NovelToon NovelToon
Pembalasan Istri Yang Tersakiti

Pembalasan Istri Yang Tersakiti

Status: tamat
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Berubah manjadi cantik / Tamat
Popularitas:17.7M
Nilai: 4.6
Nama Author: Kirana Pramudya

Saat suamimu merundungmu dan mengataimu hanya karena fisikmu yang berukuran XXL, bagaimanakah perasaanmu?

Kanaya Salsabilla, Penulis Novel Digital yang harus menerima kenyataan bahwa suaminya merundungnya, melakukan kekerasan verbal, hingga bermain api dengan mantan terindahnya di depan matanya.

Darren Jaya Wardhana, Direktur Pemasaran Jaya Corp yang merupakan pria mapan dan gagal move on dari cinta masa lalunya itu, justru memperlakukan Kanaya sebagai istrinya dengan buruk.

Di satu sisi, ada Bisma Adi Pradana, seorang Dokter yang membantu Kanaya dan terus memotivasi gadis itu untuk mengubah penampilannya.

"Tidak ada yang lebih menyakitkan selain hidup seatap dengan suami yang terang-terangan terjebak dengan mantan terindanya." Kanaya Salsabilla.

"Aku menolakmu. Menikahi Kalkun Jelek sepertimu, justru membuatku mendapatkan kutukan." Darren Jaya Wardhana.

"Teruslah berusaha, karena pintu selalu terbuka bagi mereka yang mau berusaha dan tidak menyerah." Bisma Adi Pr

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kirana Pramudya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Istri Sah vs Mantan Terindah

Dengan mengendap-endap, Kanaya memasuki apartemen milik Darren. Waktu sudah menunjukkan jam 20.00 malam, dan dia baru sampai di dalam apartemen mewah itu. Dengan tangan bergetar, Kanaya membuka pintu apartemen Darren itu, kemudian dia mengedarkan matanya ke segala penjuru guna mencari-cari keberadaan Darren yang mungkin saja sedang berada di luar kamar tidurnya.

Perasaan was-was dan takut menjadi satu, sungguh sebenarnya Kanaya tidak ingin menjumpai Darren malam ini. Terus-menerus adu mulut dengan pria yang menjadi suaminya itu, benar-benar bisa menguras habis tenaganya dan menambahkan kadar emosinya. Maka dari itu, Kanaya memilih menghindari Darren sebisa mungkin.

Saat sorot matanya tidak mendapati keberadaan Darren, sontak rasa lega menjalari seluruh tubunya. Dengan cepat Kanaya berlari kecil masuk ke dalam kamarnya. Gadis itu segera merebahkan dirinya di atas tempat tidurnya, membuang rasa lelah setelah beberapa jam lamanya beraktivitas di luar rumah.

Malam ini, Dewi Fortuna masih menyelamatkanmu, Nay … setidaknya Darren tidak tahu jika kamu pergi dari apartemen hari ini. Kamu selamat karena saat ini Darren tidak berada di dalam apartemen ini, setidaknya kamu tidak beradu mulut dengan pria itu.

Merasa lega, Kanaya lantas membersihkan badannya di bawah guyuran air shower. Merilekskan tubuhnya dengan pancuran air hangat yang seolah menghilangkan segala lelahnya.

Hingga akhirnya, kini Kanaya berdiri di depan cermin yang ada di dalam kamarnya. “Jika kamu mau berusaha, pasti kamu bisa, Nay … semua hanyalah soal waktu. Lihatlah Dokter Bisma yang dahulu mengalami obesitas saja, dia telah menjadi pria yang memiliki berat badan proporsional. Jika kamu sabar dan konsisten, pasti bisa. Semoga lipatan di perut dan beberapa lemak yang ada di tubuhku ini akan segera hilang.” ucap Kanaya bergumam sembari memegangi lengannya yang besar karena timbunan lemak, perutnya yang berlipat dua kali, tentu juga karena menjadi sarang lemak di sana, area pantat, dan juga paha. Semua bagian itu menjadi sarang lemak di dalam tubuh Kanaya.

Usai itu, Kanaya kembali duduk dan menghadap laptopnya. Dia kembali menambahkan bab demi bab untuk novel terbarunya. Mengingat novel terbarunya ini, Kanaya sontak mengingat sosok Dokter Bisma. Gadis itu tiba-tiba tersenyum saat membayangkan seorang pria yang memiliki profesi seperti Bisma tengah berselancar dan membaca sebuah novel. Pemandangan yang langka, tetapi nyatanya memang Bisma membaca novelnya.

Mengingat pengakuan Bisma, Kanaya lantas tertawa dan teringat sosok Bisma. Namun, di satu sisi sekarang ada orang yang tahu bahwa Kanaya adalah seorang penulis novel. Profesi yang sekian lama berusaha ditutup-tutupi Kanaya.

Saat Kanaya menyelesaikan bab untuk menulisnya, terdengar pintu apartemennya terbuka, Kanaya hanya berpikir bahwa itu adalah Darren. Maka Kanaya menegakkan punggungnya, kemudian dia perlahan bangkit berdiri dari posisi yang sebelumnya tengah duduk, kemudian mengintip dari pintunya siapakah yang datang, Darren ataukah orang lain?

Seakan tak percaya, rupanya Sandra lah yang saat itu datang. Melihat karena bukan Darren yang datang, Kanaya segera keluar dari kamarnya dan berniat untuk mengetahui untuk tujuan apa Sandra datang ke apartemennya malam-malam begini.

“Ada perlu apa kamu ke sini?” tanya Kanaya perlahan.

Sandra hanya tersenyum dan memincingkan matanya. “Bukan urusanmu. Lagipula, aku terbiasa keluar masuk dari tempat ini. Darren yang memberikanku kartu aksesnya. Baru juga menjadi istri dari Darren Jaya Wardhana sudah merasa berkuasa.” ucap Sandra dengan sinis.

Sungguh Kanaya bahkan sama sekali tidak merasa berkuasa, tetapi mengapa justru Sandra bersikap sangat sinis kepadanya. Gadis itu berdiri dan menghela napasnya perlahan. “Ah, jadi … di sini ada perebutan kekuasaan antara istri sah dan mantan terindah.” Kanaya tersenyum dan menganggukkan kepalanya. “Sayangnya … aku tidak merasa berkuasa di sini. Aku hanya perlu mengingatkan justru seperti ini, kamu terlihat seperti seorang perebut lelaki orang. Euhm, apa ya sebutannya? Oh, iya … PE-LA-KOR.” ucap Kanaya dengan penuh penekanan.

Merasa dikatai sebagai seorang pelakor, Sandra pun naik pitam. Wanita itu maju beberapa langkah dan tangannya terangkat ke udara, telapak tangan itu tengah berancang-ancang untuk mendarat di pipi Kanaya. “Tutup mulutmu, wanita gemuk buruk rupa!” ucapnya seraya mendesis dan membawa tangannya untuk menampar wajah Kanaya.

Dengan sigap, tangan Kanaya juga terangkat ke atas, tangannya dengan cepat menyambar tangan Sandra sebelum telapak tangan ini mendarat di pipinya. Gadis itu tersenyum miring. “Jangan coba-coba memakai kekerasan. Karena bukankah ruangan itu menggunakan CCTV, aku bisa melaporkanmu kepada pihak yang berwajib sebagai tindakan kerasan dan akan dikenakan pasal hukum pidana.” sahut Kanaya dengan cepat.

Seolah kesal, Sandra menarik tangannya. Wanita itu mengibas-ibaskan tangannya. “Wanita sialan. Bagaimana bisa Darren memiliki istri sepertimu. Kamu lebih cocok menjadi pengantinnya Shrek. Lihatlah dirimu, dari atas kepala, hingga ujung kakimu sama sekali tidak ada yang menarik. Kupastikan, Darren tidak akan pernah melihatmu sebagai seorang wanita.”

Ucapan yang dilontarkan Sandra barusan sangat menyakiti hati dan perasaan Kanaya, dia adalah seorang gadis yang memiliki hati dan perasaan, dia juga adalah seorang putri yang tentunya dicintai oleh orang tuanya, tetapi sekarang lihatlah bagaimana orang-orang terus mencemoohnya hanya karena berat badannya yang terlampau besar.

Harga dirinya sangat tersakiti, tidak hanya itu Kanaya tiba-tiba menjadi begitu insecure dengan dirinya sendiri. Namun, Kanaya berusaha mengumpulkan keberaniannya untuk menghadapi Sandra saat ini.

“Ku akui, secara fisik aku memang tidak secantik dan selangsing dirimu. Sayangnya dunia itu begitu ironis, melabeli gadis cantik yang berdasarkan rupa, berat badan, dan semua hal yang bisa dipandang mata. Akan tetapi, martabatku jauh lebih mulia dibanding denganmu. Alih-alih mendekati pria yang sudah beristri, kenapa kamu tidak berusaha melepaskan Darren dan mencari pria yang lain. Bukankah dengan wajah dan body mu itu, kamu tinggal menunjuk siapa pria yang kau inginkan.” ucap Kanaya dengan menatap tajam pada Sandra.

Lagipula memang benar apa yang Kanaya ucapkan, dia memang tidak cantik dan menarik, tetapi seburuk-buruknya penampilan fisik Kanaya, dia tidak akan mengejar seorang pria yang masih beristri dan memberi dirinya jatuh pada pelukan pria yang belum menikahinya secara sah.

Bagi Kanaya, jelas di sinilah letak perbedaannya dengan wanita cantik yang kini berdiri di hadapannya. Sekalipun secara fisik dia menyadari bahwa dirinya buruk rupa, tetapi secara martabat dia lebih mulia.

Sandra pun mengedikkan bahunya. “Jika ada pria yang aku inginkan, maka hanya ada satu … pria itu adalah Darren. Siap-siap saja kamu kehilangan suaminya, karena cepat atau lambat, suamimu itu akan menjadi suamiku juga.” ucap Sandra sembari mencemooh Kanaya, menyulut api bahwa tidak lama lagi dirinya akan menjadi istri dari Darren Jaya Wardhana.

1
Ran Tea
Luar biasa
esther
Kanaya kok kayak tsk ingat sama org tua angkat nya yg begitu syg sama dia pd hal jd dir keuangan di peeusahaan org tua angkt sadat kanaya ‘
esther
Kayana tdk usah terlalu menuntut sdh bersyukur dapat suami yg baik dr spesialis kok berlebihan seksli ‘
Casudin Udin
Luar biasa
v_cupid
😉
Puriah
anakku juga lancar bicaranya 3tahunan
Fily Barasi
Luar biasa
Hera Edrina
haddeh.badan gede apa gunanya??

tubruk aja itu laki laki..hingga terjungkal
Zahra Rika
lg gndut nya jg cantik lho
Zahra Rika
ak mendukung mu nay
y_res
perceraian emang dibenci Allah tapi dibolehkan jika mudharatx lebih banyak,,,
Nurhana
ya salah jg orang tua nya Daren klu ga cinta kenapa masih di paksa nikah itu nama nya ego nya orang tua lagian jg Kanaya kenapa mau aja di jodohin kesel jg baca novel ini
Yus Warkop
sakitkatkan? nikmatilah
Yus Warkop
iya yah kadang orang itu kalau lagi susah atau menemui kesulitan selslu merasa bahwa dia paling susah pdahal kadang udate sttus mersa paling teraniaya pdhal kalo kita lihat ke bawah banyak yg lebih menderita dari kita sungguh kita harus banyak"pandai bersyukur.

terimakasih thor atas ilmunya aku yg hanya tinggal baca novel dngan gratis , kadang suka ngeluh kalau nunggu lama up
Yus Warkop
kabar s daren gimna
Yus Warkop
semangat
Yus Warkop
rasain daren
Yus Warkop
naudzubillah khimindzalik zinah daren
Yus Warkop
rasain daren
Yus Warkop
bersyukur mertua baik adik ipar baik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!