Seorang suami yang mempunyai dua istri, namun keduanya baik-baik saja tidak ada masalah.
Istri pertama sakit-sakitan dan tidak di karuniai anak, sementara Istri kedua di karuniai seorang putra.
Akan tetapi Sang Suami tidak puas dengan dua Istri, Dia masih tergoda wanita lain.
Akhirnya Dia jatuh dalam pelukan wanita jahat dan serakah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Umi Asmarani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 25 Bara, Icha dan Clara
Kali ini Bara sibuk mendaftar di Universitas, begitu juga dengan Icha. Seoalah membuntuti Bara, Icha pun masuk ke Universitas yang sama dengan Bara. Mereka sama-sama mengambil jurusan Arsitekture. Bara yang tampan dan baik hati membuat para mahasiswi terpesona, Bara jadi idola kampus. Icha yang kelakuannya kekanak-kanakan membuat Bara jadi menjauh dan sering menghindar.
"Kenapa sih kamu cuek gitu, kamu sengaja kan menghindar dari aku," Icha menghentikan Bara yang sedang berjalan.
"Apa-apaan sih kamu! berfikir sedikit dewasa dong," jawabnya ketus.
"Kamu itu seperti anak kecil, dikit-dikit laporan ke Papah, gimana mau punya temen...yang ada malah semakin banyak yang benci," Bara menatapnya dingin dan melepaskan pegangan tangan Icha.
"Icha terdiam, mencerna apa yang Bara katakan barusan, apa benar aku seperti anak kecil," batinnya.
Icha melangkah gontai mendekat ke arah bangku yang ada di depan kampusnya. Dia merenungi hari-hari yang telah ia lalui, dia merasa bahwa apa yang dia lakukan adalah benar.
"Ini semua kan gara-gara kamu, kamu yang telah membuat aku seperti ini. Kau selalu menghindar kalau aku dekati, apa salahku," gumamnya.
"Liat saja nanti, tak akan ada satu perempuanpun yang dapat merebut hatimu Bara, kamu harus jadi milikku!"
Icha kembali bangun, mengayunkan langkah kakinya menyusuri lorong kampus menuju parkiran mobil. Tanpa di sengaja Icha bertabrakan dengan seorang mahasiswa tampan tapi terlihat arogan, buku yang dia pegang jatuh berantakan.
"Kamu ngga punya mata ya! liat bukuku jadi berantakan!
"Kamu yang jalannya ngga bener, liat kanan kiri dong!" balas Icha ketus.
"Beresin bukunya, cepat!" bentaknya.
"Ngga mau! kamu yang nabrak duluan, aku ngga salah," Icha melenggangkan kakinya menuju mobilnya yang terparkir tidak jauh dari kejadian.
"Das*r perempuan aneh, aku bener-bener sial hari ini," gerutunya.
Keesokan harinya, Icha melihat mahasiswa yang kemarin bertabrakan saat di parkiran. Ternyata dia satu fakultas.
"Sial, itu cowok ternyata di sini," batin Icha.
"Ohh, namanya Erik," Icha pura-pura acuh.
"Hai cewek jutek, ternyata kamu di sini juga," sapa Erik.
"Emang kenapa kalau di sini, mau ngajak berantem hahh,?"tantang Icha.
"Wuihh, hebat banget nih cewek, punya nyali juga kamu," bentak Erik, tapi tak membuat Icha takut.
"Perempuan cantik tapi galak, awas kamu! gertak Erik.
"Sudah-sudah...apa-apaan sih kalian kaya anak kecil aja," Bara menengahi pertengkaran mereka.
Icha sama Erik agaknya sama-sama keras. Klop nih, bakal rame terus kampusnya, ada hiburan dari mereka. Sebenarnya Icha itu gadis yang cantik, mungkin karena salah didikan dari sang Papah yang terlalu memanjakannya. Icha di besarkan di keluarga yang kaya raya, tapi malang nasibnya sedari bayi Icha tidak pernah melihat Ibunya karena Ibunya meninggal saat melahirkannya.
Di Kota B
Nando sedang mengunjungi proyek yang sudah berjalan hampir satu bulan. Malam ini dia di jadwalkan meeting di sebuah hotel di kota B. Gunawan turut serta dalam meeting tersebut, karena Nando belum menemukan sekretaris baru.
Di sebuah ruangan tempat untuk meeting nampak para utusan dari perusahaan yang tergabung dalam PT Hero Jaya sudah siap di tempat duduknya masing-masing. Nando memimpin meeting tersebut, Gunawan mencatat beberapa poin hasil dari meeting yang sedang berlangsung. Terlihat Dika juga hadir, yang lebih kaget lagi adalah Haikal, setelah menghilang lama ternyata sekarang dia sudah sukses, mampu membangun sebuah perusahaan kecil yang ia bangun sendiri tanpa bantuan orang tuanya.
Setelah meeting selesai, mereka saling berjabat tangan dan keluar dari ruangan.
"Dika, Haikal mari kita ngopi dulu, masih banyak waktu, santai saja," ajak Nando santai.
"Kamu sekarang di mana, apa kamu sudah menikah,?" tanya Nando.
"Udah, aku menikah sama Elsa tapi Papah tidak setuju karena melihat dari kasus Lina, Papah sempet melarang. Kami pergi menjauh dari Papah tapi akhirnya Papah menyetujui.
"Dulu, aku memang salah telah menikahi Lina perempuan ular itu, semua jadi kacau, tapi itu pelajaran buatku," Nando menghela nafas.
Dika yang sudah menerima kenyataan bahwa Nara bahagia bersama Nando pun akhirnya menikah dan di karuniai seorang putra. Sedangkan Haikal di karuniai seorang putri tapi tidak di ketahui di mana kini berada.
"Malam udah semakin larut, lebih baik kita istirahat saja, besok baru kita ke proyek," ajak Nando.
****
Universitas tempat Bara menimba ilmu lumayan jauh, hingga sang Mamah tidak mau melihat dia cape akhirnya di suruh kost, selain deket dia juga bisa latihan hidup mandiri. Seminggu sekali dia pulang untuk melepaskan kangen sama Mamahnya. Tidak lupa pula dia mampir ke Panti Asuhan.
"Hari ini Mamah mau masak apa? masak yang banyak ya biar nanti aku bawa ke Panti Asuhan, sudah lama aku ngga ke Panti Asuhan Mah," Bara memohon dengan mencium tangan Nara.
"Iya...iyaa...nanti Mamah masak yang banyak," jawab Nara dengan lembut.
"Mah, ayah belum pulang, apa ayah pulang ke rumah yang Mamah Aura?"
"Ayah semalem telepon, mungkin sore nanti dia pulang, kata ayah di sana ketemu sama Om Dika dan juga Om Haikal."
" Om Haikal saudaranya Mamah? tanyaku.
"Iya, ayah juga kaget saat liat Om Haikal ikut meeting," Nara menjawab semua pertanyaan Bara sambil memasak. Jari jemarinya yang lincah memegang peso dan peralatan masak membuat Bara kagum di buatnya.
"Mamah kaya chef ya, pinter masak," puji Bara.
"Ahh, kamu bisa aja ngerayu Mamah."
Akhirnya masakan pun selesai, Nara mengambil wadah besar dari dalam lemari, dan memasukan rendang daging itu ke wadah yang barusan di ambil.
"segini cukup apa ngga ya," tanyaku, sambil menengok ke arah Bara.
"Cukup Mah, udah segitu aja, takut ayah ngga kebagian nanti hehee," ledek Bara.
Bara bersiap-siap pergi ke Panti Asuhan, dia memasukan wadah yang berisi daging rendang itu ke dalam mobil. Dan perlahan mobil meluncur dengan kecepatan sedang.
"Entah kenapa, rasa ingin bertemu Clara tak bisa di tahan, apa ini hanya sekedar sayang seorang kakak terhadap adiknya atau ada perasaan yang lebih."
Setelah satu jam perjalanan, akhirnya sampai di halaman Panti Asuhan. Adik-adik Panti berebut tangan Bara untuk bersalaman. Terlihat di kejauhan Clara sedang menyapu halaman, Bara berjalan mendekatinya.
Bara menyapa Clara," Hai, apa kabarmu, lama ya kita ngga jumpa."
"Ehh, kak Bara kabar baik kak...kapan datang?" tanya Clara.
"Baru saja ini...kamu nglanjutin di SMA mana,?" jawabku dengan gugup.
"Di sekolahan kak Bara dulu," jawabnya singkat masih sambil menyapu.
"Kenapa aku jadi seperti ini, dia santai aja kenapa aku yang ribet, tenang-tenang Bara jangan gugup begitu, malu sama Clara kalau ketauan," Bara menenangkan dirinya.
"Nak Bara...kalau mau main ke panti main aja, ngga usah merepotkan begitu, terima kasih ya," Bu Nani mengucapkan terima kasih atas rendang yang Bara bawa tadi.
"Iya Bu, itu buat adik-adik, tadi Mamah masak banyak Bu."
Setelah selesai menyapu halaman, Clara duduk di bangku yang di duduki Bara. Merekapun saling berbagi cerita, terkadang mereka tertawa bersama.
"Eumm, hari udah sore...aku pulang dulu ya, seminggu sekali aku pulang kesini," Bara berpamitan.
Clara memegang tangan Bara," Terima kasih ya kak, atas kunjungan dan perhatian kakak, entah dengan apa aku membalas budi baik kakak."
Bara pun pergi meninggalkan Clara yang masih duduk di bangku taman, setelah beberapa langkah Bara berhenti menengok ke arah Clara dan tersenyum. Di dalam mobil Bara menciumi tangannya sendiri sambil senyum-senyum teringat tadi Clara memegang dan mencium tangannya.
andai dirimu nikahbdg nando dgn siri, harta ygvdiberikan nando ke kamu, jd harta gono gini istri yg sah sexara afama dan negara.
jd perkawinan dgn suri, tdk punya kekuatan hukum apapun.
Sudah tua kan ?
Waktu Nando selingkuh dgn Lina umurnya diatas 40 th. 23 tahun kemudian berarti sudah di atas 60th.
Hena teman sekolah Nando.
Masih melacur...