Menantu Yang Tidak Diinginkan sebuah cerita yang dialami seorang wanita yang tidak diinginkan oleh mertuanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Asiseh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29
Sekarang Nita harus terbiasa jika harus bertemu langsung dengan Hengki.
“Saya bukan orang yang pemilih, jadi apapun akan saya makan” jawab Hengki
“Kalau begitu saya permisi untuk memesankan makanan bapak agar nanti bisa diantar ke sini”
“Kenapa tidak lewat HP saja kan bisa, kamu juga ikut makan siang di sini”
“Hah” Nita terkejut karna dalam film yang ditontonnya sekretaris tidak menemani bosnya makan tapi kenapa ini memintanya untuk menemani makan
“Tapi pak-“
“Tidak ada tapi-tapian, kamu duduk sambil pesan makanan. Saya akan menyelesaikan ini dulu”
Nita pun duduk dengan pasrah karna ia tak mungkin membantah sang bos.
“Lebih baik aku memberi tahu Wiwik sebelum dia ngamuk” gumam Nita
*
“Tante, mamah bakal pulang besok jadi tidak mungkin kalau kita akan tinggal bareng lagi” ucap Fifi
“Oh ya jadi mamah kamu mau pulang?”
Fifi mengangguk
“Tante sudah kangen banget sama mamah kamu” Dara antusias namun wajahnya berubah setelah menyadari kalau dirinya juga harus pergi dari rumah Fifi
“Tante kenapa?” tanya Fifi heran karna wajahnya langsung berubah
“Tante harus kembali ke rumah tante berarti”
“Sebenarnya bisa saja tante tidak usah kembali dengan mas Surya dan tetap di sini” ucap Fifi tersenyum
“Tetap di sini? Memang bagaimana?” tanya Dara
“Aku dan mas Surya menikah”
Dara tak menanggapi ucapan Fifi, karna ia tahu kalau Surya masih mencintai Nita bahkan setiap malam pun Surya masih memikirkan wanita itu.
“Kok tante malah bengong sih”
“Tante tidak yakin Surya mau menikah lagi apalagi dia belum resmi bercerai dan juga apa mungkin mamah kamu akan mengizinkan kami tinggal di sini kalau kalian menikah nanti?”
“Tante tenang saja kalau urusan mamah itu bukan masalah yang sulit, tante juga tidak mau kan kembali ke rumah tante yang sudah lama tidak ditempati apalagi rumahnya juga tidak sebagus ini”
“Dia malah bilang rumah aku jelek, tapi memang ia sih” gerutu Dara dalam hati
“Bagaimana tante?”
“Nanti coba diomongin sama Surya ya, semoga saja dia mau”
Fifi pun semringah, kali ini impiannya menikah dengan Surya akan terwujud.
Sore harinya, Dara sedang membereskan semua bajunya untuk kembali ke rumahnya. Sekalian ia menunggu Surya pulang dari kantornya untuk mengatakan pembicaraan tadi.
Setelah selesai, Dara keluar dari kamarnya. Kebetulan Surya baru saja sampai dan hendak masuk ke dalam kamarnya namun Dara mencegahnya untuk mengobrol.
“Surya” panggil Dara
“Iya bu” Surya menoleh ke arah Dara
“Ibu mau bicara sesuatu sama kamu”
“Memang kamu mau bicara apa? Kayaknya serius”
“Lebih baik jangan di sini, kita ke dalam saja”
Surya pun mengikuti Dara.
“Ada apa bu?” tanya Surya
“Mamahnya Fifi akan pulang dan kita harus kembali ke rumah”
Dara melihat raut wajah Surya, tak ada kesedihan atau kecewa. Surya biasa saja setelah mendengar ucapan Dara.
“Ya bagus dong bu, jadi Fifi ada yang menjaga dan ibu tidak perlu capek-capek lagi” ujar Surya
Dara menghela nafasnya, dugaannya benar kalau Surya tidak akan menanggapi semaunya.
“Kamu mau kembali ke rumah kita? Rumah itu sudah lama tidak ditempati pasti kotor dan rumah kita tak sebagus rumah ini. Andai saja dulu kita membangun rumah atau rumah mantan istri kamu itu diubah pasti kita tidak perlu balik lagi ke rumah”
“Bu, rumah kecil atau besar itu bukan maslah. Yang penting itu rumah sendiri bu, do’akan saja semoga nanti kita bisa punya rumah yang lebih bagus”
“Kenapa kamu tidak menikah saja dengan Fifi, kita tidak perlu pindah dari sini”
“Bu, aku baru saja bercerai dengan Nita dan kami pun belum resmi. Aku belum siap menikah lagi”
“Kamu itu laki-laki jadi tidak masalah kalaupun menikah cepat, Fifi juga baik dan tidak beda jauh dari Nita”
Fifi memang cantik, tubuhnya yang seperti model dan juga ia selalu memakai make up ketika pergi ke manapun, tak ada yang tidak terpesona dengan kecantikan yang dimiliki oleh Fifi.
Berbeda dengan Nita yang tidak terlalu suka make up sehingga menunjukkan wajah aslinya yang polos namun tetap terlihat cantik meskipun tanpa polesan make up.
“Tapi bu, semua juga butuh proses. Aku juga tidak mencintai Fifi karna perasaan aku masih sepenuhnya untuk Nita” ucap Surya lirih
“Cinta akan datang karna terbiasa, kamu tidak perlu lagi memikirkan perempuan itu sekarang sudah ada Fifi yang lebih baik dari Nita dan ibu yakin rumah tangga kamu pasti akan sangat bahagia sebentar lagi Fifi akan sembuh jadi kamu tidak perlu khawatir” Dara menenangkan Surya
“Tapi bu-“
Belum sempat Surya melanjutkan ucapannya, Dara memotong ucapannya “Kamu pikirkan apa kata ibu, kalau bisa kamu menikah besok jadi kita tidak perlu repot-repot pindah”
Setelah mengatakan hal itu Dara meninggalkan Surya di dalam kamarnya dan kembali ke kamar Dara.
Surya bingung, apa ia harus menuruti kemauan sang ibu untuk menikah dengan Fifi, tapi perasaannya tidak bisa dibohongi kalau ia masih mengharapkan Nita bahkan Surya berniat untuk kembali dengan Nita karna Surya masih sangat mencintainya.
Surya melakukan hal itu karna terbawa suasana dan memang ia hanya tidak tega saja pada Fifi sehingga tega menampar dan memarahi Nita. Tapi semua sudah terlanjur, menyesalpun tidak ada gunanya lagi. Nita sudah mengajukan perceraiannya dan Surya juga sudah menerima surat panggilan.
“Apa ini memang yang terbaik” Surya menghembuskan nafasnya kasar
Surya tak tahu harus bagaimana, menyetujui keinginan ibunya atau malah menolaknya.
Berbeda dengan Surya yang dilanda kebimbangan, Nita yang kini sedang bersama Wiwik di sebuah Cafe mengobrol sedikit serius karna keingintahuan Wiwik yang sangat besar, kenapa temannya itu bisa mendapat jabatan sebagai sekretaris.
“Jadi begitu ceritanya” Nita meminum minuman yang ada di depannya setelah menceritakan semuanya pada Wiwik
“Aku yakin sih kalau pak Hengki itu suka sama kamu, mana mungkin dia mau kasih jabatan sama karyawan yang tidak jelas sama kamu” ucap Wiwik
Plaak
Nita memukul lengan Wiwik “Sembarangan kalau bicara” omel Nita
“Aww sakit tahu. Lagian salahnya di mana? Aku memang bicara benar kan?”
“Siapa karyawan yang tidak jelas? Enak saja bilang karyawan tidak jelas”
“Kamu kan memang karyawan yang tidak jelas, sudah berhenti bekerja terus balik mau kerja lagi tapi tidak jadi karna mertua yang cerewet terus sekarang masuk lagi, itu bukannya karyawan yang tidak jelas ya”
“Itu bukan tidak jelas, aku juga tidak akan berhenti bekerja lagi” Nita penuh keyakinan
“Kalau sampai kamu berhenti, aku ogah bantu kamu lagi” ucap Wiwik membuat Nita kesal
Karya ini masih on going ya dan update satu bab setiap hari🤗