NovelToon NovelToon
Zandra New Seasons (S8)

Zandra New Seasons (S8)

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Pembaca Pikiran / Cintapertama
Popularitas:223.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nike Julianti

Perjalanan mendaki gunung sebuah rombongan, mengantarkan mereka untuk mengalami hal mistis. Niat ingin bersenang-senang, harus merasakan perasaan mencekam sepanjang perjalanan.

Namun, di akhir kisah mendaki. Salah satu dari rombongan, ternyata merupakan takdirnya salah satu anggota Zandra.

Penasaran?? yuk kita simak ceritanya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tak Terlihat

'Gimana bisa?? Padahal gue yakin, sama jalan yang gue ambil. Ga ada persimpangan sama sekali, lurus dan hanya ada jalan setapak. Tapi... Kenapa malah berakhir di sini?' ucap Yanto dalam hati

Krena hari semakin gelap, Yanto mengajak Asep untuk kembali turun. Tapi saat keduanya tiba, di tempat yang dijadikan teman-temannya menunggu. Yanto dan Asep terkejut, karena ketiga temannya tidak ada di sana.

"Loh Yan, anak-anak pada kemana ini?" tanya Asep

"Lu tanya ma gue, terus gue mau tanya ma siapa. Gue pan pergi ma lu tadi, Sep." jawab Yanto, yang juga panik

Keduanya berteriak, memanggil nama teman-temannya.

"WOOOOOYYYY.... REGAAAANNN.... FIKAAAAA... KANIAAAAA...." teriak keduanya bergantian, tapi tak ada sahutan sama sekali. Keduanya memperhatikan sekitar, barangkali ada petunjuk.

"Apa mungkin mereka udah turun duluan? Mungkin ga mereka puter balik?" tanya Asep

"Masa sih? Gue rasa nggak mungkin Sep, masa mereka tega ninggalin kita." jawab Yanto

"Ya udah kalo gitu, kita cari dulu mereka sekitaran sini. Siapa tau kita yang lupa tempat, iya kan?" ucap Asep, Yanto mengangguk

Yanto dan Asep mengitari tempat tersebut, sembari meneriaki nama teman-temannya. Tapi nihil, tak ada sahutan sama sekali. Mereka sudah mencari selama sekitar 30 menit, tetapi tetap tidak menemukan keberadaan ketiga temannya.

"Gini aja Sep, mungkin mereka emang bener udah turun ke bawah duluan. Kita turun pelan-pelan, sambil cari keberadaan mereka." Yanto akhirnya memberi saran pada temannya, mengingat langit sudah gelap. Asep pun setuju, mereka berdua kembali turun dengan pelan.

.

.

Di sisi lain Regan, Fika dan Kania. Mereka yang di suruh menunggu, oleh Yanto dan Asep. Tak terasa mereka ketiduran, karena tubuhnya yang memang merasa sangat lelah.

Di saat tengah bermimpi, Kania merasa ada yang membangunkannya. Terasa sangat jelas bila ada yang menepuk pelan pundaknya secara berulang.

"Nduk, ndang tangi. Wes bengi, di goleki koncomu. / nak bangun, sudah malam, di cari temanmu." terdengar ada yang berbicara di sebelahnya

Merasa ada yang membangunkannya, Kania pun membuka kedua matanya. Ia kembali ke kesadarannya, ia kira yang membangunkannya adalah Yanto atau Asep. Tapi setelah membuka kedua matanya, ternyata yang membangunkannya bukanlah kedua temannya. Melainkan seorang nenek-nenek, yang mengenakan topi caping. Di punggungnya, beliau menggendong sebuah bakul anyaman.

Dalam keadaan masih mengantuk, Kania membangunkan kedua temannya.

"Gan, Fik bangun.. udah malem ini." ucapnya sembari menguap, yang ia tutupi tangan kanan.

Kedua temannya pun bangun, setelah bangun. Kania menoleh kembali ke arah sang nenek, tetapi ia terkejut. Karena si nenek yang membangunkannya tadi, tiba-tiba tidak ada. Menghilang entah kemana perginya, lebih kaget lagi karena langit benar-benar sangat gelap.

Karena melihat sekitar yang gelap, Kania jadi lupa dengan nenek yang membangunkannya. Ia melihat jam di tangannya, sudah lewat maghrib.

"Kok udah malem aja ini, Yanto ma Asep pada kemana?" tanya Kania panik

"Ga tau, emang mereka belum balik?" jawab Regan, seraya balik bertanya

"Gue juga ga tau, Gan" jawab Kania ketakutan

Mereka bertiga kebingungan, karena Yanto dan Asep belum juga kembali. Berkali-kali mereka berteriak, memanggil nama Yanto dan Asep. Tapi tak mendengar jawaban, dari kedua temannya itu.

Ketiganya tak tau harus melakukan apa, seringkali Fika mengajak keduanya untuk kembali berjalan turun. Tapi mengingat Yanto dan Asep, yang belum kembali. Mereka pun mengurungkan niatnya, memilih untuk duduk dan tetap menunggu di tempat itu.

Angin berhembus cukup kuat, udaranya begitu dingin. Terasa begitu menusuk sampai ke tulang, akhirnya mereka menggelar matras. Lalu mengenakan jaket mereka masing-masing, seraya menunggu kedua temannya.

"Shhhh... dingin banget, jaket berasa kurang ini. Padahal udah tebel banget, shhhh..." ucap Fika, seraya memeluk tubuhnya sendiri.

"Ini... kita beneran tersesat ga sih?" tanya Regan

"Mana gue tau Gan, gue belum pernah ke sini." jawab Fika

"Bisa-bisanya kita ketiduran, jadi ga tau ini si Yanto ma si Asep udah lewat apa belum." ucap Kania

"Jangan-jangan mereka ninggalin kita lagi." celetuk Regan

"Nggak mungkin, gue yakin mereka ga akan mungkin ninggalin kita. Gue tau gimana mereka, jangan asal ngomong lu Gan." jawab Fika

Setelah cukup lama berbincang, mereka semakin panik. Karena Yanto dan Asep, tak kunjung kelihatan batang hidungnya.

"Ehh... ini gimana, Yanto ma Ase masih belum balik juga." ucap Kania, ia memeluk dan mengusap lengannya.

Tak lama, mereka sayup-sayup mendengar ada suara memanggil nama mereka. Dan suara itu, berasal dari arah bawah.

"REGAAANNN... FIKAAAA.... KANIAAAA...."

"Itu suara Yanto ma Asep" ucap Fika

"YANTOOOOO... ASEEEPPP... KITA ADA DI SINI" sahut Fika dan Regan, kembali terdengar ada sahutan dari bawah

"KALIAN DIMANA? ARAHKAN SENTER KE ATAS, JANGAN KEMANA-MANA" ketiganya langsung menurut, mereka mengarahkan lampu ke atas.

.

Di tempat Yanto dan Asep, mereka melihat ke atas. Di sana ada sorotan lampu senter, yang di buat oleh teman-temannya.

"Yan, itu mereka di sana!!!" ucap Asep, seraya menunjuk ke atas.

Keduanya kembali naik ke atas, menuju ke sumber cahaya senter itu. Setelah 20 menit berjalan, Yanto dan Asep pun sampai. Dan tempat ketiga temannya, masihlah di tempat yang sama saat keduanya menyuruh temannya menunggu.

Yanto dan Asep tersentak kaget, karena sebelumnya mereka tak melihat ketiga temannya. Bahkan mereka juga sudah mencari lama, ketiga temannya di sekitar situ.

"Kalian habis darimana, kan gue udah bilang jangan kemana-mana?" tegur Yanto

"Lah? Kok jadi kita yang kemana, lu pada yang kemana? Kita mah dari lu ninggalin, masih stay di tempat. Malah kita ketiduran, kita malah mikir kalo kalian ninggalin kita." ucap Fika

"Ga kemana-mana gimana, orang tadi kita nyariin kalian di sini ga ada kok." ucap Asep

"Gila... gue ga segila itu buat ninggalin kalian" sambung Yanto

"Beneran Yan, kita dari tadi di sini. Kita ga kemana-mana, malahan kita khawatir ma kalian berdua. Kok ga balik-balik, setelah ke atas tadi." sahut Regan

Mendengar pernyataan itu, tentu saja membuat Yanto dan Asep saling tatap karena heran. Kok bisa kaya gini?

Disitu Kania hanya duduk lemas, tubuhnya kembali terasa menggigil karena kedinginan. Ia rasa, tubuhnya benar-benar drop. Sesekali ia mengusap pipinya yang basah, menyesali perjalanan ini. Hingga Fika, beberapa kali mencoba menenangkan Kania.

Melihat kondisi Kania seperti itu, Yanto memutuskan untuk membuat tenda di tempat tersebut. Mereka membuat dua tenda, karena mengingat tempatnya yang kurang luas. Setelah tenda Kania jadi, dia pun masuk di temani oleh Fika. Regan di minta untuk memasak, Yanto dan Asep mencari kayu untuk membuat api unggun.

Sambil mencari, Asep membuka pembicaraan.

"Yan, ada yang aneh ga sih? Perasaan jelas-jelas, sebelum turun tadi. Kita nyari anak-anak lama, tapi ga ketemu. Sedangkan tadi mereka bilang, kalo mereka ga kemana-mana." tanya Asep

"Itu dia Sep, gue juga ga habis pikir. Tadi jelas-jelas mereka ga ada kan?" jawab Yanto, yang ternyata memikirkan hal yang sama

"Kok bisa gitu ya??...

...****************...

Jangan lupakan like, komen, gift sama vote nyaaa🥰

1
Cindy
lanjut kak
Dewi inaya
kesel bener roman ny si Doni ma bara 🤣🤣🤣
Dewi inaya
perasaan ada aja yg gak senang ya Mak,kalo gak suka tinggal gak usah dibaca gitu ja koq repot 🤦‍♀️
ule_keke (IG: ule_keke26): nah iya bener kak Dew
padahal skip aja ya, kenapa harus bikin huru hara di karya orang
total 1 replies
Puspa Dewi kusumaningrum
aduh aduh moga moga gk jantungan tu orang thooor🤣🤣🤣🤣🤣
Aghitsna Agis
thor langsung up kg dong ditunggu ya
Aghitsna Agis
itu itu yg ploo afwa afwi atau obu ya srmiga lena sm danuel ketolong dan usep juga
nisa
lanjuttt mak
lgi serius matelengin ini😊
votenya emak😘
ule_keke (IG: ule_keke26): makasih kak
total 1 replies
rose🦋
wahh sp yg coba2 punya ilmu sesat, mpe buat tumbal segala,
muhammad ibnuarfan
Allah huakbar....bersmbung...😭😭....kan masih penasaran emak....😄
Mutiara Nisak
ya allah don....lg ngobrol sm hantu bs santuy begitu,itu kyk nya dtg barengan y,keluarganya bang kenan...moga aja jantung orang yg ada d rungan nya bu lena g pindah tempat....bener2 keren keluarga zandra dr dulu....
Zuhril Witanto
pada kaget semua.....
eh ternyata ada penguasa nya di rumah sakit
Sulfia Nuriawati
kuduna double jd macana puas🤭🤭🤭🤭
Sulfia Nuriawati
kuduna double jd macana puas🤭🤭🤭🤭
fifia
mendadak serangan jantung ringan ini mah😂😂😂
gasss kasus baru d mulai cussss beraksi
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
ceritanya serem di bumbuhi lelucon jd seru🤣
Queen adzilla👑
siapa yg datang pake plop 🤔
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
hahahahaha doni doni
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Eta saha nu datang mak? boa² sarombongan deuih🤣🤣
RiriChiew🌺
Saha eta NU datang, apa sa RT atau emang afwa afwi yaa . makkk kok aku linduuu istri na afwii yaa kembaran ku pisan kan itu sriii ekhem 🤭😅
RiriChiew🌺
ntahlah aku mau sedihh atau apa , yg jelass seserian wae gara² si doniii . heyyyy donoo kamu eddaaaann pisan ternyata /Joyful//Joyful/ hiburan pisan buat diriku
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!