NovelToon NovelToon
GAURI, PENGANTIN PILIHAN DEVAN

GAURI, PENGANTIN PILIHAN DEVAN

Status: tamat
Genre:Dokter / Anak Yatim Piatu / Teen School/College / Romantis / Cintamanis / Idola sekolah / Tamat
Popularitas:887.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Devan kaget saat tiba-tiba seseorang masuk seenaknya ke dalam mobilnya, bahkan dengan berani duduk di pangkuannya. Ia bertekad untuk mengusir gadis itu, tapi... gadis itu tampak tidak normal. Lebih parah lagi, ciuman pertamanya malah di ambil oleh gadis aneh itu.

"Aku akan menikahi Gauri."

~ Devan Valtor

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesempatan

Sore harinya rombongan alumni Sekolah Devan tiba di sebuah vila yang menghadap langsung ke pantai. Vila itu besar, dengan halaman luas dan kolam renang biru yang memantulkan cahaya matahari sore. Di udara, aroma garam laut bercampur dengan suara burung-burung petang.

Begitu mobil berhenti, semua orang langsung turun dengan semangat. Mereka sibuk membawa kantong belanjaan, kotak-kotak makanan, dan alat-alat untuk bakar-bakar nanti malam. Beberapa pria mengambil arang, sementara para wanita mulai menata bahan makanan di dapur luar vila.

Kecuali satu orang.

Diana.

Ia berdiri sedikit lebih jauh dari rombongan, kacamata hitam bertengger elegan di wajahnya, tapi sinarnya tajam dan penuh rasa tidak suka. Sejak pagi, ia hampir tidak bisa mendekati Devan sama sekali. Setiap momen yang ia rencanakan untuk bicara dengan pria itu selalu gagal, karena Gauri selalu menempel seperti linta.

Dan sekarang, lagi-lagi, hal itu terjadi.

Devan sedang berdiri di teras sambil mengangkat ponselnya ke telinga, berbicara dengan seseorang, mungkin urusan pekerjaan atau teman yang menyusul nanti. Di sisi kiri tubuhnya, Gauri berdiri menempel, menggenggam boneka beruang kecilnya sambil sesekali memandangi halaman vila. Bahkan ketika Devan harus bergerak beberapa langkah ke samping karena sinyal yang tidak stabil, Gauri mengikuti tanpa jarak sedikit pun.

Diana mengatupkan rahangnya kuat-kuat.

Kenapa sih cewek itu nggak bisa lepas? Memangnya dia nggak punya otak lain selain nempel begitu? Sakit atau nggak sakit, menyebalkan tetap menyebalkan.

Ia tahu Gauri berbeda. Ia tahu kondisi mental dan emosional gadis itu tidak sama dengan wanita dewasa pada umumnya. Tapi bagi Diana, itu bukan alasan ketika kehadiran gadis itu mengacaukan semua rencananya.

Ia terbang jauh ke Bangkok untuk reuni ini, sampai harus berhutang segala, berharap bisa dekat dengan Devan. Ia sudah menunggu momen dari kemaren. Tapi hasilnya? Nihil. Semua karena satu gadis remaja yang bertingkah seperti bocah lima tahun.

Kalau terus begini, aku nggak akan pernah dapat kesempatan bicara berdua dengan Devan.

Gumam Diana dalam hati.

Rombongan lain sibuk menata perlengkapan bakaran. Gino memanggil Devan beberapa kali, tapi pria itu hanya menunjuk ponselnya dan mengatakan, "Sebentar," sebelum kembali berbicara.

Gauri menatap Devan selama beberapa detik. Ketika pria itu tidak melihat, atau mungkin tidak bisa memperhatikan karena telepon, gadis itu memandang bonekanya, lalu melihat hamparan taman kecil di depan vila.

Perlahan, ia berjalan menjauh. Tidak jauh. Hanya beberapa langkah. Devan tidak sadar gadis itu pergi.

Diana, dari kejauhan, melihat itu.

Mata wanita itu menyipit.

Oh… kamu akhirnya lepas juga dari Devan? Bahkan cuma dua meter pun tidak masalah…

Gauri kemudian berjalan sedikit lebih jauh lagi, kini menuju sisi lain vila yang lebih sepi. Ada sebuah lorong kecil menuju area kolam renang dalam ruangan, kolam yang digunakan hanya jika mereka ingin berenang tanpa matahari.

Gauri menatap air tenang di kolam itu. Ia berdiri di tepi, memiringkan kepalanya sambil memperhatikan bayangan dirinya dan bonekanya di permukaan air.

Diana langsung merasa darahnya mengalir lebih cepat.

Ini… kesempatan.

Ia menoleh. Tidak ada satu pun dari rombongan alumni yang memperhatikan Gauri. Mereka semua sibuk. Tawa dari dapur luar terdengar. Suara Gino memanggil seseorang. Suara plastik makanan, suara kompor portabel dihidupkan.

Devan? Pria itu masih di teras depan, sibuk berbicara, tampaknya semakin serius.

Diana bergerak cepat, tapi tidak berlari. Jalannya tampak alami, seolah hanya melewati bagian vila. Begitu sampai di pintu kaca yang menuju kolam, ia menoleh kiri-kanan sekali lagi.

Sepi.

Tidak ada yang melihat. Tubuhnya mendekat. Gauri sedang jongkok di tepi kolam, memegang bonekanya, wajahnya terlihat penasaran dengan matanya yang bulat.

"Bonekanya bisa berenang nggak, ya…" gumamnya pelan.

Dan sebelum gadis itu sempat berdiri lagi,

BRAK!

Diana mendorong bahu Gauri dengan satu gerakan cepat dan kuat.

"Aa,"

Suara Gauri tercekat di udara ketika tubuhnya jatuh ke dalam air. Boneka beruang itu terlepas dari tangannya saat tubuhnya terbenam ke bawah.

Ceburan air pecah keras, tapi tidak ada yang mendengarnya dari halaman luar. Suara tawa dan riuh alumni menutupinya.

Diana mundur secepat mungkin. Dengan langkah panjang tapi tenang, ia berjalan keluar dari pintu kolam. Hatinya berdegup keras, tapi wajahnya tetap tenang seperti tidak terjadi apa-apa. Ia bahkan sempat melirik bayangannya di kaca.

Itu pelajaran buatnya. Biar dia tahu diri. Biar dia nggak ganggu aku dan Devan lagi.

Ketika ia kembali ke halaman dan berpura-pura ikut membantu menata piring.

Devan akhirnya menutup telepon. Ia menghela napas dan otomatis menoleh ke tempat di mana Gauri tadi berdiri.

Kosong.

Dahi Devan langsung berkerut.

"Gauri?"

Ia melangkah lebih cepat, menengok kanan-kiri. Tidak ada. Ia memanggil Gino, menanyakan apakah ia melihat Gauri lewat, tapi Gino menggeleng sambil mengangkat kotak daging.

"Barusan nggak lihat, bukannya nempel terus sama kamu?"

Jantung Devan mulai berdegup lebih cepat. Wajahnya semakin tegang. Ia berjalan memutar vila dengan langkah panjang dan gelisah. Ketika ia masuk ke area sisi bangunan, tiba-tiba matanya menangkap pintu kaca kolam dalam ruangan yang terbuka sedikit.

"Gauri?"

Tidak ada jawaban. Devan masuk.

Dan dunia seakan berhenti.

Di dalam kolam, boneka beruang kecil itu mengambang tanpa arah, basah dan berat, satu tangannya terangkat seperti meminta tolong. Air beriak pelan.

Tapi justru sesuatu di bawah permukaan yang membuat darah Devan membeku. Siluet tubuh mungil itu … bergerak lemah… tenggelam.

"GAURI!"

Teriakan itu membelah ruangan, bergema keras, panik, putus asa.

Tanpa berpikir sedetik pun, Devan melompat masuk ke dalam air. Semua yang mendengar teriakan keras Devan segera meninggalkan semua kesibukan mereka dan berlari ke arah kolam.

Terutama Gino. Begitu ia mendengar nama Gauri di sebut begitu keras oleh Devan, ia langsung tahu pasti sesuatu telah terjadi. Tentu ia juga panik.

1
Linda Othman
😭
Neng Tuti
aah jd pengeen🤭
Neng Tuti
iih gauri mah kaya aku suka mainin burung🤭🤭
Neng Tuti
naha ari si diana bet panas da lain kabogoh mas devan manehna teh sok aneh aneh wae
Ayiek Sundoro
Setiap cerita yang bagus selalu ga rela ketika udah tamat
Semangat berkarya Mae, semoga makin banyak lagi kisah² bagus & seru yang diciptakan.
🥰🥰🥰💕💕💕
Siti Nurjanah
Luar biasa
Ayiek Sundoro
Devan pernah memberikan parfum pada wanita yang menolongnya dan wanita itu adlh mama Gauri 🤔🤔
Anonim
Gauri senang melihat Agam mulai bisa tersenyum lagi. Menurut Gauri, Agam cocok dengan Sari yang bisa bikin suasana hidup.

Gauri mau kasih kejutan romatis untuk Devan - sambil memberitahu kalau dirinya hamil.

Tak tahunya Devan menemukan test hasil tes kehamilan Gauri.

Agam, Gino, dan Sari mendekati mereka berdua. Ikut senang dan bahagia.

Gino kapan melepas masa jomblonya, kalau sebentar lagi giliran Agam dan Sari.

Kebahagiaan untuk Devan dan Gauri bertambah dengan kedatangan Papa Devan dan mama tirinya. Keluarga besar Agam datang bersama Ares.

Gino selalu paling heboh berseru Gauri hamil ketika ada yang bertanya ada apa.

Semua bahagia.

Terima kasih Author ceritanya bagus. Sehat selalu dan Berkat melimpah dariNya.
Anonim
Gauri mau jagung yang agak hangus, tidak boleh sama Devan.

Sari yang sejak tadi menunduk terkejut sampai tersedak ludah sendiri ketika Agam bertanya - kamu suka yang hangus juga.

Gino yang menjawab seperti menggoda Sari. Sari malu dan kesal dengan Gino.

Agam sepertinya juga ikut menggoda Sari.

Jagung sudah mateng, Devan memberikan jangung untuk istri tercinta.

Sari yang baru melihat keromantisan Devan untuk istrinya, kaget ketika Agam menyodorkan jagung bakar yang sudah matang.
Anonim
Sampai di rumah Devan dan Gauri, Gino menarik tangan Sari untuk di bawa ke taman belakang. Disambut teriakan Gauri menyebut nama Sari.

Ternyata Agam ada, sedang duduk di dekat bakaran jagung. Bersama Devan membakar jagung.

Gauri menarik Sari duduk di dekat bakaran. Menunggu suaminya dan Agam selesai membakar jagung.

Gino menikmati kekesalan Sari yang merasa dibohongi. Sambil merekam diam-diam.
Anonim
Gino ke rumah Sari mau di ajak ke rumah Gauri dan Devan yang akan BBQ an.

Gino punya rencana untuk mendekatkan Sari dan Agam. Sari selalu curhat sama Gino kalau suka Agam.

Gauri pasti senang Sari datang.

Sari menolak diajak Gino - malu kalau ada Agam. Padahal Sari ingin sekali bertemu Gauri.

Gino heran Sari malu sama Agam.

Sari menceritakan kejadian yang memalukan semalam.

Gino tertawa keras sampai Sari kesal. Sudah pernah dibilangin Gino, kalau mabuk jangan sampai mabuk di depan laki-laki yang kau sukai.

Sari akhirnya mau dipaksa ikut Gino yang mengatakan Agam gak ada, lagi sibuk operasi.
Gheya Giyani
babang Agam gmn ini Mae,,,
Anonim
Jadi Sari minum sama teman kantornya sehabis mendengar cerita dari Nino.

Jadi berakhir mabuk, ngoceh fakta dirinya yang menyukai Agam. Lalu konser di depan Agam - menyanyi, lalu ngoceh yang bikin Agam tertawa lebih keras.

Sari benar-benar tak sadar sampai tidur di atas batu.

Cinta Sari terhadap Agam - cinta terpendam.
Sari senang ketika melihat Agam bahagia. Ikut sedih ketika melihat Agam sedih.

Sari diantar Agam pulang ke rumahnya.

Agam merasa terhibur - oleh ulah Sari yang mabuk.
Anonim
Agam dalam perjalanan usai mengunjungi makam Irina - ketemu seorang perempuan yang sedang ngomel sambil menunjuk-nunjuk kucing yang duduk santai.

Agam ketawa melihat adegan itu walau tak tahu perempuan itu bicara apa pada kucing.

Agam menepikan mobil - pintu di buka, suara perempuan itu makin jelas. Baru tahu perempuan itu Sari.

Sari berteriak melengking suaranya sebut nama Agam. Sampai kucing kabur.

Melihat Sari berjalan sempoyongan ke arahnya, Agam tahu Sari mabuk.

Dalam kondisi mabuk, Sari jujur bicaranya di depan Agam. Ada kata-kata yang bikin Agam tertawa kecil.

Sari mendengar dari Nino tentang penyebab kecelakaan keluarga Gauri, Sari jadi sedih. Sari merasa malu dan merasa bersalah.
Anonim
Gauri dalam pelukan Devan mengungkapan perasaannya - senang karena bisa sembuh dan ungkapin semuanya

Gauri resmi ambil alih perusahaan. Gauri merasa masih muda, menyerahkan pada Devan untuk ambil alih.

Rena tak mau jatuh miskin, dia kini berada di ruangan Gauri dan Devan. Memohon untuk dikasihani.

Enak saja - Rena minta Ibnu tidak di penjara, jangan ambil sahamnya. Widiiiih nglunjak ini Rena, maunya saham diberikan dirinya dan mamanya.

Rena diingatkan Devan - masih punya hutang maaf pada istrinya.

Bagi Gauri maafnya Rena terlambat.

Saham itu milik ayah Gauri, jadi sekarang milik Gauri.

Rena di tarik keluar dua bodyguard keluar ruangan.
Anonim
Ibnu Pratama saudara tiri papanya Gauri mengaku pemilik perusahaan orangtua Gauri.

Bukti-bukti kejahatan Ibnu sudah berada di tangan kuasa hukum Gauri - Andra Pradipta. Andra sudah membuat laporan resmi.

Ibnu masih saja menyalahkan Gauri. Menghina Gauri pula.

Setelah semua keluar ruangan, kini tinggal Gauri dan Devan.

Gauri tak kuasa membendung air matanya - menangis.

Betapa sedihnya Gauri ketika melihat video - Ibnu sengaja memotong rem mobil yang akan di kendarai papa, mama, kakak, juga dirinya. Kecelakaan terjadi, Gauri sendiri yang masih hidup.
astr.id_est 🌻
akhirnya selesai juga kisah gauri dan devan 😍😍😍
Vie
ih aku baru baca lagi karena banyak hal... eh kaget pas baca the end.... gak berasa banget udahan aja kak....
RiriChiew🌺
eh udh tamat aja inii , pdahal Agam dan sari belum tuntass kak maeee
Delfi Antonius Gulo
lanjut tor suru dan lucu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!