NovelToon NovelToon
Ternyata, Bukan Figuran

Ternyata, Bukan Figuran

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Diam-Diam Cinta / Percintaan Konglomerat / Kencan Online / Cintapertama / Idola sekolah / Tamat
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: Daena

Julius Randle Seorang Laki-laki yang Memiliki aura yang mampu membekukan ruangan, namun seketika mencair hanya oleh senyum satu wanita.
Jane Mommartre, Seorang Gadis Yang menganggap dirinya Hanya Figuran Dan Hanya Debu yang tidak Terlihat Dimata Julius Randle, Dengan segala kekaguman dari jarak Tiga Meter, Dia Sudah menyukai Julius Randle Sejak Lama.
Dibalik Layar seorang Mr A dan Ms J sebagai pelengkap, yang ternyata Mr A adalan Julius Yang Tak tersentuh, Dan Ms J adalah Jane Si gadis Tekstil.
Cinta mereka tumbuh di antara jalinan Kerja sama Tekstil. Julius yang kaku perlahan mencair oleh Jane si Ms J, menciptakan momen-momen manis yang puncaknya terjadi di malam penuh kenangan.
Kekuatan cinta mereka diuji oleh manipulasi kejam Victoria Randle, Yang merupakan ibu Dari Julius Randle . Fitnah mendorong ibu, pesan singkat palsu, hingga tuduhan perselingkuhan membuat Julius buta oleh amarah. Jane diusir dalam keadaan hancur, membawa rahasia besar di Rahimnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ramalan yang Jauh dari Nyata

Setelah kelas berakhir, lorong utama kampus yang biasanya tenang mendadak dipenuhi kasak-kusuk. Sebuah aroma parfum mawar yang mahal dan tajam menyeruak. Dari ujung lorong, Grace Liberty berjalan dengan keanggunan seorang ratu yang baru kembali ke takhtanya.

Julius, yang baru saja keluar dari kelas bersama Clark dan Jane di belakangnya, menghentikan langkah.

"Julius, sayang!" suara Grace terdengar manja namun penuh penekanan.

Tanpa memedulikan puluhan pasang mata yang menonton, Grace langsung menghambur ke pelukan Julius. Ia melingkarkan lengannya di leher Julius dengan posesif. Julius tidak membalas pelukan itu, tubuhnya kaku seperti batu, namun ia juga tidak mendorongnya menjauh sebuah bentuk kepasrahan pada naskah sosialnya.

Lalu, di depan mata Jane, Grace berjinjit dan mendaratkan ciuman lembut di sudut bibir Julius.

Jane merasakan sensasi dingin menjalar di punggungnya. Hatinya yang tadi sempat melambung tinggi di pantai, kini jatuh berdentum ke lantai marmer kampus yang keras. Ia menunduk, pura-pura sibuk merapikan buku di pelukannya, menyembunyikan mata yang mulai memanas.

Ciuman itu... Jane membatin perih. Itu adalah pengingat bahwa rangkulan di mobil dan foto di pantai hanyalah gangguan kecil dalam cerita utama Julius dan Grace.

Sambil berjalan cepat menuju halte bus dengan hati yang patah, Jane membuka ponselnya. Ia butuh pelarian, dan Mr. A adalah satu-satunya pelariannya.

Ms. J: Mr. A, hariku berakhir buruk. Sang Matahari baru saja menunjukkan siapa pemilik cahayanya yang sebenarnya.

Beberapa saat kemudian, balasan masuk.

Mr. A: Jangan sedih, Ms. J. Aku meramalkan hari ini dia akan mengabaikan Grace sepenuhnya karena dia sedang sibuk mengurus masalah di pabrik tekstil ayahmu. Dia bahkan mungkin akan menelponmu sore ini untuk memberikan kabar baik tentang investasi baru. Percayalah, dia tidak punya waktu untuk drama percintaan hari ini.

Jane menatap pesan itu dengan senyum getir yang dipaksakan. Lagi-lagi salah. Nyatanya, Julius baru saja terlihat sangat sibuk dengan Grace di depan semua orang. Dan soal investasi pabrik ayahnya? Jane tahu ayahnya bahkan belum menyerahkan proposal baru. Mr. A benar-benar hanya orang asing yang mencoba menghiburnya dengan tebakan-tebakan yang meleset total.

Tapi setidaknya, pikir Jane, ketidaktahuan Mr. A justru membuktikan bahwa dia bukan Julius. Dan itu membuatku merasa aman untuk terus mencurahkan isi hatiku padanya.

Di dalam mobil mewah yang dikemudikan supir keluarga Randle, Julius duduk berjauhan dari Grace. Ia terus-menerus mengusap sudut bibirnya dengan sapu tangan, seolah ingin menghapus jejak ciuman tadi secepat mungkin.

Matanya yang dingin menatap layar ponsel di pangkuannya. Ia baru saja mengirimkan pesan ramalan salah itu. Ia sengaja melakukannya. Ia harus membuat jarak antara dirinya dan Mr. A agar Jane tidak mencurigainya, meskipun hatinya perih melihat Jane pergi dengan wajah sedih tadi.

"Kenapa diam saja, Julius? Kamu tidak senang aku datang?" tanya Grace sambil mencoba meraih tangan Julius.

"Aku sedang berpikir," jawab Julius tanpa menoleh.

"Tentang apa? Saham?"

"Tentang seseorang yang hatinya mungkin baru saja patah karena aktingmu yang berlebihan tadi," gumam Julius sangat pelan.

"Apa?"

"Bukan apa-apa." Julius mematikan ponselnya. Ia merasa seperti pecundang paling pintar di dunia. Ia bisa memanipulasi pasar saham, ia bisa memanipulasi identitas di internet, tapi ia tidak bisa memeluk wanita yang ia cintai di depan umum tanpa menghancurkan segalanya.

🌷🌷🌷🌷🌷

Happy Reading Dear 😍😍

1
Endang Sulistia
bagus...
Endang Sulistia
🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Endang Sulistia
clark...🤪🤦🤦
Endang Sulistia
mantap hery
Endang Sulistia
sukurin kau jules
Endang Sulistia
🤪🤣🤣🤣
Endang Sulistia
🤭🤣🤣
Lismawati Salam
bagus
Endang Sulistia
😊😊
Endang Sulistia
suka
Endang Sulistia
mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!