NovelToon NovelToon
Tuan CEO, I LOVE YOU

Tuan CEO, I LOVE YOU

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / CEO / Romantis / Cintamanis / Fantasi Wanita / Cintapertama
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: moms F

"Perpisahan kita bukan salah siapa2. Bukan sepenuhnya salahmu, salah ku , salah dia ataupun salah waktu. Kita adalah dua orang yg tepat, tapi tepat disini bukan sebagai pasangan melainkan sebagai pembelajaran untuk kita menjadi lebih dewasa"

Nada Ageta Putri

"Jika kesalahan ini sebagai pembelajaran. Bisakah aku tetap belajar bersama mu sehingga kita bisa dewasa bersama"

Juna Genio Lin

"Apakah perasaan cinta sebuah kesalahan? Jika memang iya, aku tak ingin perasaan ini. Perasaan ini terus menggerogoti kewarasan ku dan membuat ku menjadi jahat yang menyakiti orang di sekeliling ku"

Senar Anggriani

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moms F, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kamu datang

"ah..lepaskan aku, ku mohon lepaskan aku" Nada ketakutan, meronta-ronta dengan keras

"Untuk apa kau berpura-pura jual mahal" lelaki itu mendorong nya ke dinding. wajah mesumnya mendekati Nada.

"Apa salahnya kau bersamaku malam ini. Wajah, tubuh mu ini sungguh sia-sia jika tidak dinikmati" Ucapnya menyentuh pipi Nada

Rasa takut yang ekstrim memicu naluri Nada. Dengan sekuat tenaga ia mencoba menggapai benda di sampingnya. Dan saat mendapatkan nya, ia memukul lelaki mesum di depannya.

"ah--" terkejut, lelaki itu memegang kepalanya yang tampak mengeluarkan darah. Rasa sakitnya membuat nya melepaskan cengkraman pada Nada.

Nada memanfaatkan kesempatan singkat itu. Mendorong lelaki itu sekuat tenaga dan berlari kearah pintu. Jari-jarinya gemetar saat mencoba memutar kenop pintu!

"Dasar jalang" Lelaki itu diliputi rasa sakit dan amarah. Kekejaman dimatanya tampak sepenuhnya. Mengabaikan rasa sakitnya. Lelaki itu berjalan menuju ke arah Nada. Tepat ketika Nada hendak membuka pintu. Rambut Nada ditarik dan di dorong ke atas kasur.

Setelah itu suara tamparan keras menggema di ruangan.

Nada melihat bintang-bintang sakin kerasnya tamparan yang ia terima. Pipinya memerah, rasa darah yang kuat memenuhi mulutnya.

Penghinaan dan rasa sakit membuat pandangan nya kabur. Air mata mengalir di wajahnya. Dia mundur menjauhi lelaki itu dan meringkuk di sudut kasur secara naluriah melindungi dirinya sendiri dan berteriak dengan suara terbata-bata " kumohon lepaskan aku, ku mohon"

Lelaki itu dengan darah yang masih mengalir di kepalanya tertawa kejam. Melihat penampilan Nada yang berlinang airmata, nafsunya semakin membara.

Dia menyeringai jahat dan mendekati Nada. Dan merobek lengan baju Nada.

"berteriaklah, siapa yang bisa menyelamatkan mu saat ini. Tidak ada yang bisa mengganggu kesenangan ku hari ini"

Nada semakin mundur dan membentur dinding. Rasa takut kian menggerogoti hatinya.

Lelaki itu semakin menyeringai, semakin mendekati Nada dan menarik kaki Nada. setelah menguasai Nada yang memberontak. Ia menarik kerah baju Nada dengan kasar. Terlihat kulit putih yang lembut, yang berbau manis membangkitkan nafsunya.

Nada hanya bisa memberontak memberikan perlawanan. Ketika Nada menutup matanya dengan keputusasaan. Dunianya tenggelam dalam kegelapan.

Sebuah benturan memekakkan telinga terdengar. Pintu kayu yang kokoh yang tadi sempat dikunci lelaki itu tadi terbuka dari luar dengan kekuatan yang mengerikan. Kuncinya patah dan serpihan kayu berhamburan kemana-mana.

Di tengah koridor yang menyilaukan. Berdiri kokoh lelaki tampan seperti sosok iblis bergegas masuk tidak lain ialah Zero.

Matanya menyala penuh dengan amarah.

Ketika matanya terpaku pada perempuan di bawah lelaki itu dengan pipi bengkak, darah keluar dari sudut bibirnya. Matanya penuh air mata dan kekosongan dan keputusasaan. Seketika amarahnya berubah menjadi niat membunuh yang nyata.

Matanya merah padam, tangannya mengepal kuat. Yang dilihatnya perempuan yang sangat berharga di hidupnya dengan penampilan yang membuat hatinya sakit. Dengan pipi putihnya yang dipenuhi bekas jari yang tampak jelas. Lengan bajunya robek dan terlihat memar dan luka di bahunya akibat perlawanan.

Dibelakang nya Melody yang baru datang menutup mulutnya dan berteriak.

Saat melihat ke arah sepupunya tampak membangunkan niat membunuh yang menguat dari lelaki itu. Amarahnya membakar seluruh akal sehatnya.

Seperti serigala yang sangat marah. Ia memukuli lelaki brengsek tersebut. Ia tidak memberi kesempatan untuk bereaksi. Dengan cengkraman yang kuat dan pukulan yang mematikan. Ia membanting lelaki brengsek itu ke dinding dengan keras.

Suara kesakitan dan terdengar tulangnya yang hancur terdengar jelas.

Tapi ini baru permulaan.

Tinju Zero membawa pukulan yang dahsyat. Satu pukulan, dua pukulan tanpa henti menghantam wajah dan tubuh lelaki brengsek itu. Setiap pukulan disertai bunyi tulang yang hancur dan darah yang menyembur. Zero menghancurkan nya seperti sampah, mencabik-cabik lelaki itu karena telah menyentuh gadis yang begitu berharga untuknya.

Sang asisten mencoba menghentikan nya. Bukan ia melarang atasannya memukul lelaki itu. Tapi ia tidak ingin atasan nya membunuhnya jika kehilangan kendali seperti ini dan malah membuatnya sibuk untuk membereskan kekacauan yang di buat oleh tuannya.

Melody ngeri melihat kakaknya yang kehilangan kendali seperti ini. Ia merasa takut, sepupu yang biasanya hanya diam dengan wajah datarnya jika ia gangguin. Baru kali ini ia melihat kemarahan yang begitu mengerikan dari kakaknya. Tapi ia harus menahannya dan mulai berteriak sambil memeluk Nada.

"kakak hentikan, bawa Nada ke rumah sakit dulu. Banyak darah yang keluar ini"

Pukulan Zero seketika berhenti dan matanya langsung tertuju kearah Nada yang berada di pelukan melody.

Niat membunuh dimatanya seketika hilang dan berganti dengan tatapan rasa sakit dan kesedihan yang mendalam.

Kekuatan yang luar biasa yang di miliki seketika hilang. Zero terhuyung-huyung menghampiri Nada yang berada di pelukan Melody.

Dengan tangan bergetar Zero menyentuh pipi Nada yang bengkak dan berdarah. Ia menyentuh nya sangat hati-hati membuat Nada sakit. Melihat darah di tangan nya saat memegang kepala Nada menambah rasa sakit di hati nya.

"Kamu datang" ucap pelan Nada dan memegang tangan Zero yang berada di pipinya.

"Maaf,maafkan aku. Kakak terlambat" ucap Zero dengan suara bergetar dan menarik Nada dalam pelukannya.

"kamu datang" ucap Nada sekali lagi dengan gemetar. Merasakan pelukan dan nafas yang familiar. Ketegangan dan keputusasaan yang ia hadapi akhir putus. Semua keluhan yang ia hadapi berubah menjadi airmata dan mencengkram baju yang dipakai oleh Zero dan membenamkan wajahnya ke dada Zero untuk mencari perlindungan.

Zero yang melihat Nada menangis memeluk erat diri nya tanpa menyentuh lukanya. sambil mengecup pucuk kepalanya untuk menenangkan Nada.

"Jangan takut kakak disini, jangan takut" ucap Zero menenangkannya

"kakak disini, jangan t..." sebelum Zero menyelesaikan ucapannya. ia merasa cengkraman Nada melonggar. Dan saat ia melihat kebawah. Mata Nada sudah tertutup.

"Nada..Nada" panggilnya dengan gemetar. Ia sangat takut melihat gadisnya menutup matanya.

"kak, Nada hanya pingsan karena banyak darah yang keluar. Bawa Nada kerumah sakit sekarang" ucap Melody menyadarkan Zero yang penuh dengan ketakutan

Seketika Zero sadar, dengan hati-hati menggendong Nada seperti porselen yang berharga.

Seketika melewati lelaki brengsek yang terbaring ditanah seperti boneka kain yang rusak. Sekali lagi menendang nya hingga terbentur sudut lemari.

"ughhh.."

 Zero tak memperdulikan lelaki brengsek itu dan memilih membawa Nada keluar dari tempat yang kotor ini dengan cepat.

#TBC

1
Shinta Teja
moms,,,, tolong dong up nya yang banyak... penasaran tau!!!🫰🙏🙏🙏
Shinta Teja
jangan lama2 ya moms up nya....🙏🙏🙏🙏
Shinta Teja
2 hari ga update, kemana nih moms F nya.... penasaran tau,moms...😓
Shinta Teja
suka,,,, meskipun aku ga pernah mengalami yang dialami nada tapi aku begitu merasakan emosinya menjadi nada.....😪😤
semangat nada!!!💪💪💪
ini othor nya yang keren nih bisa memainkan emosi para pembaca nya.... good job,Thor ...🫰🫰🫰🫰
Shinta Teja
dasar senar.....caramu mendapatkan nya saja sudah salah. malah berharap lebih.....
Shinta Teja
jangan mau, nada.... kamu bukan Inara yang mau masuk jadi orang ketiga.....
Shinta Teja
ya Allah,,,,,aku juga merasakan sakit mu,nad... seolah Tuhan ga adil hanya memberikan rasa sakit untuk kita aja sedang mereka malah tertawa bahagia.....😓
Shinta Teja
run nad,,,, run.....
lari lah sejauh mungkin.... tinggalkan sumber rasa sakit itu & cari kebahagiaan mu ditempat yang baru...
Shinta Teja
serin?! senar kali,thor
Shinta Teja
semangat,nada .... aku bakal temani kamu🤗🤭
Shinta Teja
aku juga ikut menahan sesak di dadaku membayangkan hancur & kecewa nya kamu,nad... dikhianati orang terdekat itu amat sangat menyakitkan & mungkin waktu seumur hidup tak akan mampu menyembuhkan luka mu....😓
Shinta Teja
lho,,,kenapa?! bukannya Alvaro juga babak belur,Thor?! sekarang malah si Juna juga...
Shinta Teja
masih hangat!!!k kek nya baru Mateng & baru keluar dari oven deh🤗🤭
Zeepree 1994
hadir Thor..
semoga setelah patah hati karena tiga orang ini, nada bisa bangkit lagi melupakan kesakitannya, bila mungkin jauhkan nada dari orang2 yang kejam ini Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!