NovelToon NovelToon
Jodoh Sang Letnan

Jodoh Sang Letnan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:35k
Nilai: 5
Nama Author: Deyulia

Ikuti saya di:
FB Lina Zascia Amandia
IG deyulia2022

Setelah hatinya lega dan move on dari mantan kekasih yang bahagia dinikahi abang kandungnya sendiri. Letnan Satu Erlaga Patikelana kembali menyimpan rasa pada seorang gadis berhijab sederhana yang ia temui di sebuah pujasera.

Ramah dan cantik, itu kesan pertama yang Erlaga rasakan saat pertama kali bertemu dengan gadis itu. Namun, ketika hatinya mulai menyimpan rasa, tiba-tiba sang mama membawa kabar kalau Erlaga akan dikenalkan pada seorang gadis anak dari leting sang papa. Sayangnya, Erlaga menolak. Dia hanya ingin mendapatkan jodoh hasil pencariannya.

Apakah Erlaga pada akhirnya menerima perjodohan itu, atau malah justru berjodoh dengan gadis yang ia temui di pujasera?

Yuk, kepoin kisahnya di "Jodoh Sang Letnan"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 Bayang-bayang Masa Lalu

     ​Setelah malam lamaran yang penuh kejutan itu, waktu seolah berjalan dua lebih cepat. Kesepakatan antara keluarga Dallas dan keluarga Erkana sudah bulat, pernikahan akan dilaksanakan satu bulan kemudian.

     Bagi seorang prajurit seperti Erlaga, waktu satu bulan adalah tempo yang cukup untuk menyusun strategi. Namun bagi persiapan sebuah pernikahan, itu adalah waktu yang sangat singkat.

     ​Beruntung bagi Syafina, ia memiliki seorang mama seperti Syafana. Butik milik Mamanya yang terletak di kawasan prestisius di kota Bandung bukan sekadar butik biasa. Selain koleksi harian yang mewah, butij Syafana memiliki lantai khusus yang didedikasikan untuk baju pengantin.

     Koleksinya begitu tersohor karena desainnya yang elegan, syar'i. Namun tetap terlihat modern dan berkelas.

     ​Sore itu, Syafina berdiri di atas podium kecil di dalam area bridal butik Mamanya. Ia menatap pantulan dirinya di cermin raksasa yang dikelilingi lampu-lampu. Ia mengenakan gaun pengantin impiannya, sebuah gaun klasik tapi mewah ala kerajaan, berwarna putih mutiara dengan detail payet mutiara yang menjuntai halus di bagian dada dan tangan.

     Cadar tipis dengan aksen bordir senada menutupi sebagian wajahnya, memberikan kesan misterius namun sangat sakral.

     ​Di sampingnya, Erlaga berdiri mematung. Pria itu mengenakan Pakaian Dinas Upacara (PDU) lengkap dengan medali-medali jasa di dadanya. Topi perwiranya ia jepit di ketiak kiri. Sorot matanya yang biasanya tajam, kini melunak dan berkaca-kaca menatap calon istrinya.

     ​"Kakak tidak pernah menyangka, Syafina yang Kakak kenal malu-malu, sekarang berdiri di depan Kakak mengenakan baju pengantin ini," bisik Erlaga dengan suara bariton yang bergetar.

     ​Syafina tersenyum di balik cadarnya. "Ini semua berkat doa Mama dan tentunya kesungguhan Kak Laga."

     ​Syafana yang memperhatikan dari kejauhan merasa dadanya sesak oleh rasa bahagia. Ia mendekat, merapikan sedikit ekor gaun Syafina yang menjuntai. "Sudah, jangan saling puji terus. Nanti nggak selesai-selesai fitting-nya. Sekarang kalian ganti baju, lalu kita makan sore. Mama sudah pesankan tempat di restoran depan," ujar Syafana lembut.

     ​Setelah berganti pakaian, Erlaga dan Syafina berpamitan pada Syafana untuk berjalan lebih dulu menuju restoran yang letaknya hanya beberapa bangunan dari butik tersebut. Suasana hati mereka sedang di puncak kebahagiaan. Erlaga sesekali melirik Syafina, membuat hati Syafina bergetar penuh bunga-bunga asmara. Tatapan mata itu menyiratkan cinta dan romantisme yang dalam, meskipun mereka tidak berpegangan tangan.

     ​Namun, langkah mereka terhenti tepat di depan teras restoran. Seorang wanita cantik dengan kemeja slim-fit berwarna putih dan rok sepan hitam khas seragam tenaga medis profesional, baru saja keluar dari mobilnya.

     Wanita itu menjinjing tas bermerek dan sebuah stetoskop yang menyembul dari tas kerjanya.

     ​Begitu mata wanita itu menangkap sosok Erlaga, gerakannya membeku. Wajahnya yang tadinya tampak lelah karena tugas, mendadak berubah menjadi merah padam. Matanya beralih menatap Syafina, gadis muda yang berdiri anggun di samping Erlaga.

     ​"Erlaga?" Suara itu terdengar tajam, sarat akan rasa cemburu dan kecewa.

     ​Erlaga yang menyadari siapa sosok di depannya, langsung menegangkan bahunya secara otomatis. Rahangnya mengeras, dan sorot matanya yang hangat tadi seketika mendingin seperti es di Sudan.

     ​"Prita," sahut Erlaga pendek, nyaris ketus.

     ​Dokter Prita mendekat dengan langkah yang sengaja dibuat berisik oleh bunyi high heels-nya. Ia berhenti tepat di hadapan mereka, menatap Syafina dengan pandangan meremehkan dari ujung kepala hingga ujung kaki.

     "Oh... jadi ini alasan kamu menghilang bak ditelan bumi setelah pulang satgas?" tanya Prita dengan tawa sinis yang menyakitkan telinga. "Aku pikir kamu sedang sibuk laporan di Markas Besar, ternyata kamu sibuk menggandeng ini?"

     ​Prita berdehem, lalu menatap Syafina dengan tatapan yang seolah ingin menelanjangi kekurangan gadis itu. "Dan...gadis ini, dia pengganti aku setelah kamu kecewa dengan Syapala yang sekarang jadi kakak iparmu? Masih anak kuliahan ternyata. Rupanya seleramu masih standar saja, Erlaga. Tidak Syapala, tidak gadis ini. Semuanya membosankan."

     ​Syafina mengerutkan dahi. Jantungnya berdesir hebat mendengar nama Syapala disebut-sebut. Pikirannya melayang. Syapala? Kakak ipar Erlaga? Ia tahu Syapala adalah istri Arkala, tapi ia tidak pernah menyangka ada sejarah antara Erlaga dan wanita itu.

     ​"Prita, jaga bicaramu." Suara Erlaga merendah, memberi peringatan keras. "Kita sudah tidak ada urusan lagi. Semuanya sudah selesai jauh sebelum aku berangkat."

     ​​Prita justru tertawa lebih keras, sengaja ingin memancing keributan agar orang-orang di sekitar restoran menoleh. "Masa depan? Kamu yakin, Erlaga? Kamu sanggup hidup dengan gadis kecil yang belum tahu apa-apa ini setelah kamu dekat dengan wanita seperti aku? Aku dokter. Aku punya karier, aku punya segalanya. Sedangkan dia? Dia hanya anak ingusan yang mungkin masih minta uang jajan pada Papanya."

     ​Jantung Syafina berdegup kencang, rasa panas merayap di dadanya, sebuah rasa cemburu dan terhina yang menyatu. Ia merasa sangat terkejut. Bagaimana mungkin wanita ini tahu tentang Syapala? Dan apa maksudnya dengan "selera yang standar"?

     ​"Kak Laga... siapa dia? Dan kenapa dia menyebut nama Mbak Syapala?" tanya Syafina dengan suara yang pelan tapi bergetar hebat, meski ia berusaha tetap tegar di depan wanita sombong itu.

     ​Erlaga tidak menjawab pertanyaan Syafina. Ia justru menatap Prita dengan tatapan penuh kemuakan. "Prita, berhenti merasa paling hebat. Statusmu sebagai dokter tidak membuatmu lebih mulia jika mulutmu tidak beradab. Sayang, ayo masuk. Tidak ada gunanya meladeni orang yang sedang haus perhatian."

     ​Erlaga langsung menarik lengan Syafina, kali ini ia tidak peduli soal batasan karena ia ingin segera menjauhkan Syafina dari fitnah dan racun yang disebarkan Prita. Namun, Prita justru berteriak saat mereka mulai melangkah masuk ke pintu restoran.

     ​"Lari saja, Erlaga! Lari seperti pengecut!" teriak Prita. "Tapi ingat, selera kamu tetap tidak naik kelas! Kamu lebih memilih daun muda daripada wanita yang setara denganmu! Kamu akan menyesal karena membuang aku demi anak kecil ini!"

     ​Erlaga mempercepat langkahnya, membawa Syafina masuk ke dalam restoran dengan perasaan yang berantakan. Begitu mereka duduk di sudut yang agak tersembunyi, keheningan mencekam menyelimuti.

     Syafina hanya menunduk, ia melihat cincin tunangannya, lalu menatap Erlaga dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

     ​"Kak, tolong jujur. Siapa Dokter Prita itu? Kenapa dia menyebut-nyebut Mbak Syapala? Apakah benar Mbak Syapala... pernah ada di hati Kakak sebelum menikah dengan Bang Arkala?" tuntut Syafina. Suaranya kecil namun tajam, menuntut kejujuran.

     ​Erlaga mengusap wajahnya dengan kasar. Ia tahu, kejutan dari masa lalu ini adalah serangan paling mematikan bagi hubungannya yang baru saja dimulai. "Syafina, dengarkan Kakak. Prita itu masa lalu yang sudah kakak kubur dalam-dalam. Dia dokter di RS Harapan Sehat. Kami memang pernah punya hubungan. Tapi...hubungan itu dibangun atas kebodohan Kakak dan tipu dayanya. Kakak sungguh menyesal pernah jatuh ke dalam tipu dayanya."

     "Dan...soal Syapala... itu cerita lama sebelum Bang Arkala masuk. Semuanya sudah selesai secara baik-baik," lanjutnya.

     ​"Tapi, kenapa Kakak seolah ketakutan dan ingin menghindar? Wanita itu begitu percaya diri dengan merendahkan Fina," cicit Syafina lagi, rasa kesal dan cemburu menyatu dalam dadanya.

     ​Erlaga terdiam. Ia tahu, tindakannya yang terburu-buru menghindar justru membuat Syafina semakin curiga. Namun, baginya, Prita adalah noda hitam yang tidak ingin ia perlihatkan pada Syafina yang begitu suci.

1
Esther
gak ada capeknya Laga....habis latihan langsung ngerjain istri😄
Lina Zascia Amandia: Lagi hangat2nya pengantin baru, heheh....
total 1 replies
Ayudya
lanjut kak
Ikaaa1605
Kiw kiw😅
Nice1808
romantis bnget🤣🤣lanjut thor
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
sabar shafina. erlaga juga kangen kamu
Kasandra Kasandra
lanjut
Nar Sih
sabarr ya fina,tiga hri gk lama kok ,pasti nanti stlh suami mu pulang puas,,in deh lepas rinduu
Supryatin 123
lnjut thor 💪💪
Patrick Khan
ahhhh apa q aja yg di tinggal suamik kerja luar kota malah seneng gk karuan🤣🤣🤣🤣
Patrick Khan: hahaha.. iya kak
total 4 replies
Nice1808
sabar fina cuma 3 hari ntar laga pulang rindu nya menggebu2😃😃😃
Ayudya
sabar Fina hanya 3 hari ntar kalau Uda pulang peluk yg erat jangan lepaskan🤣🤣🤣🤣🤣
Eva Tigan
persiapkan diri ..jiwa dan raga saja Syafina..ini Pak Kapten pulang pasti rindunya menggebu gebu,harus siap segera digempur entah sampai berapa Ronde..😄
Eva Tigan: yup benar.. kekuatan prajurit pasti ekstra kuat di darat ,laut dan udara ..bahkan di atas ranjang sekalipun 😄
total 2 replies
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
shafina, semangat tunjukkan prestasimu yaa
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
semangat yaw😊
Nar Sih
sabarr fina ,jgn dgr kata ibu,,persit yg lain nya ,💪
Nar Sih
semagatt fina 💪jdi ibu persit 👍
Esther
dimana2 ya kalau yang senior itu selalu sok berkuasa.
Esther
Memakai seragam persit pertama kali....semangat Fina
Supryatin 123
lnjut thor 💪💪 double up nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!