NovelToon NovelToon
Diremehkan Kakaknya, Kunikahi Adiknya

Diremehkan Kakaknya, Kunikahi Adiknya

Status: tamat
Genre:CEO / Pengantin Pengganti / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:3.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: uutami

"Kamu mau lamar aku cuma dengan modal motor butut itu?"
Nada suara Dewi tajam, nyaris seperti pisau yang sengaja diasah. Tangannya terlipat di dada, dagunya terangkat, matanya meneliti Yuda dari ujung kepala sampai ujung kaki, seolah sedang menilai barang diskonan di etalase.

"Sorry, ya. Kamu mending sama adikku saja, Ning. Dia lebih cocok sama kamu. Kalian selevel, beda sama aku. Aku kerja kantoran, enggak level sama kamu yang cuma tukang ojek," sambungnya semakin merendahkan.

"Kamu bakal nyesel nolak aku, Wi. oke. Aku melamar Ning."

Yuda tersenyum lebih lembut pada gadis yang tak sempurna itu. Gadis berwajah kalem yang kakinya cacat karena sebuah kecelakaan.

"Ning, ayo nikah sama Mas."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uutami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 22

Pagi itu di Rumi’s Salon berjalan pelan. Tidak ramai, hanya dengung hair dryer dari kursi ujung dan suara sapu yang sesekali menyentuh lantai. Bu Rumi duduk di balik meja kasir, membuka-buka buku agenda lama. Ning merapikan kuas dengan gerakan hati-hati, kruknya disandarkan di kursi.

"Ning," panggil Bu Rumi sambil menatapnya, pura-pura mengernyit. "Suamimu itu… siapa namanya ya? Aduh, ibu kok lupa."

Ning menoleh, tersenyum kecil. "Mas Yuda, Bu."

"Oh iya, Yuda," Bu Rumi mengangguk, seolah baru ingat. "Kerjanya apa sekarang?"

Ning tidak menambah, tidak mengurangi. "Tukang ojek."

Bu Rumi menatapnya lama, lalu bersandar. "Kalian kenal dari mana?"

Ning menyusun botol serum, suaranya tetap tenang. "Dulu, Mas Yuda tiba-tiba datang melamar Mbak Dewi."

"Dewi embakmu itu? Kok jadi nikah sama kamu kalau dia yang dilamar?" tanya Bu Rumi hati-hati.

"Mbak Dewi enggak mau. Entah kenapa mas Yuda dan Ning malah lebih sering enggak sengaja ketemu," jawab Ning singkat.

Bu Rumi mengangguk pelan. "Terus… kok bisa nikah?"

Ning tersenyum, kali ini lebih hangat. "Mas Yuda, mungkin terpaksa karena kasihan melihat Ning."

Bu Rumi terkejut. "Maksudnya?"

"Iya," Ning mengangguk. "Banyak yang terjadi di rumah. Mungkin… Mas Yuda kasihan sama Ning. Jadi ya… menikah sama Ning, terus bawa ning pergi dari sana."

Ia berhenti sejenak, lalu menambahkan, suaranya jujur, tanpa nada menyalahkan siapa pun, "Ning bersyukur, Bu."

Bu Rumi menghela napas. "Kamu anak baik."

Bu Rumi lalu menggeser kursinya mendekat. "Soal berkas nikah… sudah kamu urus?"

Ning menggeleng. "Belum, Bu. Ning mau nunggu Mas Yuda. Biar dia yang mengesahkan. Ke KUA."

Bu Rumi menepuk meja pelan. "Ya sudah. Nunggu suami itu juga ibadah."

Ning tersenyum.

****

Yuda berdiri di depan jendela kantornya. Gedung tinggi, kaca mengilap. Ponselnya bergetar, ia matikan. Di belakangnya, pintu terbuka.

"Mama datang," suara Anggun terdengar tenang tapi tegas.

Yuda menoleh. "Ma."

Anggun duduk, menatap anaknya dari ujung rambut sampai sepatu.

"Ada apa Mama datang?"

"Loh, kalau Mama mau mengunjungi anak enggak boleh ya?"

"Yah, kan, Mama tuh, bisa dihitung jari ke kantornya. Sekarang, kayak sering banget." Yuda ikut duduk di sofa. "O iya. Ma. Yuda mau pernikahan kami resmi. Tercatat dan diakui negara dan agama."

"Kamu serius mau urus KUA?" Anggun menatap anaknya.

“Serius,” jawab Yuda tanpa ragu. "Setuju atau enggak, Yuda tetap bawa pernikahan ini ke KUA."

Anggun menghela napas. "Menjadi istri Yuda itu tidak boleh hanya wanita biasa."

Yuda tidak membantah. Ia menunggu.

"Banyak orang akan melihat kekurangannya," lanjut Anggun. "Kaki pincang. Miskin. Cantik saja tidak cukup."

Yuda mengepalkan tangan, lalu mengendurkannya. "Aku udah ada rencana, Ma."

"Karena itu," Anggun menatap lurus, "nilai Ning harus dinaikkan dulu sebelum diumumkan ke publik."

Yuda terdiam.

"Sekolah lagi," sambung Anggun. "Dan pekerjaannya, kalau diasah, bisa jadi penata rias yang handal. Bukan sekadar pegawai salon."

Yuda mengangkat kepala. Ada senyum kecil yang nyaris tak tertahan. "Yuda senang Mama bisa lihat bakat Ning."

Anggun berdiri. "Mama tidak bilang setuju. Tapi Mama tidak menutup mata."

Ia melangkah pergi.

****

Sore itu, Anggun berniat ke Rumi’s Salon. Mobilnya berhenti sebentar di depan. Dari kaca, ia melihat Ning keluar, kruk di tangan, tas kecil di bahu.

"Ning," panggil Anggun turun dari mobil.

Ning terkejut. "Bu Anggun?"

"Mau pulang?"

"Iya, Bu."

"Mari ikut saya sebentar."

Ning ragu. "Sekarang, Bu?"

"Sebentar saja," kata Anggun. "Kebetulan kamu selesai kerja, kan?"

Ning mengangguk. "Iya. Tapi… Boleh Ning izin suami dulu? Ning enggak bisa pergi-pergi tanpa izin mas Yuda."

Alis Anggun naik tipis. "Sekarang?"

"Iya, Bu." Ning tersenyum minta maaf.

Anggun tampak keberatan, tapi menahan diri. "Silakan."

Ning mengirim pesan. Tidak dibalas. Ia menelepon, tak terangkat.

"Ning minta maaf," katanya lagi. "Mas Yuda kayaknya lagi sibuk."

Anggun menatapnya beberapa detik, lalu berkata, "Baik. Saya antar kamu pulang saja. Kalau antar kamu pulang boleh, kan?"

Ning terkejut. "Bu…?"

"Masuk," perintah Anggun singkat.

Mereka melaju. Di dalam mobil, Anggun menjaga wajahnya tetap tenang. Ning duduk tegak, tangannya memegang kruk erat.

Saat mobil hampir sampai kontrakan, Ning melihat sesuatu yang janggal. Pintu terbuka. Beberapa orang masih lalu-lalang.

"Siapa itu?" tanya Ning.

1
Marina Tarigan
semoga jgn yg nya lina lqqmembenci ningsih Dewi Ranu dan nenek
Marina Tarigan
lanjut yg tetbsik bagi mereka ksrena sdh kedal dipertengahan jln deh
Marina Tarigan
keyemu kuntilanak cantik. hi hi hiii aku cinta kamu zRanu jgn istri juda pantang kualat kamu nanti Ningsih juga ngeri dan jijik melihatmu . bagus pak Deni anakmu tdk normal
Marina Tarigan
rRanu lesong alias gila alias bodoh mencintai istri orang sadarlah tuan kamu tdk laku ya cinta sm idtri orang ningsih taat agama dia bukan jalang tolol kamu mau hancurkan keluargamu sendiri
Marina Tarigan
ranu gila ys dia sakitin yg di tabrak sampai pincang kamu perlu dijebloskan kepenjsra tanpa bertanggung jswab apapun sm korban tabrskanmu otakmu kemana larinya tolol
Marina Tarigan
la jut ceritanya
Marina Tarigan
lanjutkan semoga semua stroke kecuali ningdih
Marina Tarigan
ya elah Ranu sdh iistrimu pun bisa pisah diambil orang ini kamu tabrak dia menferita tdk punya kuasa pincang tdk punya dans berobat dlm segi apapun tdk afa hakmu persoalkan itu juds menjsga dan merswat sampai operadi juga srmbuh total tdk ada sedikitpun jasamu di tubuh ningsinh berpikir jernih lah demi ketenanganmu ningsih bukan barang bisa diofer sesuma hatimu Arun aneh otakmu
Marina Tarigan
salon ning akan berkembang jgn saling merebut harta kalau orang tuamu tdk bijak biarkan saja tinggalkan semua juga ibumu itu yg tdk tegas sejal awsl doa hanya mikirkan Arun bukan rmh tgha mu
Marina Tarigan
bagus tak usah punya saudara begitu ning nukan pacarmu Ranu gomans sekarang ibu zaanggun radakan akibst perbuatsnmu itu anakmu akan saling menghancurkan
Marina Tarigan
biadap kamu Ranu awal kehancuran keluargamu Anggun
Marina Tarigan
salahkan ibumu tdk berterus terang terus maksa ningsih terus bantu therapimu tuan kelusrgamu tdk punya adab ya kalau adst kami ssngst pantang dekat sm ipsr sendiri apalagi sempst pegang apapun ceritanya mknya sussh dekat sama orang tdl punya adsb khusus ibumu dua2 anaknya tetluka korban ningsih jgn mau lagi ningsih biadap mertuamu itu
Marina Tarigan
pindsh saja Ning sm suamimu ke Salon kalian Ranu tdk tahu ning idtri juda ibu Anggun cari masallah
Marina Tarigan
keluarga kaya raya tapi punya ibu biadap jgn2 anakmu berdua saling membunuh aru tahu rasa dan ning kembali pd ridho karena merema saling mencintai dulu
Marina Tarigan
mama anggun tfk benar seorang ibu wataknya menyakiti anak sendiri Ranu belum tahu Ning istri juda fan dulupun ning bukan pacar Ranu dia merasa bersalah karena menabrkaknya dia mencari diA tdk ning istri adiknya juda apa ibu mau menghilir ning ke anak ibu berdua ning bukan barang ibu apa mau ning punya dua suami atau ibu
Marina Tarigan
ning kan bukan pacar Ranu Ning istrimu biadap sia2 kamu pintar dan masa sangsi sm Ranu dan ning bukan barang tak ada masallah apapun ningsih idyrimu atau kamu mau sm zDewi cerita aneh
Marina Tarigan
ning kan sdj fisayang sangat dinikahi juda dan ning sdh dioperasi hingga mormal kembali pikiran keluarga ini kok picik kali
Marina Tarigan
kepoĺosanmu ning bisa bawa petala pd
Marina Tarigan
ĺanjut harta malapetaka
Marina Tarigan
rayunan pulau kelapa sangat indah semoga tdk memalukan afau peluk saja langsu g juda. itu Dewi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!