NovelToon NovelToon
Kesucian Istri Tuan Arrogant

Kesucian Istri Tuan Arrogant

Status: tamat
Genre:Angst / Pernikahan Kilat / CEO / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:6.3M
Nilai: 4.6
Nama Author: ainuncepenis

Kembali Ke Indonesia setelah menyelesaikan pendidikan s2-nya. Anindya harus dihadapkan masalah yang selama ini disembunyikan Abinya yang ternyata memiliki hutang yang sangat besar dan belum lagi jumlah bunga yang sangat tidak masuk akal.
Kavindra, Pria tampan berusia 34 tahun yang telah memberikan hutang dan disebut sebagai rentenir yang sangat dingin dan tegas yang tidak memberikan toleransi kepada orang yang membuatnya sulit. Kavindra begitu sangat penasaran dengan Anindya yang datang kepadanya meminta toleransi atas hutang Abinya.
Dengan penampilan Anindya yang tertutup dan bahkan wajahnya juga memakai cadar yang membuat jiwa rasa penasaran seorang pemain itu menggebu-gebu.
Situasi yang sulit yang dihadapi gadis lemah itu membuat Kavindra memanfaatkan situasi yang menginginkan Anindya.
Tetapi Anindya meminta syarat untuk dinikahi. Karena walau berkorban demi Abinya dia juga tidak ingin melakukan zina tanpa pernikahan.
Bagaimana hubungan pernikahan Anindya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 3 Persyaratan Konyol.

Anindya menelan salivanya ketika mendengar kata-kata itu. Jantung yang seketika berdebar dengan kencang dan sangat tidak mungkin dia melakukan hal itu.

Kavindra terus memperhatikan Anindya yang melihat kebimbangan dari sorot mata wanita lemah itu.

"Bagaimana? kau setuju. Hanya membuka cadar maka hutang orang tuamu 4 miliar akan dihapuskan," ucapnya yang sekarang bernegosiasi.

"Tuan! Syarat ini sangat konyol dan sudah menyangkut masalah privasi saya. Apa yang saya pakai sekarang adalah atribut keagamaan dan sangat tidak pantas tuan meminta hal itu. Karena Saya seorang wanita muslimah. Tolong untuk menghargai saya!" tegas Anindya yang bersikeras dengan keteguhannya dan keimanannya.

"Cih!" Kavindra yang kembali menyergah nafas.

"Kau terlalu pintar berbicara sama saja seperti ayahmu. Sekarang kamu bawa-bawa agama dan aku ingin bertanya dulu kepadaku. Apa menurutmu berhutang dengan menerima bunga yang sudah diberikan syarat apakah tidak suatu dosa lalu kenapa ayahmu menerima hutang tersebut walau dia sudah tahu akan ada bunganya," sindir Kavindra.

Anindya terdiam yang dia juga tidak menyangka. Mungkin saja saat itu Abi sedang kepepet yang tidak mempunyai pilihan. Dia juga sudah mendapatkan semua ceritanya dari sang Abi. Terkadang manusia memang harus dihadapkan dengan pilihan yang sangat berat.

"Nona dalam keadaan seperti ini gunakanlah logika anda uang 4 miliar bukan bisa dicari dalam waktu 1 menit dan aku memberikan kemudahan untuk menghapuskan bunganya sesuai dengan permintaan dan kau hanya melakukan satu yang aku minta," ucapnya.

"Jadi jangan sok jual mahal. Membuka cadar dibayar 4 miliar sama saja dengan orang yang berhutang dengan menerima bunga yang tinggi dan artinya kau hanya berbicara dan sok suci di hadapanku," ucap Kavindra. Anindya tetap saja diam tanpa memberikan respon apapun.

Kavindra yang tiba-tiba membuka laci pada mejanya dan Anindya melihat pergerakan pria tersebut yang mengeluarkan kuitansi.

"Aku menandatangani kuitansi pelunasan hutang 4 miliar sebagai buktinya jika hutang Abi mu 4 miliar sudah dihapuskan," ucapnya yang benar-benar menandatangani kuitansi tersebut dan menggeserkan ke dekat Anindya.

"Kau bisa memiliki ini jika kamu membuka cadarmu," ucapnya lagi.

Anindya melihat ke arah cek tersebut. Tetapi dia belum memberikan keputusan apapun.

"Jangan terlalu banyak berpikir yang membuatku menjadi berubah pikiran. Kesempatan tidak datang dua kali," ucap Kavindra v memberikan ingat.

"Ya Allah, engkau maha mengetahui apa yang sekarang hamba alami. Maafkan hamba jika harus melakukan ini," batinnya yang sepertinya sekarang tidak memiliki pilihan lain.

Dengan tangan bergetar perlahan Anindya membuka pengikat cadarnya. Kavindra yang tersenyum miring melihat kelemahan seseorang di hadapannya yang tidak memiliki pilihan lain yang harus menuruti kemauannya.

Sampai akhirnya perlahan tangan Anindya melepas tali pengikat cadar tersebut dan detik-detik langsung terlepasnya cadar itu yang memperlihatkan wajah cantiknya.

Kavindra yang sangat menunggu dan akhirnya sesuai yang dia inginkan. Wanita yang dimanfaatkan kelemahannya itu telah memperlihatkan wajah yang begitu cantik yang tampak sangat teduh dan semua itu harus diakui Kavindra terlihat dari ekspresi wajahnya dengan tatapan mata yang tidak berkedip sama sekali.

Kavindra bahkan kesulitan menelan ludah dan sementara Anindya yang langsung menunduk yang seakan tidak rela wajahnya dilihat oleh siapapun.

Kavindra yang tampak menyergah nafas, bisanya dia keringat dingin hanya melihat wajah cantik itu yang sepertinya tidak pernah dia lihat. Kavindra mendadak mengusap wajahnya dan kemudian menenangkan diri yang mengalihkan rasa gugupnya.

"Aku tidak percaya jika wanita-wanita yang menutup wajahnya ternyata menyimpan suatu keindahan," ucapnya yang tidak tahan jika tidak mengeluarkan pujian.

Kavindra berdiri dari tempat duduknya.

"Tetapi tetap saja kau masih menyembunyikannya seolah orang yang berbicara padamu ada di bawahmu," ucapnya.

Dengan perlahan Anindya mengangkat kepalanya, kecantikan itu semakin jelas terlihat. Kembali lagi Kavindra yang seolah disuguhkan bidadari di depan matanya.

Terlihat senyum di ujung bibir Kavindra dan keluar dari area kursinya. Anindya yang tampak begitu panik dan dengan cepat tangannya mengambil kuitansi tersebut yang sampai membuat Kavindra mengerutkan alisnya.

"Saya ingin tuan menepati janji tuan," ucapnya yang memegang erat kuitansi tersebut sebagai bukti bahwa hutang 4 miliar sudah dihapuskan.

"Hah!" Kavindra menyergah nafas yang merasa lucu dengan tingkah wanita yang tampak berani tetapi terlihat begitu ketakutan.

"Kau sangat buru-buru sekali Nona mengambilnya. Uang seperti itu bagiku hanya receh dan aku tidak akan mengingkari janjiku. Itu sudah menjadi milikmu karena kau memenuhi syarat yang aku inginkan," ucap Kavindra yang sekarang sudah berdiri di hadapan Anindya yang membuat Anindya mundur satu langkah.

Dia benar-benar sangat menjaga jarak. Kavindra bersandar di pinggir meja dengan setengah duduk dan kedua tangannya dilipat di dadanya yang terus memperhatikan wajah Anindya dan membuat Anindya mengalihkan pandangannya.

"Aku tidak percaya ternyata tuan Adi selama ini menyembunyikan putrinya yang sangat cantik," pujinya.

Anindya bukanlah wanita yang kegeeran dan bahkan tidak memberikan reaksi apapun ketika mendapat pujian itu.

"Jika aku menghapuskan bunga 4 miliar dengan kamu membuka cadarmu. Maka aku akan menghapuskan seluruh utang ayahmu tetapi dengan syarat....."

Kavindra tidak melanjutkan kalimatnya yang ingin melihat reaksi Anindya yang memang langsung melihatnya.

"Saya hanya meminta tuan untuk memberikan kesempatan melunasi hutang-hutang itu dalam waktu jangka yang saya ajukan," ucap Anindya.

"Tapi saya tidak menuruti permintaan kamu. Jika kamu ingin melunasi hutang-hutang ayahmu. Maka lunasi saat ini juga dan jika tidak sesuai ketentuan yang sudah kamu dengarkan. Saya akan menyita ke seluruh aset keluarga kalian dan memenjarakan ayahmu. Walau apa yang saya lakukan belum bisa mengurusi seluruh hutang-hutang itu," ucap Kavindra yang membuat Anindya menelan salivanya.

"Tuan saya mohon berikan saya keringanan. Ayah saya sedang sakit," Anindya memohon dengan suara yang sangat lirih.

"Saya bukan hanya akan memberikan kamu keringanan, tetapi akan menghapuskan seluruh hutang- hutang itu jika kamu mau tidur dengan saya," ucap Kavindra yang langsung to the point yang membuat Anindya kaget dengan matanya yang terbuka lebar.

"Bagaimana dengan penawaran saya?" tanyanya.

"Maaf tuan. Tuan sepertinya salah paham. Saya bukan seorang pelacur yang bisa memenuhi hasrat dan nafsu tuan. Kedatangan saya menemui tuan hanya ingin bernegosiasi untuk memberikan keringanan atas hutang-hutang dari Abi saya. Kami tidak akan lari dari hutang, karena itu juga akan dipertanggungjawabkan di akhirat nanti. Tetapi jika saya menuruti semua keinginan tuan. Maka dosa yang saya lakukan lebih besar daripada seluruh dosa yang pernah ada," ucapnya dengan sangat tegas yang harus menjaga kehormatannya.

"Cih!"

"Sekarang ceramah dan menasehatiku. Apa kamu lupa kejadian beberapa menit yang lalu, itu hanya demi uang kamu membuka cadarmu yang selama ini wajahmu kau sembunyikan. Nona jangan terlalu suci jadi manusia, kau saja terlihat naif dan sangat munafik," ucapnya dengan tersenyum mengejek Anindya.

"Memakai cadar adalah sunnah dan walau seperti itu saya tidak seharusnya melakukan hal itu. Tetapi tuan telah memanfaatkan kelemahan saya dan ketidakberdayaan seorang anak yang hanya meminta bantuan. Saya tidak memiliki pilihan lain selain melakukan itu. Saya juga mengetahui jika apa yang saya lakukan salah. Tetapi syarat yang tuan ajukan, Saya tidak akan melaksanakannya. Mohon maaf," ucapnya dengan menundukkan kepala.

"Dalam keadaan terdesak seperti ini dan kamu masih tetap menyombongkan diri. Hah!" Kavindra yang terlihat tersenyum miring.

Bersambung......

1
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kan sudah di ultimatum sama Kavindra di awal untuk ga urusin privasi dia Anindya tapi kamunya saja yang tetap ngelanggar, meskipun kamu istrinya harusnya kamu sudah tau batasan yang Kavindra berikan apalagi kamu perempuan yang ngerti ag4ma s2 lagi dan pakai cadar jadi kamu tetap salah.

Kavindra sudah mengatakan kalau status pernikahan kalian jelasnya bagaimana jadi kamu ga ada hak buat dia.
Marina Tarigan
kalau celia tdk menerima ya sakit sendiri lah tdk diperdulikan Andra kalau celia terus menyakiti Thalita Arlan sendiri yg bertindak
Marina Tarigan
kavindra sembuh karena doa seorang istri yg soleha dan kedekatan karvin dan doa nya kpd sang pencipta
Marina Tarigan
tak apa thalita biarkan dia berak darah pak Indra mendukung kalian dan Anin Karvin ya sdh lalu kalian pindah kr rmh dinas atau ke rumah sendiri kedua anaknya sakit hati pd Celin
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Wkwkkk Gengsinya Kavindra segede gunung Anin makanya dia nyari infonya lewat bibi.😆😆
Marina Tarigan
nikahi saja Arlan Thalita karena ayahmu tdk masallah dan tinggalkan rmh orang tuamu kamu perwira polisi celia terlampau banyak menghina orang
Marina Tarigan
nikah saja sm Arlan thalia supaya mama arlan stres
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
lebih baik kamu ijin buat kerja saja Anin biar ada kegiatan dan ga di anggap hanya benalu memanfaatkan harta Kavindra.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Thor mending kata BELIAU nya di ganti pake kata DIA saja biar cocok dan harus lebih di koreksi lagi penempatan/pemakaian kalimat yang pas... maaf hanya sekedar masukan.🙏
Marina Tarigan
bulfoser dulu mulut ibumu itu kerjanya hanya nyakiti perasaan orang lai n Arlan tak ada wanita selembut anindya
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Kavindra ternyata sifatnya redflag, numpuk semua sifat buruknya ada di dia.😆😆
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Maaf Thor kalau bisa, kalimat yang b8lanf MAU SHOLAT ISYA DULU ga usah di tambahin kalimat WALAUPUN WAKTUNYA BANYAK TAPI HARUS DI UTAMAKAN ga harus di jabarkan seperti itu jadi kesannya kayak kurang pas kedengerannya lebih baik kalau MAU SHOLAT DULU.🙏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Diihhh Kavindra pengen di getok kepalanya dari awal sombong dan angkuh banget.... awas tar ngomong tinggi² terus kalau jatuh sakit dan malu kalau suatu saat kamu bucin sama Anindya.😄😄
Marina Tarigan
aduhai ibu celia anakmu laki2 duanya batinmu kok serakaj kali sekarang reaksimu menyakito orang terus sih anak laki2 pasti membela istrimya kzrena istri adalah kebutuhan laki2 bukan ibunya kamu pasti kalah
Marina Tarigan
ibu celin kasihan juga ya punya 2 orang pria tampan 1 mantan magia kelas kelas kaksp untung sekarang berubah total dan dekat sm Tuhan dan. 1 lagi pria tampan gagah perkada lebay banget mencintai istri. orang
Marina Tarigan
wajar Anin sangat takut Kavin kenapa baru merasakan keindahan bersuami awal2 dulu dipenuhi ketakutan juga 8 thn kehilangan karena di penjara sekarang kena tumor lagi doa khusuk Anim semoga Tuhan memberi kesemnihan suamimu
Marina Tarigan
aku tdk pernah meminta cucuku ke rmhku kalau tdk mantuku ngantar anaknya ke rmh ku buat apa bikin repot. haha aa cari penyakit saja orang tua egois sumber malapetaka
Marina Tarigan
mertua pihak laki2 memangnya ada selalu perasaan kurang nyaman sm istri anaknya mknya selalu saja ada ketidak nyamanan ya anak laki menikah keluar dr rmh orantuanya berarti anak laki2 mu sdh punya wilayah sendiri yg tdk perlu dicampuri apapun itu
Marina Tarigan
lanjut semoga tumor Karvin cepat teratasi
Marina Tarigan
ada apa Thalita kok aneh petarung hebat kok bodoh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!