NovelToon NovelToon
Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Dokter / Cintapertama / Tamat
Popularitas:3.4M
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Hidup Kayla yang awalnya begitu tenang berubah ketika Ayahnya menjodohkannya dengan seorang pria yang begitu dingin, cuek dan disiplin. Baru satu hari menikah, sang suami sudah pergi karena ada pekerjaan mendesak.

Setelah dua bulan, Kayla pun harus melaksanakan koas di kota kelahirannya, ketika Kayla tengah bertugas tiba-tiba ia bertemu dengan pria yang sudah sah menjadi suaminya tengah mengobati pasien di rumah sakit tempat Kayla bertugas.

Bagaimana kelanjutannya? Bagaimana reaksi Kayla ketika melihat suaminya adalah Dokter di rumah sakit tempatnya bertugas? Apa penjelasan yang diberikan sang suami pada Kayla?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kamu Pingsan

"Kayla!" Teriak Arthur.

Suara yang biasanya berat dan tenang kini terdengar penuh kepanikan, ​Arthur mendekap tubuh lemas Kayla yang sudah kehilangan kesadaran, detak jantung Arthur berpacu tidak karuan saat ia merasakan suhu tubuh Kayla yang masih membara menembus jas koasnya.

Tanpa mempedulikan pandangan terkejut para perawat dan keluarga pasien di bangsal kelas tiga, Arthur mengangkat tubuh Kayla dalam gendongannya.

​"Siapkan bed kosong di vvip! Sekarang!" perintah Arthur kepada perawat yang mematung.

Di dalam ruang perawatan, Arthur meletakkan Kayla di tempat tidur dengan sangat hati-hati, ia mengambil set infus. Namun tangan yang biasanya sangat stabil saat memegang pisau bedah di meja operasi itu tiba-tiba bergetar hebat dan ini adalah pertama kalinya bagi Arthur merasakan tangannya gemetar saat menginfus seseorang.

Arthur menarik napas panjang, mencoba menenangkan diri, ia tidak membiarkan perawat menyentuh Kayla karena ia ingin melakukannya sendiri.

​Begitu jarum masuk, Arthur menghela napas lega melihat cairan mulai mengalir, ia duduk di tepi ranjang, menggenggam tangan Kayla yang dingin lalu Arthur memandangi wajah Kayla yang pucat.

"Untung saja kau baik-baik saja," ucap Arthur.

Mau tidak mau Arthur pun harus pergi karena ada jadwal operasi dan Arthur meminta perawat untuk menemani Kayla.

​Dua jam kemudian, Kayla perlahan mulai sadar dan hal pertama yang ia lihat adalah langit-langit kamar yang mewah dan bunyi ritmis dari monitor jantung di sampingnya. Di kursi tunggu, bukan Arthur yang ia temukan, melainkan Celine yang duduk dengan wajah khawatir.

​"Kay! Akhirnya kamu bangun," ucap Celine sambil mendekat.

​"Celine, kenapa aku di sini? Bukannya aku di bangsal kelas tiga?" tanya Kayla dengan suara serak.

​Celine menggigit bibir, ragu untuk menceritakan apa yang terjadi. "Tadi kamu pingsan Kay dan Dokter Arthur yang gendong kamu ke sini bahkan dia sendiri yang pasang infus kamu. Gila, satu rumah sakit heboh tau, aku belum pernah lihat Dokter Arthur sepanik itu," ucap Celine.

​Kayla terdiam, tangannya menyentuh plester infus di punggung tangannya, ia bisa merasakan sisa kehangatan dari cara jarum itu terpasang dengan sangat rapi, ciri khas tangan seorang ahli.

"Terus sekarang Dokter Arthur di mana?" tanya Kayla.

​"Dokter Arthur lagi ada operasi cito, tapi sebelum pergi tadi Dokter Arthur pesan ke perawat setiap sepuluh menit buat cek suhu kamu. Sumpah ya Kay, Dokter Arthur posesif banget sama kamu, bahkan orang-orang mulai bergosip kalau kalian ada hubungan spesial," bisik Celine penasaran.

Kayla yang mendengarnya pun tersedak dan buru-buru membantah gosip itu, "Gak mu-mungkinlah, gimana sih. Masa aku sama Dokter Arthur ada hubungan," bantah Kayla.

"Kan, aku juga mikirnya gitu, tapi tadi Dokter Arthur kelihatan khawatir banget sama kamu," ucap Celine.

"Mungkin Dokter Arthur khawatir karena aku kan anak bimbingannya sekarang, kalau terjadi sesuatu sama aku nanti dia yang harus bertanggungjawab," ucap Kayla.

"Iya, juga sih," jawab Celine dan Kayla pun merasa lega karena Celine tidak curiga pada alasannya.

Ketika mereka tengah asik mengobrol, tiba-tiba Arthur masuk dengan langkah tegap, namun guratan kelelahan tidak bisa disembunyikan dari wajahnya, ia masih mengenakan baju scrub hijau, hanya dilapisi jas putih yang tidak dikancingkan.

"Dokter Muda Celine, terima kasih sudah menunggu. Anda bisa kembali ke departemen sekarang," ucap Arthur dengan nada datar namun penuh otoritas.

​"Baik, Dok. Permisi," jawab Celine cepat, ia memberikan tatapan semangat kepada Kayla sebelum menghilang di balik pintu.

​Kini di dalam ruangan tersebut hanya tersisa Arthur dan Kayla, di dalam ruang vvip itu hanya ada keheningan. Arthur berjalan mendekat, mengambil thermometer infra merah dan mengarahkannya ke dahi Kayla.

​"37,8 derajat. Masih demam, tapi sudah lebih baik," gumam Arthur.

Arthur kemudian duduk di kursi di samping ranjang, menatap Kayla dengan tatapan yang sulit diartikan campuran antara marah, lega dan rasa bersalah.

​"Dok, kenapa aku harus di ruang vvip?" tanya Kayla pelan dan tidak berani menatap mata Arthur.

"Kamu pingsan," jawab Arthur.

"Tapi, tadi Celine bilang semua orang membicarakan kita," ucap Kayla.

​Arthur menghela napas panjang, ia melepas kacamatanya dan memijat pangkal hidungnya. "Aku tidak peduli mereka bicara apa, saat melihatmu pingsan tadi, aku tidak sempat berpikir untuk membawamu ke ruang perawatan biasa atau memikirkan reputasiku," ucap Arthur.

Arthur meraih tangan Kayla yang tidak terpasang infus, menggenggamnya erat. "Aku melihat tindakanmu tadi di bangsal kelas tiga yang menyelamatkan anak itu, itu sangat luar biasa, Kayla," ucap Arthur.

Kayla yang mendengarnya pun terkejut, ia menatap Arthur dengan tatapan tak percaya. "Dokter tadi lihat aku?" tanya Kayla.

"Iya, aku melihatnya dan kamu hebat," ucap Arthur.

"Tapi, kualitasku masih jauh dari yang diharapakan Dokter," ucap Kayla.

"Aku tahu, tapi tadi kamu hebat. Kamu tadi membuktikan kalau ucapanku salah," ucap Arthur.

Kayla yang mendengarnya pun merasakan matanya memanas, terlebih lagi pujian itu berasal dari mulut pria yang baru saja menghancurkan mentalnya seminggu ini sehingga pujiannya terasa jauh lebih berharga daripada nilai A yang ia dapatkan di papan pengumuman.

"Apa menurut Dokter, aku sudah membuktikan diriku kalau aku mampu menjadi Dokter?" tanya Kayla.

"Tentu, asalkan kamu mempertahankan apa yang kamu lakukan tadi, aku yakin kamu akan mampu menjadi Dokter hebat," ucap Arthur, tentu saja perkataan Arthur ini sangat menyegarkan bagi perasaan Kayla.

Keheningan yang menyelimuti ruangan vvip itu kini terasa jauh lebih hangat, Kayla menarik napas panjang, mencoba meresapi setiap kata yang baru saja diucapkan oleh suaminya. Bagi Kayla, pengakuan dari Arthur bukan sekadar pujian, melainkan sebuah restu yang selama ini ia cari.

​"Terima kasih, Mas... eh maksud saya, Dok," ucap Kayla refleks meralat panggilannya saat menyadari mereka masih berada di lingkungan rumah sakit.

​Arthur menarik sudut bibirnya tipis, nyaris seperti sebuah senyuman yang sangat langka, ia masih menggenggam tangan Kayla, namun kini jempolnya mengusap lembut punggung tangan istrinya itu.

​"Hukumanmu aku cabut," ucap Arthur tiba-tiba.

"Beneran, Dok?" tanya Kayla yang refleks menoleh pada Arthur.

​"Ya, tapi bukan berarti kamu bisa bersantai. Besok setelah kondisimu pulih, kamu harus kembali ke Poli Saraf dan membantuku di ruang operasi. Aku tidak ingin tangan berbakatmu itu terbuang hanya untuk mengganti perban di bangsal," ucap Arthur dengan nada otoritasnya yang mulai kembali, namun kali ini terdengar protektif.

"Kalau seandainya aku membuat kesalahan lagi bagaimana? apa artinya kemampuanmu belum bagus?" tanya Kayla.

"Kalau kamu melakukan kesalahan lagi menurutmu bagaimana kemampuanmu? kamu harusnya tau jawabannya," ucap Arthur.

.

.

.

Bersambung.....

1
Rosy
maaf kak, gatel dikit posisi tanda koma nya kurang tepat😔🙏
martina melati
aku juga milih dr.Arthur😄🤭
martina melati: sedikit kilas balik nih... waktu masa skul dulu ada guru killer, semua murid takut pdny termasuk diriku🤭 tp yg berani hadapi beliau cuman saya... kalo salah jawabny dhukum berdiri ddpn kls lho😄🤭
total 1 replies
martina melati
kedok dr.Arthur mindah dr.William agar tdk pdkt Kayla
martina melati
hahaha... dsangka Kayla masih lajang pdhl sdh jd istri dr.Arthur
martina melati
syukur ada suami yg bisa melindungi Kayla
martina melati
ini malah menarik simpatik william thd kayla... merasa dkasihaniii
martina melati
astaga... ini namany menghalalkn segala cara utk hal yg berbahaya
martina melati
sahabat??? itu sih bukan sahabat yg main tuduh aja tanpa santun
martina melati
hahaha... ancaman terus y...😄🤭 jd paham mengapa tarif/fee dokter jd mahal....
martina melati
astaga... langsung tembak tanpa basa-basi
martina melati
hahaha.... nah, ini yg 💪🔥
martina melati
hahaha... jd ingat drachin... kupas kulit udang😁
martina melati
keliatan bucinny y😄😁🤭
Bundha Ningsih
gk rugi..ngikuti ....tahu ilmu kedokteran...makasih lanjut sampai arthur yunior
martina melati
kira2 tahu gk y dr.Bian jika dr.Arthur suaminy Kayla
martina melati
hahaha...😄😁🤭
martina melati
gk siap mental... blm kuat nih
martina melati
tetlalu lebay deh kayla dsini....
martina melati
s7 dr.Bian
martina melati
jangan terpengaruh... liat sisi positifny aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!