Mei Lin yang seorang agen mata mata terpaksa harus bunuh diri ketika tertangkap oleh Wang Yu, seorang Jenderal polisi negara x.
Namun , bukan nya mati, Mei Lin justru terperangkap ke dalam tubuh milik Bai Hua. Bai Hua adalah gadis lemah yang membutuhkan kursi roda untuk berjalan. Ia diejek oleh seluruh keluarga nya karena menjadi sampah. Bai Hua juga harus menikah dengan Pangeran Idiot!
Bagaimana jika jiwa Mei Lin yang mengambil alih tubuh Bai Hua untuk menikah dengan Pangeran itu? Dan bagaimana jika jiwa pangeran itu juga telah dirasuki entitas dari abad 21?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 17 : Taktik Cepat
Suasana di dalam ruang bawah tanah Wan Jin mendadak sunyi setelah Bai Rui jatuh pingsan. Wan Jin berdiri terpaku, menatap kedua kakaknya dengan kebencian yang tertahan.
"Bawa dia pulang," perintah Bai Hua dingin kepada pengawal pribadinya yang muncul dari balik kegelapan. "Pastikan dia tidak bangun sampai tiba di paviliun kita. Aku masih butuh mulutnya untuk bersaksi."
Wan Long kembali ke mode Pangeran Gila , ia melompat-lompat mengambil sumpit bambu yang tadi ia lempar ke lengan baju Wan Jin. "Kakak Jin, jangan nangis ya! Nanti Wan Long kasih permen cacing!" bisiknya dengan nada yang membuat bulu kuduk Wan Jin berdiri.
Begitu kembali ke Paviliun Pangeran Pertama, Bai Hua tidak membuang waktu. Sesuai bisikan Bai Rui, ia menyuruh Wan Long untuk menyelinap ke kediaman Menteri Bai guna mengambil surat di laci rahasia kamar Bai Rui.
***
Satu jam kemudian, Wan Long kembali dengan sebuah gulungan kertas kusam yang baunya sangat khas. bau obat-obatan terlarang yang sudah menua.
Bai Hua membuka surat itu di bawah cahaya lilin. Matanya yang tajam memindai baris demi baris. Seketika, jemarinya gemetar karena amarah.
"Ada apa?" tanya Wan Long, suaranya kembali berat dan serius.
"Ibuku..." suara Bai Hua tercekat. "Dia tidak mati karena pendarahan saat melahirkanku. Nyonya Bai Yun membayar seorang tabib istana untuk menukar obat penguat kandungannya dengan racun Zhi-Mu, racun yang memicu kontraksi hebat dan pendarahan yang tidak bisa berhenti."
Bai Hua meremas kertas itu hingga lecek. "Dan yang lebih gila lagi... Ayahku, Menteri Bai, tahu soal ini. Dia membiarkan istrinya dibunuh agar dia bisa mendapatkan dukungan politik dari keluarga Bai Yun."
Wan Long terdiam sejenak. Sebagai jenderal polisi, ia sering melihat kekejaman manusia, tapi pengkhianatan dalam keluarga selalu terasa lebih busuk. ia meletakkan tangannya di sandaran kursi roda Bai Hua.
"Lalu apa rencanamu? Membakar mereka hidup-hidup malam ini?" tanya Wan Long.
"Itu terlalu mudah," desis Bai Hua. "Aku ingin mereka kehilangan segalanya terlebih dahulu. Harta, martabat, dan akhirnya kewarasan mereka. Aku ingin Nyonya Bai Yun merasakan bagaimana rasanya menjadi sampah yang dibuang."
"Wah, wah, kau kejam juga yah."
***
Keesokan paginya, istana digemparkan oleh berita bahwa Bai Rui "ditemukan" pingsan di depan gerbang paviliun Bai Hua dengan kondisi linglung. Bai Hua menggunakan momen ini untuk memanggil Nyonya Bai Yun ke istana dengan alasan "mengobati" putrinya.
Nyonya Bai Yun datang dengan tergesa-gesa, wajahnya penuh kecemasan yang dibuat-buat. Namun, saat ia melangkah masuk ke kamar Bai Hua, ia tidak menemukan putrinya yang sedang sakit.
Ia menemukan Bai Hua duduk tegak di kursi roda peraknya, memegang sebuah botol obat tua yang sangat ia kenali.
"Selamat pagi, Ibu Tiri," sapa Bai Hua dengan senyum yang tidak sampai ke mata. "Apakah kau merindukan aroma racun Zhi-Mu ini? Aku menemukannya di bawah lantai kamarmu tadi malam."
Wajah Nyonya Bai Yun seketika berubah pucat pasi, seperti mayat yang baru bangkit dari liang lahat.
"Kau... bagaimana bisa kau..."
"Aku bukan lagi Bai Hua yang bisa kau cambuk, Nyonya," potong Bai Hua tajam. "Aku adalah hantu dari masa lalu ibuku. Dan aku di sini untuk menagih hutang nyawa."
Tiba-tiba, Wan Long masuk sambil membawa sebuah nampan berisi dua cangkir teh. Ia tertawa riang, namun matanya menatap Nyonya Bai Yun dengan tatapan predator.
"Ibu Mertua! Minum teh yuk! Wan Long yang buat sendiri! Ada bumbu spesial dari laci rahasia Ibu!"
Nyonya Bai Yun mundur teratur, tubuhnya gemetar hebat. Ia tahu, di dalam paviliun yang tertutup ini, tidak akan ada yang mendengarnya jika ia berteriak.
"Pilih salah satu, Nyonya," ujar Bai Hua sambil menunjuk dua cangkir teh itu. "Satu berisi teh biasa, dan satu lagi berisi racun yang kau gunakan untuk membunuh ibuku. Jika kau beruntung dan memilih teh biasa, aku akan membiarkanmu pulang. Tapi jika tidak..."
Wan Long menyeringai, ia menyodorkan nampan itu tepat ke depan hidung Nyonya Bai Yun. "Ayo pilih! Seperti main tebak-tebakan! Hihihi!"
Inilah awal dari kejatuhan keluarga Bai.
***
Happy Reading ❤️
Jangan lupa like, komen, ikuti penulis noveltoon ANWi, vote(kalo ada) dan rate 5 , terimakasih
definisi sebel tapi rindu
benci tapi butuh🤣🤣
ya elah mati aja ga mau ngalah lu bang
ok Leh yuk lah bareng "🫣🤣
jadi bayangin visual merekanya bertarung
anak kan cuman niru orang tuannya yaa
jgn salahin kalau jadi anak durhaka
tih punya orang tua durhaka
mang disini pada ngeluh masalah retensinya
banyak othor yg juga akhirnya nyerah dan banyak pindah ke berbagai platform 🥹🥹.
semangat ya Thor...
aku mah dukung aja
karena terkadang penghargaan itu ga butuh cuman pengakuan,tapi cuan yg menentukan 🤣🤣
lu pikir bisa mengendalikan seluruh permainan
hei..masa depan itu lebih menakutkan dr yg dilihat
dimana ga ada binatang buas di hutan belantara
tapi manusia yg punya nafsu buas di antara hutan sesungguhnya.
beginilah realita di masa depan.
sebenarnya siapa yg jebak siapa.🫣
hayooo kau berhadapan dengan polisi dan mata mata dr masa depan lu bang
siap siap aja yaa