Nando menatap tubuh sang istri yang terbaring dengan tubuh penuh nanah dan tidak pernah berhenti merintih, sudah dua bulan ini Yuli terus aja menderita dengan rasa sakit begitu panjang dan ini semua tidak tahu datang dari mana.
Yuli adalah wanita yang tipe tidak pernah keluar rumah untuk urusan jalan-jalan atau yang membuang waktu, dia hanya diam di rumah dengan penampilan sederhana serta tidak banyak bertingkah namun mendadak saja sekarang jadi sakit seperti itu dan kabar beredar bahwa dia sedang di santet.
Siapa kah yang sudah menyantet Yuli?
Benarkah bahwa Yuli memang terkena santet?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14. Kabur
Dieeeeeek.
Braaaaaaak.
"Hahahaaaa ternyata memang hanya segitu saja kemampuan yang di miliki." Yuli tertawa kencang ketika dia berhasil memukul dada Sadewa.
"Bangsat, aku masih harus menjaga kekuatan malah dia memukul aku duluan." Sadewa merutuk karena dia memang tidak mengeluarkan kekuatan yang ada di dalam diri ini secara menyeluruh.
"Ayo maju lagi, selama ini aku sudah banyak mendengar tentang kekuatan yang di miliki oleh member ratu ular." tantang Yuli dengan nada begitu angkuh.
"Wa ayo bangun, masa kau kalah." Farel memberikan semangat walau perasaan dia ketar ketir.
"Diam kau, sibuk saja orang sedang bertengkar juga!" Sadewa jadi emosi sendiri karena dia harus mengukur kekuatan ini.
Takut bila nanti ternyata malah kekuatan yang dia keluarkan justru melukai tubuh Yuli, bila itu sampai terjadi maka Sadewa pasti akan kena amuk dari atasan sana karena dia tidak bisa menjaga seseorang dan kemungkinan besar dia tidak akan pernah bisa lagi menjadi manusia setelah gagal menjaga nyawa manusia lain.
Jadi memang kalau kekuatan yang akan dia keluarkan harus di pertimbangkan terlebih dahulu, sekali saja dia melakukan kesalahan maka sudah pasti tidak akan ada kata maaf karena atasan yang di miliki oleh Sadewa begitu kejam luar biasa bila sudah memberi peringatan atau bahkan dia akan langsung turun tangan seorang diri.
Sadewa harus mengukur sendiri kekuatan yang harus dia keluarkan untuk melawan iblis yang ada di dalam tubuh Yuli ini, memang kesannya agak rumit bila melawan iblis yang ada di dalam tubuh manusia karena dia harus melindungi raga manusia itu juga agar jangan sampai terluka walau hanya sedikit saja.
Tapi iblis itu akan jelas mengejek Sadewa karena dia justru akan mengatakan bahwa kekuatan yang di miliki oleh member ratu ular ini tidak seberapa besar, karena hal itu juga yang membuat emosi di dalam diri Sadewa semakin menyala dan dia harus menekankan diri di dalam otak ini bahwa iblis itu tidak tahu apa-apa.
Padahal sekarang rasa ingin menghajar secara langsung begitu menyala di dalam hati untuk menunjukkan bahwa kekuatan yang dia miliki juga begitu besar dan sangat kuat, ego dari seorang iblis tentu saja masih menyala namun Sadewa berhasil untuk menguasai hal itu agar dia tidak terpancing oleh iblis lain.
Wuuussssh.
Wuuuttt.
Tap.
Duaaaaaak.
"Aaaaahkkkk!" Yuli menjerit ketika tubuh dia terlempar dari atas pohon.
"Tangkap dia!" Sadewa berteriak kepada Niko dan Farel yang ada di bawah.
"Awas jangan sampai meleset!" Niko juga panik ketika melihat tubuh Yuli yang melayang dari atas pohon itu.
"Bismillah Ayo dapat!" Farel juga cepat bergerak untuk menangkap tubuh Yuli.
Bruuuuuuk.
"Dapat!" Niko dan Farel berteriak bersama setelah berhasil menangkap tubuh wanita ini.
"Tunggu jangan pegang secepat mungkin agar dia tidak kabur lagi." Sadewa segera meloncat juga karena dia harus mengeluarkan iblis itu dari dalam tubuh Yuli.
"Aaaaaarhhhhkk, Aaaarkkkhhh!" Yuli mulai menggeram seperti harimau lapar.
Farel sebenarnya begitu takut ketika melihat wajah Yuli yang berubah menjadi sangat seram, namun dia sebisa mungkin bertahan agar wanita ini tidak lepas dari genggaman dia, sampai lepas lagi maka yang ada Yuli akan kabur entah ke mana Dan mereka tidak akan berhasil menangkap iblis yang ada di dalam tubuh wanita ini.
"Diam atau kau akan ku musnahkan saat ini juga!" Sadewa duduk di atas tubuh Yuli.
"Kami sudah boleh melepaskan kan, Wa?" Farel tidak sanggup dengan bau Yuli.
"Lepaskan lah, jangan terlalu jauh karena ini bukan hutan biasa." pesan Sadewa.
"Pantas saja aku merasa tidak pernah melihat hutan ini." batin Niko.
"Ya Allah aku tidak kuat bau nya." keluh Farel ingin muntah.
Bukan karena dia berlagak atau sok tapi memang bau Yuli begitu menyengat sehingga siapa saja yang mendekati dia pasti tidak akan sanggup mencium bau tersebut, itu yang sedang di permasalahkan oleh Nando karena dia merasa begitu muak mencium bau tubuh sang istri yang terus saja mengeluarkan nanah bercampur dengan darah dari sela pori-pori.
Ini Farel adalah orang lain sehingga wajar saja bila dia tidak sanggup dengan bau tubuh Yuli itu, namun dia tidak secara langsung mengatakan muak seperti Nando dan masih tetap berusaha menjaga perasaan dari Yuli ini walau mereka hanya seorang tetangga biasa saja.
Sadewa sama sekali tidak peduli dengan bau itu karena tugas dia datang ke sini untuk menyelamatkan Yuli dan juga kedua pria ini dari gangguan iblis, terlebih lagi Sadewa masih bisa merasakan bahwa iblis yang ada di dalam tubuh Yuli memang memiliki niat begitu jahat.
"Katakan dari mana asal mu?" Sadewa mencengkeram erat leher Yuli.
"Hihihiiiiiii......
Taaaaap.
"Sialan, dasar iblis pengecut rendahan!" Sadewa berteriak keras karena iblis itu justru kabur dari tubuh Yuli.
"Apa dia meninggal, Mas?!" Niko sudah panik ketika melihat Yuli menutup mata.
"Tidak, tapi iblis itu pergi karena dia tidak ingin tertangkap dengan aku!" jawab Sadewa dengan nada begitu geram.
Yuli menutup mata karena dia sudah pingsan akibat di tinggalkan begitu saja oleh iblis tadi, sebagai manusia biasa yang tidak pernah memiliki pengalaman dengan iblis maka tentu saja Yuli akan merasakan lemas serta lunglai ketika tadi tubuh dia sudah dipakai terbang ke sana kemari oleh iblis tersebut.
Jadi ketika iblis itu sudah meninggalkan tubuh dia maka sekarang yang ada dia terkapar begitu saja tanpa sadar, Sadewa menggeram marah karena dia gagal mendapatkan iblis yang sudah membuat mereka semua dalam keadaan kacau seperti sekarang ini dan itu tentu saja adalah pengalaman yang begitu memalukan.
Ini bila sampai ada member lainnya mengetahui bahwa dia gagal begitu saja menangkap iblis yang sudah ada di depan mata, maka pasti Sadewa akan di bully oleh mereka semua dan mengatakan bahwa dia bukan iblis yang baik setelah menjadi manusia biasa di kota besar ini.
"Bawa dia sekarang, kita harus segera keluar dari dalam hutan ini." Dewa bangkit dengan perasaan yang begitu kesal.
"Aku yang akan menggendong dia." Niko maju karena dia tidak mungkin meminta Farel yang membawa Yuli.
"Ini sangat gelap dan juga terasa begitu angker, apa memang ini adalah hutan mistis?" Farel menatap Sadewa yang terlihat serius.
Sadewa mengangguk pelan karena mereka telah di sesatkan oleh iblis itu agar jangan sampai di rumah sakit, satu hal yang sangat Sadewa sadari adalah iblis itu bukan dari kalangan dewasa tapi dia masih anak-anak namun memiliki dendam yang begitu kuat sehingga dia mampu melakukan apa saja atas suruhan dari seseorang.
Selamat sore menjelang malam Besti, jangan lupa like dan komen nya ya.
kenapa sendal jepit ga di ajak masuk aja sih mak... biar dia kapok...