Kisah sebuah balas dendam dari seorang wanita bernama Kiara yang dikhianati oleh kekasihnya sendiri, membawanya bertemu dengan sosok NYAI RONGGENG yang dapat menjanjikan kecantikan, dan digemari banyak pria.
Kisah mistis ini berasal dari daerah Dusun 16, Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan-Deli Serdang-Sumutera Utara (Sekitaran Medan).
Bagaimana kisah Kiara selanjutnya? ikuti kisahnya dalam novel ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tipu Daya Setan-2
"Wah, iya, ya. Ngapain juga Pak Kades disana? Tapi Kiara anaknya kan ada?" Tuti meraih uang pembayaran pesanan, dan menyimpannya dalam tas selempang berukuran kecil.
Deeeegh
Jantung Lastri seolah hendak lepas. Ia terbakar cemburu, sebab bagaimanapun, Kiara masih gadis dan tentunya dapat menarik suaminya untuk jatuh dalam perangkap yang sangat dalam.
"Kamu serius, Tut?" tanyanya dengan bibir gemetar. Terlalu takut untuknya mengakui, jika hatinya sangat gelisah.
"Iya, Bu Lastri. Kalau gak percaya, coba saja lihat sendiri." saran Tuti, lalu berpamitan. "Saya pulang dulu, Bu, mau antar orderan launnya." wanita itu beranjak pergi, meninggalkan Lastri yang saat ini dalam kegelisahan.
Bahkan wanita itu tak menyadari jika Tuti sudah pergi jauh, dan ia masih dalam kebimbangannya.
Dengan hati yang diliputi rasa penasaran. Ia berniat untuk melihat langsung ke rumah Syamsuddin, dan mencari kebenarannya.
Sementara itu, Reva sudah selesai melayani dua pria yang menjadi pelanggan pertamanya tersebut. Rama tersenyum sumringah saat menerima uang bayarannya. "Bagaimana, Dik? Enak kerja begini--kan? Kamu juga gak kehilangan apemmu, masih utuh, dan masih bisa dimakan lagi," ucap Rama, tanpa sedikitpun merasa cembur karena istrinya sudah dinikmati orang lain.
"Reva hanya tersenyum malu, sebab ia sudah menikmati dua bentuk rudal yang berbeda. Pastinya ia dapat membandingkan milik suaminya dan juga dua pelanggannya.
"Kita ke pelanggan satunya lagi, nanti setelah ini abang kasih sama kamu 1 juta. Yang lima juta bua abang, sebagai uang admin," ucap Rama dengan santai, dan seolah dunia ini hanya untuk kesenangan belaka.
"Satu pelanggan lagi?" Reva setengah tak percaya dengan ucapan suaminya.
"Iya, kamu laris manis hari ini," jawab Rama dengan bangga, dan ia membawa istrinya untuk menemui pelanggan lainnya.
Sedangkan dua pelanggan pertama saling pandang. "Rasanya kurang greget, tapi jadilah untuk ganti oli. Hanya saja aku ada pernah lihat gadis semok, sepertinya itu puteri dari mantan manager disini," ucap Rudu, si pria berperut buncit.
"Yang mana? Aku jadi penasaran?" Tono merasa kepo dengan ucapan rekannya.
"Ada, nanti kalau ketemu aku tunjukin," jawabnya, sambil bersiul, sebab sudah melakukan pelepasan yang selama ini membeku.
Tono mengangkat kedua pundaknya, dan mengikutinya masuk ke dalam rumah.
Sementara itu, Lastri mengendarai motornya menuju rumah Syamsuddin. Ia ingin membuktikan ucapan Tuti yang mengatakan juka suaminya ke rumah tersebut.
Apakah sejak subuh tadi ia sudah mengunjungi rumah tersebut? Hal yang sangat mencurigakan.
Hatinya dipenuhi debaran yang sangat menggetarkan. Ia berharap jika semua itu hanya sebuah kesalah fahaman belaka.
Ia tiba didepan rumah Syamsuddin. Sebuah rumah bangunan permanen yang cukup luas dan mewah, sebab pria itu seorang manager perkebunan, dan hal yang wajar untuk membuatnya kaya.
Hatinya gelisah, dan sesaat ia terdiam membeku, saat melihat motor suaminya berada didepan halaman. "Bang Tarman? Benarkah kau berselingkuh? Apakah hanya karena aku tidak memiliki keturunan?" gumamnya dengan lirih.
Hati wanita itu terasa tercabik, meskipun ia belum melihat apa yang ada disalam rumah tersebut, tetapi dengan pintu yang tertutup, maka itu sudah membuat sebuah spekulasi yang sangat menyakitkan hatinya.
Lastri melangkah menuju kediaman Syamsuddin. Denngan sangat hati-hati, ia membuka pintu rumah, dan tidak menimbulkan bunyi sama sekali.
Hatinya semakin merasa sakit saat mendengar suara desah dari mulut suaminya, suara yang dulu sering ia dengar saat pria itu mencapai puncak kenikmatannya.
Ditengah hati yang semakin luka, Lastri ingin melihat langsung apa yang terjadi, dan mendadak ia bagaikan tersambar petir, ketika matanya melihat pemandangan yang sangat menyakitkan, dimana Tarman mencabut senjatanya dari liang rahim Kiara, lalu memasukkannya ke dalam mulut sang gadis, dan tanpa canggung menyesapnya dengan rakus.
Deeeegh
Pandangan Kiara dan Lastri saling beradu, dan dengan senyum sinis, Kiara menelan cairan milik Tarman, lalu menyeka dengan jarinya. "Bu Lastri, kenapa tidak ketuk pintu dulu kalau datang." ia meraih selimut yang berserakan dilantai, dan menutup tubuhnya tanpa rasa malu.
Rama butuh gol. darah O+ ,, aku nti ikutan nyumbang darah yaa Krn aku jg gol. darah nya O+ 🤣
tp spt nya Rama nti koit deh Krn sdh mau ikut sama iblis Nyai Ronggeng 🤣
apakah iblis Nyai Ronggeng mnta Tumbal yaaa ❓❓
maaf yaa kak ,, mmg TDK ada warga yg ngomong / ngadu ke orang tua nya Kiara yaa kalau anak nya JD Jalang Sampah Masyarakat 😤😤
Mungkin di mata Rama, Nyai Punden Ronggeng seperti Kiara kali yah.. 😁😁🤏
apakah kata-kata Kiara itu akan mjd kutukan untuk Beidah ❓❓
Bagus Rama gak mati di dalam galian kuburan yg di buat nya sndri 🤣🤣
Uang Gajian sebulan malah di berikan PD Kiara ,,, mmg nya nti mo d kasih makan apa tuh keluarga di rumah ,,, tp Alhamdulillah untung nya dh ketahuan duluan 💃
si Kiara di suruh nyari 100 orang laki-laki ,, sdgkan Kiara baru dpt 2 orang ( Tarman dan Rama ) ,,, tinggal 98 laki-laki lagi ,,, mmg kudu ke kota kau Kiara ,,,,,,, gaskeun 🤣🤣
Kiara untung bgt tuh , gak di garap tp ttp dapat uang 5jt dr Rama 💃💃