NovelToon NovelToon
Rahim Yang Terbelenggu DENDAM

Rahim Yang Terbelenggu DENDAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Mafia / Bad Boy
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nufierose

"Capek tidak sayang? aku masih mau sekali lagi.."
"Kamu kuat sekali Mas.."

Si tampan itu tertawa menciumi pipi sang Istri, entah sejak kapan dia sangat mencintai istrinya ini.

"Sudah di minum Pilnya Sayang?"
"Harus Mas? Aku lelah minum Pil KB terus.."
"Menurutlah sayang semua demi kebaikan.."

Tidakkah Tama tau jika larangannya itu justru menyakiti hati Istrinya?

"Aku takut sayang, Aku takut kamu akan meninggalkan aku saat mengetaui kebenaran atas Suamimu ini."

Tama selalu di hantui rasa bersalah, ketakutan dia akan masa lalunya.

Sebenarnya apa Yang terjadi di masa lalu ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nufierose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MR NAKA CASTELLANO

BAB 10

Pagi harinya ketika sang Surya sudah menampakkan cahaya, saat Alisya membuka mata ternyata dia hanya seorang diri di atas kasur tidurnya, entahlah kemana perginya sang suami tercinta, Alisya hanya bisa mengingatnya. Tubuh polosnya masih di selimuti Bad Cover tebal, seluruh tubuhnya terasa nyeri akibat permainan panas suami semalam.

“Kemana Mas Tama?” berulang kali Alisya meneriaki nama suaminya tapi tak ada jawaban, Akhirnya Alisya perlahan bangkit. Sudah dua hari ini Tama selalu meninggalkannya di pagi buta, entah sepenting apa pekerjaanya itu sampai selalu lebih awal mengerjakannya.

“Jus lagi?”

Satu pemandangan yang memperbaiki Moodnya pagi ini, ada satu gelas jus mangga yang di hias cantik di atas nampan, Alisya tersenyum dia sudah tau itu adalah kerjaan suami. Dan benar saja di atas nampan itu terdapat ukiran manis dan tertulis namanya.

Dan tak hanya itu, sepucuk surat pun mampu membuat senyum seorang Alisya makin melebar.

“Manis sekali suamiku..” Ucap Alisya dengan bangganya dia membuka kertas tersebut dan mulai membaca.

“Selamat pagi sayang.. Maaf aku meninggalkanmu pagi – pagi sekali, aku harus lebih awal ke kantor sayang, Aku sudah menyiapkan sarapan kesukaanmu di meja makan, Jangan rindu aku sayang karena aku akan berat berada jauh dari kamu..”

Membaca beberapa potongan kata di surat tersebut sudah mampu membuat Alisya menahan ketawanya.“Kenapa kamu manis sekali Mas.. Bagaimana bisa aku tidak merindukanmu?”

Alisya tersenyum dan membaca kembali kata demi kata surat di tangan.

Dua hari berangkat ke kantor lebih awal dan dua hari pula pergi dengan meninggalkan surat.. astaga apa suaminya ini tidak bisa langsung menelponnya saja?

Ting!

Satu pesan masuk, Alisya membukanya.

"Bersiaplah sayang, Nanti malam aku akan mengajakmu ke suatu tempat. Berias lah yang cantik sampai membuat semua orang tak sanggup melihat keindahan wajahmu.. Miss You Darling.."

Alisya benar – benar di buat mabuk kepayang karena kebucinan suaminya, Tama tak malu jika harus menunjukkan rasa cintanya pada Alisya, bahkan hal itulah yang membuat Alisya selalu merasa bahagia di dalam rumah tangganya.

Alisya harus bersiap dan membersihkan dirinya, Tubuhnya benar – benar lengket, bahkan Semalam Tama tak mengizinkan Alisya mandi di malam hari.

Dan saat keluar dari kamar Alisya kembali di buat terkejut dengan sarapan yang ada di atas meja.

“Seafood? kenapa suamiku selalu tau apa yang aku suka..”

Dengan lahap Alisya menghabiskan makanan yang di sajikan, tak tersisa sedikitpun memang masakan Suaminya begitu dia idolakan.

Ting...

Layar posel Alisya kembali menyala, nama suaminya sudah terpampang disana.

“Halo Mas?”

“Halo sayang.. bagaimana sarapannya pagi ini?”

Alisya tersenyum dia menatap CCTV yang tak jauh darinya, rupanya sang Suami sedang memantaunya dari Benda kecil itu. Meskipun kondisi mereka berada di Hotel namun kecanggihan Seorang Tama bisa memantau segala hal dari CCTV sekitar.

Dan Alisya paham akan itu.

“Enak sekali Mas, kamu lihatkan aku sampai habiskan makananya?” Tama berdeham, dia sangat bahagia melihat Istrinya tak kekurangan apapun.

“syukurlah.. Cantik banget kamu rasanya Mas mau peluk saja..” Alisya tersenyum mendengarnya.

“Makanya kamu cepat pulang Mas..”

“Baiklah Mas pulang sekarang!”

“EH?”

Alisya mendelik mendengar ucapan Suaminya, namun suara Selin yang terdengar terasa lucu di telinga Alisya.

“Jangan Macam – macam Tam, Baru sampai sudah berulah ya!” terdengar suara tawa Tama entahlah mereka berdua lucu sekali.

Tama memberikan ciuman dari kejauhan, tak terasa memang tapi cukup membuat Wanita cantik itu tersipu.

“Sayang, nanti siang Bayu akan datang, dia akan membawakan baju untuk kamu..”

“Baju apa Mas?” tanya Alisya dengan nada lembutnya.

 “Nanti malam aku ada acara dengan beberapa Kolegaku, kamu akan pergi denganku..”

“Aku ikut denganmu Mas?”

“Hmmmm”

Alisya nyaris tidak percaya, pasalnya Tama sangat tertutup apapun soal pekerjaanya, tapi kali ini dia membawa dirinya dalam urusan kantor.

“Kamu mau kan sayang?”

“Mau dong Mas..” Alisya menjawab dengan semangat, namun tak lama dari usai perbincangan dengan Suaminya Bel Pun berbunyi Bayu datang dengan satu Paperbag di tangannya.

“Pagi Bu, Bapak meminta saya mengantarkan ini..”

“Loh kata Mas Tama kamu datangnya siang?”

“Iya Bu, lebih cepat lebih baik..” Bayu tersenyum padahal jarang sekali lelaki ini tersenyum dan mungkin hanya Alisya yang bisa membuatnya tersenyum.

“Bayu terimakasih ya,, kamu repot – repot antarkan ini ke aku..”

“Tidak bu, ini memang sudah tugas saya..”

Dan kini hampir satu jam Alisya hanya memandang gaun yang ada di depannya, Gaun mini Dress berwarna hitam yang sangat elegan, Alisya sangat menyukainya, memang ya Tama sangat tau apa yang tidak disukai sang Istri.

“Dimana Mas Tama membeli baju ini? Cantik sekali..” Alisya berbinar, seumur hidupnya dia baru melihat gaun secantik memberikan suaminya ini.

Tepat jam tiga sore Alisya bersiap, tubuh indahnya sudah berbalut gaun anggun menambah kecantikan pesona Istri Tama ini.

Alisya merias wajahnya begitu tipis, dia sangat ingat kalau suaminya tidak begitu suka kalau dia berdandan, wajar saja sudah cantik kenapa harus di poles make up?

“Apa aku sudah cantik?” Alisya bertanya pada dirinya sendiri, melenggak lenggokan tubuhnya yang begitu seksi. Alisya kembali berbinar.

“Mas Tama menjemputku jam lima sore dan aku masih harus menunggu dua jam lagi?”

Alisya menghubungi Tama, tak ada jawaban entahlah kemana Suami tampannya itu.

"Awas saja kalau sampai dia ingkar janji lagi!" Alisya menatap cermin penuh peringatan, jika saja Suaminya berulah lagi Alisya benar akan mengamuk.

dan ternyata Sesuai janji Tama pada Istrinya, malam ini Alisya akan mengenal para partner kerja Suaminya.

Memasuki gedung mewah nan elegan Alisya tak henti-hentinya memandangi keajaiban desain Ballroom hotel yang menjadikan tempat pertemuan malam ini, Tama hanya menggeleng dia tak sedikitpun merasa malu karena sikap Istrinya, Tama malah dengan sabar menjelaskan satu persatu lukisan mahal yang ada di tempat itu.

“Mas, apa kamu suka melukis?”

“Iya sayang..”

“Tapi kenapa aku tidak pernah melihat kamu melukis?”

Tama mengulum bibirnya, dia tak mampu menjawab pertanyaan Sang Istri.

“Apa kamu mau aku lukis?”

“tentu saja!” jawab Alisya dengan semangat.

“Besok aku akan melukis kamu sayang, tapi ada syaratnya..”

Kedua mata Alisya seolah bertanya, apa – apaan Suaminya ini, ingin melukis istrinya saja pake syarat segala.

“Pake syarat segala Mas, perhitungan banget..” Tama tertawa menciumi pipi sang Istri.

“Mas, jangan cium disini, malu ah, ramai loh!!” tegur Alisya dengan rasa tidak nyamannya.

"Malu kenapa? Kita ini kan suami Istri, Biar mereka tau cantik apa Istriku ini.."

Alisya tersipu, Tama memang sangat manis.

“Apa syaratnya Mas?” Tanya lagi Alisya, dia masih penasaran apa syarat yang di ajukan Suaminya.

Dengan nakal Tama menjawab pertanyaan Istrinya.

“Aku akan melukismu di kamar, tapi kamu harus terlihat seksi..” Alisya mengangguk dan langsung tersenyum.

“Baiklah, aku akan menggunakan mini Dress..”

“Tidak sayang..” Jawab Tama dengan cepat.

“Lalu? Baju Dinasku?”

“itu belum seksi sayang..” Ucap lagi Tama dengan mengecup bahu Alisya yang terbuka.

“Apa Mas? Bikini?”

Lagi – lagi Tama menggeleng. “Tidak! itu Kurang Panas..”

Alisya memanyunkan bibir dia tidak tau harus memakai apa..

"Apa dong Mas? Menurutku hanya pakaian itu yang seksi saat di lihat."

Tama menarik pinggang Istrinya, di kecup lembut pipi sang Istri dan di bisikan kata – kata yang begitu keramat untuk Istrinya.

“Buka saja semuanya Sayang, Jangan gunakan sehelai benangpun..”

“Mas!” Alisya menjerit, suaranya begitu melengking sehingga membuat Tama menahan senyumnya.

“Maaf!” Ucap Alisya lagi yang merasa malu karena suara membuat semua orang menoleh ke arahnya.

“Kamu sih!” Protes Alisya lagi dengan wajah kesalnya.

"Apa Sayang? Aku tidak melakukan apapun.." Tanpa dosa Tama kembali tertawa, sehingga membuat Alisya semakin kesal.

“Iya.. iya.. maafkan Mas ya..”

Asik bermesraan dengan Tama, dan keduanya di kejutkan dengan kedatangan Seorang pria yang merupakan pembisnisnya. Pria berjas Hitam itu tersenyum berjabatan tangan dengan Tama.

“Ini Istrimu?” Tama dengan bangga memperkenalkan Alisya, bahkan beberapa kolega kerjanya memandang betapa cantiknya sosok Istri Artama Rainaka.

“Istrimu cantik sekali Pak Tama, bidadari pun kalah cantiknya..” pendengar pujian itu Alisya langsung tersipu, beberapa partner kerja yang memang berasal dari Indonesia, ada beberapa yang berasal dari Italia dan Brazil.

“Terimakasih sudah datang Tuan, Saya sangat senang anda bisa menikmati pesta ini..”

Alisya mengerutkan kening, entahlah Alisya merasa Suaminya sangat di segani di sana.

“Suatu kehormatan bisa datang ke Acara ini Tuan, selamat atas pencapaian Anda..”

“Oh tidak Tuan, semua karena tim kalian, kamu menjalankan dengan baik misi yang saya berikan..”

Tama tersenyum dia melirik Alisya yang sepertinya tidak mengerti dengan alur percakapan mereka.

Usai berbincang dengan beberapa tamu, Tama kembali membawa istrinya untuk mencoba beberapa menu disana, Ada Selin yang berjaga tak jauh dari Tama berada.

“Huahh.. Tuan Naka Castellano..” Tama menoleh dengan tatapan elangnya.

____

1
Rekana
ceritanya keren. banyak rahasia yang belum terungkap bikin penasaran..
suka sama karakter Tama walaupun kejam dan cuek tapi sama istri selalu lembut

love banget pokonya 😗 😗
Rekana
jangan lama² up nya kak.. ceritanya bagus banget.. seru
Ipus
terimakasih Thor ceritanya bagus,menarik. lanjut,,,,
Nufie: sama-sama kak.. jangan lupa Follow author dan kasih ulasan yaa
total 1 replies
Amelia Kesya
masih ngikutin alur
R⁸
banyak bgt al nya, bayu ngobrol dgn selin, panggil al, gani dgn selin al lagi.. tokoh baru nongol al lagi😓
Nufie: maaf kak.. nanti di revisi
total 1 replies
Rekana
aduh siapa lagi itu..
antagonis mulai keluar nih kayanya
Rekana
tempramental banget si tama yaa... keras di luar lembut di dalam 😍
Rekana
duh tam.. meleleh akyuuuu😍
Rekana
takut banget tiba² si selin jahat.
Rekana
jahat banget njirr🤣
Rekana
lanjut kak
Vina Tamaela
Alhamdulillah ternyata sein asisten yang setia dan tidak jahat syukurlah aku sempat kuatir takut tama ada hubungan sama asisten mengingat mereka beda gender 😭 alhamdulillah asisten tama wanita baik2 semoga berjodoh sama bayu dan ada apa sampai tama tidak mau istri hamil dulu tp klo sudah terjadi anak adalah anugerah jika tama benar-benar cinta istri dia akan berusaha menerima kehadiran darah dagingnya apapun terjadi tanpa bnyk pertimbangan dan alasan
Amelia Kesya: Alur ceritanya menarik,masih menyimak alur dan membaca semangat thor💪.
total 2 replies
Vina Tamaela
Aneh kenapa tama gak memperkerjakan asisten laki-laki gak masuk akal seharusnya bayu yg dampingi tama dan selin damping istrinya mana saat dihubungi susah angkat tlp pada lagi kmn dan ngapain sih secinta apapun sama istri tp masih ada rahasia bukan cinta tp selingkuh dengan dusta
Nufie: Soalnya tama ngga bisa jauh dari Selin Kak.. hihihi
total 1 replies
Helen Klawa
lanjut
Nufie: siap kakak.. jangan lupa Follow yaa
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!