NovelToon NovelToon
ILMU LELUHUR DI MEDAN PERTEMPURAN

ILMU LELUHUR DI MEDAN PERTEMPURAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Dokter / Ilmu Kanuragan / Penyelamat
Popularitas:646
Nilai: 5
Nama Author: E'Ngador Together

Di tangan yang terbiasa memegang senjata, juga tersimpan keahlian untuk menyembuhkan.

Setelah menerima dua warisan tak ternilai dari leluhurnya – ilmu beladiri yang mengakar dalam darah dan keterampilan pengobatan dengan bahan alami yang hanya dia yang tahu rahasianya – Evan berpikir kehidupannya akan berjalan sesuai dengan rencana: melanjutkan kuliah dan melestarikan warisan leluhur. Namun, setelah lulus SMA, keputusannya untuk mendaftar sebagai tentara mengubah segalanya.

Diterima dengan prestasi tinggi, dia pertama kali ditempatkan di wilayah konflik dalam negeri, sebelum akhirnya dikirim sebagai bagian dari pasukan perdamaian ke negara asing yang sedang dilanda perang. Tugasnya jelas: menjaga perdamaian dan melindungi warga sipil. Tetapi ketika pihak negara lain menolak kehadiran pasukan perdamaian dan serangan tiba-tiba menerjang, Evan terpaksa mengangkat senjata bukan untuk berperang, tetapi untuk bertahan hidup dan melindungi rekannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon E'Ngador Together, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEMBALI KE KOTA

Bunyi klakson bis yang panjang menyatakan bahwa perjalanan kembali ke kota akan segera dimulai. Evan berdiri di pinggir jalan utama kampung Cibuntu, dengan tas ransel yang lebih berat dari biasanya – di dalamnya selain buku pelajaran sekolah, terdapat kotak kayu berisi warisan leluhur dan tumpukan buku-buku kuno yang telah ia susun dengan hati-hati.

Orang tua dan Rina berdiri di sisinya, memberikan dukungan terakhir sebelum ia pergi. Ibu menyeka sudut matanya yang berkaca-kaca, sementara ayahnya memberikan tatapan yang penuh kebanggaan dan keyakinan.

"Jangan terlalu memaksakan diri ya, dek," ujar ibu dengan suara lembut, menyesapkan makanan bekal yang telah ia siapkan sendiri. "Ingat untuk makan dengan teratur dan jangan lupa istirahat."

Evan menyambut makanan dengan senyum hangat. "Aku akan mengingatnya, Bu. Jangan khawatir terlalu banyak tentang aku ya."

Rina mengangkat tas tambahan yang berisi beberapa buku referensi tentang kedokteran dan pengobatan tradisional. "Aku sudah mengurus semua tugasmu yang tertinggal di sekolah," ujarnya dengan senyum yang mendukung. "Guru juga sudah setuju untuk memberikanmu tambahan waktu jika kamu perlu untuk menyelesaikan pekerjaan rumahmu."

Evan menjabat tangan Rina dengan erat. "Terima kasih banyak, Rina. Tanpa bantuanmu, aku tidak akan bisa fokus pada apa yang harus kulakukan."

Ketika bis tiba dan mulai mengangkut penumpang, Evan berpelukan terakhir dengan orang tuanya sebelum naik ke dalam bis. Ia berdiri di pintu bis dan melihat ke belakang, menyaksikan kampung halamannya yang semakin kecil seiring dengan gerakan bis yang mulai berjalan. Ia melihat pohon beringin yang besar di halaman rumah Kakek Darmo, dan seolah bisa merasakan pandangan leluhurnya yang membimbingnya dari jauh.

Perjalanan pulang ke kota terasa berbeda dari biasanya. Evan tidak lagi merasa seperti anak muda yang sedang pergi untuk bersekolah – ia merasa membawa beban tanggung jawab yang besar, namun juga rasa percaya diri yang baru. Ia membuka tasnya dan mengambil salah satu buku kuno leluhurnya, meneliti tulisan tangan yang sudah mulai pudar namun tetap jelas terbaca. Di dalamnya terdapat catatan rinci tentang pengobatan berbagai penyakit menggunakan tanaman lokal, lengkap dengan gambar dan cara pengolahan yang benar.

Saat bis berhenti sebentar di warung makan pinggir jalan, Evan melihat sekeliling dan menemukan bahwa beberapa penumpang lain juga sedang mengalami kesulitan – seorang ibu dengan bayi yang menangis terus karena mungkin tidak enak badan, dan seorang pria tua yang meremas perutnya seolah mengalami sakit perut parah. Tanpa berpikir panjang, Evan mengambil beberapa ramuan yang telah ia siapkan sebelumnya dari tasnya – ramuan jahe untuk sakit perut dan ramuan pegagan untuk membantu menenangkan bayi.

Ia memberikan ramuan tersebut dengan senyum ramah dan menjelaskan cara penggunaannya dengan jelas. Beberapa menit kemudian, pria tua itu mengangguk dengan senyum lega, dan bayi yang tadinya menangis kini sudah tenang dan tertidur di pelukan ibunya.

"Terima kasih banyak ya, anak muda," ujar ibu tersebut dengan suara penuh rasa syukur. "Ramuan ini benar-benar membantu. Dari mana kamu belajar membuat ramuan seperti ini?"

Evan tersenyum lembut. "Dari leluhur saya, Bu. Dia mengajarkan saya bahwa banyak tanaman di sekitar kita memiliki khasiat yang luar biasa jika kita tahu cara menggunakannya dengan benar."

Setelah bis tiba di terminal kota, Rina yang sudah menunggu di sana segera mendekatinya. Ia melihat tas Evan yang besar dan membantu membawanya. Saat mereka berjalan menuju kosan yang menjadi tempat tinggal Evan di kota, Rina mulai berbicara tentang rencana mereka untuk mengikuti lomba ilmiah tingkat provinsi.

"Aku sudah membicarakan dengan guru pembimbing kita tentang mengubah topik makalah kita," ujar Rina dengan antusias. "Kita bisa membuat makalah tentang 'Penerapan Ilmu Pengobatan Tradisional dalam Perawatan Kesehatan Masyarakat' – dengan menggunakan contoh kasus dari kampungmu dan penelitian yang kita lakukan bersama. Guru sangat menyukai ide itu dan bilang bahwa peluang kita untuk menang sangat besar."

Evan mengangguk dengan senyum. "Itu adalah ide yang bagus. Selain bisa menunjukkan manfaat ilmu tradisional, kita juga bisa memperkenalkan cara yang benar untuk menggabungkannya dengan ilmu modern agar tidak disalahgunakan."

Ketika sampai di kosan Evan, mereka segera membersihkan dan menyusun buku-buku kuno leluhurnya dengan hati-hati di rak buku khusus yang telah ia sediakan. Evan juga membuat tempat penyimpanan aman untuk kotak kayu berisi warisan pusaka, memastikan bahwa ia terlindungi dari kelembapan dan kerusakan.

"Saya akan mulai membaca semua buku ini secara perlahan," ujar Evan sambil melihat rak buku yang kini penuh dengan buku-buku kuno tersebut. "Setiap malam setelah belajar, saya akan membaca dan mencatat semua hal penting yang bisa saya pelajari. Saya juga akan mulai membuat catatan sendiri tentang pengalaman saya dalam membantu orang dengan ilmu yang saya dapatkan dari Kakek."

Rina melihat buku-buku tersebut dengan rasa kagum. "Kamu benar-benar serius tentang ini ya, Evan. Aku tahu bahwa kamu akan berhasil mewujudkan impianmu untuk menggabungkan ilmu tradisional dan modern. Dan aku akan selalu ada di sini untuk membantu kamu."

Malam itu, setelah menyelesaikan tugas sekolah dan membaca beberapa halaman dari buku kuno leluhurnya, Evan keluar ke balkon kosan untuk melihat pemandangan kota yang ramai dengan lampu-lampu yang menyala terang. Ia menyentuh kalung batu giok di lehernya dan merasakan kehangatan yang selalu memberinya kekuatan.

Ia berpikir tentang Kakek Darmo, tentang kampung halamannya, dan tentang janji yang telah ia buat di depan makam leluhurnya. Ia tahu bahwa perjalanan yang akan ia tempuh masih panjang dan penuh dengan tantangan – ia akan menghadapi orang-orang yang mungkin meragukan ilmu tradisional yang ia anut, akan menghadapi kesulitan dalam menyelaraskan dua ilmu yang berbeda, dan akan memiliki tanggung jawab yang besar untuk menjaga dan mengembangkan warisan leluhurnya.

Namun dengan buku-buku kuno yang menjadi panduannya, dengan dukungan dari keluarga dan teman-teman yang dicintainya, serta dengan tekad yang kuat untuk melakukan yang benar, Evan merasa bahwa dirinya sudah siap untuk menghadapi segala sesuatu. Ia melihat ke arah langit malam yang penuh dengan bintang-bintang, seolah bisa melihat wajah Kakek Darmo yang sedang tersenyum dan membimbingnya dari sana.

"Sudah siapkah kamu untuk menghadapi hari esok?" bisik Evan pada dirinya sendiri, dengan senyum yang penuh keyakinan. "Ya, aku sudah siap. Aku akan melakukan yang terbaik untuk memenuhi janjiku dan membuat Kakek bangga."

Dengan hati yang tenang dan pikiran yang jernih, Evan kembali ke dalam kamarnya untuk beristirahat, bersiap menghadapi hari baru yang akan membawa dia lebih dekat ke arah impian yang telah ia tetapkan bersama leluhurnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!