NovelToon NovelToon
Aku Bukan Milik Langit

Aku Bukan Milik Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Dikelilingi wanita cantik / Kebangkitan pecundang / Budidaya dan Peningkatan / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Dana Brekker

Di dunia yang tunduk pada Mandat Langit, kultivasi bukan sekadar kekuatan, melainkan belenggu. Setiap embusan qi dikenakan pajak oleh langit, dan mereka yang membangkang akan dikutuk dalam kehancuran. Di tengah tatanan tiran ini, hiduplah Li Shen, seorang yatim piatu fana dengan meridian cacat yang dianggap sampah oleh dunia.

Namun, penolakannya terhadap anugerah langit justru menarik perhatian Dewa Xuan Taiyi.

Selama seratus tahun, Li Shen ditempa dalam isolasi dimensi Taixu Shengjing, mengasah Kehendak Murni yang tidak mampu diintervensi oleh dewa mana pun. Ia bangkit kembali bukan sebagai pahlawan, melainkan sebagai Penolak Takdir.

Perjalanan panjangnya di mulai dari Perkumpulan Tanpa Mandat, sebuah gerakan revolusi rakyat kecil Lianzhou yang muak dengan penindasan langit. Bersama Yan Shuhua (Hua'er), gadis pembunuh bayaran yang setia, dan Ru Jiaying, penjinak binatang roh misterius, Li Shen memulai perang mustahil.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dana Brekker, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2 : Taixu Shengjing

Li Shen terbangun dalam kegelapan tak berujung.

Tidak ada batas atas maupun bawah, tidak ada hembusan angin atau aroma tanah basah. Tubuhnya mengambang di ruang abu-abu kehitaman yang seperti kabut tebal menelan segala cahaya. Rasa sakit dari reruntuhan tambang masih membekas, meski kini terasa samar, seperti mimpi yang baru saja buyar. Ia mencoba bergerak, tangannya meraih ke depan, tapi tak ada yang tersentuh. Napasnya terdengar normal, meski udara tak terasa mengalir.

“Selamat datang di Taixu Shengjing.”

Suara itu bergema lagi dari segala arah, Li Shen menoleh, tapi tak ada sosok yang terlihat.

“Siapa kau?”

“Pengamat. Penjaga. Pencatat. Namaku Xuan Taiyi.”

Sosok muncul perlahan dari kabut, tinggi, berjubah putih mengalir seperti air terjun, wajah tersembunyi di balik bayangan hitam yang terus bergerak. Hanya matanya yang terlihat, dua titik cahaya biru pucat, tenang namun dingin seperti bintang mati.

“Engkau adalah yang pertama dalam ribuan tahun,” lanjut Xuan Taiyi dengan penasaran. “Manusia yang menolak Anugerah Langit saat Gerhana Ganda. Asal engkau tahu, langit tidak marah akan hal itu. Langit hanya menjadi penasaran. Maka engkau dibawa ke sini, untuk diuji.”

“Diuji?” Li Shen mencoba berdiri. Gravitasi aneh menahannya tetap tegak meski tidak ada tanah. “Berapa lama?”

“Tergantung berapa lama engkau dapat menyelesaikannya. Yang jelas, satu malam di dunia fana sama dengan seratus tahun di tempat ini. Waktu Taixu adalah kehendak langit. Satu kedipan mata di bawah bisa menjadi abad baru di sini.”

Li Shen menatap sosok itu lama. “Lalu apa ujiannya?”

“Bertahan. Tanpa anugerah instan. Tanpa pil atau teknik surgawi. Hanya tubuhmu, pikiranmu, dan kehendak murnimu. Jika engkau larut, jiwa mu akan hilang ke Lautan Kehendak. Jika engkau tetap utuh… langit akan memutuskan nasib anomali sepertimu.”

Ruang mulai berubah. Kabut menipis, memperlihatkan platform batu seluas alun-alun kota mengambang di kehampaan. Di atasnya hanya ada sebuah pedang tua, bilahnya masih berkilau samar meski usang, tergeletak seperti relik yang menunggu pemilik baru.

“Mulailah dari sini, lakukan apa yang menurut engkau pantas untuk dilakukan,” ujar Xuan Taiyi sebelum menghilang.

Li Shen sendirian lagi.

Ia duduk di platform itu. Lapar tak datang. Haus pun tak ada. Pikirannya kembali ke desa, ke gubuk reyotnya yang kosong, ke malam-malam sendirian makan nasi basi dari sisa orang lain. Tak ada yang menunggu dia di sana. Tak ada yang menangis kalau dia mati. Hanya Qiu Shun yang kadang memberinya perhatian, atau Paman Gu yang menemaninya di tambang. Tapi pada akhirnya, dia selalu sendirian. Tidak ada yang benar-benar menolong hidupnya.

Lalu ia membuka matanya lebar-lebar. Mengambil pedang itu. Berat, tapi seimbang. Bilahnya masih tajam. Ia mengayunkannya satu kali, dua kali, seribu kali, sampai otot-ototnya terasa terbakar meski tidak ada keringat yang keluar.

Bayangan pertama muncul dari kabut, sebuah siluet hitam tanpa wajah dengan lengan terlalu panjang. Bayangan itu langsung menyerang tanpa suara.

Li Shen lantas menghindar, menebas. Pedangnya menggores dalam, tapi setelah pertarungan, karat mulai muncul di bilahnya. Awalnya tipis seperti noda kecil. Ia melanjutkan pertarungan dan menang. Bayangan lenyap menjadi asap.

Tapi pola itu datang berulang. Bayangan datang dengan bermacam-macam bentuk, seperti monster atau binatang buas, kultivator berjubah yang melepaskan cambuk, makhluk berkerudung serba hitam yang terlihat seperti hantu. Dan yang paling menyakitkan adalah saat ribuan bayangan berubah menjadi siluet hitam dengan wajah orang-orang dari masa lalu yang merundungnya sejak kecil karena yatim piatu dan miskin, pengawas tambang yang memperlakukannya lebih buruk dari seekor keledai, tetangga yang menertawakan dirinya yang memakan makanan sisa, bahkan sosok Mu Renshu yang dengan datarnya menyatakan “tidak layak”. Mereka semua tertawa, menyakitinya,  merendahkan dirinya, memperjelas semua luka yang tak pernah ia balas.

Setiap pertarungan, pedangnya semakin berkarat. Bilahnya retak, ujungnya tumpul. Li Shen masih bertahan, tapi luka-lukanya menumpuk, meski kabut menyusun tubuhnya kembali setiap kali dirinya tumbang.

Sampai pada akhirnya, setelah apa yang terasa seperti puluhan tahun, pedangnya rusak di tengah serangan bayangan berbentuk naga hitam yang menyemburkan api. Bilahnya patah, meninggalkan hanya gagang tumpul di tangannya.

Bayangan-bayangan menyerangnya habis-habisan. Tanpa ampun. Mereka merobek kulitnya, mematahkan tulangnya, membakar sekujur tubuhnya, menusuk jiwanya dengan rasa sakit yang tak berujung, siksaan yang membuatnya jatuh berlutut, menahan serangan demi serangan tanpa bisa membalas. Tubuhnya hancur berkali-kali, disusun ulang hanya untuk dihancurkan lagi.

Xuan Taiyi muncul di tengah siksaan itu, suaranya bergema tenang.

“Ini sama seperti kehidupan engkau di dunia fana, bukan? Menahan semuanya tanpa melawan. Tanpa senjata. Hidup sebagai fana yatim piatu, didera kemiskinan, dihina orang-orang, disakiti sendirian, tapi engkau tak pernah membalas. Apakah engkau berniat menjadi pecundang selamanya?”

Li Shen tergeletak, napasnya tersengal. Kata-kata dewa itu menusuk lebih dalam dari bayangan-bayangan itu. Sering kali, di waktu malam, Li Shen berpikir jika mati adalah jalan terbaiknya, hilang dari dunia yang tidak pernah peduli. Meski pada akhirnya ia tetap bertahan. Tanpa membalas.

Bayangan menyerang lagi, tapi kali ini Li Shen meraih gagang pedang yang kini patah dan tumpul itu. Ia pegang erat-erat. Tekad membulat di hatinya, bukan sekadar bertahan, tapi menemukan tujuan. Untuk menegakkan keadilan di dunia fana. Di mana mandat langit tak lagi memeras yang lemah, di mana anak yatim seperti dia tak lagi hidup sendirian tanpa harapan.

Xuan Taiyi tersenyum samar, matanya menyipit. “Apa tujuan engkau sekarang, manusia yang menolak langit?”

Li Shen bangkit perlahan, dengan tegas dia berkata. “Untuk menegakkan keadilan di dunia fana. Di mana manusia bukan lagi milik langit!”

Seketika, gagang pedang di tangannya bergetar. Karat hilang, bilah baru muncul dari gagang tumpul itu sampai pulih sepenuhnya, bahkan lebih bagus, lebih kuat, berkilau seperti baja surgawi. Li Shen menebas bayangan naga hitam dengan mudah, berteriak karena emosi yang meledak, setiap gerakan penuh amarah terpendam. Dia menebas monster, kultivator, siluet wajah orang-orang itu, semuanya lenyap menjadi asap dengan tebasan ganas yang disertai teriakan emosi.

Tahun-tahun berlalu dalam serangan tanpa henti. Li Shen sering kali berteriak di setiap tebasan, melepaskan emosi yang selama ini ia pendam, amarah pada mandat, pada kemiskinan, pada dunia yang tidak adil, pada kesepian yang memakan hatinya sejak kecil. Sampai tepat seratus tahun, bayangan-bayangan mengerikan itu tak lagi muncul. Platform batu terasa sunyi, hanya Li Shen berdiri sendirian dengan pedang di tangan.

Tubuhnya telah berubah total. Wajahnya tidak menua, tapi lebih tegas, garis rahang tajam seperti dipahat, mata gelap yang lebih tajam, dan paras yang lebih tampan, dengan fitur wajah sempurna seperti patung dewa yang hidup. Tubuhnya berotot sempurna, setiap otot terdefinisi seperti besi tempa, tinggi badannya kini sempurna, proporsi ideal yang memancarkan aura kekuatan alami tanpa mandat qi.

Xuan Taiyi muncul terakhir kali. “Langit tidak menindas, ia hanya tidak peduli. Ingat itu, Li Shen. Kembalilah engkau ke duniamu, tapi ketahuilah, perjuanganmu tak akan berakhir dengan satu kemenangan saja.”

Li Shen tak menjawab dengan ucapan, namun sorot matanya menjawab dalam bentuk tekad yang kuat. Sudut bibirnya tersungging tipis di salah satu sisi.

Kabut pun berputar-putar. Tubuhnya jatuh melalui lapisan kegelapan.

Ia tersadar di bawah reruntuhan batu, tubuh tertimbun tapi tak lagi sakit. Di kejauhan, suara samar Paman Gu dan buruh lain memanggil nama-nama yang tertimbun, tapi tak ada yang memanggil namanya, karena memang tak ada yang benar-benar peduli kalau anak sebatang kara seperti dia mati.

Li Shen mendorong batu-batu itu dengan mudah, bangkit, dan melangkah keluar dari kegelapan, membawa pedang rahasia yang dia namai “Pedang Langit” dan tekad baru, untuk dunia yang tak lagi biarkan anak seperti dia hidup sendirian dalam penderitaan.

1
MuhFaza
bagus. lanjutkan
yuzuuu ✌
bau2 istri MC 🤭
yuzuuu ✌
lanjut lanjutt lanjut thor..... suka bngtt 😍
MuhFaza
lanjutt
yuzuuu ✌
wkakaka mampus
yuzuuu ✌
bakal se op apa beliau2 ini 👀
MuhFaza
baguss
MuhFaza
tpikal novel zero to hero
yuzuuu ✌
wakakak 🤣👍
yuzuuu ✌
meskipun menolak pemberian langit tapi nggak mulai dari nol yh,. si Xuan yg kasi secara cuma2 atw karena li Shen membunuh bayangan2 di taixu jadi naik tingkat?
yuzuuu ✌
apakah nanti jadi jodohnya huaer? 👀🤭
DanaBrekker: /Doge/
total 1 replies
yuzuuu ✌
🤣/Sob/
yuzuuu ✌
jarang nemu novel yang pembukaannya rapi begini thor. semangat 👍
DanaBrekker: /Good/
total 1 replies
yuzuuu ✌
suka tipe MC sampah begini di awalnya. tinggal jejak dulu thor, lanjutkan 👍
DanaBrekker: /Good/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!