Mawar adalah anak ke 2 yang di paksa harus selalu mengalah dengan adik nya, Mawar di bedakan oleh ibu nya.
Mawar harus selalu mengalah demi sang adik, Mawar di perlakukan seperti anak tiri. Penderitaan Mawar semakin pedih saat ayah nya meninggal dunia, sikap ibu nya semakin menjadi terhadap diri nya.
Untung saja kakak laki - laki Mawar bisa melindungi diri nya, sebagai sang kakak dia tidak rela melihat penderitaan sang adik.
Sang kakak bahkan rela menolak beasiswa nya di sebuah universitas ternama karena dia tidak ingin meninggal kan Mawar sendirian.
Ikuti kisah Mawar dalam mengarungi kehidupan di bawah tekanan sang ibu dab juga adik nya, bisa kah ibu nya Mawar menyayangi Mawar seperti dia menyayangi putri bungsu nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28
Dengan bekerja paruh waktu, Mawar bisa memenuhi semua kebutuhan nya tanpa memberatkan sang kakak. Semua baju - baju yang di gunakan Mawar untuk kuliah pun di beli dengan uang gaji nya sendiri.
Mawar kini menjelma sebagai gadis yang cantik jelita, sehingga hal itu membuat Indah semakin iri melihat nya. Demi bisa memiliki kecantikan seperti Mawar, Indah pun melakukan perawatan di salon mahal setiap bulan nya. Tentu saja bu Munah harus mengeluarkan uang yang cukup besar setiap bulan nya untuk biaya perawatan tubuh Indah.
"Bu, kenapa ibu tidak meminta Mawar pulang ke rumah. Ini sudah hampir 5 bulan loh Mawar tidak pulang ke rumah, enak saja dia enak - enakan di kota sementara Indah harus tinggal di kampung!" Indah kembali menghasut ibu nya.
"Iya, nanti ibu minta Mawar pulang segera!" Bu Munah pun mengikuti keinginan putri bungsu nya.
Bu Indah pun menelepon Mawar, memang suah cukup lama Mawar tidak pulang kampung. Selain sibuk kuliah, Mawar juga sibuk bekerja setelah pulang dari kuliah. Dengan uang gaji nya itu lah, dia memenuhi semua kebutuhan nya, dia tidak pernah lagi meminta uang pada Farhan.
"Hallo Mawar!" Bu Munah menyapa Mawar ketika panggilan nya terhubung.
"Hallo bu, ibu apa kabar?" Mawar menanyakan kabar ibu nya.
"Mawar, saat ini ibu sedang sakit. Kamu bisa pulang kan!" Bu Munah sengaja mengatakan bahwa dia sakit agar Mawar mau pulang.
"Apa? Ibu sakit! Ibu sakit apa bu?" Tanya Mawar pada ibu nya.
"Sudah 2 minggu ini ibu sakit nak, kamu bisa kan pulang buat jengukin ibu!" Bu Munah membujuk Mawar agar mau pulang.
"Iya bu, Mawar usahakan sabtu ini Mawar pulang!" Mawar pun akhir nya menyetujui keinginan ibu nya.
"Kenapa harus sabtu Mawar, lebih baik kau pulang besok saja!" Bu Munah memaksa Mawar untuk pulang segera.
"Maaf bu, kalau besok Mawar belum bisa pulang bu. Besok Mawar masih ada jadwal kuliah!" Mawar pun memberikan alasan pada sang ibu.
"Ya udah deh, tapi janji ya sabtu nanti kau harus pulang, satu hal lagi Mawar, jangan bilang - bilang pada Farhan jika ibu yang meminta mu untuk pulang" Bu Munah kembali mengingat kan Mawar.
"Iya bu, Mawar pasti pulang kok. Udah dulu ya bu, Mawar lagi sibuk sekarang!" Mawar pun segera memutuskan panggilan telepon nya dengan sang ibu.
Setelah panggilan nya terputus, bu Munah dan Indah tersenyum puas karena sudah berhasil membuat Mawar mau pulang secepat nya. Sudah beberapa kali mereka meminta Mawar untuk pulang, tapi Mawar selalu menolak dengan alasan dia sibuk kuliah dan juga bekerja.
Tapi kini dengan alasan bu Munah sakit, mereka berdua bisa membujuk Mawar untuk pulang ke rumah.
Sementara itu, Mawar merasa sedih ketika dia mendapat kan kabar bahwa wanita yang sudah melahirkan nya ke dunia ini sedang sakit. Bagai mana benci nya sang ibu pada nya, tapi Mawar tetap berharap semoga suatu saat ibu nya bisa menyayangi diri nya sama seperti dia menyayangi Indah.
Mawar tidak tega pada ibu nya yang sedang sakit, hingga Mawar pun menuruti keinginan ibu nya untuk pulang ke rumah.
******
Hari ini Mawar akan pulang ke rumah nya seperti janji nya pada sang ibu beberapa hari yang lalu, tapi sebelum dia pulang Mawar menyempatkan diri untuk berbelanja terlebih dahulu. Mawar sengaja membeli sesuatu yang bisa dia jadikan oleh- oleh.
"Lebih baik aku berbelanja dulu, aku akan membawa buah tangan untuk orang- orang di rumah!" Mawar berguman ketika dia sedang bersiap di kamar kontrakan kecil milik nya.
Mawar lalu pergi ke terminal terlebih dahulu, kebetulan terminal dan pasar masih bersebelahan. Mawar membeli beberapa jenis buah- buahan, tidak lupa dia juga membeli beberapa ekor ikan segar serta ayam. Dia ingin masak dan makan bersama keluarga nya, Mawar berharap kali ini ibu nya akan memperlakukan diri nya dengan baik sama seperti Indah.
Farhan pun tidak tahu bahwa Mawar akan pulang hari ini, Mawar sengaja tidak memberi tahu kakak nya seperti pesan dari ibu nya kemarin. Setelah di rasa nya semua cukup, Mawar pun segera mencari mobil angkutan yang bisa membawa nya pulang ke kampung nya.
"Semoga saja ibu kali ini benar - benar berubah!" di dalam hati nya Mawar berharap semua nya menjadi kenyataan.
Jam empat sore, Mawar tiba di rumah orang tua nya. Mawar di sambut ramah oleh ibu nya dan juga Indah, Mawar terharu melihat hal itu, karena selama ini Mawar tidak pernah mengalami hal itu. Di dalam hati nya Mawar senang sekali, ibu nya benar - benar sudah berubah.
"Ternyata ibu benar - benar sudah berubah, terima kasih ya Allah, Alhamdulillah!" Mawar pun bersyukur dengan keadaan nya yang sekarang.
Sore ini Mawar memasak untuk makan malam keluarga nya, dia benar- benar merasa yakin bahwa ibu nya sudah berubah. Bu Munah pun bahkan ikut membantu Mawar yang sedang memasak di dapur.
Tapi tanpa Mawar sadari, ketiak dia sedang berkutat di dapur. Indah pun diam - diam menyelinap masuk ke dalam kamar nya Mawar.
"Mawar, aku tidak akan membiarkan diri mu melebihi ku. Aku benci sekali mendengar orang- orang di kampung ini memuji diri mu!" Indah pun membuka tas milik nya Mawar yang ada di tempat tidur.
"Rupa nya sekarang kau sudah punya banyak uang Mawar, wajar saja jika baju - baju milik mu semua nya bagus - bagus. Tapi aku tidak akan membiarkan mu menikmati nya sendirian Mawar, aku akan merebut nya dari mu!" Indah tersenyum puas setelah dia membuka tas nya Mawar dan dia menemukan dompet Mawar dia dalam sana.
Mata Indah terbelalak saat dia melihat beberapa lembar uang merah di dalam dompet itu, Mawar memang meminjam uang milik nya di dalam dompet.
"Enak saja kau mau menikmati uang ini sendiri Mawar, aku tidak akan membiarkan nya!" Indah pun mengambil semua uang yang ada di dalam dompet nya Mawar tanpa menyisakan sedikit pun.
Setelah mengambil semua uang itu, Indah pun segera mengembalikan dompet nya ke dalam tas kembali dan meletakkan nya di tempat semula agar tidak ketahuan. Indah pun dengan santai nya keluar dari dalam kamar Mawar seolah - olah tidak terjadi sesuatu.
"Kak Mawar, kamu masak apa?" Tanya Indah yang saat ini sudah berada di dapur, bergabung bersama Mawar dan juga bu Munah.
"Masak semua ayam bakso dan tumis buncis!" Jawab Mawar sambil menyajikan makanan yang sudah dia masak di atas meja makan.
"Seperti nya enak ni!" Ujar Indah dengan sambil mencomot satu potong daging ayam dan memakan nya.
mungkin Dr kecil di buli mkne otaknya gk jalan jd bego.
coba km punya sedikit pinter pasti kau hajar adikmu itu. sayangnya km in oon.
baik tp bodoh buat apa ya buat di injak injak dan di jadikan sapi perah.
dan lgi" sll mawar harus jdi org bodoh...
🤣🤣🤣🤣. jelek banget novel nya.
ah tp terserah othor aja ngikutin alur sampe mana mawarnya di buat bodoh
djadiin babu gratisan dan diperas hasil krjamu
coba jd wanita elegant pinter gk mudah di tindas gk tolol bin bulol pasti juga gk akn di tindas.
Ya krn km wanita yg mudah di manfaat kan, 😄🤣. baik sih hatimu tp baik nya tu baik baik bodoh.