Zhang Liu gadis malang yang di paksa menikahi seorang raja aneh, demi menolak pernikahan dan menjaga kesucian Zhang Liu bunuh diri dengan menenggelamkan diri di dalam danau, namun siapa yang menyangka setelah kepergian Zhang Liu dari tubuhnya, seorang gadis dari dimensi lain terjebak di dalam tubuhnya, apakah yang akan di lakukan gadis itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auliya Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dia adalah putri mu
Di kediaman Zhang, beberapa orang sudah berdiri di depan gerbang, hari ini putra tertua keluarga Zhang akan kembali tentu saja harus di sambut dengan baik.
Tuan Zhang bahkan secara pribadi menunggu putranya dengan penuh semangat, ini lah putranya, putra yang di lahirkan oleh wanita yang sangat ia cinta, putra yang memiliki prestasi besar dan paling ia banggakan.
"Putra ku" Tuan Zhang langsung turun ke bawah saat melihat kuda milik sang putra yang sudah berada di depan kediaman,
Zhang Zhicen, sebenarnya sangat enggan untuk kembali, apa gunanya ia kembali, toh adiknya juga tidak berada di sini, tapi adiknya yang berhati lembut malah memintanya untuk datang dan melihat keadaan ayah mereka.
Meskipun kesal ia tak bisa mengubah kenyataan jika pria ini adalah sosok ayah baginya, pria yang pernah memberikan rasa hangat dan cinta baginya, akan tetapi jika mengingat sikap dinginnya pada Liu Yan ia merasa hambar
Ia sangat tidak suka dengan kediaman ini, tapi ini rumahnya, di sinilah dirinya tumbuh, ada banyak kenangan tentang ibunya di sini.
"Ayah" ia menyatukan tangan sebagai hormat,
Ia melangkah mundur tak ingin di sentuh oleh tuan Zhang, tuan Zhang terdiam sejenak dan setelahnya mengajak putranya segera masuk
"Nak, halaman mu sudah di perbaiki, semua hal yang terbaik di berikan pada mu" Zhang Lan berucap dengan penuh perhatian
Putranya yang baik sudah menjalani kehidupan sulit di kamp, ia bahkan sudah berteman ke matian sedari berusia muda, setalah bertahun tahun di kamp akhirnya ia kembali, sebagai seorang ayah tentu saja ia merasa bahagia saat putranya kembali dalam keadaan baik baik saja.
"Ayah, apakah ayah tak mencemaskan adik sedikitpun?" Zhang Zhicen menatap ayahnya dengan tatapan tanya,
"Anak itu tak layak di sebutkan, tak layak, Zhicen kau pasti lelah ayah akan mengantar mu beristirahat" Ia sudah di rugikan oleh Liu Yan, bukan hanya harta bahkan ia masih harus kehilangan papan roh istrinya
"Ayah apakah ayah benar benar tak peduli dengan adik?, ayah, sepanjang hari adik selalu cemas dengan tubuh ayah, tapi ayah?, ayah bahkan mengatakan jika dirinya tak layak untuk di ungkit?" Zhang Zhichen menatap dalam,
Dimasa lalu mereka memiliki hubungan yang sangat baik, antara ayah dan anak saling mengasihi dan menyayangi, keluarga mereka begitu sempurna, namun setelah bertahun tahun semua terasa begitu jauh dan asing hingga hubungan mereka menjadi begitu dingin
"Dia menggunakan nama keluarga Hu untuk mendesak ayah, dia gadis berhati hitam, yang begitu hebat dan berani, bukan itu saja, ia juga telah memaksa ku untuk memutuskan hubungan, aku menyesal mengapa ia harus ada di dunia ini, jika ia yang mati saat itu maka ayah tak akan kehilangan ibu mu"
"Kau" Zhang Zhicen menatap ayahnya dengan tatapan tak percaya, ayahnya bukan tak tau mengapa ibunya meninggal di usia muda, mengapa ia memaksakan dendam pada adiknya
"Sudah lah kematian ibu mu, itu bukan keputusannya, tapi mengapa?, anak kejam itu masih ingin merebut papan roh milik istri ku, dia gadis kejam tampa ampun sedikit pun, aku tak percaya jika membesarkan putri sekejam itu, bintang sial itu benar benar sangat kejam" Tuan Zhang berucap pelan, ia kesal, tentu saja, meski mungkin ia tak terlalu memperhatikan Liu Yan ia tetaplah seorang ayah.
Saat putrinya memilih pergi dan memutuskan ikatan mereka ia merasa tak bahagia, akan tetapi?, ia akan selalu membohongi dirinya sendiri dan berfikir jika ia membenci Liu Yan hingga saat pergi ia merasa kesal karena sudah tak bisa menyiksa gadis itu lagi
"Ayah, apakah selama ini ayah benar benar memperlakukan adik dengan baik?, apakah ayah memperlakukan ibu sebaik yang ayah sebutkan?, lalu mengapa ayah tidak ada saat ibu bertaruh nyawa melahirkan adik, apa ayah melihatnya?, apa ayah ada di sana?, tidak, ayah sedang bersenang senang dengan selir baru, jika tidak demikian bagai mana mungkin putri selir menjadi beberapa hari lebih muda dari adik ku?" Saat itu ia masih muda, ia tak tau banyak hal, tapi hanya satu yang ia ketahui, ayahnya tidak ada saat ibunya menghembuskan nafas terakhir.
Zhang Zhicen menatap ayahnya dengan tatapan kecewa, adiknya yang malang saat itu ia berfikir, ia harus memiliki reputasi dan nama besar untuk melindungi adiknya, akan tetapi?, setelah ia mendapat nama ia bahkan tak bisa bertemu lagi dengan adiknya.
Gadis malang yang bahkan tak memiliki hak untuk kehidupannya sendiri, menikahi pria Kejam dan mengerikan, tak di dukung ayah dan di tindas selir,
"Ayah, apakah ayah benar benar sudah lupa dengan semua itu?"
Zhang Lan diam seribu bahasa, saat itu, saat itu ia tak tau, mengapa tubuhnya lemas dan tertidur di ruang belajar, di pagi hari saat terjaga ia sudah kehilangan orang yang sangat ia cintai, ia tak di kamar selir Ming, saat itu ia hanya mencintai istrinya, selir Ming pun jika istrinya tak bersikeras ia tak akan pernah membawanya masuk ke kediaman.
"Putraku, kau kau salah faham pada ku, aku"
"Apa ayah?, coba ayah jelaskan, saat itu ayah menikmati waktu dengan selir hingga tak memiliki sedikit pun rasa cemas pada ibu ku, ibu ku melahirkan anak mu, ibu ku selalu menjadi orang yang mencintai mu, tapi diri mu?, mengecewakannya lagi dan lagi"
Mentri Zhang masih diam, ia merasa marah dengan dirinya sendiri, tapi ia tau, ini bukan sepenuhnya karena dirinya, ia di jebak oleh orang lain, dan di matanya Liu Yan akan selalu menjadi bintang pembawa sial.
Semua di perjelas dengan ke adaan orang orang yang memiliki hubungan dengannya, saat baru lahir ke dunia ia telah membunuh ibu kandungnya sendiri, dan saat besar, ia menjalin hubungan dengan putra mahkota dan setelahnya?, putra mahkota di asingkan tanpa penjelasan, setahun setelah kepergian putra mahkota kabar pertunangan antara dirinya dan raja Han menyebar, tapi dalam waktu yang singkat, raja Han yang gagah dan kuat disergap musuh terluka dengan serius, Kaisar berusaha menyembunyikannya, namun Mentri Zhang adalah perdana Mentri kepercayaan, hal ini jelas sudah ia ketahui sejak awal.
Ia membenci Liu Yan karena ini, lima tahun lalu ia masih memperlakukan Liu Yan dengan baik, meski hubungan mereka selalu dingin tapi selama lima tahun belakangan Liu Yan tak pernah begitu terlantar, tapi berita Liu Yan sebagai bintang pembawa sial menyebar di seluruh penjuru
Hal ini membuatnya mengingat kejadian lalu, dan saat memikirkannya ia merasa sedikit lega, ia tau kejadian yang menimpa istrinya saat itu bukan karena dirinya, tapi bayi iblis yang berada dalam kandungannya.
"Ayah, dia adalah putri mu, saat orang lain meremehkannya seharunya kau lah yang menjadi orang yang paling mempercayainya, saat dunia menuduhnya kau lah yang seharunya menjadi penopang dan kekuatannya, kau adalah ayahnya, kehadirannya karena satu tetes dari darah mu, kau jelas tau semua hal buruk yang telah terjadi tak ada hubungan dengan dia, entah ibu, putra mahkota, raja Han, semua yang terjadi pada mereka tak ada hubungannya dengan adik ku" Zhang Zhicen berucap dengan nada lirih,
"Sudahlah, jangan membahas ini lagi pelayan menyiapkan makan malam untuk kita, ayo ke aula dan makan terlebih dahulu" Zhang Lan tak ingin membahas itu terlebih dahulu
Meski selama ini ia abai, di hati kecilnya ia juga tak tega, akan tetapi?, Liu Yan ini gadis yang menyebalkan, ia sangat tertutup dan pendiam, sebagai nona muda sah di kediaman ia bahkan membiarkan pelayan menindasnya, bukan itu saja ia bahkan masih diam saja saat di intimidasi oleh selir selir
Gadis bodoh seperti itu bukan seperti anak yang di lahirkan oleh istrinya, di masa lalu, Hu Xian sangat ceria dan kuat, melahirkan sampah seperti Liu Yan, keberadaan Liu Yan bahkan seperti aib yang menempeli mereka
"Aku sudah makan bersama adik, aku akan kembali ke halaman ku, ayah permisi" ia melangkah mundur dan berjalan menuju halaman miliknya,
Kekecewaannya pada sang ayah sudah berada di tahap tak puas.