NovelToon NovelToon
I Love You, Mr. CEO!

I Love You, Mr. CEO!

Status: tamat
Genre:Tamat / CEO / One Night Stand / Selingkuh / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.5M
Nilai: 4.7
Nama Author: UmiLovi

Bahagia karena telah memenangkan tiket liburan di kapal pesiar mewah, Kyra berencana untuk mengajak kekasihnya liburan bersama. Namun siapa sangka di H-1 keberangkatan, Kyra justru memergoki kekasihnya berkhianat dengan sahabatnya.

Bara Elard Lazuardi, CEO tampan nan dingin, berniat untuk melamar tunangannya di kapal pesiar nan mewah. Sayangnya, beberapa hari sebelum keberangkatan itu, Bara melihat dengan mata kepalanya sendiri sang tunangan ternyata mengkhianatinya dan tidur dengan lelaki lain yang merupakan sepupunya.

Dua orang yang sama-sama tersakiti, bertemu di kapal pesiar yang sama secara tak sengaja. Kesalahpahaman membuat Kyra dan Bara saling membenci sejak pertama kali mereka bertemu. Namun, siapa sangka setelah itu mereka malah terjebak di sebuah pulau asing dan harus hidup bersama sampai orang-orang menemukan mereka berdua.

Mungkinkah Bara menemukan penyembuh luka hatinya melalui kehadiran Kyra? Atau malah menambah masalah dengan perbedaan mereka berdua yang bagaikan langit dan bumi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UmiLovi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kenapa Kalian Jahat?

Brak.

Kyra tersentak kaget dan mendongah cepat. Dwi, Lena, Puji dan Sisil sudah berdiri mengelilingi meja kubikelnya yang terasing di antara puluhan kubikel lainnya.

"Ada apa?" tanya Kyra bingung sembari menyentuh dadanya yang berdebar hebat pasca terkejut barusan.

"Jadi kamu kencan sama orang direksi? Cih!" cibir Dwi tersenyum kecut sembari menatap Kyra dengan sinis.

Glek. Kyra menelan salivanya gugup. 'Gawat! Jadi mereka membuntutiku?' batin Kyra panik.

"Pantas saja kamu selalu terlihat tenang dan santai tiap kami marahi, ternyata backingan-mu bukan orang kawe-kawe!"

"Bukan hanya itu, kalian diam-diam janjian di tempat yang sepi, tujuannya buat apa? Jangan-jangan pria itu sudah beristri!?" Lena menimpali tuduhan Dwi dengan tawa mengejek.

'Jangan lemah, Kyra! Ayo, lawan mereka!' sugesti Kyra pada dirinya sendiri di dalam hati.

"Kenapa diam? Takut ya kedokmu yang sok suci itu terbongkar!"

"Dasar pelakor!"

"Aku bukan pelakor!" Kyra bangkit dari kursinya dengan kesal. Enak saja dia dituduh pelakor!

"Wah, lihat, Dwi! Dia sudah mulai berani!" Sisil mendekat ke kursi Kyra dan merepet tubuhnya hingga Kyra membentur dinding dan terkungkung.

Sekilas, Kyra memperhatikan kubikel Bu Meta yang ternyata kosong. Pantas saja kawanan ini berani menindasnya, rupanya mereka menunggu momen yang tepat ketika Bu Meta sedang bertugas di ruang produksi.

"Bukan pelakor, ya? Tapi kenapa bajumu centil sekali? Sok pake rok, biar apa? Biar gampang disodok?"

"Hahaha ..." Kawanan itu tertawa keras mendengar ejekan Sisil.

Kyra menahan napasnya yang mulai naik turun, tangannya mengepal kuat mendengar mereka melecehkan dirinya.

"Kenapa diam?" desak Sisil mengintimidasi. Ia berdiri sangat dekat hingga Kyra bisa merasakan hembusan napasnya yang terasa panas.

"Kenapa kalian jahat? Apa dengan menindasku seperti ini membuat gaji kalian bertambah dua kali lipat?" cibir Kyra setelah mengumpulkan  keberanian.

Sisil menarik ujung bibirnya dengan sinis, ia semakin mendorong tubuh Kyra ke tembok dan mengangkat tangannya ke leher gadis yang ia benci sejak pertama kali melihatnya. Terlebih setelah Daniel membelanya tadi pagi.

Merasa perbuatan Sisil sudah di luar batas karena berani mencekiknya, Kyra membenturkan kepalanya ke kepala Sisil yang posisinya sejajar dan sangat dekat. Seketika tangan Sisil terlepas dari leher Kyra.

"Awh!" pekik Sisil kesakitan sembari menutupi hidungnya yang berdarah karena terhantam kepala Kyra.

Dwi, Lena dan Puji sontak menghampiri teman mereka.

"Sialan!" dengus Sisil semakin emosi, ia mengusap darah itu dan kembali menghampiri Kyra.

"Hentikan!"

.

.

"Pak, apa anda sedang bahagia?"

Bara tersentak dan menoleh pada Morgan yang sudah berdiri di depan meja kerjanya.

"Ehem, sejak kapan kamu di sana!?" tanya Bara heran.

Morgan menghembuskan napasnya panjang. Ia sudah sepuluh menit berdiri di depan Bara yang sedang senyum-senyum sendiri sembari menatap layar ponselnya. Selama sepuluh menit itu pula, Morgan seolah tak kasat mata.

"Sepertinya anda sudah berbaikan dengan Nona Vale?" tebak Morgan.

Wajah Bara sontak menegang. Ia menatap Morgan dengan sinis. "Jangan sebut namanya, Morgan! Kamu membuatku ingat lagi dengan perbuatan jahatnya!"

"Jadi bukan Nona Vale?" Morgan terbelalak.

"Bukan!"

Hening. Morgan mengamati ekspresi Bara yang terlihat kesal setelah ia menyebut nama Valeria. Bila senyumnya bukan untuk Vale, lantas untuk siapa? Morgan berpikir keras.

"Oh ya, Pak. Saya baru ingat, seminggu yang lalu bukankah anda meminta saya mencari informasi tentang seseorang? Kenapa alamatnya belum dikirim sampai hari ini?"

Bara terhenyak. Benar. Ia sempat meminta Morgan mencari info tentang Kyra kala itu, dan hingga detik ini, ia masih merahasiakan pertemuan diam-diam antara mereka berdua dari Sekretarisnya itu.

"Tidak jadi. Aku sudah tidak tertarik dengannya."

"Anda ditolak?"

"Hei, siapa yang bilang begitu!? Beraninya kau mengatakan hal mustahil seperti itu!?"

Morgan menutup bibirnya dengan jari telunjuk. Padahal ia hanya menebak, mengapa Bara jadi sewot!

"Apa jadwalku selanjutnya? Tumben kau tak memberiku jadwal yang padat?" Bara mengalihkan pembicaraan agar Morgan tak banyak bertanya lagi.

"Kita akan meeting dengan tim produksi di lantai 15, Pak."

"Tim produksi?" Kedua mata Bara sontak berbinar secerah mentari di siang hari.

Morgan mengangguk. "Kita bisa berangkat sekarang bila--"

"Ayo cepat, Morgan!"

Nyatanya, ketika Bara sampai di ruang meeting lantai 15, ruangan itu masih sepi dan tak ada seorang pun.

"Kamu tidak salah jadwal?" tuduh Bara kesal.

Morgan mengangkat tangan kirinya untuk memeriksa jam tangan miliknya. Ia juga merasa aneh mengapa belum ada yang datang padahal ia dan Bara sudah terlambat 15 menit.

"Sebentar, saya telepon ke Ronald dulu." Morgan lekas mengeluarkan ponselnya dan menghubungi nomor Ronald.

Sementara Morgan sibuk bertelepon, Bara lebih sibuk memperhatikan lorong yang ujungnya berakhir di ruangan Kyra. Setiap hari, Kyra melewati lorong ini untuk sampai ke tempatnya bekerja, seolah Bara bisa melihat jejak kaki gadis lugu itu, ia mulai senyum-senyum sendiri sambil memandangi karpet.

"Pak."

Bara menoleh cepat. "Ya?"

"Ada sedikit masalah dengan staf produksi. Ronald sedang mengintrogasi mereka di ruangannya."

Perasaan Bara mulai tak nyaman. "Masalah apa, Morgan?"

"Perundungan, Pak."

Tanpa mendengar penjelasan lebih panjang, Bara sontak berlari menuju ruangan Ronald yang berada di ujung yang berlawanan dengan ruangan produksi. Entah mengapa pikirannya tertuju pada Kyra. Dan bodohnya, Bara baru menyadari mengapa Kyra ingin semua karyawannya di tes kejiwaan, mungkin inilah sebabnya!

Brak.

Bara membuka pintu dengan kasar. Sekumpulan staf yang duduk di ruangan Ronald sontak menoleh kaget ketika tiba-tiba pintu itu dibuka tanpa permisi. Dengan nanar, Bara mengedarkan pandangannya menyisir staf perempuan yang sedang duduk mengelilingi meja Ronald dan ketika melihat Kyra benar-benar berada di antara mereka, hati Bara sontak mencelos.

"Pak Bara!" Ronald berdiri dan menghampiri Boss-nya bersamaan dengan Morgan tiba di ruangan itu.

"Ada apa ini!?" tanya Bara dengan tangan terkepal menahan amarah. Ia tahu benar, Kyra bukanlah tipe wanita yang suka mencari gara-gara.

"Kami sedang ada masalah intern, Pak. Tapi kami akan menyelesaikan ini sece--"

"Siapa yang sudah berani merundung calon istriku!!"

...****************...

1
Wayan Kartika
/Smile//Smile//Smile//Smile/
Rossa Simangusong
kyra manusia naif. udah mu mati tapi sok membela. haduuhh kenapa sih sering kali novel novel ini buat sifat kek si kyra? ngga pernah gitu tegas dan ga kenal kompromi yg namanya perundungan apalagi udah sampe menyakiti fisik? sumpah,novel kek gini udah biasa kali. membosankan.
test terts
Luar biasa
RossyNara
mau saingan sama si Gio ya bar? /Grin//Grin//Grin/
RossyNara
kyara mungkin trauma
RossyNara
jangan terlalu kasar Bara nanti kamu yang menyesal
RossyNara
ko aku jadi melow ya
RossyNara
betul kata ayah kyara. lupakan para penghianat bersenang-senang lah.
BunDa TuTi 0910
Luar biasa
UmiLovi ✨ IG : LaLoviiii: Terimakasih banyak, Bestie 🥰🫶🏻
total 1 replies
Efratha
kuduna mah si Edy ulah dipodaran heula Thor,meuni ngeunah pisan si Edy teh langsung paeh,dikerengkeng heula atuh di penjara samodarna
Efratha
maaf Thor,ada baiknya kalau ada bahasa Inggris kasih terjemahannya juga,supaya saya emak berdaster ini tidak bingung
Efratha
sebenarnya si frizzer ini cocoknya nikah sama indungna si kyra,sama² ahli nereka,orangtua yang tidak mengasihi anaknya
Efratha
Luar biasa
UmiLovi ✨ IG : LaLoviiii: Terimakasih, Bestie 🥰🫶🏻
total 1 replies
Anonymous
Aura bella judulnya apa ?
UmiLovi ✨ IG : LaLoviiii: Judulnya Mi Amor 🫶🏻
total 1 replies
Erny Kurniawati
kaca mata kyra pasti lepas trs tetlihat wajah adlinya,eh teryata ndak culun....halu
Nania Nia
Luar biasa
UmiLovi ✨ IG : LaLoviiii: Terimakasih banyak, Bestie 🫶🏻
total 1 replies
Ayuna Kamelia
bener² modusnya si bara ni
gengsi aja di gedein pake ga ada cinta
di abaikan dikit udah kesel hahah
Ayuna Kamelia
Astagaaaaa jan bilang ntar kyra jadi ratu monyet thor😂😂😂
Yuni Uni
izin ketawa juga thor ....

wkwkwkwwk
Aradika Syika
Kyra yg bodoh.gara2 kmu ceritanya gak seru dasar istri durhaka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!