NovelToon NovelToon
Lepaskan Aku, Tuan Jason

Lepaskan Aku, Tuan Jason

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO Amnesia / Pelakor / Dijodohkan Orang Tua / Romansa Fantasi / Konflik etika / Selingkuh
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: MTMH18

Min Ara wanita yang di jodohkan dengan Jeon Jason, lelaki tampan yang mempunyai kharisma kuat yang merupakan seorang putra tunggal dari keluarga Jeon.

Sebagai syarat lelaki itu mendapatkan seluruh hak warisnya, Jason harus menikah dengan Ara.

Ara mengira kehidupannya akan bahagia dengan menjadi istri Jeon Jason, tetapi semua itu hanya ada dalam angannya saja. Jason yang berstatus suaminya itu, tidak lebih dari seorang iblis yang selalu menyakiti hatinya.

Ara tidak bisa mengelak perasaannya yang mulai terjebak di dalam lingkaran yang di buat Jason, tetapi itu semua adalah sebuah kesalahan besar baginya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MTMH18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

09| Pertengkaran dan Paksaan

Ara pulang terlambat, karena ada pekerjaan yang harus ia revisi. Ara yakin Jason sudah pulang dari tadi, ia juga melihat mobil sang suami di garasi.

Ara memasuki rumah dengan wajah lelahnya, ia melangkah ke arah dapur untuk mengambil minum. Tenggorokannya terasa sangat kering, setelah meneguk air dingin Ara merasa jiwanya kembali. Ia duduk di kursi pantry dan menatap gelas yang di pegangnya, bukan sepenuhnya gelas. Tapi, ia menatap cincin pernikahannya.

“Baru pulang?” suara bernada dingin itu mengejutkan Ara.

Ara langsung bangkit dari duduknya dan melihat Jason berdiri di belakangnya.

“Iya,” jawab Ara.

“Kau masih keluyuran?” tuduh Jason membuat Ara tak terima dengan perkataannya itu.

“Aku tidak keluyuran, aku masih merevisi hasil laporanku,” jujur Ara yang di balas kekehan sinis dari suaminya itu.

Jason melangkah mendekatinya dan memegang bahunya cukup keras, membuat wanita itu sedikit meringis. Ara mencoba menyingkirkan tangan sang suami dari bahunya, tapi Jason malah meremasnya semakin kuat dan membuat Ara memejamkan matanya menahan sakit di kedua bahunya.

“Kau sudah berani kepadaku!” desis Jason membuat Ara kembali membuka kedua matanya, ia menatap manik mata sang dan Jason sedikit terkejut.

“Aku tidak akan diam saja kalau ada seseorang yang menuduhku yang tidak-tidak!” balas Ara dengan terus menatap manik mata sang suami dan Jason hanya terdiam, tatapannya terkunci dengan Ara.

Jason selalu kalah saat Ara menatapnya begini, ia mengalihkan pandangannya agar tidak terlalu larut dengan tatapan itu.

“Cepat kau bersihkan dirimu, aku menunggumu di ruang kerjaku! Ada hal penting yang ingin ku bicarakan kepadamu!” seru Jason sebelum menuju ke ruang kerjanya.

Ara hanya menatap punggung lebar suaminya yang semakin menjauh. Ara menghela napas dan bergegas melangkah menuju ke kamarnya.

Setelah selesai membersihkan dirinya, Ara melangkah menuju ruangan Jason. Ia mengetuk pintu ruangan itu dan mendapat sahutan dari dalam, Ara langsung menarik ganggang pintu dan masuk ke dalam.

Ia melihat Jason duduk di kursinya sambil memegang beberapa berkas. Ara cukup terkejut melihat isi ruangan kerja ini yang sama persis dengan yang ada di kantor. Sangat persis, sehingga sulit untuk mencari perbedaannya.

“Duduk di sofa itu! Aku masih menyelesaikan pekerjaanku!” titah Jason dan Ara langsung duduk di sofa yang di tunjuk oleh sang suami.

Ara terdiam di sofa sambil memainkan ponselnya, ia membalas pesan yang di kirim oleh Nara, sesekali ia tertawa saat membaca curhatan dari sahabatnya itu. Jason memperhatikannya sejak tadi, ia penasaran dengan hal apa yang sedang di baca olehnya sehingga ia tertawa begitu.

“E—eh?!” pekik Ara terkejut saat Nara menelponnya.

Ara segera menggeser tombol hijau untuk mengangkatnya. Ia mendekatkan ponselnya ke telinganya dan memejamkan mata saat Nara berteriak. Ara menatap ponselnya yang sudah mati, Nara hanya meneleponnya untuk mengagetkannya saja.

Jason menahan kedutan di sudut bibirnya, ia merasa geli menatap wajah menggemaskan Ara saat melongo seperti itu. Lelaki itu menghela napas dan mengembalikan lagi fokusnya pada pekerjaan.

“Kau sudah selesai?” pertanyaan Jason membuat Ara terkejut, ia baru menyadari keberadaannya sekarang ini.

Ara mengerjap dan bangkit dari duduknya, ia sedang kebingungan.

“Eh? Iya, sudah,” jawab Ara dan Jason bangkit dari duduknya melangkah ke arah Ara.

“Ada apa?” tanya Ara kembali duduk di sofa seberang suaminya.

“Tentang pewaris yang di maksud Ayah!” kata Jason yang membuat jantung Ara langsung berdebar cepat, ia sangat terkejut dengan perkataan sang suami.

“Aku ingin kau mengatakan kepada mereka, kalau kau masih belum siap mempunyai anak dan urusan anak bisa di bicarakan setelah warisan itu jatuh ke tanganku! Aku ingin kau meyakinkan mereka!” jelas Jason membuat Ara mengernyitkan dahinya.

“Tidak! Aku tidak bisa!” tolak Ara membuat rahang Jason mengeras, ia menatap tajam Ara. Tapi, kali ini Ara tidak takut dengan tatapan itu.

Ara bahkan ikut menatapnya tajam, cukup sudah ia bersikap seperti itu, ia bisa memberontak dan ia bisa mengatakan kejujuran, meskipun itu akan menyakitkan, tapi Ara tidak bisa membohongi orang-orang yang sudah mempercayainya. Ia tidak akan melakukan perintah dari suaminya itu.

“Kalau tidak bisa aku akan memaksamu!” marah Jason yang di balas gelengan oleh Ara.

Lelaki itu bangkit dari duduknya dan menghampiri Ara, ia memegang dagu Ara dan menekannya kuat, membuat Ara meringis. Jason sangat kasar dan selalu membuatnya sakit.

“Kau tidak bisa membantahku! Aku suamimu!” marah Jason.

“Bukankah itu hanya status saja? Untuk apa aku selalu menurutimu? Bukankah kita tidak boleh mencampuri urusan satu sama lain?” pertanyaan Ara membuat Jason terdiam.

Ara tersenyum melihatnya, ia melapaskan cengkeraman Jason dan bangkit dari duduknya.

“Itu adalah urusanmu sendiri, bukan aku. Jadi, kau urus sendiri!” seru Ara sambil meninggalkan Jason yang masih terdiam di tempatnya, ia menggeram marah saat melihat punggung Ara yang menghilang di balik pintu ruang kerjanya.

Jason mengepalkan tangannya dan melempar ponsel di tangannya ke tembok sehingga ponsel tersebut hancur tak berbentuk.

“Kau ingin bermain-main denganku rupanya? Hm, kau tidak tahu siapa aku!” desis Jason sambil merapikan kerah bajunya.

Ia melangkah keluar dari ruangannya dengan kedua tangan yang di masukkan ke dalam saku celananya, ia menuju ke kamar Ara dan membuka pintu kamar Ara yang memang belum di kunci. Ara berada di kamar mandi untuk membersihkan wajahnya sebelum ia tidur.

Jason menunggu Ara yang masih di dalam kamar mandi, ia mendengar suara air mengalir dari dalam. Ia menatap lekat pintu kamar mandi itu hingga terbuka dan Ara keluar dari sana menggunakan piyama, Ara terkejut dengan kehadiran sang suami di kamarnya dan Jason terkejut melihat lekuk tubuh Ara di balik piyama tipis itu, ia menelan ludahnya susah payah.

Jason menghampiri Ara dan menariknya, lalu ia menghempaskan tubuh Ara ke atas ranjang.

“Apa yang kau lakukan!” ronta Ara mencoba melepaskan diri dari kungkungan Jason.

Tapi, Jason menguci pergerakan sang istri dan membuat Ara terdiam, tidak bisa bergerak sama sekali.

“Aku akan memberimu sebuah pelajaran, karena kau sudah berani melawanku!” bisik Jason di telinga Ara dengan mengigit kecil telinganya, Ara memejamkan matanya.

Jason mulai menciumi belakang telinga sang istri dan meninggalkan jejak panas di sana. Perlahan ciumannya itu turun ke leher, Ara mengigit bibir bawahnya menahan suaranya yang hampir keluar.

Ara tidak ingin kalah dengan Jason, tetapi ciuman lelaki itu berubah menjadi gigitan kecil di setiap kulit lehernya dan membuat Ara semakin kesusahan menahan suaranya.

“Kenapa kau menahannya Ara?” bisik Jason di depan bibir sang istri dan lelaki langsung meraup bibir Ara dengan ciuman dalamnya.

Jason menghentikan ciuman dan bangkit, ia merapikan pakainya yang tampak kusut. Lelaki itu melirik ke arah Ara yang sedang mengatur napasnya, ia tersenyum puas.

“Aku akan menginap di apartemen Heori,” ucap Jason sebelum meninggalkan Ara yang mulai meneteskan air matanya.

Hatinya begitu sakit di perlakukan Jason, di dalam kesunyian malam ini ia kembali menangisi nasibnya. Malam yang sunyi menjadi saksi bagaimana hatinya kembali di lukai.

Bersambung...

1
Piyah
ara lebayy
Mita Paramita
jason lagi akting baik yaaa🤨 curiga ada udang dibalik batu 🤣🤣🤣
Piyah
lanjut
Piyah
dialognya kurang banyak
Ara putri
mampir kak, jika berkenan mampir juga keceritaku PENJELAJAH WAKTU HIDUP DIZAMAN AJAIB
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!