Angel mencintai Malvin dengan sepenuh hati. Sampai dia menghabiskan waktunya hanya untuk mendapatkan perhatian Malvin. Dia bahkan memaksa orang tuanya untuk menjodohkan mereka. Pernikahan yang dia impikan bisa berakhir bahagia nyatanya berakhir tragis.
Dia terbunuh di tangan Malvin dan sepupunya sendiri. Arwah nya keluar dari tubuh nya. Rahasia - rahasia yang tidak di ketahui perlahan terungkap. Bahkan dia melihat seseorang yang mencintainya dengan tulus padahal dulu dia menghina pria itu demi seorang Malvin.
---------
"Maafkan aku yang tidak bisa melindungi mu! Aku bersumpah jika aku akan membalas mereka semua. " --- Langit Al Ghassal.
"Jika aku di berikan kesempatan kedua, aku berjanji akan mencintaimu." --- Angelina Chloe Dominic.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ROGUES POINEX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Waktu Yang Mundur
Ada kalanya samudra mendekatkan sebuah jarak. Yang tak lagi berbisik seperti sebuah angin lalu.
Jejak namamu yang masih tertanam dan mengutarakan keinginan yang kuat untuk memeluk.
Gelombang lautan menjadi pembatas antara kebahagiaan dan kesedihan.
Kematian menjadi sebuah tragedi yang menyadari kemana tempat untuk berpulang.
Kau masih disana, menunggu dalam diam, menanti dalam kesengsaraan. Saat dua tangan yang berbeda saling tersemat. Waktu akan membawa keduanya kembali ke tempat yang sama.
"LANGIT!!"
Angel membuka matanya. Tangan nya meremas dadanya yang terasa berdenyut. Tubuh nya gemetar menatap kosong ke arah depan. Dia memejamkan mata mencoba untuk menerima tapi bayangkan kematian Langit tepat di depan makam nya menjadi luka tersirat dalam hatinya. Kenapa dia melakukan nya? Kenapa dia tidak menghargai hidupnya demi wanita yang dulu tidak pernah melihat nya?
Angel menyesal baru menyadarinya sekarang, ternyata cinta sejatinya jatuh pada orang yang tidak pernah terlihat oleh nya. Ternyata selama ini dia menempatkan hatinya pada orang yang salah. Kembali mengingat bayangan saat Langit menekan pelatuk senjata api itu, dia seperti orang bodoh yang tidak bisa mencegah.
Angel menutupi wajah nya, menangis dalam diam. Kehilangan dalam kesepian. Saat dia mencoba menerima semuanya. Suara tertangkap pendengaran nya.
"Kamu sudah sadar, Angel?" Angel melepaskan tangan yang menutupi wajah nya, dia menelisik keberadaan sumber suara itu. Saat matanya menangkap sosok wanita yang tidak asing dia mematung.
"Syukurlah kamu sudah sadar, pada hari pertamanya menstruasi memang perut akan merasakan keram atau sedikit nyeri. Tadi Ibu sudah menyuntikan obat pereda nyeri jadi mungkin sekarang sakit nya sudah berkurang. Tapi kalo besok masih terasa sakit nanti Ibu akan memberikan obat lagi. "
"Bu Helen?"
"Ada apa?"
Mata Angel langsung terbelalak, kesadaran nya baru saja kembali ke dunia nyata. Angel menatap sekeliling sebuah tempat yang tidak asing untuk nya. Dia berada di UKS sekolah? Saat kepalanya menunduk dia baru sadar jika dia memakai seragam SMA. Dengan cepat Angel turun dari brangkar dan mencari keberadaan cermin, saat melihat dia berdiri di depan cermin itu. Dan matanya kembali melebar saat dia melihat penampilan nya waktu SMA.
"Bu Helen! Sekarang tahun berapa?" tanya Angel tanpa melihat yang di tanya. Karena dia fokus pada cermin di depan nya, matanya masih menunjukkan rasa kaget yang mendalam.
Bu Helen yang bertanggung jawab atas UKS mengernyit bingung tapi tetap menjawab. "Tahun 2020."
"TAHUN 2020!" tanpa sadar Angel menaikan suara volume nya sampai membuat Bu Helen tersentak kaget. Tapi Angel tidak memikirkan keterkejutan Bu Helen. Dia melihat sekeliling sampai matanya jatuh pada sebuah kalender. Angel melihat tanggal yang tertera disana, 15 Februari 2020.
"Aku kembali ke 10 tahun yang lalu.. Aku mati saat berusia 28 tahun dan kembali saat usiaku 18 tahun. Waktu mundur ke belakang. Itu artinya...?" Angel berlari keluar UKS, dia tidak mempedulikan teriakan Bu Helen yang menatap kepergian nya dengan kening berkerut.
Di sepanjang koridor sekolah Angel berlari, semua siswa menatap nya dengan aneh tapi Angel tidak peduli. Yang dia pikirkan saat ini adalah menemui Langit, Langit nya. Kali ini dia tidak akan melakukan kesalahan untuk kedua kalinya. Kali ini dia akan menempatkan cintanya di tempat yang seharusnya. Dia akan mengulang sejarah tapi dengan alur yang berbeda.
MALVIN
MALVIN
MALVIN
LANGIT GO LANGIT.. KAMU PASTI BISA! I LOVE U.
LANGIT MY LOVERS, YUHUUUU.. AYO LANGIT.
Di sana sedang di adakan pertandingan basket antar kelas IPA dan IPS. Kebetulan kelas Langit melawan kelas Malvin. Malvin yang merupakan ketua tim basket nasional yang sudah banyak memenangkan kejuaraan basket antar sekolah bersikap santai menghadapi Langit yang menjadi captain tim lawan.
Bola basket di lempar ke atas bersamaan dengan pruit dari wasit. Permainan di mulai dengan basket yang berada di tangan tim Malvin. Saling melempar dan mengoper dengan teknik masing - masing. Satu goal berhasil di Terima oleh tim Malvin, Langit masih bersikap santai tanpa beban dia tersenyum menyeringai. Sekarang 15 poin sudah di dapatkan tim Malvin membuat pria itu semakin terbang ke awan melihat angka milik tim Langit yang masih 0.
"Sekarang saat nya!"sudah cukup permainan nya, Langit merebut bola dari tangan musuh. Dia melemparkan bola dari jarak 6 meter. Dan yes, bola masuk tepat sasaran.
Sekarang Langit tidak mau bermain - main lagi, sudah cukup dia memberikan kepuasan untuk Malvin dan sekarang lah waktunya dia membalas. Malvin melempar bola dari jarak 5 meter ke ring lawan. Tapi langsung di tangkap oleh satu tangan milik Langit. Sehingga membuat bola itu gagal masuk dan langi - lagi dari jarak jauh Langit melepaskan lemparan nya dan masuk begitu saja.
Jika di awal tim Malvin memimpin permainan sekarang skor mereka seri. Pertandingan tinggal satu menit lagi. Bola berada di tangan Malvin dan kali ini satu lawan satu antara Langit dan Malvin, tapi tidak semudah itu karena Langit menggunakan teknik Steal dengan cepat dan merebut bola. Malvin menggeram marah saat bola di rebut dari tangan nya. Langit men dribble bola basket seperti. Crosovver dribble ( silang tangan), between the legs ( Lewat sela kaki ) dan in and out Dribble untuk mengecoh lawan agar bolanya tidak di rebut.
Kemenangan sudah berdiri di depan Langit. Hari ini dia harus mengalahkan kesombongan Malvin. Langit bersiap untuk melompat dan melempar bola nya. Tapi tiba - tiba..
GREP
Tubuh Langit membeku, bola di tangan nya terjatuh ke bawah memantul di lapangan.Tapi tidak ada yang berniat mengambil nya karena mereka semua sangat terkejut hingga mata mereka melotot melihat apa yang terjadi di depan mereka. Bahkan sorak sorai penonton yang mendukung Langit dan Malvin berhenti menjadi sunyi senyap saat melihat pemandangan di depan mereka.
Seorang gadis berlari masuk ke area lapangan basket dan langsung memeluk tubuh Langit dengan erat. Dalam pelukan itu Langit bisa merasakan bahwa ada sesuatu yang membasahi dadanya. Dia menangis, dengan perlahan Langit menguraikan pelukan itu dan menangkup wajah gadis yang selama ini selalu menghinanya. Tapi juga gadis yang sangat dia cintai.
"Angel?" ya, dia adalah Angel. Tapi kenapa dengan wanita itu? Matanya sembab karena menangis. Tapi... Kenapa dia menangis? Pikir Langit.
"Senang bisa bertemu lagi dengan mu.. Langit Al Ghassal!"
•
•
•
BERSAMBUNG