NovelToon NovelToon
DAO YIN: KEABADIAN YIN–YANG ABSOLUT

DAO YIN: KEABADIAN YIN–YANG ABSOLUT

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Budidaya dan Peningkatan / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mr.Mounyenk

Di Benua Dao Yin, Kekaisaran Yin berdiri di tengah empat kekuatan besar yang menyimpan ambisi pengkhianatan.
Saat perang pecah dan kekaisaran runtuh, Chen Long—pangeran Utara berdarah naga dan keturunan kesatria kuno—kehilangan segalanya.
Diburu manusia, iblis, dan akhirnya langit itu sendiri, Chen Long menapaki jalur kultivasi terlarang Yin–Yang, sebuah kekuatan yang tak diakui surga. Bersama Putri Yin Sunxin, pewaris darah murni Dewi Bulan, ia membangun kembali tatanan dunia dari reruntuhan, menantang iblis, menghancurkan para pengkhianat, dan menghadapi hukuman alam dewa.
Ketika Yin dan Yang bertabrakan dalam satu tubuh, lahirlah seorang anomali—
penguasa baru yang akan menentukan apakah dunia layak diselamatkan,
atau harus dihancurkan demi keseimbangan sejati.

(Update setiap hari)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr.Mounyenk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 YANG TERTINGGAL DI BAWAH

Chen Long mengangguk.

Ia berjalan lebih dulu, Xiao Feng mengikuti tiga langkah di belakang.

Lorong itu lebih sempit dari yang kiri. Dindingnya basah, tidak rata, terkadang mereka harus menunduk untuk melewati batu yang menonjol.

Namun ada sesuatu yang aneh meski sempit, meski gelap, tidak ada rasa sesak.

Seolah lorong ini "mengenali" mereka.

Seolah jaringan getaran di bawah tanah sedang... membiarkan mereka lewat.

Setelah berjalan apa yang terasa seperti seratus langkah, lorong melebar sedikit.

Mereka tiba di sebuah ruang kecil bukan kubah megah seperti ruang kuno sebelumnya, melainkan sebuah gua alami yang telah dimodifikasi.

Di tengah gua, ada sebuah kolam air yang sangat tenang.

Airnya tidak gelap, tidak pula bening. Melainkan... berkilauan dengan cahaya yang tidak punya sumber. Seolah air itu sendiri yang bersinar.

Dan di tepi kolam, seseorang sedang duduk bersila.

Bukan pria Yang murni yang Chen Long rasakan sebelumnya.

Melainkan... seorang wanita. Jubahnya putih, rambutnya terurai panjang ke tanah, namun yang paling mengejutkan aura Yin yang sangat kuat, sangat murni, yang membuat Xiao Feng terhuyung dan harus menahan diri di dinding agar tidak jatuh.

Wanita itu membuka mata. Matanya tidak hitam, tidak pula coklat.

Melainkan... perak. Seolah dua bulan purnama hidup di dalamnya.

"Kau datang," kata wanita itu. Bukan pertanyaan.

Suaranya tidak keras, namun memenuhi gua tanpa gema seolah air kolam menyerap getaran yang tidak diinginkan, hanya membiarkan yang ia pilih untuk keluar.

Chen Long berdiri diam.

Dua arus di tubuhnya berputar tidak lebih cepat, tidak lebih lambat.

Namun ada ketegangan baru. Wanita ini bukan manusia biasa.

Bukan kultivator yang telah membuka nadi dan membentuk dantian.

Melainkan... sesuatu yang lebih tua.

Sesuatu yang telah menyatu dengan jaringan getaran itu sendiri.

"Kau membawa setengah kunci," lanjut wanita itu, matanya menatap batu giok hitam di tangan Xiao Feng.

"Dan kau," ia menatap Chen Long, "membawa setengah lainnya. Dalam tubuhmu. Berputar. Tidak pernah bertemu."

Chen Long akhirnya berbicara.

Suaranya terdengar asing di telinganya sendiri lebih rendah, lebih... bergetar.

"Siapa kau?"

Wanita itu tersenyum.

Senyum itu tidak ramah, tidak pula bermusuhan. Melainkan... lelah.

Sangat lelah.

"Aku adalah yang tertinggal. Yang tidak bisa pergi. Yang ditugaskan untuk... menunggu." Ia berdiri perlahan, jubah putihnya tidak bergerak meski ada angin dari lorong.

"Menunggu seseorang yang bisa membawa Yin dan Yang bersama. Tanpa bertabrakan. Tanpa saling menghancurkan."

Ia melangkah mendekat, namun berhenti tiga langkah dari Chen Long jarak yang sama yang Chen Long berikan pada Xiao Feng di halaman.

"Pria yang kau rasakan sebelumnya. Yang dengan satu arus. Ia akan kembali. Dan kali ini, ia tidak akan sendirian. Raja dari barat telah menemukannya. Mereka membuat kesepakatan. Qi murni dari hutan peri, ditukar dengan... akses."

Xiao Feng menggigit bibir hingga hampir berdarah. Ia ingin berbicara, namun Chen Long mengangkat tangan sedikit isyarat untuk diam.

"Kenapa memberitahuku?" tanya Chen Long.

Wanita itu menatap kolam air yang berkilau.

"Karena jika mereka berhasil membuka jaringan ini dengan paksa, dengan hanya satu arus, dengan hanya kekuatan... sesuatu akan pecah. Bukan hanya jaringan. Bukan hanya istana. Melainkan... batas."

Ia menatap Chen Long lurus. "Batas antara dunia ini dan alam bawah. Batas yang telah ku tahan selama... ratusan tahun. Sejak sebelum kekaisaran mu ada. Sejak sebelum Benua Dao Yin memiliki nama."

Keheningan turun di gua. Air kolam berkilau tanpa suara.

"Dan kau pikir aku bisa menghentikan mereka?" tanya Chen Long.

"Aku pikir kau bisa menjadi... alternatif," jawab wanita itu. "Cara lain untuk membuka. Cara yang tidak akan memecah batas. Cara yang... aku sendiri tidak bisa lakukan, karena aku hanyalah Yin. Murni. Terlalu murni. Seperti pria itu hanya Yang."

Ia mengangkat tangan kanannya, dan air kolam naik sedikit, membentuk spiral yang berputar lambat. "Tapi kau. Kau memiliki keduanya. Berputar. Tidak pernah bertemu, namun tidak pernah berpisah. Itu... adalah kunci."

Chen Long menutup mata. Ia merasakan dua arus di tubuhnya Yin yang dingin, Yang yang hangat. Mereka berputar berlawanan arah, spiral ganda, satu di dalam satu. Ia bisa membiarkan mereka terus berputar seperti ini selamanya, aman, tertutup. Atau ia bisa... mencoba sesuatu yang berbeda. Sesuatu yang wanita ini minta. Sesuatu yang mungkin akan mengubah segalanya.

Ia membuka mata. "Aku butuh waktu."

"Kau punya tiga malam," jawab wanita itu. "Setelah itu, pria itu akan kembali dengan alat dari Raja Zhong. Alat yang bisa memaksa jaringan terbuka. Alat yang akan... merusaknya."

Chen Long mengangguk. Ia berbalik, menarik lengan Xiao Feng yang masih terpaku, dan berjalan kembali ke lorong. Namun sebelum ia menghilang ke kegelapan, suara wanita itu terdengar lagi lebih lemah, lebih jauh, seolah air kolam menyerap sebagian besar getarannya.

"Anak itu. Yang kau bawa. Ia memiliki potensi yang sama. Hanya... belum terbangun. Jaga ia. Karena suatu hari, kau mungkin membutuhkan seseorang yang bisa menggantikan mu. Di tempat yang... bahkan kau tidak bisa pergi."

Chen Long berhenti sejenak. Namun ia tidak berbalik.

Ia hanya mengangguk sedikit gerakan yang mungkin tidak terlihat, namun wanita itu pasti merasakannya melalui getaran air.

Mereka berjalan kembali ke permukaan.

Tangga yang licin, sempit, berbau jamur.

Namun kali ini, Xiao Feng tidak menahan napas. Ia bernapas normal, meski jantungnya berdegup kencang.

Di tangannya, batu giok hitam berdenyut sekali lagi kali ini bukan cemas.

Melainkan... puas. Seolah telah menemukan tempatnya kembali.

Di atap penginapan, Chen Long duduk sendirian. Xiao Feng telah tidur di kamarnya, dengan batu giok hitam di bawah bantal tidak untuk melindungi, melainkan untuk "berdialog" dalam mimpi.

Chen Long menatap langit yang mulai pucat di ufuk timur.

Tiga malam.

Tiga malam untuk memutuskan apakah ia akan menjadi penjaga, atau menjadi kunci.

Tiga malam untuk mempersiapkan sesuatu yang bahkan ia sendiri tidak mengerti.

Dua arus di tubuhnya berputar.

Yin dan Yang.

Dingin dan hangat.

Tidak pernah bertemu, namun tidak pernah berpisah.

Ia menarik napas dalam, membiarkan udara pagi yang dingin masuk ke paru-paru, dan merasakan getaran jaringan di bawahnya yang ikut menarik napas bersama.

Aku akan menjadi alternatif, pikirnya.

Bukan cara mereka.

Caraku sendiri.

Dan untuk pertama kalinya sejak meninggalkan Benteng Utara, Chen Long merasa tidak lagi sendirian dalam keputusannya.

Ada jaringan di bawah.

Ada Xiao Feng di bawah atap yang sama.

Ada Sunxin di suatu tempat di istana, dengan batu giok putihnya yang pasti juga berdenyut, juga merasakan, juga... menunggu.

Fajar menyingsing perlahan.

Chen Long berdiri, turun dari atap, dan mulai hari pertama dari tiga malam yang tersisa.

...BERSAMBUNG...

...****************...

1
🍾⃝ͩKᴜᷞᴢͧᴇᷠʏᷧᴇɴᴋ ᴠɪᴠɪᴀɴ🥑⃟ⰼ⃞☪
Ada kumpul-kumpul iblis dan anomali🤭
さくらゆい
keep up the good work
花より
I like kingdom-themed stories
🍾⃝ͩKᴜᷞᴢͧᴇᷠʏᷧᴇɴᴋ ᴠɪᴠɪᴀɴ🥑⃟ⰼ⃞☪
Kayu besi Utara dengan kayu Eboni beda kah? 🤔
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: kayu besi atau di kenal dengan temusi atau temusu

berasal dari Eropa Selatan,asia barat daya dan timur, Amerika Tengah dan Utara
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
jejak
🍾⃝ͩKᴜᷞᴢͧᴇᷠʏᷧᴇɴᴋ ᴠɪᴠɪᴀɴ🥑⃟ⰼ⃞☪
silakan dibaca😄
🍾⃝ͩֆᷞиͧσᷠωͣflower♕🆒
Semangat berkarya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!