NovelToon NovelToon
Yang Hamil Aku, Yang Kau Nikahi Dia

Yang Hamil Aku, Yang Kau Nikahi Dia

Status: tamat
Genre:Obsesi / Balas Dendam / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:33.5k
Nilai: 5
Nama Author: Erchapram

Akselia Kinanti terbangun dalam genangan darahnya sendiri. Tangannya meremas perut yang kram hebat.

"Kamu... harus bertahan," bisiknya pada perut yang mulai terasa dingin.

Ponselnya berdering. Notifikasi siaran langsung : Kevin Pratama & Karina Adelia - Live Engagement Party.

Jemarinya gemetar membuka video itu. Di layar, Kevin tersenyum lebar, merangkul pinggang Karina Adelia model terkenal dengan gaun putih yang berkilau. "Aku sudah lama menunggu momen ini," kata Kevin di depan ratusan tamu.

Akselia tertawa pahit. Darah masih mengalir dari tubuhnya.

"Ini pasti salah paham," gumamnya lemah. Tapi matanya yang mulai sayu menatap cincin murah di jarinya, cincin yang Kevin bilang 'sementara'.

Gelap.

Ketika matanya terbuka lagi, Akselia bukan lagi pelayan restoran lemah yang mencintai pria salah. Dia adalah mantan pelatih bela diri yang pernah bikin lawan-lawannya menangis minta ampun.

"Kevin Pratama... Karina Adelia..."

Senyumnya tajam. Berbahaya.

"Permainan baru saja dimulai."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erchapram, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35 - BAYANG-BAYANG DARI MASA LALU

ENAM MINGGU KEMUDIAN - DOJO AKSELIA JAKARTA

Akselia sedang melatih kelas pagi ketika Rina berlari masuk dengan wajah panik.

"Kak! Ada seseorang yang mau ketemu! Dia bilang namanya Kevin Pratama!"

Seluruh tubuh Akselia menegang. Dia melirik kalender mental, Kevin seharusnya baru keluar minggu depan. Kenapa dia sudah di sini?

"Bilang aku sedang mengajar. Suruh dia pergi."

"Sudah, Kak. Tapi dia bilang, dia akan tunggu sampai Kakak selesai. Dia duduk di luar."

Akselia mengepalkan rahang. Tentu saja Kevin tidak akan mudah pergi.

"Baik. Bilang dia tunggu." Akselia berbalik ke murid-muridnya, memaksakan senyum. "Sari, lanjutkan kelas. Aku ada urusan sebentar."

Sari mengangguk, mengambil alih dengan lancar.

Akselia keluar dojo dengan jantung berdebar, bukan karena gugup, tapi karena marah. Marah Kevin berani datang ke tempatnya, ke dunia barunya yang sudah dia bangun tanpa Kevin.

Di luar, duduk di bangku taman Kevin Pratama. Atau sosok yang sangat berbeda dari Kevin yang dulu Akselia kenal.

Kevin terlihat lebih kurus, rambut lebih pendek, wajah lebih tirus. Mengenakan kemeja putih sederhana dan celana jeans, tidak ada lagi aura CEO sombong. Matanya yang dulu penuh percaya diri, sekarang terlihat lelah dan penuh penyesalan.

"Akselia," sapanya saat melihat Akselia mendekat. Suaranya parau.

"Apa maumu di sini, Kevin?" tanya Akselia langsung, tidak ada basa-basi.

"Aku... aku cuma mau bicara. Lima menit saja. Please."

"Aku tidak ada yang mau dibicarakan denganmu."

"Aku tahu. Tapi kumohon. Ini terakhir kalinya. Setelah ini aku janji tidak akan ganggu kamu lagi." Kevin berdiri, tapi tidak melangkah lebih dekat memberi jarak, menghormati ruang Akselia.

Akselia menatapnya lama. Lalu menghela napas. "Lima menit. Tidak lebih."

Mereka duduk di bangku taman dengan jarak aman di antara mereka.

Kevin menarik napas panjang sebelum bicara. "Aku... aku keluar lebih awal karena kelakuan baik dan program rehabilitasi. Dan hal pertama yang aku lakukan datang ke sini. Untuk minta maaf."

"Kamu sudah minta maaf berkali-kali. Lewat surat, lewat pesan. Aku sudah memaafkanmu, Kevin. Jadi kenapa kamu masih di sini?"

"Karena aku perlu bilang langsung. Tatap mata. Bukan lewat kertas atau layar." Kevin menatapnya, mata berkaca-kaca. "Akselia, aku tahu aku tidak layak minta maaf. Aku tahu aku sudah hancurkan hidupmu. Tapi aku harus bilang, aku benar-benar menyesal. Setiap hari di penjara, aku pikir tentang apa yang kulakukan padamu. Tentang bayinya... bayi kita yang mati karena aku."

Akselia merasakan dadanya sesak mendengar kata 'bayi kita'. Tapi dia tidak menangis. Dia sudah lewati fase itu.

"Dan sekarang?" tanyanya datar. "Sekarang kamu sudah keluar. Kamu sudah bilang maaf. Lalu apa?"

Kevin terdiam. "Lalu aku mau coba hidup lebih baik. Aku tidak akan kembali ke bisnis lama. Aku... aku sudah daftar jadi relawan di yayasan rehabilitasi narkoba. Aku mau bantu orang yang pernah kayak aku, orang yang pernah jatuh dan butuh kesempatan kedua."

Akselia sedikit terkejut. Ini tidak pernah dia bayangkan, Kevin jadi relawan.

"Bagus untukmu," katanya tulus, tanpa sarkasme. "Aku harap kamu benar-benar berubah."

"Aku akan buktikan." Kevin menatapnya dengan tatapan penuh harap. "Dan kalau suatu hari kamu bisa... Bisa lihat aku sebagai teman, aku akan sangat bersyukur."

"Kevin..." Akselia menggeleng pelan, "...aku sudah memaafkanmu. Tapi itu tidak berarti kita bisa berteman. Terlalu banyak yang terjadi. Terlalu banyak luka."

Kevin mengangguk, seperti sudah menduga jawaban itu. "Aku mengerti. Tapi boleh aku tahu, kamu bahagia sekarang?"

Akselia terdiam sebentar. Lalu tersenyum tipis. "Ya. Aku bahagia. Sangat bahagia."

"Dengan... dengan seseorang?"

"Bukan urusanmu lagi."

"Kamu benar. Maaf." Kevin berdiri. "Terima kasih sudah mau bicara denganku. Dan aku benar-benar, dari hati yang paling dalam minta maaf. Untuk semuanya."

Dia berbalik mau pergi.

"Kevin," panggil Akselia.

Kevin berhenti, menoleh.

"Aku harap kamu menemukan kebahagiaan juga. Kebahagiaan yang tidak dibangun di atas penderitaan orang lain."

Kevin tersenyum sedih. "Terima kasih, Akselia. Itu... itu lebih dari yang kulayak dapatkan."

Dia pergi, berjalan perlahan menjauh sampai menghilang di tikungan jalan.

Akselia duduk sendirian di bangku, menatap tempat Kevin tadi berdiri.

Tidak ada lagi amarah di dadanya. Tidak ada lagi sakit. Hanya penutupan. Penutupan yang benar-benar final.

***

SORE HARI - TELEPON DENGAN RANGGA

Akselia menceritakan semuanya pada Rangga lewat telepon, tentang kedatangan Kevin, tentang permintaan maafnya, tentang perasaannya sekarang.

Rangga mendengarkan tanpa menyela. Setelah Akselia selesai, dia bertanya, "Kamu oke?"

"Aku... aku oke. Bahkan lebih dari oke." Akselia tersenyum meski Rangga tidak bisa lihat. "Aku merasa bebas. Benar-benar bebas. Kevin datang, minta maaf, lalu pergi. Dan aku tidak merasa apa-apa. Tidak ada sisa perasaan. Tidak ada penyesalan. Hanya... lega."

"Aku senang dengarnya." Suara Rangga terdengar lega juga. "Dan aku bangga padamu. Cara kamu handle itu dengan dewasa, kamu luar biasa, Akselia."

"Terima kasih. Dan terima kasih karena tidak cemburu atau marah."

"Kenapa aku harus cemburu? Kevin itu masa lalu. Aku yang ada di sini sekarang. Aku yang akan ada di masa depanmu." Rangga tertawa kecil. "Lagipula, aku percaya padamu. Sepenuhnya."

Kata-kata itu menghangatkan hati Akselia. Kepercayaan. Itulah yang tidak pernah ada di hubungannya dengan Kevin dulu.

"Aku mencintaimu," katanya tiba-tiba masih terasa asing mengucapkan kata-kata itu, tapi semakin sering dia ucapkan, semakin natural rasanya.

"Aku juga mencintaimu. Sampai jumpa akhir pekan ini ya. Aku akan ke Jakarta."

"Aku tunggu."

***

MALAM HARI - MAKAM AKSANA

Akselia datang ke makam Kinan dengan bunga lili putih dan lilin kecil.

Dia duduk di depan nisan, menyalakan lilin, lalu berbicara seperti biasa, seperti Aksana masih bisa mendengar.

"Hai, Aksana. Kakak datang lagi."

Angin malam berhembus lembut, membawa aroma bunga dari taman sekitar makam.

"Kevin datang hari ini. Minta maaf lagi. Dan kamu tahu apa yang kakak rasakan? Tidak ada apa-apa. Kakak tidak marah. Tidak sakit. Cuma lega. Lega karena akhirnya bisa benar-benar melepaskan semua itu."

Akselia tersenyum menatap nisan.

"Dan kakak punya kabar baik. Kakak punya pacar sekarang. Namanya Rangga. Dia baik, Aksana. Dia menghormati kakak. Dia tidak pernah memaksa. Dia... dia seperti yang selalu kamu bilang, pria yang layak untuk kakak."

Seekor kupu-kupu putih hinggap di bunga lili yang baru saja Akselia taruh.

Akselia tersenyum, selalu percaya ini tanda dari Aksana.

"Terima kasih sudah jaga kakak dari sana. Kakak janji akan hidup bahagia. Untuk kita berdua."

Dia duduk diam beberapa lama, membiarkan ketenangan malam memeluknya.

Lalu berbisik terakhir kali, "Aku menyayangimu, Aksana. Selamanya."

***

KEESOKAN PAGINYA - DOJO AKSELIA

Akselia memulai hari dengan perasaan ringan—seperti beban terakhir sudah terangkat. Kevin sudah datang, minta maaf, dan pergi. Sekarang benar-benar selesai.

Di tengah kelas pagi, Rangga tiba-tiba muncul lebih awal dari jadwal.

"Rangga?!" Akselia turun dari ring, terkejut. "Kamu kan baru datang akhir pekan?"

"Aku tidak bisa tunggu." Rangga tersenyum lebar. "Aku dengar cerita kemarin dan aku harus lihat kamu. Pastikan kamu baik-baik saja."

Akselia terharu. "Kamu datang dari Bandung pagi-pagi cuma untuk itu?"

"Tentu saja. Kamu prioritasku."

Murid-murid yang melihat adegan itu ber-ooh ramai. Sari dan Rina saling sikut sambil tersenyum lebar.

Akselia tertawa, pipinya sedikit merah. "Baiklah, Romeo. Tunggu di luar. Aku selesai kelas dulu."

"Aku tunggu selama apa pun." Rangga duduk di bangku penonton, menatap Akselia dengan tatapan penuh cinta.

Dan saat Akselia kembali mengajar, dia merasa lebih kuat dari sebelumnya. Karena sekarang dia tidak sendirian. Dia punya Rangga. Dia punya dojo. Dia punya murid-murid yang dia sayangi.

Dan yang paling penting, dia punya dirinya sendiri yang sudah bangkit dari keterpurukan. Kevin datang dan pergi, tapi Akselia tetap berdiri.

Lebih kuat.

Lebih bijak.

Dan lebih bahagia dari sebelumnya.

1
N Wage
kok 5 tahun yg lalu sih Thor,umur Aksa sj 5 THN + masa hamil+menikah setelah 2 THN kejadian yg menyakitkan bagi akkselia itu.
jadi seharusnya kurang lebih 8 THN yg lalu bukan?
maaf kalau salah.
Asyatun 1
keren banget thoor
Lienaa Likethisyow
terimakasih atas ceritanya thor..goodjob👍👍👍..tetap semangat💪💪💪/Heart//Heart/
Dew666
🌹🌹🌹🌹🌹
Arin
/Heart/
Erchapram: Terima kasih
total 1 replies
Nada She Embun
puas banget Thor... makasih atas cerita yg terbaik inii😍
Erchapram: Terima kasih.
total 1 replies
Dew666
🔥🔥🔥🔥🔥
Erchapram
Masih ada extra part, ditunggu ya... Terima kasih.
Nada She Embun
happy ending.. 😭.. makasih Thor... 😍
Nada She Embun: mantap thorr
total 2 replies
Nada She Embun
soo sweet.. 😍
Dew666
☀️☀️☀️☀️☀️
Nada She Embun
lebih baik d cintai.... kamu akan belajar menumbuhkan cinta juga... 💜
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
ealahhh, gak boleh rangga nyium tapi dia yg nyosor, 🤭🤭🤭
tipikal awal malu malu, tp akhirnya malu maluin, sok-sok'an masih takut membuka hati tp ternyata lebih agresif.... eeehhh....
🤭🤭🤭🏃🏃🏃
Erchapram: Wkwwkwk... malu malu meong 🤣🤣🤣
total 1 replies
mini
tapi Kevin ktemu akselia dalam keadaan yang tidak sehebat sekarang dr awal dia udah cinta, cuma emang Krn redfleg, tapi skrg kan dia udh sadar😁✌️
Dew666
💜💜💜💜
vj'z tri
pelan pelan sajaaaaaaaa 🎉🎉🎉
Lienaa Likethisyow
mosok karo rangga to thor???/Speechless//Speechless/
gk setuju aq/Drowsy//Drowsy/
Lienaa Likethisyow: wes manut njenengan ae thor🤭🤭🤣🤣
total 2 replies
N Wage
seru sekali...sampai nahan nafas😁
semangat❤️
Asyatun 1
lanjut
Lienaa Likethisyow
aq merasa ada diantara penonton yg bersorak bahagia dan menangis bahagia karenamu Akselia👍👍👍...selamat Akselia jadi juara dalam hidup dan ring..💪💪💪tetap semangat thor😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!