NovelToon NovelToon
Tuan CEO, I LOVE YOU

Tuan CEO, I LOVE YOU

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / CEO / Romantis / Cintamanis / Fantasi Wanita / Cintapertama
Popularitas:575
Nilai: 5
Nama Author: moms F

"Perpisahan kita bukan salah siapa2. Bukan sepenuhnya salahmu, salah ku , salah dia ataupun salah waktu. Kita adalah dua orang yg tepat, tapi tepat disini bukan sebagai pasangan melainkan sebagai pembelajaran untuk kita menjadi lebih dewasa"

Nada Ageta Putri

"Jika kesalahan ini sebagai pembelajaran. Bisakah aku tetap belajar bersama mu sehingga kita bisa dewasa bersama"

Juna Genio Lin

"Apakah perasaan cinta sebuah kesalahan? Jika memang iya, aku tak ingin perasaan ini. Perasaan ini terus menggerogoti kewarasan ku dan membuat ku menjadi jahat yang menyakiti orang di sekeliling ku"

Senar Anggriani

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moms F, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

1. hati yang hancur

Setiap detik membuat hati Nada terasa berdebar kencang. Rasa bercampur aduk antara gugup, bahagia, takut dan tidak sabar. Itulah yang dirasakan Nada saat ini.

Nada memandangi dirinya didepan cermin. Dengan senyum yang tak pernah lepas di wajah cantiknya Nada merasakan debaran dihatinya. Debaran kebahagiaan yang membuat hatinya ingin meletus.

Nada dan Juna sudah menjalani hubungan selama Empat tahun lamanya. Hubungan yang mereka jalani setelah Nada menyelesaikan masa sekolahnya.

Nada yang menjadi pengagum rahasia Juna yang tak lain sahabat abang keduanya selama sekolah sangat bahagia mengetahui jika Juna juga memiliki perasaan yang sama terhadap nya, perasaannya terbalaskan membuat Nada bahagia.

Tapi karena keluarganya melarang Nada berpacaran semasa sekolah, khususnya Abang keduanya. Juna menahan semua itu dan setelah Nada tamat sekolah Juna mendapatkan lampu hijau dan memberanikan dirinya untuk mengungkapkan perasaanya.

Dan menjalani hubungan selama Empat tahun membawa mereka ke jenjang pernikahan. Dan tujuh hari lagi Nada resmi menjadi istri Juna. Malam ini, Nada keluar bersama Juna untuk mengantarkan undangan kepada orang-orang terdekatnya.

Nada menoleh kesamping mengamati Juna yang fokus sedang menyetir. Lelaki yang sedari dulu ia kagumi dan menjelma sebagai kekasihnya yang menemaninya selama empat tahun dan hanya hitungan jam lagi akan menjadi suaminya. Dengan senyum manisnya, ia membayangkan kebahagiaan yang akan ia miliki untuk masa depan bersama lelaki di sampingnya.

"kenapa senyum sendiri..!! Ada yang lucu,hmm!!!" tanya Juna yang sesekali menatap perempuan cantik di sampingnya sambil mengelus rambut Nada.

"hehe,, ngak ada yang lucu. Cuma Nada bahagia banget entar lagi jadi istri abang" cengir nya

"Sebahagia itu" ucap Juna dengan candanya dan di angguk cepat oleh Nada.

"iya dong, Nada bahagia. Orang yang Nada kagumi selain papa dan kedua Abang Nada sebentar lagi akan jadi suami Nada" dengan senyum manisnya.

"Emang Abang ngak bahagia, ha" tuduh Nada pada Juna dengan menyipitkan matanya

"hahaha,,,"tawa Juna melihat kelakuanku calon istrinya

"bahagia dong, masa di temenin perempuan cantik ini seumur hidup. Masa ngak bahagia" ucap Juna mengacak rambut Nada

"hmm,, gitu dong" Rajuk Nada berpura-pura dengan senyuman nya.

Nada dan Juna yang sedang dalam perjalanan untuk mengantarkan Nada pulang. Sebab mulai besok Nada dan Juna tak bisa bertemu.

"Sayang, kamu tahu ngak. Hari ini kamu cantik banget" ucap Juna sambil memberhentikan mobilnya karena lampu merah.

"emang hari ini aja yang cantik . Jadi kemarin-kemarin Nada ngak cantik gitu" Kesal Nada

"Haha,, ngak dong. Tiap hari kamu cantik. Tapi hari ini kamu jauh lebih cantik"

Nada yang mendengar itu tersenyum manis. Perjalanan mereka terasa hangat, berisi ocehan Nada yang tak ada habisnya dna Juna yang menjadi pendengar setianya.

Kemudian obrolan keduanya ter interupsi oleh nada dering ponsel milik Nada. Melihat nama Mamanya yang tertera. Nada langsung mengangkatnya.

"Halo ma.."

"halo, kamu sudah dimana sayang? Kamu sama Juna kan?"

"iya ma, Nada sama abang Juna masih di jalan. Bentar lagi sampai kok Ma" ucap Nada sambil melihat jalan melalui kaca jendela mobilnya.

"kamu bisa nyuruh Juna nyetir nya agak cepetan ngak?"

"iya Ma, Nada akan nyuruh bang Juna cepat. Emang kenapa Ma, kok buru-buru? Ada yang kurang ya..!"

"nanti Mama jelasin ya, kalau kamu sudah sampai. Tapi tolong suruh Juna cepat ya sayang"

"ok ok Ma, siap. Nada segera meluncur" kekehnya

Setelah Nada menyelesaikan panggilannya. Juna menoleh dan bertanya.

"Kenapa?"

Nada menoleh kearah Juna dan mengangkat kedua bahunya tanda tak tahu.

"Mama, nyuruh kita cepetan. Ada apa ya? perasaan semua sudah rampung "

"mungkin Mama kangen sama anak gadisnya"kekeh Juna

"ish,, Abang apaan sih. Baru juga tadi ketemu. Tapi mama tadi kedengeran gelisah. Suaranya seperti habis nangis?"

" perasaan kamu aja" ucap Juna mengelus pucuk kepala Nada.

"Semoga saja" lirihnya.

Entah kenapa semenjak Nerima telpon dari Mamanya. Perasaan Nada terasa ngak enak. Suara sang Mama yang terdengar sedih seperti habis menangis. Seperti ada sesuatu yang buruk yang sedang terjadi disana. Nada mencoba mengabaikan pikiran buruknya. Tapi suasana hatinya tidak bisa di ajak berkompromi. Jadi sepanjang perjalan suasana hening menyelimuti mereka.

Juna yang melihat Nada terdiam hanya menggenggam tangan Nada dengan satu tangan. Sesekali mengecup tangan mungil tersebut.

Mobil Nada memasuki halaman rumah Nada yang asri. Dengan bunga dan pohon yang tampak rapi. Tapi Nada merasa heran, kenapa tampak ada dua mobil yang terparkir selain milik keluarganya. Dan Nada tahu pemilik mobil tersebut.

Setelah mobil Juna terparkir, mereka berdua bergegas keluar dan bergegas menuju kedalam rumah. Pintu rumah terbuka sedikit,keduanya berjalan kedalam. Saat memasuki rumah Nada terhenti seketika merasa aneh saat melihat suasana rumah yang terasa hening. Juna yang melihat itu menggenggam tangan Nada untuk memberi semangat dan mengatakan jika semuanya baik-baik saja.

Saat Nada semakin jalan kedalam rumah dan sampai diruang tamu. Nada melihat seluruh keluarganya berkumpul. Begitu juga Abang pertama nya yang katanya akan pulang sehari sebelum Nada menikah. Abang pertama nya yang tak lain Alenzo tampak menyilangkan tangan dan terpaku menatap tajam Alvaro yang tak lain bang keduanya.

Mata Mama yang tampak merah sehabis menangis. Papa yang kelihatannya sedang menahan emosi. Abang keduanya yang berdiri terpaku disamping papa dan tampak luka di wajahnya .

Ada juga Senar sahabat Nada yang tampak menunduk dan duduk bersama ibunya. Dan orangtua Juna juga berada disana.

Nada berdiri terpaku, dan merasakan genggaman kuat di tangannya. Saat melirik Juna sang pelaku yang menggenggam tangannya. Juna tampak mematung menatap mereka. Perasaan Nada semakin tak karuan.

Nada melepaskan tangan Juna yang sedari tadi menggenggam erat tangannya mendatangi kedua orangtuanya.

"Ada apa ini?" tanya Nada berlutut di depan sang Mama.

"Mama kenapa menangis,hmm" tanya Nada sambil menghapus air mata Mamanya.

Mama Nada langsung memeluk erat tubuhnya dan berlanjut tangisan nya. Nada yang bingung hanya bisa menepuk lembut bahu Mamanya.

"Mama kenapa, cerita sama Nada" ucap Nada setelah pelukannya terlepas.

"Yah, bisa tolong jelasin sama Nada. Kenapa Mama menangis?" tanya nya pada sang Ayah yang ada di samping Mamanya sambil salah satu tangannya menggenggam tangan Ayah ya. Ayah Nada yang mendengar suara Nada tanpa terasa meneteskan air mata.

"Maaf, Ayah gagal" lirih Ayah Nada dan menolak menatap wajah anak perempuan nya.

"Ayah bilang apa. Terus kenapa Ayah ikut menangis"tanya nya bingung

Melihat kedua orangtuanya terus menangis. Ada ikut sedih dan bingung. Hati nya yang sedari tadi berdegup kencang. Justru bertambah tak karuan. Rasa sesak ikut menghampiri nya.

"Abang,, bisa tolong jelasin sama Nada apa yang terjadi. Terus kenapa sama wajah Abang. Siapa yang melakukannya" tanyanya pada Alvaro yang berdiri menunduk dan tak kunjung dapat jawaban.

"Nada.." seru suara serak yang datang dari sang Alenzo Abang pertamanya yang berdiri menghampiri nya.

" akan Abang jelaskan. Tapi sebelum itu izinkan Abang menghukum mereka yang bersalah" kata Alenzo yang membuat Nada semakin tidak mengerti dan berjalan ke arah Juna yang masih berdiri mematung.

#TBC

1
Shinta Teja
jangan lama2 ya moms up nya....🙏🙏🙏🙏
Shinta Teja
2 hari ga update, kemana nih moms F nya.... penasaran tau,moms...😓
Shinta Teja
suka,,,, meskipun aku ga pernah mengalami yang dialami nada tapi aku begitu merasakan emosinya menjadi nada.....😪😤
semangat nada!!!💪💪💪
ini othor nya yang keren nih bisa memainkan emosi para pembaca nya.... good job,Thor ...🫰🫰🫰🫰
Shinta Teja
dasar senar.....caramu mendapatkan nya saja sudah salah. malah berharap lebih.....
Shinta Teja
jangan mau, nada.... kamu bukan Inara yang mau masuk jadi orang ketiga.....
Shinta Teja
ya Allah,,,,,aku juga merasakan sakit mu,nad... seolah Tuhan ga adil hanya memberikan rasa sakit untuk kita aja sedang mereka malah tertawa bahagia.....😓
Shinta Teja
run nad,,,, run.....
lari lah sejauh mungkin.... tinggalkan sumber rasa sakit itu & cari kebahagiaan mu ditempat yang baru...
Shinta Teja
serin?! senar kali,thor
Shinta Teja
semangat,nada .... aku bakal temani kamu🤗🤭
Shinta Teja
aku juga ikut menahan sesak di dadaku membayangkan hancur & kecewa nya kamu,nad... dikhianati orang terdekat itu amat sangat menyakitkan & mungkin waktu seumur hidup tak akan mampu menyembuhkan luka mu....😓
Shinta Teja
lho,,,kenapa?! bukannya Alvaro juga babak belur,Thor?! sekarang malah si Juna juga...
Shinta Teja
masih hangat!!!k kek nya baru Mateng & baru keluar dari oven deh🤗🤭
Zeepree 1994
hadir Thor..
semoga setelah patah hati karena tiga orang ini, nada bisa bangkit lagi melupakan kesakitannya, bila mungkin jauhkan nada dari orang2 yang kejam ini Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!