NovelToon NovelToon
Menantu Kaisar Agung

Menantu Kaisar Agung

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Harem / Mengubah Takdir
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Zhao Ling'er

Ling Chen, pemuda cacat yang mati dalam kesepian, terbangun di dunia kultivasi sebagai pengawal rendahan di Kekaisaran Api Agung. Namun sebelum memahami takdir barunya, seorang putri kekaisaran tiba-tiba memilihnya sebagai suami di hadapan seluruh istana.

Di balik tubuh barunya tersembunyi Api Hitam kuno, kekuatan terlarang yang mampu mengguncang kekaisaran dan membakar langit. Terjebak dalam intrik politik, perebutan takhta, dan ambisi para pangeran, Ling Chen harus bangkit dari menantu yang diremehkan, menjadi penguasa yang ditakuti seluruh dunia.

Di dunia di mana kekuatan adalah hukum, ia akan membuktikan, yang hina hari ini, bisa menjadi Kaisar Agung esok hari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhao Ling'er, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 20

Tangga terakhir membawa Ling Chen, Qing Lin, dan Bai Yue Chan ke lapisan paling dalam reruntuhan: **Kuil Dewa Laut Abadi**. Ruangan itu luas seperti samudra dalam, langit-langitnya tertutup kristal biru yang memantulkan cahaya seperti bintang di dasar laut. Di tengah kuil, sebuah altar raksasa berbentuk trisula terbalik berdiri megah. Di atas altar itu, mengapung sebuah gulungan jade berukuran besar berwarna biru safir, memancarkan cahaya suci yang lembut tapi menekan seluruh ruangan—**Kitab Dewa Laut Abadi**.

Qi dari kitab itu begitu murni hingga membuat meridian mereka bergetar. Bai Yue Chan menelan ludah, matanya berbinar. “Itu… itu dia. Kitab yang kita cari! Lihat, cahayanya… seperti panggilan jiwa!”

Qing Lin mengangguk pelan, tapi auranya tetap waspada. “Kita sudah sampai. Tapi… aku merasakan banyak qi mendekat. Sekte lain pasti sudah tahu posisi kita.”

Ling Chen menggenggam trisula lebih erat. “Kita ambil dulu. Setelah itu, kita hadapi apa pun yang datang.”

Mereka bertiga mendekati altar. Saat kaki Ling Chen menyentuh tangga altar, kitab itu bergetar pelan, seolah mengenali Trisula Air Biru Abadi dan Jantung Nirwana di dada mereka. Cahaya biru safir menyala terang, membentuk formasi pelindung tipis di sekitar altar—ujian terakhir.

Ling Chen mengulurkan tangan, trisula diangkat tinggi. “Kami datang dengan hati murni dan ikatan keluarga. Berikan warisanmu kepada kami.”

Formasi pelindung bergetar, lalu membuka seperti bunga teratai yang mekar. Kitab Dewa Laut Abadi melayang turun, mendarat lembut di tangan Ling Chen. Saat disentuh, gelombang pengetahuan kuno mengalir ke pikiran mereka bertiga: teknik **Dewa Laut Abadi**, cara mengendalikan lautan sebagai ekstensi tubuh, menyatukan elemen air dengan segala elemen lain, dan bahkan petunjuk menuju Realm Raja Dewa.

Kultivasi mereka melonjak lagi—Ling Chen ke tingkat 7 Inti Emas, Qing Lin tingkat 8, Bai Yue Chan tingkat 6. Tubuh mereka terasa lebih ringan, qi mengalir seperti sungai tak terbendung.

Tapi kegembiraan itu tak bertahan lama.

Suara gemuruh terdengar dari semua arah. Dua puluh sekte terkuat yang berhasil melewati lapisan atas—termasuk Paviliun Es Abadi, Sekte Naga Ombak, Klan Karang Darah (yang kembali dengan bala bantuan), Sekte Hiu Langit, dan lainnya—menerobos masuk ke kuil secara bersamaan. Mereka muncul dari berbagai pintu masuk alternatif, auranya meledak penuh amarah dan iri.

Pemimpin Paviliun Es Abadi, seorang wanita dingin bernama Bing Xue’er, melangkah maju. “Kitab itu milik kami! Serahkan, atau mati di sini!”

Xue Hong dari Klan Karang Darah, yang sudah pulih luka sebelumnya, tertawa sinis. “Kalian bertiga beruntung sekali. Tapi sekarang, 20 sekte melawan 3 orang. Serahkan kitab itu!”

Bai Yue Chan menyeringai lebar meski situasi genting. “Wah, rame banget! Kalian semua mau rebut harta kami? Ayo coba aja! Keluarga Dewa Laut nggak takut!”

Ling Chen menatap mereka semua dengan mata tenang. “Kami tidak akan menyerah. Kitab ini sudah mengakui kami. Jika kalian ingin ambil, ambil dengan kekuatan kalian.”

Pertempuran meledak.

Dua puluh sekte menyerang bersamaan. Gelombang es dari Paviliun Es Abadi, tombak naga air dari Sekte Naga Ombak, duri karang darah dari Klan Karang Darah, gigitan hiu qi dari Sekte Hiu Langit—semua menyambar ke arah ketiganya.

Ling Chen mengayunkan trisula. “Formasi Keluarga Dewa Laut – Dewa Laut Abadi!”

Ketiganya menyatukan qi sempurna. Ling Chen di tengah dengan trisula, Qing Lin di kiri dengan perisai es nirwana, Bai Yue Chan di kanan dengan badai ombak peledak. Cahaya biru safir dari kitab menyatu dengan qi mereka, membentuk **Teratai Dewa Laut Raksasa**—bunga air raksasa berwarna jingga kebiruan yang melindungi mereka dan menyerang balik.

Ombak teratai itu berputar cepat, membakar es, mematahkan tombak naga, menghancurkan duri karang, dan menolak gigitan hiu. Serangan 20 sekte terhalang total, bahkan beberapa pemimpin terlempar mundur karena tekanan qi yang luar biasa.

Bing Xue’er terkejut. “Teknik ini… Dewa Laut Abadi?! Mereka sudah menguasainya?!”

Xue Hong meraung. “Serang lagi! Jangan biarkan mereka kabur dengan kitab itu!”

Tapi Ling Chen tak memberi kesempatan. Dia melompat maju, trisula diayunkan satu kali. **Gelombang Api Ombak Nirwana – Badai Dewa Laut** meledak—ombak raksasa yang menggabungkan api leluhur, air abadi, dan kekuatan Nirwana. Ombak itu menyapu seluruh ruangan, membakar qi musuh dan memurnikannya sekaligus.

Pemimpin-pemimpin sekte terhuyung, beberapa terluka parah. Yang lain mulai mundur, menyadari kekuatan ketiganya sudah melampaui mereka.

“Kita… kalah,” gumam Bing Xue’er, auranya melemah. “Mereka sudah menjadi penerus sejati.”

Xue Hong mengertak gigi. “Ini belum selesai! Kami akan balas dendam di luar reruntuhan!”

Dua puluh sekte mundur dengan tergesa, meninggalkan kuil dalam keheningan. Ling Chen, Qing Lin, dan Bai Yue Chan berdiri di tengah altar, napas tersengal tapi penuh kemenangan.

Bai Yue Chan langsung melompat memeluk keduanya. “Kita menang! Kitabnya milik kita! Keluarga Dewa Laut terkuat!”

Qing Lin tersenyum lembut, menyeka keringat di dahi Ling Chen. “Terima kasih, Chen. Tanpa kau… kami takkan sampai sini.”

Ling Chen memeluk mereka berdua, matanya menatap ke atas—ke arah langit yang samar-samar terlihat melalui celah reruntuhan. “Sekarang… kita pulang ke Pulau Dewa Laut. Dan setelah itu… aku akan kembali ke Yue Yan. Dengan kekuatan yang cukup untuk mengubah segalanya.”

Kitab Dewa Laut Abadi bercahaya lembut di tangan Ling Chen, seolah setuju dengan tekadnya. Reruntuhan kuno telah ditaklukkan, warisan diambil, dan keluarga kecil ini semakin tak terpisahkan.

Di luar, seratus sekte lain masih bertarung di lapisan atas—tapi di sini, di kedalaman terakhir, hanya tiga orang yang benar-benar menang.

1
Nanik S
Cukup menarik diawal
🄱🅃🅃🄷_Wₐₙg Yᵤₓᵢᵤ: hehehe, terimakasih 🙏
total 1 replies
Akagami
mantap
Akagami
Lanjit
Akagami
ok
Akagami
seru
Akagami
mantap
Akagami
Awal yang menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!