Setelah kepergian sang ayah untuk selama nya, Clarisa mendapati satu kenyataan pahit bahwa suami nya telah mendua kan diri nya. Hal yang lebih menyakitkan adalah wanita yang menjadi selingkuhan nya adalah adik tiri nya.
Sang suami lebih memilih sang adik dan hal itu di dukung oleh ibu tiri nya, Clarisa kembali ke kampung halaman ibu nya dan tinggal bersama sang nenek setelah dia memilih berpisah dari pada di madu.
Tapi ternyata takdir berkata lain, Clarisa bertemu dengan seorang pria yang ternyata adalah bos dari sang mantan suami. Pria itu jatuh cinta pada Clarisa kemudian menikahi nya.
Suami baru Clarisa membawa nya kembali ke kota tempat di mana sang mantan suami dan keluarga nya berada, kedatangan Clarisa kali ini membuat dia mengetahui rahasia di balik kecelakaan yang merenggut nyawa ibu nya puluhan tahun yang lalu.
Ikutan kisah Clarisa yang membalas perbuatan orang yang menjadi dalang di balik kecelakaan yang di alami oleh ibu hingga membuat sang ibu meregang nyawa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
08
"Sayang, ini susu untuk mu!" Arvin masuk ke dalam kamar dan membawa segelas susu coklat hangat untuk nya.
"Terima kasih mas!" Jawab Risa sambil meraih gelas berisi susu itu dan meletakkan nya di atas nakas.
"Di minum dong sayang, mumpung masih panas!" Kembali Arvin meraih gelas itu dan meminta Risa untuk segera meminum nya.
"Iya mas, nanti aku minum kok!" Jawab Risa lagi.
"Mas udah susah payah buatin susu untuk mu, tapi kok malah di diemin gitu aja sih!" Arvin tampak cemberut karena Risa belum meminum susu itu.
"Iya mas, Iya. Aku minum sekarang!" Risa meraih gelas itu dan meminum susu nya hingga tuntas.
"Good job, istri yang baik!" Arvin mengusap puncak kepala Risa dengan lembut.
Tidak berselang lama, reaksi obat tidur yang ada di dalam susu itu mulai bekerja. Risa merasakan ngantuk berat dan tidak begitu lama di mulai tertidur dengan pulas nya.
"Maaf kan aku Risa, aku mencintai mu tapi aku juga mencintai adik mu. Aku ingin memilik kalian berdua, jadi akan lebih baik seperti ini kau tidak tahu kebenaran nya!" Guman Arvin sambil membetul kan letak selimut Risa.
Setelah itu Arvin bergegas turun ke bawah, ke kamar di mana Wulan sedang menunggu nya.
"Lama banget sih mas!" Omel Wulan dengan wajah cemberut nya.
"Aku harus memastikan bahwa Risa tertidur dengan nyenyak, semua nya bisa berantakan jika dia tahu!" Jawab Arvin sambil memeluk tubuh Wulan.
"Kenapa sih mas kamu masih bertahan dengan si Risa itu, kan udah ada aku di sini. Udah lah, biarin aja lah dia tahu!" Wulan tampak kesal dengan sikap Arvin.
"Untuk saat ini aku belum bisa membuang Risa, kamu tahu sendiri kan Risa adalah menantu kesayangan Mama. Aku harus punya alasan yang tepat untuk mencerai kan Risa dan semua nya harus terlihat bahwa Risa yang bersalah!" Ujar Arvin pada wanita selingkuhan nya tersebut.
"Lalu kamu akan meresmikan hubungan kita mas?" Tanya Wulan lagi.
"Udah lah sayang, kamu jangan marah - marah, aku kangen banget loh sama kamu!" Arvin semakin mengerat kan pelukan nya di tubuh Wulan.
Kedua insan berbeda jenis itu akhir nya kembali melakukan sesuatu yang tidak seharusnya di lakukan, Arvin baru kembali ke kamar Risa menjelang subuh agar tidak ketahuan Risa.
******
Risa menggeliat kan tubuh nya, mata nya masih terasa mengantuk. Akhir - akhir ini, Risa merasakan ada hal yang aneh yang dia rasakan pada tubuh nya. Dia lebih cepat mengantuk dari biasanya, padahal dia sedang tidak kelelahan.
"Kasihan suami ku, akhir - akhir ini aku gak sempat melayani dia dengan baik. Aku selalu saja tertidur lebih cepat dari biasa nya!" Risa mengelus wajah suami nya yang saat ini sedang tertidur nyenyak di samping nya.
"Kenapa ya kok aku cepat banget ngantuk nya? Tidak seperti biasanya!" Guman Risa pada diri nya sendiri.
Seperti biasanya, Risa segera bersih - bersih dan sholat subuh. Setelah itu dia menyiapkan sendiri sarapan pagi untuk suami nya sebelum berangkat ke kantor nya.
Kejadian seperti pagi kemarin kembali terulang, Wulan keluar dari kamar nya hanya dengan menggunakan lingeri yang memperlihat lakukan tubuh nya. Dia seperti nya sengaja berpakaian seperti itu di depan kakak ipar nya.
"Wulan, ganti pakaian mu atau kau tidak perlu ikut sarapan pagi ini!" Bentak Risa pada adik nya.
"Risa kamu kenapa sih? Kamu cemburu dengan Wulan?" Seperti nya Mama Lia sengaja memancing emosi Risa.
"Terserah Mama mau bilang apa, tapi tidak akan ada sarapan untuk kalian jika Wulan tetap berpakaian seperti itu!" Ujar Risa dengan tegas.
"Dek, sudah lah biar kan saja!" Arvin berusaha mengingat Risa.
"Tidak mas, Wulan tidak bisa bersikap sesuka hati nya di rumah ini!" Ujar Risa lagi.
Arvin memberikan kode pada Wulan lewat tatapan mata nya, dan seperti nya Wulan paham dengan kode itu. Akhir nya Wulan kembali ke kamar nya dan mengganti pakaian nya dengan baju yang lebih sopan lagi. Setelah itu dia kembali ke meja makan untuk sarapan bersama.
Seperti hari - hari sebelum nya, setelah sarapan pagi Mama Lia dan juga Wulan selalu pergi keluar. Entah kemana dan apa tujuan nya, Risa sendiri tidak tahu. Seperti nya ibu dan anak itu akan kembali ke rumah hanya untuk tidur dan makan saja.
Pada saat jam makan siang, ponsel milik Risa berdering dan Risa melihat bahwa Bianka yang menelepon diri nya.
"Hallo Bian, ada apa ya?" Tanya Risa pada sang sahabat.
"Sa, kamu di mana sekarang?" Tanya Bian dari seberang sana.
"Aku lagi di rumah sekarang, ada apa ya Bian?" Tanya Risa pada Bianka, seperti nya Bian ingin mengatakan sesuatu pada nya.
"Suami mu di mana sekarang?" Tanya Bianka lagi.
"Mas Arvin nya lagi di kantor sekarang!" Jawab Risa dengan jujur karena setahu nya saat ini sang suami memang lagi ada di kantor.
"Sorry ya Sa kalau aku ikut campur urusan kamu sama suami mu, aku mau ngasih tahu sama kamu bahwa saat ini suami mu sedang makan siang bersama seseorang Wanita!" Jelas Bianka di seberang sana.
"Maksud nya apa ya Bian?" Tanya Risa dengan bingung.
"Kita video call saja ya biar kamu lihat sendiri, masalah nya meja aku dan meja suami nya agak jauhkan jarak nya!" Bianka pun langsung menggantikan panggilan suara itu menjadi panggilan Video.
"Itu benar mas Arvin, tapi sama siapa dia?" Tanya Risa lagi.
Karena wanita jarak nya yang cukup jauh sehingga membuat Risa tidak bisa melihat dengan jelas siapa wanita yang sedang bersama sang suami.
"Kamu diem ya, aku mau pura - pura ke toilet dan aku masuk kasih tunjuk sama kamu siapa wanita itu!" Ujar Bianka lagi dan dia pun segera berjalan melintasi kedua orang yang tampak sedang bermesraan itu.
Ketika Bianka sudah dekat, Risa bisa melihat denah jelas siap wanita yang saat ini sedang makan siang bersama sang suami. Seketika darah Risa mendidih melihat pemandangan itu, mereka berdua tidak hanya makan siang tapi bermesraan seperti pasangan halal pada umum nya.
"Wulan, Wulan dan Mas Arvin, tidak mungkin!" Risa menekan dada nya yang terasa sesak.
"Gimana sekarang? Itu benar suami kamu kan?" Tanya Bianka lagi dan saat ini dia sudah tiba dia kamar mandi.
"Iya Bian, itu benar mas Arvin dan Wanita yang bersama nya adalah adik ku!" Jelas Risa sambil menangis.
"Adik tiri mu Risa, bukan adik kandung mu!" Bianka kembali mengingat kan Risa.
Risa tidak menyangka adik dan suami nya bisa sejahat ini pada diri nya, Risa tidak bisa lagi menahan air mata nya.
"Risa, kamu tidak boleh lemah. Aku tahu kamu wanita yang kuat, bangun lah Risa jangan biar kan mereka bahagia!" Bianka menyemangati sang sahabat.
Risa menghapus air mata nya, kini dia tahu alasan Wulan dan Mama Lia ikut pindah ke rumah nya. Dan sang suami pun tidak keberatan mereka tinggal di sini, rupa nya ada skandal yang tidak di sadari oleh Risa selama ini.