. Alaric tidak menunggu izin siapa pun; ia langsung menerjang masuk ke dalam ruangan.
Keajaiban dalam Dekapan
Di atas ranjang besar, Elara terbaring lemas dengan keringat membasahi keningnya, namun senyum di wajahnya adalah hal paling indah yang pernah Alaric lihat. Di dalam pelukan Elara, terbungkus kain sutra putih bersih, adalah seorang bayi perempuan yang mungil dengan kulit seputih salju dan sejumput rambut hitam yang tebal.
Alaric mendekat dengan langkah gemetar. Saat ia melihat bayi itu membuka matanya untuk pertama kali, ia tertegun. Mata itu tidak berwarna merah seperti miliknya, melainkan berwarna perak tajam yang berkilau—persis seperti mata Elara yang telah menghancurkan kegelapan.
"Temui putri kita, Alaric," bisik Elara dengan suara parau. "Aria Seraphina von Ravenhurst."
Alaric menerima bayi itu ke dalam lengannya yang besar. Untuk sesaat, sang Serigala Utara yang perkasa itu terisak tanpa suara. Bayi kecil itu menggenggam ibu jari Alaric yang kasar dengan jemari mungilnya, seolah-olah memberikan janji bahwa ia akan menjadi cahaya baru bagi keluarga mereka. Alaric mencium kening bayi itu, lalu mencium kening Elara.
"Terima kasih, Elara. Terima kasih telah memberikan kehidupan di dunia yang dulu hanya ingin kuhancurkan," bisik Alaric.
Perayaan Sang Fajar
Keesokan harinya, seluruh kekaisaran meledak dalam kegembiraan. Meriam uap dari Valtaria menembakkan kembang api berwarna-warni di siang hari, dan suku Draken dari Selatan mengirimkan ribuan naga untuk terbang dalam formasi indah di atas ibu kota. Rakyat turun ke jalan, merayakan lahirnya sang pewaris yang menjadi simbol bahwa era peperangan telah benar-benar digantikan oleh era kemakmuran.
Malam harinya, sebuah pesta besar diadakan di aula takhta. Namun, Elara dan Alaric hanya muncul sebentar untuk menyapa rakyat sebelum akhirnya mereka menyelinap keluar ke balkon tertinggi istana, tempat ayunan kayu yang diukir Alaric berada.
Mereka duduk bersama di sana, dengan Aria yang tertidur lelap dalam buaian di antara mereka. Dari balkon itu, mereka bisa melihat ribuan lampu kota yang menyala terang di bawah mereka, mencerminkan bintang-bintang di langit.
"Dulu, di kehidupan pertamaku, aku mati di tempat yang dingin dan gelap," Elara memulai, suaranya mengalun lembut bersama angin malam. "Aku tidak pernah membayangkan akan memiliki malam seperti ini. Aku tidak pernah membayangkan bahwa takdir akan memberikan aku kesempatan untuk mencintai dan dicintai sedalam ini."
Alaric merangkul pundak Elara, menariknya ke dalam pelukan yang hangat. "Kau bukan lagi wanita yang bangkit untuk dendam, Elara. Kau adalah wanita yang bangkit untuk membangun masa depan. Dan selama aku bernapas, tidak akan ada bayangan yang berani menyentuhmu atau putri kita."
Warisan Cahaya
Elara mengambil mahkota peraknya yang terletak di sampingnya, lalu menatapnya sejenak sebelum meletakkannya kembali. Ia menyadari bahwa kekuasaan sejati bukanlah tentang tahta yang keras atau dekret yang ditakuti, melainkan tentang kedamaian yang bisa ia berikan kepada generasi berikutnya.
"Kita akan mengajarinya tentang keberanian, Alaric," ucap Elara sambil menatap Aria. "Tapi kita juga akan mengajarinya tentang pengampunan. Aku tidak ingin dia membawa pedang karena kebencian, melainkan karena cinta."
"Dia akan menjadi lebih hebat dari kita berdua," sahut Alaric dengan bangga.
Malam semakin larut, cahaya aurora di langit perlahan memudar, digantikan oleh cahaya fajar yang mulai menyembul di ufuk timur. Sinar matahari pertama menyentuh wajah mereka bertiga, memberikan kehangatan yang murni.
Elara memejamkan matanya, merasakan detak jantung Alaric di punggungnya dan napas halus Aria di sampingnya. Di detik itu, ia tahu bahwa misinya telah tuntas. Reinkarnasinya bukan hanya untuk membalas pengkhianatan, tetapi untuk menemukan apa yang hilang dari jiwanya: sebuah rumah.
Dan di bawah langit Aurora yang mulai terang, Elara Lane—sang Empress yang bangkit dari kematian—akhirnya benar-benar menemukan kedamaian abadi dalam pelukan sang Serigala Utara.
[TAMAT]
Terima kasih telah menemani perjalanan epik Elara Lane dari hari pengkhianatan hingga fajar kebahagiaannya. Semoga kisah ini meninggalkan kesan yang mendalam di hatimu.
Jangan lupa untuk membaca karya-karyaku yang lainnya, ya! Sampai jumpa Season Selanjutnya
qu membayangkan opa"😂
lanjuuut
ini 2024 tp msh ada kereta kuda yaa🤔