"Kau adalah milikku, Kau ada di setiap hembusan nafasku. Ku bunuh siapapun yang berani menyentuhmu. Aku mencintaimu Anya" - Damian Andante Salvatore
"Yang kau sebut cinta itu adalah Penjara bagiku Dante. Bila bersamamu rasanya sesak bagiku. Aku membencimu Dante" - Azzevanya Laluna Hazal
Hallo guys, ini adalah novel pertama ku... maaf kalau banyak typo atau ceritanya kurang menarik ya... Terima kasih banyak😍😍😍😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sequoia_caca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lebih Luas Dari Kamarku
Sementara itu, Azze sedang sibuk merapikan pakaiannya yang ia simpan di lemari yang sudah disediakan.
"Kamarnya saja sebesar ini, seperti ruang tamu, dapur dan kamar kami di panti yang jadi satu. Mimpi apa aku bisa tinggal di tempat semegah ini. Setelah ini aku akan menelpon bunda, Lana dan Nara. Mereka pasti menanyakan bagaimana kabarku. Tapi sebelum itu aku akan mandi dulu saja"
Azze selesai merapikan pakaiannya di lemari, dia juga sudah menata semua barang bawaanya. Lalu dia memutuskan untuk mandi terlebih dahulu sebelum menghubungi bunda dan teman-temannya.
Tanpa Azze sadari, Damian sedang mengawasi gerak geriknya dari jauh. Sebelum Azze sampai disana, Damian sudah memasang kamera tersembunyi untuk memantau semua hal yang dilakukan Azze di setiap sudut mansion itu.
Damian menatap layar laptopnya dengan penuh damba, disana terlihat Azze yang sedang berjoget santai sambil menggulungkan rambutnya keatas. Lalu membuka pakaiannya satu per satu.
"Akkkhhh ssiall!! kenapa harus sekarang..! "
Damian langsung menutup layar laptop miliknya. Dia ingin mengontrol nafsu nya. Jika saat Azze berpakaian saja Damian sudah bergairah, apalagi jika Azze bertelanjang tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuhnya.
Jika Damian sedang gelisah karena harus mengontrol nafsu nya, si pelaku yaitu Azze malah terlihat senang sebelum pergi ke kamar mandi dengan masih melanjutkan tarian sederhana nya.
"Waahhhh, aku penasaran dengan Kamar mandinya. Pasti juga sangat bagus sekali. "
Azze membuka pintu kamar mandi itu, dia tidak bisa menyembunyikan rasa takjub nya. Kamar mandinya pun sangat luas, lebih luas dari kamarnya di panti.
"Ya ampun, luas sekali. Ada bathubnya juga, Ayo Azze bangun... mimpimu terlalu nyata. "
Azze mencubit dirinya sendiri untuk memastikan bahwa itu bukanlah mimpi.
"Awwww, ini bukan mimpi.. wahhh aku senang sekali... "
Tanpa menunggu lama, Azze langsung masuk ke kamar mandi itu. Melepaskan handuknya, dan mengisi air di dalam bathub untuk berendam. Disana ada beberapa cairan sabun dengan berbagai macam aroma. Azze memilih aroma teh hijau yang memenangkan. Setelah air nya terisi penuh, Azze langsung masuk untuk berendam dan merilekskan tubuhnya setelah perjalanan yang jauh.
"nyamannya.. aku rasa aku akan betah tinggal disini"
Saking nyamannya, tanpa terasa Azze terlelap di dalam bathub. Damian penasaran dengan apa yang dilakukan Azze, dia kembali membuka laptop nya. Disana Azze terlihat terlelap di dalam bathub yang dipenuhi gumpalan busa. Wajah cantiknya terlihat damai.
"Kau kesepian Mia Cara? Nanti kupastikan kita akan berendam bersama. "
Damian mengatakan hal itu dengan penuh percaya diri. Rasa rindunya terhadap Azze sudah tidak terbendung lagi. Damian bangkit dari duduknya lalu mengganti pakaiannya dengan setelah serba hitam. Kaus hitam, jaket kulit hitam, celana jeans hitam dan sepatu hitam. Tidak lupa dia membawa penutup wajah berwarna hitam.
Damian meninggalkan kamarnya, lalu melangkah menuruni tangga. Ternyata di ruang tamu, Hans dan Ibunya sedang berbincang. Bibi Anna yang melihat penampilan Damian bertanya padanya kemana dia akan pergi.
"Nak, kau mau pergi kemana..? "
"Aku akan ke mansion ibu. Tidak usah buat makan malam. Aku akan menginap disana. "
Hans bangkit lalu menghampiri Damian.
"Biar ku antar tuan. "
Damian mengerutkan dahinya.
"Tidak usah Hans, kau temani ibumu saja. "
Damian melarang Hans untuk mengantarnya, hari ini dia akan pergi menuju mansion ibunya dengan mengendarai motor.
"Baiklah tuan. "
"Hati-hati Nak... Jangan lupa makan malam"
Damian hanya mengangguk, lalu keluar rumah dan berjalan menuju garasi.
Disebelah pintu gerbang garasi yang tertutup ada sebuah tombol yang jika ditekan akan membuka gerbang garasi itu begitu sebaliknya.
Gerbang Garasi itu terbuka, disana ada bermacam-macam koleksi mobil mahal milik Damian seperti Rolls-Royce Boat tail, Bugatti La Voiture Noire, Rolls-Royce Sweptail dan masih banyak lagi. Tapi kali ini dia memilih menaiki motor nya, Koleksi motor Damian pun tak kalah banyak seperti Combat Motors Wraith, Ducati Panigale V4 Superleggera, Energica Ego 45 Limited Edition tapi kali ini dia memutuskan untuk mengendarai Arch KRGT-1 hitam miliknya.
Damian memakai penutup wajah berwarna hitam miliknya, lalu mengenakan Helmnya. Sekarang Damian sudah siap untuk pergi menemui pujaan hatinya. Damian langsung tancap gas, membelah jalanan kota Palermo.
"Sampai bertemu nanti malam, Ma Mia Cara.."
Disana, Azze bangun dari tidurnya. Azze mulai merasa kedinginan dan kulitnya mulai keriput karena terlalu lama berendam.
"Saking nyamannya, aku sampai terlelap. Setelah ini bersih-bersih lalu menelpon bunda dulu. "
Azze keluar dari bathub, lalu membasuh tubuhnya di bawah shower. Setelah itu ia keluar kamar mandi untuk berpakaian. Azze memilih memakai piama berbentuk dress selutut bemotif bunga-bunga matahari.
Azze meraih ponselnya sambil menyisir rambut hitam panjang nya.
*Tuttttt... tutttt
"Hallo bunda... "
"Hallo sayang, kamu sudah sampai? Bagaimana perjalanan nya? "
"Sudah bunda, perjalanan nya cukup lama dan melelahkan. Ini aku baru saja selesai mandi. "
Azze duduk di sebuah sofa yang ada di kamar itu.
"Syukur lah sayang, apa disana tempatnya nyaman? "
"Nyaman sekali bunda, Ternyata aku tinggal dengan beberapa karyawan hotel itu di sebuah mansion yang megah bunda. Kamar tidurnya saja sebesar panti kita. Dannn... dan Kamar mandinya sebesar kamarku hahaha ini seperti mimpi bunda. Mimpi yang indah sekali... "
"Seperti nya kamu sangat senang sayang, Tapi ingat jaga sikapmu dan jaga dirimu selama disana ya. Dan harus selalu kabari bunda setiap hari. "
"Iya bundaaaa.. ya ampun, itu kan perjanjian kita di awal.. hehe aku tidak akan melanggar bunda. "
"Ya sudah kalau begitu, istirahat lah dulu dan jangan telat makan ya. "
"Baiklah bunda, salam pada para kurcaci ya. Aku akan merindukan kalian... "
"Iyaaa pasti bunda sampaikan... Dahhh nak"
"Dahhh bunda.. "
Setelah menutup panggilan itu, Azze merentang kan tangannya. Lalu berjalan ke arah tempat tidur untuk beristirahat sejenak.
"Aku akan tidur sebentar, lalu saat malam nanti mereka kembali. Aku akan menyapa mereka. Aku akan menikmati dulu waktu istirahat ku ini sebelum mulai bekerja nanti. Hoammmmm"
Seketika Azze terlelap karena sudah sangat mengantuk dan dia tidak bisa menahan kantuknya lagi.
"Semoga kamu selalu bahagia sayang, bunda akan selalu merindukanmu. Semoga mendapatkan teman-teman yang baik disana. Mendapatkan Lingkungan kerja yang nyaman juga. Baru saja sehari tanpa kehadiran mu, panti ini rasanya sangat sepi sekali. Tapi mau bagaimana lagi, bunda harus selalu mendukung mimpi dan cita-cita anak-anak bunda. "
Bunda maya, duduk di halaman belakang sendirian sambil melihat foto Azze di ponselnya. Anak-anak panti yang lain belum pulang dari Les nya. Biasanya Azze lah yang akan menemaninya saat kesepian. Tapi mau bagaimana lagi, Bunda Maya harus selalu mendukung keputusan Anak-anaknya.
.