NovelToon NovelToon
Turun Ranjang: Pernikahan Balas Dendam

Turun Ranjang: Pernikahan Balas Dendam

Status: tamat
Genre:Pengganti / Cinta setelah menikah / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:750.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Santi Suki

Tarissa terpaksa mengikat janji suci dengan Nafandra, bukan karena cinta, melainkan demi melindungi Keanu dari cengkeraman Keluarga Brawijaya yang kejam. Di balik pernikahan ini, Tarissa menyimpan dendam membara. Ia bertekad mengungkap kebenaran di balik kematian tragis Nessa, yang kecelakaan itu ternyata adalah pembunuhan berencana yang didalangi oleh keluarga suaminya sendiri.

Takdir mempertemukan Tarissa dengan sebuah buku harian milik Nessa. Lembaran demi lembaran mengungkap rahasia kelam dan misteri yang selama ini tersembunyi rapat di balik tembok megah Keluarga Brawijaya. Setiap kata yang Tarissa baca, membawanya semakin dekat dengan bahaya. Mampukah Tarissa mengungkap kebenaran dan membalaskan dendam Nessa, atau justru ia akan menjadi korban selanjutnya dari keluarga Brawijaya yang penuh intrik dan kekuasaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Bab 26

Tarissa pergi ke dapur untuk ambil air minum. Kebetulan air di dalam poci yang biasa tersedia di kamar habis. Wanita itu punya kebiasaan minum air yang dimasak, bukan air galon. 

Ketika Tarissa akan masuk ke dapur, terdengar percakapan tiga orang pembantu di sana. Wanita itu pun bersembunyi di balik dinding untuk mendengarkan pembicaraan mereka.

"Tengkorak itu siapa, ya?" tanya Adelia.

"Pastinya itu tengkorak sudah lama terkubur di dalam sana," jawab Bi Ani.

Kedua pembantu itu duduk sambil menyiangi sayuran yang akan di masak untuk nanti makan malam. Sementara Mbok Darmi sedang membuat puding susu pesanan Keanu.

"Mbok Darmi, Mbok 'kan sudah lama kerja di sini. Kira-kira tahu enggak itu tengkorak siapa?" tanya Adelia.

Tangan Mbok Darmi yang sejak tadi mengaduk-aduk bahan puding di panci sejenak terhenti. Lalu dia berkata, "Entahlah. Mbok juga tidak tahu."

"Mbok Darmi yang sudah bekerja di sini hampir selama 40 tahun saja tidak tahu, pasti itu tengkorak dari zaman penjajahan, ya?" celetuk Adelia sambil tertawa kecil.

"Hush! Kamu itu kalau ngomong suka seenaknya saja. Kalau itu tengkorak sudah ada sejak zaman penjajahan, pas Nyonya Yuniar mau menanam pohon mangga pasti ketahuan saat menggali tanah," ujar Bi Ani.

"He-he-he, bener juga, ya! Kalau begitu itu tengkorak di kubur di sana setelah Nyonya menanam pohon mangga-nya," balas gadis berambut hitam panjang itu.

Adelia dan Bi Ani cekikikan karena wanita paruh baya itu memukul kepala si gadis dengan menggunakan batang bekas daun katuk. Keduanya bercanda saling memukul dan tertawa.

"Bisa jadi. Sepertinya mendiang Tuan Bara dan Nyonya Yuniar tidak tahu ada orang yang dikubur di sana," kata Bi Ani sambil membereskan bekas batang daun katuk.

"Dengar-dengar, katanya dulu ada orang yang hilang di rumah ini sebelum kematian Nyonya Yuniar," kata Adelia pelan, tetapi masih bisa didengar oleh Bi Ani, Mbok Darmi, dan Tarissa yang ada di balik dinding.

"Apa? Jangan buat berita hoax kamu!" tukas Bi Ani.

"Beneran. Tadi aku mendengar langsung Nyonya Ayu bicara dengan seseorang di telepon. Dia bilang tengkorak itu bisa saja orang yang menghilang puluhan tahun yang lalu. Tadi Nyonya Ayu juga mengatakan nama Muis dan Darsih apa Marsih, eh, bukan. Kalau nggak salah Narsih. Iya, Narsih. Itu dua nama orang yang di sebut oleh Nyonya Ayu. Aku jadi penasaran siapa kedua orang itu, ya?" jelas Adelia.

Tarissa menutup mulutnya agar suara dia tidak ada yang mendengar. Dia terkejut, ternyata Mami Ayu tahu kepada Kang Muis dan Narsih.

'Apa Mami Ayu juga ada hubungannya dengan menghilangnya kedua orang itu?' batin Tarissa.

'Bukannya Papanya Nafandra menikah dengan Mami Ayu enam bulan setelah kematian Mama Yuniar?' lanjut wanita itu.

'Isssh, bodoh benar aku ini! Tentu saja Mami Ayu tahu, dia kan berteman dengan Mama Yuniar,' tambah Tarissa.

"Hei, kalian berdua! Jaga berbicara kalian. Kalau sampai Tuan Nafandra tahu kalian menyebarkan gosip yang tidak benar, bisa saja kalian di masukan ke penjara," ucap Mbok Darmi dan membuat kedua perempuan itu langsung terdiam.

Terlihat Pak Budiman berjalan menuju arah dapur, Tarissa pun buru-buru berjalan ke dapur sebelum kepergok sedang menguping pembicaraan ketiga orang pembantu itu.

"Mbok, ada yang ingin aku bicarakan," kata Tarissa sambil meletakkan poci di atas meja.

Adelia dan Bi Ani langsung pergi meninggalkan dapur. Bersamaan dengan itu, Pak Budiman masuk ke dapur.

"Wah, kebetulan sekali ada Pak Budiman juga. Sini duduk! Ada yang ingin aku tanyakan sama kalian berdua," ujar Tarissa.

Ketiga orang itu duduk saling berhadapan yang terhalang oleh meja. Mbok Darmi dan Pak Budiman duduk bersisian.

"Aku ingin tahu tentang laki-laki yang dipanggil Kang Muis dan perempuan yang bernama Narsih," kata Tarissa to the point.

Wajah Mbok Darmi dan Pak Budiman menegang seketika. Terlihat jelas kalau keduanya mengetahui sesuatu.

"Untuk apa Nyonya menanyakan hal itu?" tanya Pak Budiman.

"Karena Mami Ayu menyebutkan dua nama itu. Bisa saja tengkorak tadi adalah salah satu dari mereka," jawab Tarissa. "Jadi, ceritakan tentang dua orang itu. Kalau Mami Ayu tahu tentang mereka, pastinya kalian berdua juga kenal mereka."

Mata Pak Budiman dan Mbok Darmi saling melirik. Pergerakan itu tidak luput dari perhatian Tarissa.

"Mereka adalah dua orang pekerja yang dahulu kabur dari sini tanpa di ketahui oleh siapapun," ucap Pak Budiman.

"Jika sudah tidak betah bekerja di sini seharusnya pamit baik-baik. Bukan malah kabur," lanjut Mbok Darmi

"Sepertinya mereka tidak kabur. Tapi, dibunuh. Lalu mayatnya dikubur di suatu tempat di area rumah ini. Buktinya tadi ditemukan kerangka tengkorak. Sekarang polisi sedang mengidentifikasi tulang belulang itu milik siapa. Jika itu terbukti dari salah seorang dari dua orang yang hilang itu, maka kemungkinan kalian berdua, Mami Ayu, dan Nafandra akan dimintai keterangan oleh polisi," kata Tarissa.

Wajah Pak Budiman dan Mbok Darmi menjadi pucat. Keringat pun mulai membasahi kening mereka.

***

Tarissa membuka grup di handphone cadangan. Bagaskara dan Adimas sedang membahas masalah penemuan tengkorak.

Bagaskara

[Jadi, kemungkinan tengkorak itu Kang Muis?]

Adimas

[Ya. Jika dilihat dari kerangka, itu adalah kerangka laki-laki.]

[Bukannya orang yang dipanggil Kang Muis itu hilang, sampai sekarang belum di temukan keberadaannya?]

Bagaskara

[Ya, benar. Apakah ini kasus pembunuhan? Karena tidak mungkin kalau Kang Muis meninggal dengan cara normal. Mayatnya saja di kubur di bawah pohon.]

Tarissa

[Kalian tahu, tidak? Ternyata Kang Muis itu adalah suaminya Mbok Darmi. Ketika penemuan tengkorak tadi, ekspresi wajah Pak Budiman dan Mbok Darmi terlihat shock.]

Bagaskara dan Adimas tentu saja terkejut dengan informasi ini. Karena tidak tertulis di dalam laporan polisi terdahulu. 

Tarissa juga memberi tahu kalau gudang yang ada di belakang itu dulunya adalah rumah untuk Kang Muis dan Mbok Darmi. Wanita itu sampai harus menginterogasi Pak Budiman dan Mbok Darmi akan kasus yang pernah terjadi di rumah keluarga Brawijaya. Baru diketahui kalau keduanya baru menikah secara agama belum terdaftar di KUA. 

Menurut pengakuan Mbok Darmi, keluarga Kang Muis melarang menikahi wanita dari suku wanita itu. Kata leluhur mereka hal itu pamali. Berbeda dengan keluarga Mbok Darmi, hal itu tidak masalah, karena tidak ada pantangan. 

Tarissa

[Kata Mbok Darmi, ketika memberi tahu tentang Kang Muis kepada keluarganya, mereka menyalahkan dirinya dan mengatai-ngatai dengan ucapan yang bikin sakit hati. Dirinya juga tidak dianggap menantu oleh keluarga Kang Muis.]

Bagaskara

[Kalau tengkorak itu diperkirakan adalah Kang Muis, lalu Narsih di mana?]

[Tarissa mumpung lagi heboh ditemukan kerangka tengkorak di kediaman Brawijaya, kamu korek informasi dari Nafandra, Pak Budiman, dan Mbok Darmi. Diam-diam kamu rekam pembicaraan kalian]

Adimas

[Sekalian kamu tanyakan hubungan pertemanan mereka di zaman dulu seperti apa?]

Tarissa

[Oke.]

***

Nafandra menatap Tarissa dengan begitu dalam. Mereka duduk bersisian sambil saling menatap.

"Maafkan aku. Aku melakukan itu karena penasaran. Bisa saja orang yang mencelakai Nessa adalah orang yang melakukan pembunuhan di masa lalu," kata Tarissa.

Nafandra mendapat laporan kalau Tarissa menanyai orang-orang di rumah tadi menjelang sore hari. Sang istri agak menekan dan memaksa Pak Budiman dan Mbok Darmi tentang pembantu yang pernah hilang atau kabur tiba-tiba dari kediaman Brawijaya. Laki-laki itu tidak suka Tarissa ikut campur dengan kasus yang terjadi di rumahnya.

"Apa hubungannya dengan Nessa?" tanya Nafandra.

"Ya, bisa saja Nessa tanpa sengaja tahu kejahatan orang itu. Untuk membungkamnya, maka Nessa dicelakakan sampai meninggal agar kejahatannya tidak terbongkar," jawab Tarissa. 

'Ah, bisa saja ini alasan Nessa dicelakai! Nessa memegang kartu AS si pelaku. Ketika ada kesempatan, maka si pelaku membungkam dia selama-lamanya agar rahasianya tidak terbongkar,' batin Tarissa. Wanita itu jadi kepikiran hal ini.

Alis Nafandra menukik sebelah. Dia terlihat sedang berpikir keras. Karena apa yang diucapan oleh Tarissa ada kemungkinan bisa seperti itu. 

"Jadi, sudah sejauh mana kamu mencari tahu tentang kecelakaan Nessa?" tanya Nafandra.

"E, itu ...."

Tiba-tiba di tanya seperti itu membuat Tarissa gugup. Apakah dia harus jujur atas semua infonya yang dia punya. Dia takut nanti laki-laki itu mengacaukan penyelidikan yang diam-diam sedang dilakukannya.

"Kenapa diam saja? Apakah aku termasuk dalam daftar orang yang kamu curigai sebagai dalang kecelakaan yang menimpa Nessa?" tanya Nafandra.

***

1
rara🍁🍃🦋
mesti kepala pelayan laki laki mbi mbok darmi
Endang Werdiningsih
ohhhh ternyata pak budiman ga terlibat,,maaf ya pak budiman,,dikoment seblom'a aku mencurigai pak budiman kerjasama sama mbok darmi🤭
Endang Werdiningsih
kok curiga sama mbok darmi dan pak budiman yg membunuh Muis karena mereka terlibat cinlok,,dan mama Yuniar sempet melihat pembunuhan itu maka'a sama pak budiman diterror hingga bundir...
kalo nafandra yg membunuh lalu motif'a apa...
Evi Goenharto
lag gmn sih Tarissa, kan td udh dijelasin kalo Nessa itu bohongin Andra kalo yg nolongin Andra itu Nessa...baru tau setelah nikah bukan sbg pelampiasan makanya dia marah ama Nessa...
sbnrnya yg dia cintai itu ya Tarissa, pake nduga2 lg
Ra~~~~~
Novelnya bagus banget g mudah ditebak 😍
🌸 Sunshine 🌸: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Annie Soe..
Kereen ,,, asli kereenn thor karya dikau satu ini thor,,
Ga cukup sekali bacanya,,
Misterinya dapat, romancenya juga dapet,,
Tengkyu, sehat selalu & hasilkan karya2 yg ga kalah bagusnya..
🌸 Sunshine 🌸: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Jumi Eko
Bagus
Ila Lee
wahdu pak CEO tersalah bicara kerana terlalu kuatir sama nyonya nrdra 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ila Lee
kenapa tidak mahu pindah kerumsh buat yg tidak berkaitan dengan pembunuhan waktu itu dulu kntidak y tahu tapi sekarang d sudah tu kn seram
Ila Lee
Alhamdulillah akhirnya terissa dan nafandra saling meg maafkan saling melepas rindu semoga jodoh kalian hanya maut yg memisahkan ❤️❤️❤️❤️❤️
Ila Lee
semua orang m punya masa lalu jdi terima lh dengan Berlapang dada yg paling penting keikhlasan
Ila Lee
arwah suami MU tahu kamu sudah bahagia ndra jdi pulang ikhlas kn kesian Keanu pasti mencari mamanya terus😭😭😭😭😭
Ila Lee
terissa jgn lh membuat keadaan semakin rumit tanya hati ni apa perasaan MU terhadap nafandra suka benci atau cinta tepuk dada tanya selera 🥰🥰🥰🥰🥰
Ila Lee
jgn sampai kau meyesal di belakang hari terissa
Ila Lee
aku juga tidak faham dengan acara pemikiran terissa 😝😝😝
Ila Lee
akhirnya muncul sifat terissa yg suka marah2 dan memaki 2 suami
Ila Lee
jgn buat keputusan terburu-buru ingat kau di amanahkan untuk menjaga Keanu oleh Nissa
Ila Lee
jgn 2 tersisa hamil ya emosi nya tak menentu 😂😂😂
Ila Lee
wahdu byk ajer yg iri hati biar terbiasa menikah dengan adik ipar nya jika tidak tahu cerita itu mulut diam 😡😡😡😡
Ila Lee
betul terbiasa yg lalu biar lh berlaku Nissa juga sudah tenang di sana buka n buku baru ingat suami itu mangsa kekejaman dan adat dengki oleh orang terdekat nya apa kamu sanggup nafandra trauma kembali jdi fikir2 kn lah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!