Pertemuan Elina dengan Alex seorang mafia kejam yang dikenal dengan julukan "Raja Iblis" memiliki kekuasaan diberbagai wilayah, Alex yang memiliki masa lalu kelam dan telah melakukan banyak kekejaman dalam mencapai kekuasaannya, tetapi ia memiliki prinsip untuk melindungi yang lemah dan tidak berdaya.
Ketika seorang wanita muda bernama Elina dikejar oleh geng rival, ia berlari menuju klub malam mewah yang terkenal dan ternyata merupakan milik Alex, untuk menghindari kejaran geng rival dan mencari perlindungan Elina pun memasuki klub malam tersebut.
Di dalam klub tersebut Elina tak sengaja bertabrakan dengan Alex, Alex yang terkejut mencoba untuk mencerna apa yang terjadi pada wanita yang menabraknya. Elina yang tak tau siapa itu Alex, langsung meminta pertolongan padanya. Pertemuan ini pun menjadi awal dari cerita yang akan penuh dengan aksi, romansa dan intrik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MY QUEEN ATRI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ancaman Kedua
Malam itu, Elina duduk di balkon rumah Alex, menatap kota yang berkilau. Udara dingin menyejukkan wajahnya, tapi jantungnya tetap berdebar. Ia baru saja menyelesaikan latihan tingkat lanjut dan ujian pertamanya, dan meski lelah, ia merasa sedikit lebih percaya diri.
Ponsel Elina bergetar dan nomor tak dikenal muncul di layar, tangannya gemetar dan mengangkat telepon.
“Halo?” suaranya terdengar tegang.
“Halo...... nona Elina. Aku tahu kamu berada di sana" suaranya terdengar familiar, Marco.
“Kamu pikir pindah ke rumah itu membuatmu aman? Aku punya rencana lain" ucapnya
Elina menelan ludah. Suara itu dingin, licik, dan jelas menimbulkan ancaman. “Apa maksudmu?” tanya Elina pelan.
“Kamu akan tau dengan sendirinya nanti… besok malam" jawab Marco sebelum memutus panggilan.
Elina menatap ponselnya, ia panik dan segera menghubungi Alex.
“Alex… baru Marco menelpon ku dan mengancam lagi. Dia bilang… besok malam” ucap Elina cepat.
Suasana menjadi hening, Alex berkata dengan nada berat “Jangan pergi kemana pun. Mereka akan mencoba menguji kita lagi. Tetap di rumah dan percayalah pada anak buahku. Aku akan menyiapkan langkah selanjutnya.”
Keesokan harinya, suasana rumah Alex lebih waspada. Anak buahnya bergerak lebih cepat dan memastikan setiap sudut dijaga. Elina mengikuti instruksi dengan ketat, menyadari bahwa ia harus waspada setiap saat. Setiap gerakan salah bisa berakibat fatal.
Di sore hari, Alex memanggil Elina ke ruang kerjanya. Ia menatapnya dengan serius. “Kamu harus tahu… ancaman ini bukan main-main, Marco akan mencoba segala cara untuk melemahkan kita. Kamu harus tetap fokus, dan jangan biarkan rasa takut menguasaimu" ucap Alex.
Elina menelan ludah, menyadari besarnya bahaya yang akan datang dan kali ini situasi begitu serius.
Alex lalu menjelaskan strategi keamanan untuk menghadapi ancaman malam itu. Anak buahnya sudah menyiapkan pengamanan tambahan, jebakan, dan patroli ekstra. Tidak lupa Elina diberikan peran penting untuk tetap berada di titik aman dan memantau gerakan dari kamera pengawas. Ia merasa cemas, tapi juga bangga karena diberikan tanggung jawab.
Malam itu tiba, angin malam meniupkan hawa dingin, dan suara kota di kejauhan terdengar samar. Elina duduk di ruang pengawas, matanya menatap layar yang menampilkan setiap sudut rumah, jantung berdebar.
Tiba-tiba saja, satu titik merah muncul di layar. Ada orang yang mencoba mendekati pagar belakang. Elina segera menekan alarm dan beberapa anak buah Alex bergerak dengan cepat. Elina menahan napas, menyadari bahwa ini bukan lagi simulasi, tapi ini nyata.
Tak lama kemudian Alex muncul beberapa menit, langkahnya tenang tapi aura kekejaman dan kekuasaannya terasa berat. Ia menghadapi musuh dengan presisi mematikan.
Elina menatap Alex dengan perasaan campur aduk. Takut, kagum, dan lega sekaligus. Setelah semua aman, Alex menoleh pada Elina.
“Kamu sudah lihat sendiri kan, Elina. Dunia ini kejam, aku bisa melindungimu, tapi musuh akan selalu mencoba dan terus mencoba menyerang" ucap Alex tegas.
Beberapa hari setelah ancaman itu datang, Alex kembali mengajari Elina strategi baru dalam menghadapi situasi darurat. Bagaimana menilai membaca gerak gerik musuh dan langkah-langkah menyelamatkan diri saat keadaan mendesak. Ia mulai memahami dunia Alex lebih dalam.
Elina menyadari satu hal, hidupnya kini bukan sekedar keselamatannya sendiri, tapi setiap orang yang ada disekitarnya. Elina meyakinkan diri bahwa, ia harus belajar bertahan, memahami aturan dan beradaptasi dengan dunia mafia yang keras.
Dipikiran Elina saat ini, ia merasa kagum dan takut terhadap Alex. Pria kejam itu protektif dan misterius, namun ia satu-satunya yang bisa memberikan Elina kesempatan untuk bertahan hidup.
Malam itu, Elina mencoba menutup mata dan menenangkan diri. Ia sadar ancaman akan terus datang, tapi hari ini ia belajar hal penting. Ia sudah bisa bertahan berkat pelajaran yang ia dapat dari Alex dan tekadnya yang kuat untuk terus belajar. Elina mulai menemukan kekuatan baru yang sebelumnya tidak dia sadari.
Elina merasa aman jika Alex berada di dekatnya. Ia kembali mengingat bagaimana Alex berusaha untuk melindunginya, bagaimana ia waspada dan berusaha untuk menjaganya.
Alex berada diruang kerjanya. Ia merasa gelisah karena Marco sudah tahu keberadaan Elina. Bagaimana ia berusaha menyuruh anak buahnya untuk berusaha masuk ke dalam rumah Alex.
"Aku harus lebih meningkatkan keamanan rumah ini" ucap Alex sambil memukul meja kerjanya.
Ia tak berhenti memikirkan Elina, disatu sisi Alex hanya memanfaatkan hutang yang dimiliki ayah Elina. Ia hanya ingin Elina berada disisinya dan memastikannya aman. Alex kini tahu apa arti Elina bagi dirinya, Ia merasa gelisah setiap dia jauh darinya.
Sekarang Alex merasa dunianya hanya berputar pada Elina tanpa ia sadari. Alex menyadari bahwa ia telah jatuh cinta pada Elina dan tidak akan membiarkannya terluka.
Elina tak bisa tidur, ia berjalan pergi ke balkon di malam hari. Alex yang sama sepertinya tak bisa tidur dan melihat Elina berada dibalkon, ia menghampiri Elina.
" Kenapa kamu belum tidur?" tanya Alex.
"Aku tidak bisa tidur" jawab Elina.
"Aku tau kenapa kamu tidak bisa tidur, mungkin karena kejadian tadi" ucap Alex.
"Bisa dibilang iya bisa juga tidak, aku hanya berpikir kenapa kamu bisa masuk ke dunia ini, dunia yang begitu menyeramkan" ucap Elina.
Mendengar itu Alex kembali mengingat kejadian dimana keluarganya dibunuh waktu dia masih berusia 18 tahun. Melihat Elina yang ingin tahu, Alex pun menceritakan pada Elina.
"Dulu waktu aku berusia 18 tahun, aku mempunyai Ayah, Ibu dan adik perempuan, tapi mereka tewas dibunuh oleh seseorang yang sampai saat ini aku masih mencari tahu siapa sebenarnya dibalik pembunuhan keluargaku saat itu" ucap Alex.
Elina kaget mendegar cerita Alex sekaligus takut. Ia merasa kasihan pada Alex dan mencoba untuk menghiburnya.
"Suatu saat semua pasti akan terungkap dan kamu akan menemukan siapa orang yang sudah membunuh keluargamu" ucap Elina lembut, ia tak sadar memegang wajah Alex.
Seketika Wajah Alex memerah, bukan karena marah. Tapi ia merasa canggung. Elina sadar dan segera menarik tangannya dan meminta maaf.
"Maaf.... Aku tidak sengaja" ucap Elina terbata-bata dan merasa malu.
"Tidak apa-apa, mungkin kamu merasa kasihan padaku, sehingga tak sadar" ucap Alex menatap kota di bawah sana yang bersinar karena lampu dimalam hari.
"Tidak, jangan salah paham..... Aku hanya merasa kamu orang yang kuat dan berani, kamu sudah bertahan sampai saat ini sudah sangat luar biasa, sekarang aku memahami kenapa kamu bisa masuk di dunia yang berbahaya ini" ucap Elina pelan.
Mereka berdua saling menatap cukup lama. Sekarang Elina lebih memahami Alex, ia tersenyum dan menatap lurus ke depan. Alex merasa Elina mulai nyaman berada di dekatnya.
kak lanjut epsd 3 dong 🔥🔥