NovelToon NovelToon
Tante Sasa

Tante Sasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Tante / Fantasi
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Dutta Story_

Tentang Sasa yang jatuh cinta dengan Arif Wiguna,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dutta Story_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

-

Di ruang kelas 11A, Arif dan Laras masih dihukum dan diceramahi oleh Bu Guru. Mereka berdua hanya terdiam dan mendengarkan,

"Ini peringatan terakhir. Jika kalian berdua terlambat lagi dengan pelajaran saya, kalian akan saya hukum lari mengelilingi sekolah seratus kali," ucapnya tegas, menatap Arif dan Laras.

"Saya janji, Bu, tidak akan terlambat lagi. Sebelumnya, saya minta maaf karena kami terlambat," Arif dan Laras menunduk, mengucapkannya dengan bersamaan.

"Ternyata kalian kompak sekali. Yasudah, kalian duduk di kursi meja kalian masing-masing,," ucap Bu Guru.

"Terima kasih, Bu," ucap Arif dan Laras begitu kompak, bahkan mereka berdua saling bertatapan karena merasa heran bisa mengucapkan kata-kata yang sama persis.

Mereka lalu melangkah menuju kursi masing-masing. Bu Guru yang berdiri lalu duduk dan jam pelajaran pun dimulai.

Waktu terus berlalu.

Saat pelajaran pertama selesai, Arif masih duduk di kursi mejanya. Ryuken berdiri, melangkah mendekat ke depan kursi Arif. Di depan kursi itu, Ryuken berbicara,

"Rif, kantin yuk," tanya Ryuken, tangannya menepuk bahu Arif.

Arif menatap Ryuken, lalu mengalihkan tatapannya ke arah Laras, yang baru saja berdiri dari kursinya.

Arif berdiri sambil berbicara, "Laras," panggil Arif, menatapnya lekat.

Laras terhenti melangkah. "Kenapa, Rif? Mau ikut kah?" tanya Laras, tatapannya tertuju ke arah Arif.

"Ehem, diajakin Ryuken enggak mau, diajakin Laras, langsung sikat," Abdul dari belakang Ryuken.

"Biasalah, lagi PDKT," Ryuken sambil mengalihkan tatapannya ke Abdul.

"Kalian mau pada ikut enggak?" tanya Arif.

"Ke mana?" tanya Ryuken.

"Ke resto," jawab Arif sambil tersenyum.

"Bjirr, udah beda jalur semenjak ada Laras," Abdul sambil tersenyum, tangannya menyentuh bahu Ryuken.

"Yaudah kalau enggak mau, tadinya sih mau traktir kalian," Arif sambil melangkah, lalu kembali berbicara, "Ayo, Laras," ucapnya.

"Rif, aku ikut," Ryuken lalu melangkah pergi.

Abdul mengikuti Ryuken yang mengejar Arif dan Laras yang sedang melangkah di teras sekolah.

Tiba-tiba langkah Arif terhenti saat Tesya menghadang dan berbicara, "Hai, Arif, kamu mau ke kantin enggak?" tanyanya dengan senyuman.

Arif reflek menarik tangan Laras, hingga berpegangan tangan. Arif lalu berbicara, "Aku mau makan sama pacar aku," ucapnya sambil tersenyum.

Laras sedikit bingung, Tesya menatap tajam ke arah Arif, lalu mengalihkan tatapannya ke Laras.

"Jahat banget sih, aku perhatiin, tungguin, tapi malah sama yang lain," Tesya dengan wajah kesal, lalu melangkah pergi.

Arif menatap kepergian Tesya, lalu mengalihkan tatapannya ke Laras. Sambil tersenyum, Arif berbicara, "Aneh banget kan, udah pernah aku bilang sama dia, tapi dia masih aja ngejar-ngejar, padahal aku enggak suka sama dia," ucapnya.

"Umm, kenapa kamu enggak tembak aja? Aku yakin dia pasti bakal berubah setelah jadi milikmu," Laras sambil menarik tangannya untuk dilepaskan.

"Enggak ah, soalnya..." jawab Arif sambil menatap Laras.

Ryuken yang melangkah mendekat sambil berbicara, "Udah kalian jadian aja. Gue yakin kalian, walaupun baru kenal, tapi udah saling nyimpen perasaan, yakan?" ucapnya.

"Ish, enggak deh. Arif itu playboy," Laras sambil melangkah pergi.

"Laras, tunggu. Emang kamu ada uang?" tanya Arif, dia melangkah mengejar Laras.

"Oy, lagi pada ngapain sih, rame banget?" Gea melangkah mendekat.

"Gea, ikut enggak? Ke resto, Arif yang bayarin," tanya Laras sambil mengalihkan tatapan ke arahnya.

"Ayok, gas," Gea sambil tersenyum.

"Yaudah ayok, aku bayarin semuanya," Arif sambil menatap Laras.

Mereka pun bersama-sama melangkah pergi menuju restoran yang di seberang gerbang sekolah.

Dari kejauhan, Tesya berdiri menatap ke arah mereka. Dari belakang, Imel menepuk bahu sambil berbicara, "Hayo, lagi ngapain?" ucapnya.

"Apaan sih," Tesya langsung melangkah pergi meninggalkan Imel.

Sedangkan Arif, Laras, Gea, Abdul, dan Ryuken, mereka selesai menyebrang dan melangkah masuk ke dalam restoran,

hingga berlalu masuk ke dalam. Mereka langsung menuju ke kursi meja makan kosong. Mereka bersama-sama pun duduk di kursi meja makan itu.

"Mas, ke sini," panggil Arif sambil duduk, dengan tangan diangkat.

Pelayan yang melihat Arif memanggilnya langsung melangkah dan mendekat ke kursi meja makan itu.

"Mau pesan apa?" tanyanya, sambil menaruh menu makanan.

"Udah, kalian mau pesan apa, pesanlah. Tenang, Gea yang bayarin," Arif tersenyum, dengan tatapan lekat ke arah Gea.

"Ehh, kok jadi gue?" Gea menatap begitu lekat, dengan wajah sangat serius.

"Enggak enggak cuma bencanda, udah pesan aja, bebas, aku yang bayar ko," Arif sambil tersenyum, lalu kembali berbicara, "Saya pesan nasi kuning sama ayam goreng aja ya, Mas. Minumnya teh hangat," ucapnya dengan tatapan ke pelayan,

Abdul yang melihat menu, dia begitu fokus mencari menu makanan, sedangkan Laras, dia langsung berbicara, "Aku samain aja kaya Arif," ucapnya.

"Mas, nasi kuning sama ayam, minumnya teh hangat, jadi dua," ucap Arif, dengan lekat menatap ke pelayan.

Gea, Ryuken, mereka menatap lekat ke arah Arif, lalu mengalihkan tatapannya ke Laras. Gea pun berbicara, "Eumm, aku juga sama," ucapnya sambil menaikan alisnya saat Laras menatap ke arahnya.

"Dul, lama banget sih," Ryuken menarik buku menu itu.

"Bentar dulu, Bre, gue belum lihat-lihat," ucap Abdul sambil menatap ke Ryuken yang mengambil buku menu itu.

"Lo lama banget sih, yang ada enggak jadi ditraktir malah keburu masuk jam pelajaran," ucap Ryuken, dengan lekat menatapnya.

"Mas, saya pesan ayam cabe ijo, sama jus jeruk, terus sama pangsit," Ryuken sambil menatap buku menu itu. Setelah selesai, Ryuken memberikan menu itu ke Abdul.

"Gue pesan apa ya?" tanya Abdul sambil menarik buku menu itu.

"Udah sama aja, sama kita," ucap Laras dengan lekat menatap Abdul.

"Yaudah deh," jawab Abdul, lalu menaruh buku menu di atas meja.

"Baik, kalau gitu, jadi satu ayam cabe ijo, jus jeruk, sama pangsit, empat nasi kuning sama ayam goreng, minumnya teh hangat. Mohon ditunggu ya," ucap pelayan, lalu melangkah pergi untuk membuatkan pesanan mereka.

Setelah pelayan pergi meninggalkan dan membuatkan pesanan mereka, Gea pun berbicara, "Rif, tumben-tumben neraktir, ada apa sih?" tanyanya.

"Enggak ada apa-apa, sesekali kali, daripada ke kantin," jawab Arif sambil mengalihkan tatapannya ke Laras yang menatapnya.

"Gue lihat-lihat, kalian kaya ada hubungan, apa jangan-jangan kalian udah jadian enggak bilang-bilang?" tanya Gea sambil menatap Arif.

"Iya tuh, kalau dilihat-lihat, kompak banget. Tau enggak, Laras sama Arif telat masuk pelajaran juga bareng," Ryuken sambil mengalihkan tatapannya ke Gea.

"Wih, cocok sih, kayanya serasi banget," Gea dengan wajah tersenyum, lalu kembali berbicara, "Udah kalian jadian aja. Udah banyak kesamaan, jangan-jangan tertakdir untuk bersama," Gea sambil mengalihkan tatapannya ke Arif.

"Mana ada, itu cuman kebetulan tau," Laras ikut berbicara, dengan wajah memerah.

"Gue sih dukung kalau kalian jadian. Bagus juga, kalian itu cocok banget," Ryuken ikut berbicara sambil menaikan alisnya saat Gea memperhatikannya.

1
sitanggang
sahabatnya me inggal malah pergi kencan dan hak ada mellow2nya, ini jalan ceritanya kok jelek bgt yaa🤣🤣🤣👎👎
DuttaStory_: Banyak ke Potong, 😭😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!