Kelahirannya menciptakan badai dahsyat. Di saat yang sama, klan Erlang kalah telak. Kekalahan itu membuatnya dicap sebagai anak pembawa sial. Bukan hanya hampir menghilang dari alam langit, klan Erlang juga harus membayar pajak ke klan Liu setiap. tahunnya.
*******
Erlang Xuan, nama yang sama dengan Leluhur klan, tapi nasib mereka berbeda. Jika Leluhur terlahir dengan kekuatan tak terbatas, maka dia terlahir dengan tubuh cacat. Selama belasan tahun, ia disiksa dan direndahkan. Bahkan, karena masalah sepele, ayahnya menghukumnya.
Karena tak punya dantian dan meridian, Erlang Xuan tak bisa berkultivasi. Sampah pembawa sial, itulah julukannya. Tak ada yang tahu bahwa dibalik tubuh cacat itu tersembunyi sesuatu yang akan mengguncang alam semesta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena_Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 5 Pil Giok Suci
Erlang Xuan menghentikan langkahnya. Ia menoleh dan melihat interaksi adiknya dengan pemuda itu. Sudut bibirnya terangkat dan membentuk lengkungan.
"Tertawalah sepuasamu! Karena tidak lama lagi, akan kubuat kamu menderita," gumamnya lalu kembali berjalan.
Langkahnya kembali terhenti di depan paviliun. Bukan paviliun alkemis, melainkan paviliun dagang milik keluarga kekaisaran. Tanpa membuang-buang waktu lagi, ia berbelok dan memasuki paviliun.
"Ada yang bisa ku–bantu?" tanya pelayan paviliun.
"Aku ingin menjual beberapa batu giok!" Giok langit dan giok bumi melayang di depannya. Dua giok langka itu membuat pelayan itu terkejut. Buru-buru, ia mengaktifkan formasi pelindung paviliun.
"Karena giok itu kualitas terbaik, aku akan memberikan penawaran yang sangat menarik!" Wanita itu mengeluarkan cincin ruang. Isinya sudah jelas, koin emas yang sangat banyak.
"Giok bumi kami beli seharga 5 juta koin emas. Itu sudah harga tertinggi. Sementara giok langit dibeli dengan harga 10 juta," jelas wanita itu.
"Kekaisaran membutuhkan giok suci. Jika kamu punya, paviliun akan membelinya dengan harga tinggi," ungkap wanita itu, tentunya sambil menggoda Erlang Xuan.
"Maaf, aku tidak punya!" Bisa saja ia mengatakan yang sebenarnya, tapi itu sangat berbahaya. Pasalnya, diantara semua jenis giok, giok suci sangat istimewa. Giok itu menyimpan jejak energi masa lalu. Tak jarang herbal kuno terawetkan di dalam giok.
"Kalau begitu, saya permisi!" Erlang Xuan meninggalkan paviliun. Meskipun bukan ahli formasi, tapi mata jiwanya mampu menemukan titik lemah formasi paviliun dagang.
"Sepertinya aku juga harus belajar formasi," gumamnya.
Wuuuussss
Erlang Xuan melesat ke utara kota, wilayah paling sepi dan tak berpenghuni. Di sana, mengeluarkan tungku alkemis dan potongan giok suci. Di dalam giok itu terdapat sebuah herbal yang terawetkan dengan baik.
"Terakhir kali, aku gagal. Sekarang, aku pasti berhasil!"
Giok itu dimasukkan ke dalam tungku. Selang beberapa detik, api berkobar dan melelehkan giok tersebut. Perlahan-lahan, giok suci seperti meleleh dan berubah menjadi cairan yang berkilauan.
"Meski keras, ternyata giok ini aslinya energi alam yang memadat," gumamnya.
Wuuuussss
Erlang Xuan menyatukan kekuatan jiwanya dengan api. Gabungan itu menciptakan kobaran api berwarna biru cerah. Panas api itu nyaris mengacaukan segalanya. Untungnya, api itu bisa dikendalikannya.
"Hampir saja!" Ia menyeka keringat di dahinya. Itu adalah giok terakhir yang mengawetkan herbal kuno. Kalau gagal, semuanya akan berakhir.
Baaaammm
Setengah jam kemudian, ledakan teredam terdengar. Beberapa butir pil giok melayang di atas tungku. Pil-pil itu dimasukkan ke dalam wadah kecil yang terbuat dari giok suci.
"Akhirnya! Tidak sia-sia aku bertahan di tengah kobaran api!"
Erlang Xuan tersenyum. Dua tahun yang lalu, karena tidak punya elemen api, dia dengan sengaja memasuki api yang berkobar-kobar. Bukan api biasa, melainkan api yang sudah menyala selama ribuan tahun.
Satu butir pil kristal langsung ditelannya. Tak sampai semenit, energi yang dikeluarkan pil tersebut membuatnya menerobos ranah suci tahap 5. Meski begitu, melawan seorang ranah ranah raja bukanlah hal yang sulit. Bahkan, dia bisa imbang melawan seorang ranah kaisar.
Erlang Xuan meregangkan otot-ototnya sebelum pergi. Ia kembali ke pusat kota untuk jalan-jalan sekaligus mengisi perutnya yang kosong. Terdengar sederhana, tapi selama bertahun-tahun tidak pernah dirasakannya.
*********
Erlang Xuan bersandar di kursi. Makanan yang dipesannya sudah habis. Hari ini, untuk pertama kalinya ia bisa memakan makanan yang enak, bukan lagi makanan yang kering atau makanan sisa.
"Sampah pembawa sial, kita ber—" Sumpit menusuk kedua matanya. Orang yang duduk di kursi tidak menunggu hingga ia mengatakan maksud dan tujuannya.
"Tidak usah basa-basi, katakan saja apa yang kamu inginkan!" pintanya tanpa melihat lawan bicaranya.
"Seingatku, kamu bukan orang bisu, Liu Yu!" Erlang Xuan berdiri. Orang yang mengatainya adalah Liu Yu, kakak iparnya.
"Akkkh, baj*ngan! Beraninya kau!" wanita itu mengumpat. Sambil menahan sakit, ia mencabut sumpit yang menusuk matanya.
"Aku ini kakak iparmu, kanapa kau setega ini?" tanyanya.
"Aku anak pertama, tidak punya kakak!" balas Erlang Xuan.
"Kalau tidak ada keperluan, silahkan pergi!" katanya.
"Lihat saja, akan kubalas kau!" Liu Yu meninggalkan tempat itu dengan kesal. Berkali-kali ia menabrak meja karena tidak bisa melihat. Hal itu menjadikannya bahan tertawaan semua orang yang ada di restoran.
"Kamu pikir aku takut?" Erlang Xuan beranjak. Setelah membayar makanannya, ia langsung meninggalkan restoran. Kali ini, tempat yang menjadi tujuannya adalah tokoh senjata.
"Aish, mencari sampai malam, tapi tidak ketemu juga!" Erlang Xuan berhenti di atas pohon. Hari ini benar-benar hari sialnya. Selain tidak menemukan toko senjata, semua penginapan di kota itu sudah penuh.
"Kukira kesialanku sudah berakhir, ternyata tidak," gumamnya.
"Wah-wah, ternyata anak kamu ada di sini, anak pembawa sial!" Suara seseorang yang sangat dikenalnya membuat kesal. Tanpa melihat siapa yang berbicara, ia langsung melemparkan belati ke orang itu.
"Apa lagi yang kau inginkan?" tanyanya.
"Tentu saja menyiksamu sampai mati," jawab orang itu.
"Kamu mencari masalah dengan orang yang salah!" Belati yang menancap di tanah muncul di tangannya. Tak sampai semenit, belati itu sudah menusuk orang yang menghinanya.
"Kamu pikir aku peduli dengan hubungan darah, Erlang Ming?" tanyanya.
Selain Jia Mei, Erlang Ming adalah adik kandungnya. Sayangnya, adiknya itu selalu saja menyiksa dan merendahkannya. Usia mereka terpaut 3 tahun, tapi karena adiknya jenius, semua orang menyayanginya.
"Bagaimana rasanya, adikku sayang?" tanyanya dengan tatapan tajam dan senyum menyeramkan.
"Ka–kau!" Erlang Ming hanya bisa menunjuk Erlang Xuan, kakaknya.
"Ini baru permulaan, Adikku! Tidak lama lagi, jiwa dan tubuhmu akan terpisah!" ungkapnya dengan suara pelan.
Erlang Ming pergi sembari menahan sakit yang menyiksa. Belati yang menusuknya mengandung racun. Racun itu dengan cepat menyebar ke seluruh tubuhnya. Disaat kritis, seseorang datang dan memberinya pil penawar.
"Jangan mati dulu, adikku! Sebelum mati, aku ingin kamu tersiksa."
Erlang Ming mengangkat kepalanya. Ia hanya bisa mengepalkan tangannya tanpa bisa berbuat apa-apa. Meski racun di tubuhnya menghilang, pil yang ditelannya menyiksanya dengan panas dan dingin secara bersamaan.
"Mengapa kamu berubah menjadi sekejam ini?" tanyanya.
"Sejak kapan? Sejak kalian menyiksaku sampai buta!" jawab Erlang Xuan.
"Orang yang selalu kalian siksa sudah mati dua tahun lalu! Yang kamu lihat sekarang adalah orang yang akan membalas dendam!" katanya.
"Kau bu—" ucapannya terhenti saat tidak melihat siapapun di sana.
"Akkkh!" Ia tersadar saat merasakan panas dan dingin sekaligus. Kondisi itu benar-benar menyiksanya. Pasalnya, meridian dan dantiannya tiba-tiba saja tersumbat.
"Sial, ternyata dia benar-benar ingin menyiksaku," ucapnya dengan kesal. Ia mengeluarkan pil penyembuh dari cincin ruangnya, tapi percuma saja. Pil itu tidak bekerja sama sekali, justru semakin memperparah kondisinya.