Kevin sanjaya adalah seorang pemuda pekerja keras yang berasal dari keluarga miskin. Demi menyambung hidup, ia bekerja sebagai kurir pengantar makanan untuk sebuah perusahaan Ojol Indonesia.
Suatu hari, dalam salah satu pengantaran malamnya, ia mengalami kejutan pahit. Kamar hotel yang menjadi tujuan pesanannya ternyata adalah kamar yang dipesan oleh pacarnya sendiri—bersama pria lain—untuk menghabiskan malam.
Tertangkap basah, sang pacar justru memutuskan hubungan mereka di tempat itu juga. Dengan dingin, ia mengatakan bahwa Kevin sanjaya terlalu miskin dan tidak mampu memberinya kehidupan yang diinginkan.
Saat amarah dan penghinaan hampir meluap, sebuah notifikasi tiba-tiba terdengar dari ponselnya:
“Pengantaran selesai. Hadiah sistem telah diperoleh!”
Berkat kebiasaannya membaca novel, Kevin sanjaya langsung menyadari satu hal,
ia telah mendapatkan sebuah sistem cheat.
Sistem ini memberinya hadiah luar biasa setiap kali ia menyelesaikan misi pengantaran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kenjiro Dominic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
C12 – Preman Bertato yang Sombong
“Rasanya… benar-benar berbeda.”
Kevin Sanjaya baru saja turun dari mobil mewah itu ketika ponselnya terus bergetar.
Satu demi satu permintaan pertemanan Whatsapp masuk. Semuanya dari mantan teman sekelas perempuan.
“Hah… dulu tidak ada satu pun yang mau menambahkanku,” gumamnya sambil tersenyum tipis.
“Begitu mencium bau uang, semuanya datang mendekat.”
Ia sama sekali tidak terburu-buru untuk menerima permintaan itu. "Biarkan saja dulu."
Saat ini, ada hal yang jauh lebih penting.
Misi khusus, Vila! Waktu terbatas.
Namun, begitu Rolls-Royce memasuki kawasan tujuan, mobil itu justru terjebak dalam kemacetan panjang.
Lampu merah berderet, Dan klakson bersahutan.
Kevin Sanjaya melirik panel sistem.
Sisa waktu: 27 menit.
“Kacau, Kalau ini terus berlanjut, aku bisa gagal.” Pandangan matanya menyapu sekitar, dan seketika ia terdiam.
Hotel New Crystal.
Tempat yang sangat ia kenal.
“Bukankah ini, tempat aku mengantar tiram bakar untuk mantan pacarku semalam?” Tatapannya bergeser sedikit ke sisi jalan.
Di sana, Motor Butut kuningnya masih terparkir.
“Vespa KesayanganKu....!”
Tanpa ragu sedetik pun, Kevin Sanjaya membuka pintu mobil.
“Antar mobil ini kembali ke Imperial Entertainment,” ujarnya singkat pada sopir.
“Aku lanjut sendiri.” Sopir terkejut, tetapi tidak berani membantah.
Kevin Sanjaya berlari menyeberang jalan, mengganti pakaiannya dengan seragam Ojol Miliknya, lalu mengenakan helm.
Aturan Sistem sangat jelas:
Tanpa seragam → tidak ada hadiah spesial.
“Aku mau vila itu. Dan poinnya juga,” gumamnya.
“Aku tidak akan kompromi.”
Begitu kotak pengantar dibuka, makanan sudah tersedia rapi di dalamnya. masih hangat, bergizi, dan lengkap.
Seperti biasa, Sistem tidak pernah mengecewakan.
“Baiklah…”
Ia menyalakan motor bututnya, membunyikan klakson dua kali, lalu melaju menyusuri sela-sela kemacetan.
“Gas!”
Kelincahan Kevin Sanjaya membuat banyak pengendara terperangah.
Tak butuh waktu lama, ia sampai di pusat kemacetan. Dan di sanalah ia melihat penyebabnya.
Sebuah Porsche Cayenne hitam berhenti melintang di tengah jalan.
Di depannya, seorang Debkolektor bertubuh besar, dan penuh tato, sedang menahan sebuah motor milik seorang Ojol pengantar makanan lain.
Krak!
Motor itu ringsek di bawah sepatunya.
Kotak makanan terbalik, Dan kuah beserta nasi berserakan di aspal.
Wajah si pengantar bengkak, jelas bekas tamparan.
“Aku tidak mau tahu!” bentak si Debkolektor sambil mengayunkan tongkat besi. “Kau bayar angsuran motor ini, atau Ikut kami ke kantor FIIF sekarang!”
“Bang… aku mohon…” Suara si pengantar gemetar.
“Aku akan bayar beberapa hari lagi. Aku benar-benar tidak punya uang yang cukup sekarang…”
“Di wilayah ini, akulah hukum!” Debkolektor itu tertawa kasar.
“Kau harus bayar sekarang juga, itu kewajibanMu.”
Ia lalu menyeringai kejam.
“Tidak punya uang?”
“Berlutut. Makan makanan yang jatuh itu. Dan kami akan menyita Motor ini... "
Para pengendara lain mengepalkan tangan.
Jelas Mereka Marah, dan kesal. Namun tidak satu pun berani maju. Si pengantar menggigit bibirnya hingga berdarah.
Motor ini adalah satu-satunya sumber nafkahnya.
Ia bekerja siang malam, sambil menelan hinaan.
namun tetap saja diperlakukan seperti sampah.
“Bukankah orang baik seharusnya tidak diperlakukan seperti ini?”
Tatapan Kevin Sanjaya mengeras.
“Bajingan…”
Ia mematikan mesin, turun dari motor butut kuningnya, dan melangkah maju.
Tanpa peringatan......
PLAK!
Satu tamparan keras mendarat di wajah debkolektor bertato itu.
Tubuh besar itu terlempar dan jatuh menghantam aspal dengan suara berat.
Seluruh jalanan mendadak sunyi.
Semua orang membeku.
Debkolektor itu sendiri tampak linglung, belum sempat memahami apa yang terjadi.
Kemudian... Sorak tertahan terdengar dari beberapa pengendara.
“Akhirnya ada yang berani! Dia… juga pengantar makanan?!” Semua mata tertuju pada Kevin Sanjaya.
Seragam GO-JEK Hijau, beserta helm sederhana.
Namun sikapnya, Tegak, Tenang dan Tak gentar.
Ia berdiri di antara si pengantar dan debkolektor itu, suaranya datar namun penuh tekanan.
“Sekarang,” ujar Kevin Sanjaya pelan, “angkat kakimu dari motor itu.. ”
Dan di saat itu, Tak satu pun dari mereka menyadari bahwa nasib debkolektor bertato itu…
Akan berubah malam ini.
aku kasih kopi deh biar semngat trus😁