NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Penguasa Takdir Sembilan Langit

Transmigrasi: Penguasa Takdir Sembilan Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Transmigrasi / Action / Fantasi / Romansa Fantasi / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: ikyar

Han Feng, seorang peneliti sejarah kuno dari Bumi, meninggal karena kecelakaan di situs penggalian. Jiwanya bertransmigrasi ke Benua Roh Azure, masuk ke dalam tubuh Tuan Muda Ketiga keluarga Han yang dikenal sebagai "sampah" karena meridiannya yang rusak.

Namun, Han Feng membawa serta sebuah Pustaka Ilahi di dalam jiwanya—sebuah perpustakaan gaib yang berisi semua teknik bela diri yang pernah hilang dalam sejarah. Di dunia di mana kekuatan adalah segalanya, Han Feng menolak nasibnya sebagai sampah. Dia akan memperbaiki meridiannya, membantai mereka yang menghinanya, dan mendaki puncak Sembilan Langit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ikyar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

4

Zhao Si melangkah maju, aura penindasan seorang kultivator tingkat rendah memancar dari tubuhnya. Zhao Si berada di Tingkat 3 Pembentukan Tubuh. Bagi orang awam, kekuatan Zhao Si sudah cukup untuk meremukkan batu bata dengan tangan kosong. Di mata Zhao Si, Han Feng hanyalah seekor semut yang sedikit lebih besar dari biasanya.

"Wang Cai tidak memberimu pelajaran sopan santun, Tuan Muda Ketiga?" Zhao Si berkata dengan nada mengejek. "Ketika seorang pelayan senior datang, kau seharusnya berlutut dan menyapa. Apalagi kau hanyalah sampah yang menghabiskan beras keluarga."

Han Feng tidak bergerak. Tatapannya sedingin es kutub. "Sopan santun? Seorang budak rendahan berani meminta tuannya berlutut? Sepertinya Keluarga Han benar-benar sudah tidak memiliki aturan lagi."

Wajah Zhao Si memerah karena marah. Dia sudah terbiasa menindas Han Feng selama bertahun-tahun. Mendengar "sampah" ini berani membalas ucapannya dengan nada merendahkan membuat harga diri Zhao Si terluka.

"Bocah kurang ajar! Sepertinya pukulan Tuan Muda Han Lie kemarin membuat otakmu rusak!" bentak Zhao Si. "Biar aku yang mengajarimu cara menghormati orang tua!"

Tanpa peringatan, Zhao Si melesat maju. Tangan kanannya yang gemuk terayun, mengarah ke pipi Han Feng. Tamparan itu dialiri sedikit Energi Qi. Jika mengenai Han Feng yang dulu, tamparan itu pasti akan merontokkan gigi dan mungkin mematahkan lehernya.

Di mata Han Feng yang lama, gerakan Zhao Si akan terlihat seperti kilatan bayangan yang tak terhindarkan.

Namun, di mata Han Feng yang sekarang—yang telah membuka Segel Naga Bumi dan memiliki persepsi yang diperkuat—gerakan Zhao Si terlihat penuh celah. Han Feng bisa melihat otot bahu Zhao Si menegang sebelum tangan itu bergerak. Dia bisa melihat lintasan tamparan itu dengan jelas, seolah-olah dalam gerakan lambat.

Terlalu lambat.

Han Feng tidak mundur. Sebaliknya, pemuda itu mengambil satu langkah kecil ke samping, memiringkan kepalanya sedikit.

Wuuush!

Tangan Zhao Si menyambar udara kosong, hanya beberapa inci dari wajah Han Feng.

Mata Zhao Si terbelalak. "Apa?!"

Momentum tamparan yang meleset membuat keseimbangan tubuh Zhao Si goyah. Pelayan gemuk itu terhuyung ke depan.

Han Feng tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Naluri bertarung dari kehidupan lamanya yang dikombinasikan dengan tubuh yang baru diperkuat mengambil alih. Han Feng tidak memiliki teknik bela diri yang rumit saat ini, jadi dia menggunakan metode yang paling efisien dan brutal.

Han Feng mengangkat lutut kanannya dengan keras, menghantam ulu hati Zhao Si yang terbuka lebar.

BUGH!

Suara hantamannya terdengar tumpul dan berat.

"Hoek—!" Mata Zhao Si melotot hampir keluar dari rongganya. Mulutnya ternganga lebar, namun tidak ada suara yang keluar selain desisan kesakitan karena paru-parunya tiba-tiba kehabisan udara.

Tubuh gempal Zhao Si terangkat sedikit dari lantai akibat kekuatan lutut Han Feng, sebelum akhirnya ambruk berlutut sambil memegangi perutnya. Wajah pelayan itu berubah menjadi ungu kemerahan.

Han Feng tidak berhenti di situ. Dia tahu bahwa dalam pertarungan hidup dan mati, keraguan adalah kematian. Meskipun ini hanya konflik kecil, dia harus menanamkan rasa takut yang mendalam agar tidak diganggu lagi dalam waktu dekat.

Han Feng menjambak rambut Zhao Si, menarik kepala pelayan itu ke belakang hingga mendongak menatapnya.

"Dengar baik-baik, anjing tua," bisik Han Feng tepat di depan wajah Zhao Si. "Aku, Han Feng, mungkin belum pulih sepenuhnya. Tapi membunuh babi gemuk sepertimu... aku tidak butuh banyak tenaga."

Aura pembunuh yang dipancarkan Han Feng saat ini bukanlah gertakan kosong. Itu adalah akumulasi dari jiwa seorang pria yang telah melihat kematian dan kini memegang warisan Dewa Naga. Zhao Si, yang seumur hidupnya hanya menjadi penindas pengecut di lingkungan aman keluarga, merasakan ketakutan yang menusuk tulang. Dia melihat kegelapan yang tak berdasar di mata Han Feng.

"T-Tuan... Tuan Muda..." Zhao Si terbata-bata, air liur menetes dari sudut mulutnya. Rasa sakit di ulu hatinya membuatnya sulit bernapas. "Ampun..."

Han Feng melepaskan jambakannya dengan kasar, membiarkan Zhao Si jatuh tertelungkup di lantai kotor.

"Bawakan aku makanan," perintah Han Feng datar, seolah-olah dia baru saja menyuruh pelayan mengambilkan teh, bukan baru saja menghajar orang. "Daging, nasi, dan sayuran. Porsi untuk tiga orang. Dan siapkan air panas untuk mandi."

Zhao Si masih terbatuk-batuk di lantai, mencoba meraup udara.

"Jika dalam lima belas menit kau tidak kembali dengan apa yang kuminta," lanjut Han Feng sambil berjalan santai menuju kursi reyot di sudut ruangan dan duduk, "Aku akan mematahkan kedua kakimu dan melemparkanmu ke kandang anjing Han Lie. Kau tahu aku bisa melakukannya."

Zhao Si mengangguk panik sambil berusaha bangkit dengan susah payah. Rasa sakit di perutnya masih menyengat, tapi rasa takut di hatinya jauh lebih besar. Dia tidak mengerti apa yang terjadi. Bagaimana sampah yang tidak memiliki Qi bisa memukulnya hingga lumpuh dalam satu serangan? Apakah Han Feng menyembunyikan kekuatannya selama ini?

Tanpa berani menatap mata Han Feng lagi, Zhao Si menyeret kakinya keluar dari gubuk, berlari tertatih-tatih menuju dapur umum. Dia tidak berani melapor pada Han Lie sekarang. Jika Han Lie tahu dia dikalahkan oleh sampah, Zhao Si pasti akan dihukum lebih berat karena ketidakbecusannya.

Sepeninggal Zhao Si, Han Feng menghela napas lega. Bahunya merosot sedikit.

"Berbahaya," gumam Han Feng. Tangannya sedikit gemetar. Serangan lutut tadi menguras sisa tenaga terakhir yang dimilikinya. "Kultivasiku baru di tahap awal Tingkat 1. Aku menang karena elemen kejutan dan karena dia meremehkanku. Jika dia menggunakan Seni Bela Diri atau senjata, aku pasti kalah."

Han Feng menatap telapak tangannya lagi. Dia butuh sumber daya. Dia butuh obat-obatan. Dan yang paling penting, dia butuh menjadi kuat dengan cepat. Turnamen Keluarga Han akan diadakan satu bulan lagi. Menurut ingatan pemilik tubuh asli, jika Han Feng tidak bisa masuk ke dalam 10 besar, dia akan diusir dari klan utama dan dikirim ke desa terpencil sebagai pekerja kasar.

Itu adalah hukuman mati secara tidak langsung.

"Satu bulan..." Han Feng menyipitkan mata. "Sutra Hati Naga Purba membutuhkan energi yang masif. Nasi dan daging biasa tidak akan cukup. Aku harus mencari cara untuk mendapatkan Pil Pengumpul Qi atau Rumput Roh."

Pandangan Han Feng beralih ke arah jendela, menatap puncak gunung di kejauhan yang tertutup kabut. Itu adalah Hutan Binatang Buas di belakang kediaman keluarga. Tempat berbahaya, tapi juga penuh peluang.

Tapi sebelum itu... Han Feng mengelus perutnya yang kembali berbunyi.

"Makan dulu. Penaklukan dunia bisa menunggu sampai perutku kenyang."

1
Gege
mantabbb...gass thorrr lagee
Bambang Purwanto
👍bagus sekali ceritanya
Roy Kkk
bagus/CoolGuy//CoolGuy/
King Salman
bagus
King Salman
go
ikyar
Terima kasih atas dukungannya
Sarndi Kurma
bagua tor ceritanya
Turki Salman
lanjutkan ceritanya tor
jamanku
lanjutkan tor
Raikuu 1
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!