Desa ujung pandang kembali di hebohkan dengan mayat yang hilang dari dalam kuburan, namun sebagian orang menyangkal bahwa itu karena sudah lama di kuburkan sehingga jasad mereka sudah habis di makan tanah.
Namun sebagian lagi mengatakan bahwa itu memang di curi orang, semua ini berawal karena secara tidak sengaja seekor anjing menggali kuburan dan mereka melihat bahwa di dalam itu sudah tidak ada lagi mayat nya.
Kemana kah mayat itu pergi?
mungkin kah mayat itu memang di curi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25. Melihat video
Pak RT segera menjelaskan kepada Purnama tentang apa yang telah terjadi dan apa yang di lihat oleh Toro, bahkan dia juga menyuruh pria itu memberikan rekaman yang sudah dia ambil ketika sedang melihat siluman harimau di malam ketika mereka sedang keliling untuk menjaga kuburan di desa mati saat itu dan mendapatkan rekaman tersebut.
Toro saat akan bangkit terasa begitu gemetar karena tatapan Purnama yang begitu sadis dan juga beberapa ada orang lain di tempat ini sehingga jelas dia merasa agak sedikit grogi, siapa saja yang melihat tatapan Purnama setajam itu pasti akan menggigil dan tidak sanggup untuk mengatakan apa yang sudah mereka rencanakan.
Bahkan omongan yang sudah ada di ujung lidah pun sudah tidak akan bisa keluar lagi karena rasa takut yang timbul di dalam hati, jelas itu semua karena aura Purnama yang begitu mematikan dan siapa saja yang melihat pasti tidak akan sanggup untuk bertahan dengan tatapan mematikan tersebut.
Padahal Purnama menatap seperti itu bukan berarti dia akan marah atau akan langsung membantai orang itu tapi karena memang tatapan mata dia yang tidak bisa untuk di bohongi, sebab menurut dia itu hanya lah tatapan biasa saja dan sama sekali tidak ada kemarahan di dalam mata itu namun bagi orang lain tentu saja berbeda.
"Ini rekaman yang aku ambil tapi memang bergetar karena saat itu kami berdua sangat ketakutan." Toro berusaha menjelaskan kepada Purnama.
"Berikan padaku." Purnama mengambil ponsel dari tangan pria itu dan melihat rekaman yang sudah dia ambil.
"Tapi ketika mereka sudah pulang aku juga ikut mendengar suara geraman seperti harimau." jelas Pak RT kepada Purnama.
"Apa memang benar bahwa yang mencuri mayat ini adalah siluman harimau?" Nolan juga mulai percaya.
"Tapi aku rasa mungkin memang benar, karena di sana memang aura hewan begitu kuat." Nana ikut setuju dengan ucapan mereka.
"Namun bisa saja yang memakan itu adalah khodam yang saat ini ada di tubuh Lutfi." celetuk Dewa iblis.
"Eh kau jangan menakuti aku seperti itu dong." Lutfi langsung berteriak karena dia ketakutan.
"Heh lancang sekali kau menunjuk aku seperti itu." Xavier melirik dengan tatapan tajam.
"Kan mata dia juga masih normal sehingga tidak mungkin salah melihat antara harimau dan babi." ujar Samuel.
Ini Pak RT dan juga Toro jelas tidak bisa mendengar percakapan di antara mereka karena yang berbicara adalah makhluk gaib, jadi mereka berpikir bahwa Lutfi sedang berdebat dengan Nolan namun menurut mereka percakapan itu jelas kurang nyambung karena apa yang di bicarakan jauh sekali berbeda.
"Kau lihat ini, dia memang harimau!" Purnama menunjuk di dalam rekaman itu.
"Yah benar sekali, dia bisa membuat mayat ada di punggung seperti itu." Arya juga ikut melihat rekaman tersebut.
"Ini bukan harimau biasa Karena dia melakukan ini setelah menggali kuburan dengan cara yang tidak biasa, bila ini bukan jelmaan maka ini peliharaan dari seseorang." Purnama sudah yakin sekali.
"Siapa yang sudah memelihara harimau seperti ini?" gumam Arya karena dia masih belum bisa menebak.
"Kan memang benar karena saat itu aku sangat yakin melihat harimau bersama dengan Hary." Toro agak tenang karena dia berbicara sesuai fakta yang terjadi saat itu.
"Kami datang ke sini sekalian ingin minta tolong agar Mbak Purnama mau mencari harimau itu." Pak RT berkata dengan suara memelas.
"Sebenarnya kami memang sedang mencari yang menggali kuburan itu, tapi kami memang belum tahu apakah ini pelakunya sama atau berbeda." Nolan yang menjelaskan dengan sangat lembut.
"Kuburan di desa kami juga sedang di gali oleh seseorang, Pak." Lutfi ikut membuka suara.
Pak RT mendengarkan dengan seksama dan dia memang tidak tahu bahwa sudah sampai separah ini, apa lagi Purnama mengatakan bahwa desa mereka sebenarnya sudah lama terserang pencurian mayat itu namun masih tertutup karena pelaku lebih pintar sehingga tidak ketahuan.
"Begini ya, Pak! aku memang tidak bisa mengatakan untuk menolong full di desa kalian, sebab desa kami juga sedang mengalami pencurian mayat seperti ini tapi aku akan mengusahakan agar segera menangkap pelaku." janji Purnama dengan suara yang masih lembut.
"Tapi Mbak Pur bisa kan kadang kala datang di desa kami untuk mengecek keadaan yang ada di sana?" tanya Pak RT sangat berharap.
"Ya itu pasti akan aku lakukan, bila bukan aku yang datang maka nanti bisa Arya atau Nolan." angguk Purnama.
"Wah Alhamdulillah kalau Mbak Pur mau menolong karena kami juga berharap agar Mbak Purnama bisa menangkap pelaku itu." Pak RT menjadi agak lega.
"Tapi bagaimana kalau dia datang pas Mbak Purnama atau Mas Arya dan Nolan tidak datang ke sana?" cemas Toro.
"Pokok nya kau tenang saja karena aku pasti akan mengusahakan yang terbaik agar pelaku itu segera tertangkap." Purnama tidak mungkin mengatakan bahwa nanti ada member yang berjaga di tempat itu.
Arini adalah arwah yang berasal dari desa mati sehingga dia tidak mungkin diam saja tanpa melakukan apa-apa untuk desa dia sendiri, sudah pasti Arini nanti akan datang dan memberikan yang terbaik agar bisa menolong para warga yang ada di sana dan kemudian melindungi orang yang sudah meninggal itu.
"Pokok nya kalian tenang saja bila memang percaya kepada aku maka terima apa yang aku katakan." ucap Purnama sambil menatap Toro serta Pak RT.
"Baiklah, kami memang sangat berharap penuh kepada mbak Purnama." Pak RT mengangguk pelan.
"Nanti malam aku sendiri yang akan mendatangi desa mati, jadi kalian tenang saja dulu untuk saat ini." ujar Purnama kembali.
Mendengar ucapan Purnama ini maka tentu saja mereka menjadi sedikit lega dan tidak terlalu takut lagi Karena nanti malam purnama akan datang untuk mengurus masalah yang ada di desa mati itu, padahal memang seluruh desa sedang di landa masalah akibat kedatangan pencuri mayat yang masih menjadi misteri.
Walau Purnama sudah melihat tentang keberadaan harimau tersebut namun dia masih ragu apakah itu siluman dari seseorang atau hanya peliharaan saja, jadi memang harus di lacak dengan baik agar tidak terjadi kesalahan dan nanti justru akan membuat masalah yang semakin serius.
"Kalau begitu maka aku yang akan berjaga penuh di desa mati." Arini sudah muncul dan dia langsung menjawab ucapan Purnama.
"Wah kau kan bibik nya istriku!" Lutfi langsung bangkit ketika melihat keberadaan Arini.
"Jangan sembarangan pegang kekasihku seperti itu!" Jalak menepis tangan Lutfi yang ingin menyentuh Arini.
"Astaga galak nya!" Lutfi saja sampai kaget di buat Jalak.
"Ya aku adalah Bibik Intan, kau jaga istrimu dengan baik ya." Arini tersenyum manis.
"Sayang, kamu jangan senyum gitu sama dia!" Jalak tidak terima.
"OPO to, Lak! protes terus, dia ini keponakan ku." kesal Arini.
Jalak yang sudah kena marah seperti itu maka dia langsung diam dan tidak berani lagi banyak berbicara kepada yang lain, memang pawang dia sudah sangat paten yang ini dan tidak akan pernah pindah pawang lagi sehingga mereka bisa di katakan adalah pasangan terbaik yang selalu bersama dalam keadaan apa saja.
Selamat malam Besti, jangan lupa like dan komen kalian semua ya.
semoga aja Bara bisa melumpuhkan semua harimau2 itu
Ayo Bara ,tunjukkan kemampuannmu
Buktikan berguna