NovelToon NovelToon
Aku Bukan Wanita Simpanan

Aku Bukan Wanita Simpanan

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahkontrak / Poligami / POV Pelakor / Ibu Pengganti / Menikah Karena Anak / Tamat
Popularitas:5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Vey Vii

WARNING ***
HARAP BIJAK MEMILIH BACAAN!!!

Menjadi istri kedua bukanlah cita-cita seorang gadis berusia dua puluh tiga tahun bernama Anastasia.

Ia rela menggadaikan harga diri dan rahimnya pada seorang wanita mandul demi membiayai pengobatan ayahnya.

Paras tampan menawan penuh pesona seorang Benedict Albert membuat Ana sering kali tergoda. Akankah Anastasia bertahan dalam tekanan dan sikap egois istri pertama suaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vey Vii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memiliki Suamimu Untuk Sementara Waktu

Dengan perasaan takut, Ana membuka pintu. Ia tersenyum melihat Rosalie berdiri di depan pintu rumahnya.

"Kak," sapa Ana.

"Kau di rumah sendirian?" tanya Rosalie.

"Hmm, memangnya kau pikir siapa yang bersamaku, Kak?"

Rosalie tidak menjawab, hanya terdengar hembusan napas kasar dari hidungnya. Tanpa di persilahkan, wanita itu masuk ke dalam rumah Ana, mengamati setiap sudut rumah itu.

"Kau betah tinggal di rumah kecil seperti ini?" tanya Rosalie. Wanita itu enggan duduk saat melihat kursi jelek dan lusuh di ruang tamu Ana.

"Aku nyaman di sini, Kak."

"Apa Ben datang ke sini?"

"Untuk apa dia datang?" Ana balik bertanya.

"Entah, aku pikir kalian sedang melakukan sesuatu di belakangku," ungkap Rosalie.

Ana diam, ia mengamati sosok wanita dengan pakaian mahal nan mewah di hadapannya. Dengan sepatu hight heels, Rosalie terlihat lebih tinggi padahal sebenarnya mereka sejajar.

"Apakah Ben menawarkan rumah baru untukmu? Setahuku, dia tidak akan membiarkanmu tinggal di tempat seperti ini. Aku tahu dia tidak akan membiarkanmu hidup sulit," jelas Rosalie.

"Ya, dia melakukannya. Tapi aku menolaknya, Kak. Aku tahu kau akan membenci hal itu. Lagi pula aku belum hamil, jadi aku belum pantas menerima hadiah sebesar itu," jawab Ana.

"Tentu saja, kau akan mendapatkan segalanya, Ana. Apapun yang kau inginkan akan terwujud setelah kau hamil dan melahirkan anak untuk kami. Dan tentu saja, setelah perceraianmu dengan Ben, kau akan menjadi janda terkaya di negeri ini," ungkap Rosalie sambil tersenyum.

"Kata-katamu terdengar sangat keren namun sedikit menyakitkan," batin Ana.

"Katakan apapun sesuka hatimu, Kak. Sementara ini, aku hanya ingin ayahku segera pulih dan pulang," jawab Ana.

"Ah, tentu. Aku membayar mahal untuk pengobatan terbaik Paman Sam. Jadi jangan kecewakan aku, Ana!"

"Aku sedang berusaha, Kak. Jika kau ingin keinginanmu segera terwujud, maka untuk sementara waktu kendalikan diri dan rasa cemburumu."

"Kau tahu aku tidak bisa," gumam Rosalie.

"Aku tahu, Kak," gumam Ana sambil memegang tangan Rosalie. "Aku paham semua ini berat, tapi kau sendiri yang memutuskan. Harusnya kau memikirkan semua resiko sebelum mengambil tindakan sejauh ini," lanjutnya.

"Aku sudah mendengar kata-kata seperti itu lebih dari lima kali dalam satu bulan terakhir. Berhentilah mengguruiku, Ana!" seru Rosalie. Ia menepis tangan Ana.

"Aku tidak sedang berusaha mengguruimu. Aku hanya memohon padamu untuk bersabar, Kak. Karena kehamilan itu di luar kehendakku!"

"Aku tidak mau tahu, Ana. Aku tidak menerima alasan apapun!" seru Rosalie.

Kini Ana tidak ingin membantah. Bagaimanapun ia berusaha meluruskan semua permasalahan ini, Rosalie tidak akan sepemahaman dengannya.

Rosalie terlahir sebagai anak keluarga kaya. Ia bisa mendapatkan segalanya hanya dengan menjentikkan jari. Wanita itu tidak akan bisa mengerti makna sabar dan ikhlas yang sebenarnya. Maka dari itu, Ana lah yang harus mengalah agar bisa memahami keegoisan dan karakter Rosalie.

Saat Rosalie hendak berjalan menuju ruangan lain, Ana menghentikan langkah wanita itu. Meskipun ini adalah rumah yang Rosalie beli, namun kini rumah ini menjadi hak Ana. Dan Rosalie tidak berhak bersikap seenaknya seolah-olah ini rumahnya.

"Kenapa? Aku hanya ingin melihat-lihat," tanya Rosalie.

"Katakan dengna jujur tujuan kedatanganmu, Kak. Jika kau datang untuk mencari suamimu, maka dia tidak ada di sini."

"Aku ingin memastikannya."

"Memastikannya? Dengan menggeledah rumahku?" tanya Ana. "Sebaiknya kau telepon dia dan tanyakan keberadaannya."

Rosalie menghembuskan napas kasar. Ia pun mengeluarkan ponsel dari dalam tas jinjingnya yang berwarna merah maroon lalu menelepon Ben.

Saat terdengar nada terhubung, Rosalie menajamkan pendengarannya, berpikir jika suaminya sedang bersembunyi di ruangan lain.

"Hai, Sayang. Ada apa?" tanya Ben di sebrang telepon.

"Kau di mana?" Rosalie bertanya khawatir.

"Aku di kantor, sedang meeting. Jika tidak ada sesuatu yang mendesak sebaiknya aku menutup teleponnya."

"Hmm, baiklah, Sayang. Sampai jumpa," ucap Rosalie sambil menutup telepon.

Kini Ana bisa bernapas lega. Paling tidak, ia bisa membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah.

"Kau sudah selesai, Kak? Jika sudah, silahkan pergi dan berhenti mencurigaiku," tegas Ana.

"Kau harus pulang bersamaku."

"Kenapa? Masa suburku masih satu minggu lagi. Aku senang tinggal di sini."

"Sudahlah, Ana. Ikut denganku," paksa Rosalie. "Aku tunggu kau di depan, kemasi barang yang kau butuhkan dan cepat!"

Wanita itu berjalan keluar dari rumah Ana sambil mengibaskan tangannya di depan wajah. Ia tidak suka tempat sempit dan khawatir debu menempel di kulitnya.

Di dalam rumah, Ana membereskan kamar dan pakaian gantinya. Gadis itu diam sambil merasakan mata yang memanas. Ia memang sudah menjual harga dirinya pada Rosalie, namun bukan berarti wanita itu bisa bersikap semena-mena tanpa mempedulikan perasaannya.

Meski begitu, Ana cukup merasa lega. Jika saja Rosalie datang lima menit lebih awal, mungkin masalah mereka akan semakin rumit. Beruntung, Ben sudah pergi sesaat sebelum kedatangan wanita itu.

"Aku tidak berniat menghianatimu, tapi aku harus segera mewujudkan keinginanmu untuk memiliki anak. Itulah sebabnya aku harus memiliki suamimu untuk sementara waktu," batin Ana.

🖤🖤🖤

1
Sandisalbiah
hah.. harusnya dr awal Ana tdk berasa di antara mereka.. mungkin akan lebih baik jika Ana pergi krn sepertinya Rose tdk yakin dgn apa yg dia inginkan.. ingin ank tp dia tak bisa melahirkan, memperoleh ank dr wanita lain tp dia tak ingin berbagi suami...
Sandisalbiah
nyatanya Ben sendiri telah membelah hatinya utk Ana, Rose.. itu fakta menyakitkan yg tak bisa kau hindari... Ben terlalu lama merasakan dahaga dan kau memberinya obat utk dahaganya itu.. jd ini salah siapa ?
Sandisalbiah
hah.. berasa jalan di antara semak berduri hidup Ana dan Rose sekarang.. semoga tdk saling menyakiti walau tetap akan ada yg tersakiti
Sandisalbiah
Ana sibuk memikirkan perasaan Rose tp sebaliknya Rose sibuk dgn egonya mengingatkan Ana kan segala batasan dan larangan dr nya... belum lewat sehari tp hatimu sudah penuh dgn rasa curiga.. sakit kau rasa padahal duri itu kamu sendiri yg membawa meletakan dgn posisi yg kamu atur sedemikian rupa tp tetap kau yg tersakiti krn ulah mu sendiri Rose, jgn jd kan Ana sebagai kambing hitam di kemudian hari..
Sandisalbiah
memanfaatkan kelemahan Ana utk menutupi kelemahanmu Rose.. kau egois hanya memikirkan keinginanmu tanpa memikirkan perasaan org lain, bukan hanya hidup Ana tp perasaanya pun kau jajah dgn sengaja dan secara sadar.. jgn harap kau akan menemukan kebahagiaan dlm ego mu itu
Sandisalbiah
semoga nantinya tdk ada drama dr Roseline.. yg merasa tersakiti dan menuduh Ana sebagai pihak ke tiga merusak rumah tangganya krn hadirnya Ana di antara mereka justru krn keinginan Rose itu sendiri
Sandisalbiah
harusnya mereka tdk tinggal serumah.. utk menjaga perasaan masing³.. ada dua hati wanita yg nantinya akan tersakiti.. bukan perkara gampang berbagi suami apa lagi kalau sudah melibatkan hati
Sandisalbiah
lalu bagaimana dgn Ana, masa depannya setelah melahirkan dan pernikahan kontrak nya berakhir..? bagaimana dia melanjutkan hidupnya... ?
Habibah Habibah
bagus karyanya ,ceritanya mudah dipahami
Martha Bani Pertiwi
cinta tumbuh karena saling membutuhkan.
Siti Sofiah
suka ceritnyà..happy ending
Rismawati Damhoeri
mau sehat, mau sakit umur itu tak bisa di perpanjang, kalau udah ajal ya mati aja. walaupun sehat
wkwkwkwkw jalu
suka ceritanya
wkwkwkwkw jalu
ceritanya bagus...sayang gk ada bonchap nya...
wkwkwkwkw jalu
sebenarnya kasihan rosalie...dia sakit..tapi dengan cara memasukkan perempuan lain ke rumahnya...sama saja dengan menggali sakitnya lebih parah
wkwkwkwkw jalu
baru baca...sukkaa
Healer
dlm novel tiada yg salah baik rose/Ben/ana...cuma rose nmpk jahat sikit tapi cuba la fahami watak rose itu sendiri......intinya jujur dgn pasangan dan keluarga itu penting dan sbg peringatan utk diri sendiri dan kaum wanita jgn membawa wanita lain ke rumah tangga mu jika tidak mau stress dan mkn hati berulam jantung kerana hati manusia bole berbagi terutamanya lelaki
Healer
kasihan jg ya si rose terlalu berat ujian nya
Nani Krisnawati
mungkin ana hamil
Rika
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!