NovelToon NovelToon
Cinta Di Balik Gerobak Soto

Cinta Di Balik Gerobak Soto

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romantis / Cinta Seiring Waktu / Kaya Raya / Berondong
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

​Setelah diselamatkan dari penculikan maut oleh Pratama, seorang penjual soto sederhana, Luna justru terjebak fitnah warga yang memaksa mereka menikah. Situasi kian pelik karena Pratama masih terikat pernikahan dengan Juwita, istri materialistis yang tanpa ragu "menjual" suaminya seharga Rp50 juta sebagai syarat cerai.
​Demi menolong pria yang telah menyelamatkan nyawanya, Luna membayar mahar tersebut dan memilih menyembunyikan identitas aslinya sebagai putri tunggal seorang CEO kaya raya. Ia rela hidup dalam kesederhanaan dan mengaku hanya sebagai guru TK biasa. Di tengah rasa bersalah Pratama yang berjanji akan bekerja keras membalas kebaikannya, ia tidak menyadari bahwa istri barunya memiliki kuasa untuk membalikkan nasib mereka dalam sekejap mata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Keesokan paginya dimana cahaya matahari menyelinap masuk melalui ventilasi, menyapa wajah Luna yang masih tampak lelah namun tersirat kebahagiaan.

Ia menoleh ke samping dan melihat Pratama sudah terbangun, menatapnya dengan senyum paling tulus yang pernah Luna lihat.

"Terima kasih untuk semalam, Dik. Kamu benar-benar anugerah untuk Mas," ucap Pratama sambil mengelus rambut Luna.

Luna tersenyum tipis saat mendengar perkataan dari suaminya.

'Andai kamu tahu, Mas. Betapa beratnya aku harus pergi hari ini setelah apa yang kita lewati semalam.' ucap Luna dalam hati.

"Aku mandi dulu ya, Mas. Bus sekolah akan menjemput di depan gang sebentar lagi," ucap Luna sambil mencoba bangkit, meskipun tubuhnya terasa sedikit pegal.

Pratama menganggukkan kepalanya dan ia juga ikut bangkit dari tempat tidurnya.

Di dalam kamar mandi, Luna mengguyur tubuhnya dengan air yang sangat dingin.

Ia segera menggosok tubuhnya dengan sabun aroma buah.

Tetesan air masih tersisa di kulit Luna saat ia baru saja keluar dari kamar mandi. Tiba-tiba, sepasang lengan kekar melingkar hangat di pinggangnya.

Pratama memeluk tubuh istrinya dari belakang, menyandarkan dagunya di bahu Luna yang masih terasa lembap.

"Maaf ya, Dik. Mas tidak bisa mengantarmu sampai ke sekolah," bisik Pratama dengan nada menyesal.

"Mas harus segera ke ruko untuk menyiapkan dagangan. Hari ini ada pesanan lagi dari perawat rumah sakit."

Luna membalikkan badannya di dalam pelukan Pratama.

Ia menatap wajah suaminya yang tampak sangat bahagia pagi ini.

"Tidak apa-apa, Mas. Mas fokus saja jualan ya. Aku bisa jalan sampai depan gang, nanti bus sekolah jemput di sana."

Pratama mengelus pipi Luna dengan ibu jarinya.

"Ingat, nanti kalau sudah sampai di Bandung, langsung hubungi Mas. Jangan sampai baterai ponselmu habis. Mas pasti akan sangat merindukanmu meskipun hanya satu malam."

Luna menganggukkan kepalanya pelan. "Iya, Mas. Aku pasti kabari."

"Uang yang Mas kasih semalam, jangan lupa dipakai kalau lapar di jalan ya," tambah Pratama lagi, memastikan istrinya tidak kekurangan apa pun.

Luna merasa tenggorokannya tercekat. Uang tiga ratus ribu pemberian Pratama ada di dalam tasnya, berdampingan dengan kartu kredit hitam unlimited miliknya.

Kontras yang luar biasa ini membuatnya merasa sangat berdosa, namun ia belum sanggup menghancurkan kebahagiaan sederhana yang terpancar dari wajah suaminya.

Free

Ia segera memakai pakaiannya dan bersiap-siap untuk berangkat.

Setelah berpamitan dengan ciuman di kening, Luna melangkah keluar dari rumah mungil itu.

Ia berjalan menuju tikungan gang dengan tas punggung yang nampak ringan, namun sebenarnya berisi beban rahasia yang berat.

Begitu ia berbelok ke jalan raya yang tidak lagi terlihat dari rumahnya, sebuah mobil Alphard hitam dengan kaca gelap sudah menunggu di sana.

Arini sudah berdiri di samping pintu mobil, mengenakan setelan jas kantor yang rapi.

"Selamat pagi, Bu CEO," sapa Arini sambil membukakan pintu.

"Semua kebutuhan untuk rapat di Bandung sudah siap di dalam. Pakaian formal Ibu juga sudah saya siapkan di kursi belakang."

Luna masuk ke dalam mobil mewah yang sejuk itu.

Ia memejamkan mata sejenak, menghirup aroma parfum mahal di dalam mobil yang sangat berbeda dengan aroma kayu manis dan bawang goreng di rumah suaminya.

"Jalan, Arini. Pastikan meeting di Bandung selesai tepat waktu. Aku harus pulang lusa pagi sebelum suamiku curiga."

Juwita berdiri di sudut gang dengan napas terengah-engah.

Matanya tidak salah lihat saat ia melihat Luna, wanita yang dianggapnya sok suci itu, masuk ke dalam mobil Alphard hitam yang harganya miliaran rupiah.

Seringai licik muncul di wajahnya. Ini adalah kesempatan emas untuk menghancurkan kebahagiaan mantan suaminya.

Juwita segera berlari masuk ke dalam gang, mencari keberadaan Pratama.

Ia menemukan Pratama yang baru saja hendak mendorong gerobak sotonya keluar dari rumah.

"Kamu itu lelaki bodoh, Mas! Benar-benar tolol!" teriak Juwita sambil berkacak pinggang di depan gerobak.

Pratama menghentikan langkahnya, menatap Juwita dengan pandangan dingin.

"Mau apa lagi kamu ke sini, Juwita? Tidak puas sudah menghina keluargaku?"

"Aku ke sini mau menyelamatkan harga dirimu yang sudah diinjak-injak!" seru Juwita dengan nada tinggi.

"Istrimu itu, si Luna, ternyata cuma simpanan om-om! Aku baru saja lihat dengan mata kepalaku sendiri, dia masuk ke mobil mewah di ujung jalan. Guru TK macam apa yang dijemput mobil semahal itu kalau bukan karena dia 'peliharaan' orang kaya?"

Mendengar kata "mobil mewah", ingatan Pratama langsung melayang pada sosok Pak Dirga yang kemarin memberikan gado-gado dan menatapnya dengan rendah.

Namun, Pratama segera menggelengkan kepalanya kuat-kuat.

Ia teringat kejadian sakral semalam. Kehangatan Luna, sentuhan tulusnya, dan bukti kesucian yang diberikan Luna padanya.

"Jangan asal bicara kamu, Juwita!" bentak Pratama dengan suara menggelegar hingga membuat Juwita terlonjak.

"Jaga mulutmu. Semalam kami melakukan hubungan suami istri untuk pertama kalinya, dan Luna masih perawan! Dia menjaga kehormatannya hanya untuk aku, suaminya!"

Wajah Juwita seketika kaku, ia tidak menyangka Pratama akan memberikan jawaban seberani itu.

"Jadi tidak mungkin istriku seperti yang kamu tuduhkan," lanjut Pratama dengan napas memburu.

"Mungkin itu mobil jemputan sekolah atau fasilitas dari tempatnya studi banding. Sekarang pergi dari sini sebelum aku panggil warga!"

Juwita mendengus kesal karena harga dirinya terluka.

"Terserah! Dasar buta karena cinta! Lihat saja nanti, kalau dia pulang membawa barang mewah, jangan menangis di kakiku!" Juwita berbalik dan pergi dengan menghentakkan kaki.

Pratama kembali memegang gagang gerobaknya.

Tangannya bergetar. Meskipun ia membela Luna di depan Juwita, ada benih keraguan yang mulai tumbuh di sudut hatinya.

'Mobil mewah? Siapa sebenarnya yang menjemputmu, Luna?' batinnya perih.

Pratama terus mendorong gerobaknya menuju ruko di depan rumah sakit, namun kata-kata Juwita tadi seperti duri yang tersangkut di dalam hatinya.

"Mobil mewah," gumamnya pelan. Wajah Dirga kembali terbayang di benaknya.

Sambil menyiapkan mangkuk-mangkuk soto, tangannya tak tahan untuk tidak merogoh kantong celana.

Ia harus mendengar suara Luna untuk menenangkan jiwanya yang mulai gaduh.

"Halo, Dik?" ucap Pratama saat sambungan telepon terhubung.

"Iya, Mas? Ada apa? Tumben menelepon jam segini," suara Luna terdengar sangat tenang di seberang sana, meskipun sebenarnya ia sedang duduk di kursi empuk mobil Alphard yang melaju mulus.

"Mas cuma mau tanya, bagaimana perjalananmu? Apakah bis sekolahnya nyaman?" tanya Pratama dengan nada suara yang sengaja ia buat sedatar mungkin, mencoba menyelidiki.

"Iya, Mas. Ini masih mau isi bensin dulu. Bisnya nyaman kok, Mas jangan khawatir ya," jawab Luna lancar.

Ia tidak tahu bahwa Pratama sedang memegang ponselnya dengan tangan yang bergetar.

'Bis? Atau mobil mewah?'batin Pratama perih.

'Juwita bilang mobil mewah, tapi Luna bilang bis. Siapa yang berbohong? Jika Luna yang berbohong, kenapa ia harus menutupi hal sekecil itu?'

Pratama baru saja hendak bertanya lebih jauh tentang bis apa yang mengantarkan istrinya ke Bandung.

"Pak! Soto dua porsi ya, dibungkus, nggak pakai seledri!" teriak seorang pelanggan yang baru saja turun dari motor di depan ruko.

Pratama tersentak. "Oh, iya Pak! Sebentar!"

"Mas, ada pelanggan ya? Ya sudah, Mas jualan dulu. Nanti aku hubungi lagi kalau sudah sampai di Bandung. Assalamualaikum," ucap Luna dengan cepat lalu menutup telepon sebelum Pratama sempat membalas.

"Waalaikumsalam..." jawab Pratama lirih pada layar ponsel yang sudah gelap.

Hati Pratama semakin tidak tenang. Ia mulai melayani pelanggan dengan gerakan tenang namun pikirannya terbang jauh.

Di sisi lain, Luna di dalam mobil menghela napas lega sekaligus merasa bersalah.

"Arini, tolong carikan foto bis pariwisata atau bis sekolah yang bagus. Kirim ke aku, jaga-jaga kalau Mas Pratama minta foto bukti perjalanan," perintah Luna pada asistennya.

"Baik, Bu CEO," jawab Arini sigap.

1
tiara
itu pingsan kaget apa karena hamil ya🤭🤭🤭
awesome moment
pratama tu org dgn banyak potensi tp tersembunyi dalam kekisminan
Nabila Nabil
itu pingsan karna papa jati mau dipanggil opa dan arini dipanggil oma.... 🤣🤣
awesome moment
kpm tertangkap tu mokondo 2 ekor
awesome moment
lambe turah g punya obyek julid lg n
my name is pho: 🤭🤭 hehehe
total 1 replies
tiara
semoga Dirga dan Noah lekas tertangkap ya,agar papa Jati cepat menikah
my name is pho: iya kak
total 1 replies
tiara
pa Wandi ga bisa lagi gangguin Pratama tuh, hilang juga pemasukan ya kasian deh tukang nyinyir
my name is pho: 🤭🤭 hehe
total 1 replies
awesome moment
smg luna g kaget klo arini dan papa jati jujur.
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Anto D Cotto: sama2 👌👍
total 2 replies
Setiawan
kog aneh yah ?? bukannya td pratama lg di jln pulang br bs nolongin luna ?? itu kesian amat mtr bebek tua nya di tggl di jln 🤭🤭🤭
awesome moment
whoah...sama2 virgin ternyata
awesome moment
smg pratam slain kejujuran punya kecerdasan bisnis yg keyen. biar g njomplang bgts sm luna
awesome moment
udh terhura dluan
awesome moment
dih...juwita tu perempuan model p c
awesome moment
👍👍👍luna panggil arini, mama dunk😄😄😄
tiara
wah ternyata Arini menjalin hubungan dengan papa Jati toh, seru nih nantinya
Nabila Nabil
ini nanti ceritanya Luna yg gantian manggil bu ke arini🤣🤣🤣🤣🤣 kocak sih... 🤣🤣🤣
deepey
saling support ya kk. 💪💪
deepey
paginya gulingnya sdh pindah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!