NovelToon NovelToon
Biarkan Aku Menyerah

Biarkan Aku Menyerah

Status: tamat
Genre:Poligami / Romansa / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:12M
Nilai: 4.8
Nama Author: Pasha Ayu

Dalam rumah tangga, CINTA saja tidak cukup, ... Masih diperlukan kesetiaan untuk membangun kokoh sebuah BIDUK.

Namun, tak dipungkiri TAKDIR ikut andil untuk segala alur yang tercipta di kehidupan FANA.

Seperti, Fasha misalnya; dia menjadi yang KEDUA tanpa adanya sebuah RENCANA. Dia menjadi yang KEDUA, walau suaminya amat sangat MENCINTAI dirinya. Dia menjadi yang KEDUA, meski statusnya ISTRI PERTAMA.

Satu tahun menikah, bukannya menimang bayi mungil hasil dari buah cinta. Fasha justru dihadapkan kepada pernikahan kedua suaminya.

Sebuah kondisi memaksa Samsul Bakhrie untuk menikah lagi. Azahra Khairunnisa adalah wanita titipan kakak Bakhrie yang telah wafat.

Tepatnya sebelum meninggal, almarhum Manaf memberikan wasiat agar Bakhrie menikahi kekasihnya yang telah hamil.

Wasiat terakhir almarhum Manaf, akhirnya disetujui oleh Bakhrie dan keluarganya tanpa melihat ada hati yang remuk menjadi ribuan keping.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pasha Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAM DUA ENAM

lTuntutan King Miller terhadap Azahra tidak main- main, wanita itu sampai dijatuhi vonis hukuman 15 tahun penjara. Di rumah sakit, Bachrie menemani wanita itu melahirkan.

Sudah sedari tiga bulan kehamilan, bayi ini diterpa banyak masalah.

Pernah hampir keguguran, hampir menyerah, bahkan Azahra hampir bundir saat Fatima datang dan mengatakan akan mengambil anaknya lalu membuangnya.

Cacian, biarkan kau membusuk di penjara, Zahra! Begitu menyayat hatinya. Setidaknya, saat Fasha dicaci, masih ada keluarga Miller.

Namun, lihatlah bagaimana Azahra terkurung di balik jeruji besi? Bahkan ibu angkat yang selama ini menjadi sekongkolannya pun tak dapat membantu apa- apa.

"Terus, Buk, tarik napas!" Azahra berteriak dan bayi itu segera meluncur untuk kemudian disambut oleh tangan dokter.

Bachrie bersyukur, putrinya telah dilahirkan setelah satu setengah bulan yang lalu Abrar putra pertamanya lahir. "Ada apa Dok?"

Bachrie menatap Dokter yang sedang berusaha memeriksa bayinya. Bukan apa- apa, Bachrie kian cemas karena menangkap raut panik dokter tersebut.

"Kenapa tidak menangis, Mas?!"

Azahra sudah lega bisa melahirkan didampingi suaminya, tapi kenapa bayi yang akan dia jadikan alasan kembali, harus mengalami masa kritis.

"Ada apa dengan anak saya Dok?" Azahra ingin tahu lebih lanjut, dan di menit kemudian dokter itu menampilkan wajah pasrah.

"Maafkan kami," katanya lirih.

"Hiks!" Azahra terisak, bahkan meraung keras sambil meronta. "Anakku!! ... Anakku pasti baik- baik saja!!"

Bachrie mengusap wajah yang lelah. Bertubi- tubi sekali masalah yang dia lewati. Kemarin, dirinya baru saja kehilangan Fasha, dan hari ini, Bachrie harus kehilangan putrinya.

"Ini karena mu, Mas! Harusnya kamu jaga aku, kamu rawat aku, kamu lindungi aku supaya anak kita selamat!!" teriak Azahra.

Bachrie sudah mau pecah kepalanya, lelaki itu keluar dari ruangan. Dan memukul dinding yang melukai buku- buku di tangannya.

Ibunya ingin cucu, mengambilnya dari Fasha tak mungkin, dan dari Azahra pun tiada. Dia menghamili dua wanita sekaligus tapi tak satupun anak yang Fatima gendong.

"Mas Bachrie, tanggung jawab!!" Azahra di dalam terus berteriak keras.

Kondisi kejiwaan wanita itu memang sedang terganggu akhir- akhir ini, itulah makanya beberapa perawat segera menyuntikkan penenang.

Sudah sekuat tenaga Azahra bertaruh nyawa demi bayi yang dia dapatkan dari benih Bachrie. Sayangnya, tak sempat menangis, bayi itu mengembuskan napas terakhir.

Sering Bachrie mendatangi Azahra sebelum hari ini pun, tapi ketika Azahra merayunya, Bachrie rasa, hasrat yang dulu berapi- api hilang bak tinggal abunya.

Pernah ia mencoba untuk membalas ciuman Azahra yang dulu begitu membuatnya terlena dan membara, kini tak lagi sama.

Entahlah, mungkin mood-nya yang tidak bisa, atau dia sudah tak lagi memiliki hasrat itu karena seringnya menghadapi masalah.

...][∆°°°°^°°∆°°^°°°°∆][...

Empat bulan kemudian.

"Masha Allah, ... Cantik sekali." Aisha memuji putrinya yang baru keluar dengan busana formal. Hari ini, Fasha akan membawa Baby Abrar ke kampus ayahnya.

Layaknya dahulu sebelum menikah dengan Bachrie, Fasha akan kembali mengajar seperti biasanya. Yah, hidup harus tetap berjalan dengan atau tanpa Bachrie.

"Mulai lagi hidup barunya. Keluarkan lagi tawa yang selama ini tersimpan." Aisha mengusap kepala Fasha dengan kelembutan.

"Acha mau hidup Acha yang dulu kembali, ... Acha mau hidup Acha ceria lagi. Dan sekarang, ... tidak akan sulit." Fasha lantas menoleh ke stroller bayinya.

"Karena Mama punya Abrar!" Bayi itu terkekeh geli mendapatkan sapaan ibunya.

Ah, Tuhan, ternyata Abrar begitu cepat gendut seperti ini. Sudah enam bulan, sudah mulai belajar MPASI, Fasha menikmati setiap detik bersama putranya.

Dulu, hidupnya hanya soal Bachrie saja, dia terus menerus menangisi Bachrie seolah dunia yang dia miliki hanya untuk Bachrie.

Namun, lihat saja bagaimana cara Abrar tampan yang sangat mirip dengan Bachrie itu tersenyum menyemangati harinya. Fasha tak pernah kehilangan mood walau sesaat.

"Ini hari pertama kita mengajar." Fasha mengepal kuat tangannya, dan Abrar kembali tertawa menggemaskan. "Uuh, ganteng-nya."

...][∆°°°°^°°∆°°^°°°°∆][...

Pukul 09 pagi, di FAI, (fakultas agama Islam) milik Millers corpora. Pria itu baru menilik ujung jarum yang berputar setiap menit di balik kaca jam tangannya.

Matanya baru santai melenggang ke arah pintu, lalu turun ke meja kerjanya dan sontak kembali terangkat sesaat setelah sadar jika di depan sana telah hadir wanita cantik yang tersenyum melewati pintu.

"Masha Allah, Buk Fasha." Orang- orang bahkan menyambut kedatangan wanita itu dengan berbondong- bondong mendekat.

Juga, menatap bayi yang tersenyum di atas stroller hitam itu. "Masha Allah, Tuan muda punya Pak King Miller sangat tampan."

"Terima kasih, para Aunty!" Fasha lalu duduk di sebuah kursi. Agaknya, di sana lah Fasha akan duduk setiap harinya.

Gantara beranjak dari lamunan, setelah Lelaki di sebelahnya berdehem. "Anak keturunan founder kampus datang, Ustadz."

Gantara bukan tidak tahu, dia justru bisu karena terpaku, hingga terlalu kaku, kelu, gagu, bahkan gugup.

Yah, harus bagaimana dia menyapa Fasha, karena terakhir kali dia menyapa Fasha, wanita itu diam melamun tak mengindahkan suaranya.

"Ini minuman buatan Fasha loh."

Gantara menelan saliva telak seketika Fasha berkeliling demi membagikan minuman botol yang katanya buatan sendiri.

"Assalamualaikum, Bang Tara."

Yah, Gantara merasa jantungnya tak berdetak untuk sesaat hingga dengan tak disengaja tangannya meraba dadanya sendiri.

"Bang Tara!"

"Mmmh, ... I-iya." Gantara tersenyum lalu meraih botol minum yang Fasha ulurkan.

"T-terima kasih." Gantara rasa lega karena sudah bisa bernapas seketika Fasha melewati meja kerjanya.

"Mulai hari ini, Fasha bergabung di fakultas ini lagi, dan untuk yang baru pernah melihat saya, perkenalkan nama saya Fasha."

1
WHATEA SALA
Saya parnah di komeni penulis seperti author bilang,ya kaget aja...padahal komen ku gak membahas author nya "bikin cerita kok gini" cuma kesel sama si peran dalan ceritanya" ...ya sudah aku bilang"klu gak boleh komen ya maaf"gitu aja sih😁😁
WHATEA SALA
Azara sudah terbongkar kedoknya,mungkinkah fasha mau kembali pada bakrie..?? berharap sih enggak
WHATEA SALA
Klu masih cinta kenapa pulang ke indonesia,pake marah nangis kecewa..di nikmati aja apa yang terjadi meskipun sakit yang penting kan cinta..cinta...cinta,makan tu cinta klu sudah sampai muntah2 masih bilang masih cinta kah....!!??
WHATEA SALA
Syukurin kena tuduh...sudah suami di ambil orang e sok2an peduli sama anak nya,tinggal panggil emaknya kasih tau anak nya nangis
WHATEA SALA
Sombong amat anak nya miller tapi sombong mu gak ada guna karna suamimu nikah lagi....masih mau bertahan..??
WHATEA SALA
Preettt....mulai agama jadi sasaran
WHATEA SALA
oalah....fasha plus mu tambah😩😩
WHATEA SALA
Pergi aja fasha...kesannya kok seperti rebutan minta di kelon,pada kurang kerjaan,uuuphs...maaf cuma komen
WHATEA SALA
Andai bakrie dapat wasiat untuk terjun dari gedung mencakar langit kira kira mau gak ya...? ya jelas gak maulah karna tidak menguntungkan dan ada orang tercinta yang akan menangisin nya tapi wasiat ini sangat menguntungkannya walau ada hati tersakiti.keren ya laki laki macam ini
Eli Elieboy Eboy
𝑏𝑖𝑎𝑟 𝑔𝑎𝑘 𝑗𝑑 𝑑𝑢𝑑𝑎 𝑛𝑔𝑒𝑛𝑒𝑠 𝑙𝑜🤣🤣🤣
Eli Elieboy Eboy
𝑘𝑒𝑟𝑒𝑛 𝑔𝑎𝑘 𝑡𝑢ℎ 𝑠𝑚𝑢𝑎 𝑏𝑎𝑙𝑎𝑠𝑎𝑛 𝑘𝑎𝑡𝑎2 𝑑𝑟 𝑔𝑎𝑛𝑡𝑎𝑟𝑎 𝑏𝑢𝑎𝑡 𝑏𝑎𝑐ℎ𝑟𝑖𝑒 🤣🤣🤣
Eli Elieboy Eboy
𝑖𝑡𝑢 𝑏𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑐𝑖𝑛𝑡𝑎 𝑢𝑔𝑎𝑙2𝑎𝑛 𝑡𝑝 𝑐𝑖𝑛𝑡𝑎 𝑒𝑔𝑜𝑖𝑠 𝑦𝑔 𝑔𝑎𝑘 𝑚𝑎𝑢 𝑚𝑎𝑛𝑡𝑎𝑛 𝑖𝑠𝑡𝑟𝑖 𝑑𝑖 𝑚𝑖𝑙𝑖𝑘𝑖 𝑝𝑟𝑖𝑎 𝑙𝑎𝑖𝑛 😡😡😡
Eli Elieboy Eboy
🤣🤣🤣 𝑝𝑎𝑛𝑎𝑠 𝑑𝑖𝑛𝑔𝑖𝑛 𝑑𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑔𝑖𝑔𝑖𝑙
Retno aja
bener nabeel jangan sama ayana
Eli Elieboy Eboy
𝑘𝑤 𝑚𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑖𝑡𝑢 𝑟𝑎𝑠𝑎 𝑘𝑒𝑏𝑜𝑠𝑎𝑛𝑎𝑛 𝑚𝑢 𝑦𝑔 𝑘𝑤 𝑢𝑐𝑎𝑝 𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑘𝑒 𝑎𝑐ℎ𝑎.... 🤣🤣🤣
Eli Elieboy Eboy
𝑚𝑎𝑚𝑝𝑜𝑠 𝑘𝑤 𝑏𝑎𝑐ℎ𝑟𝑖𝑒
Sari Nilam
Bahrie...ampun deh gamon ...
fasha udah bahagia ngapain masih ngarepin sesuatu yang sudah kamu buang dan abaikan. Gimana rasaya...nano nanokan
Mama lilik Lilik
ceritanya bagus banget suka, terimakasih KK author semoga sukses selalu buat karya yg menarik lagi, terimakasih banyak🙏
Sari Nilam
bachrie laki2 gak punya urat malu sama dengan umminya yang angkuh.
acha sudahlah untuk apa masih peduli sana manfan syami dan mertua jahat
Sari Nilam
mantap cha...hiduplah bahagia dengan anakmu yang sempat diragukan oleh suami bodohmu itu. Biarkan bachrie menyesal seumur hidupnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!