NovelToon NovelToon
Mitsuki Di Dunia MHA (My Hero Academia)

Mitsuki Di Dunia MHA (My Hero Academia)

Status: sedang berlangsung
Genre:Murid Genius / Naruto / Dunia Lain / Persahabatan
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: I am Bot

Mitsuki mengerjapkan matanya yang berwarna kuning keemasan, menatap gumpalan awan yang bergeser lambat di atas gedung-gedung beton yang menjulang tinggi. Hal pertama yang ia sadari bukanah rasa sakit, melainkan keheningan Chakra. Di tempat ini, udara terasa kosong. Tidak ada getaran energi alam yang familiar, tidak ada jejak Chakra dari Boruto atau Sarada.

A/N : karena ini fanfic yang ku simpen sebelumnya, dan plotnya akan sama dan ada sedikit perubahaan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon I am Bot, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Arus yang tak terbendung (Revisi)

Sorakan dari 50.000 penonton di dalam stadion terasa seperti gelombang fisik yang menghantam lapangan. Present Mic berteriak di bilik komentarnya, suaranya menggelegar melalui pengeras suara raksasa, sementara Aizawa duduk di sampingnya dengan perban yang masih melilit, terlihat seperti sedang menahan kantuk atau kekesalan.

"ARE YOU READY?!" teriak Present Mic. "LOMBA PERTAMA TAHUN INI ADALAH... LARI HALANG RINTANG!"

Sebuah gerbang raksasa di ujung stadion terbuka. Lintasan sepanjang empat kilometer yang mengelilingi stadion telah disiapkan. Aturannya sederhana: segalanya diperbolehkan selama peserta tetap berada di dalam lintasan.

Mitsuki berdiri di barisan depan, tubuhnya rileks. Di sampingnya, Todoroki memancarkan aura dingin yang membekukan lantai, sementara Bakugo sudah memicu percikan ledakan di tangannya.

"Tiga..." "Dua..." "Satu..."

"START!!!"

Rintangan 1: Botol Leher (The Bottleneck)

Ratusan murid berdesakan masuk ke dalam terowongan sempit yang menjadi pintu keluar pertama. Ini adalah kekacauan murni. Orang-orang saling sikut dan menggunakan Quirk untuk menghalangi satu sama lain.

Todoroki tidak membuang waktu. Ia menyentuhkan tangannya ke dinding terowongan dan membekukan lantai serta kaki sebagian besar peserta.

"Maaf, ini hanya bisnis," ucap Todoroki dingin sambil meluncur di atas esnya sendiri.

Namun, ia menyadari sesuatu. Di atas kepalanya, sebuah bayangan melesat tanpa menyentuh es sedikit pun. Mitsuki sedang berlari di langit-langit terowongan, kakinya menempel secara vertikal dengan Chakra. Ia bergerak dengan kecepatan konstan, melewati kerumunan tanpa mengeluarkan setetes keringat pun.

"Teknik yang membosankan, Todoroki-kun," bisik Mitsuki saat ia melompat turun di depan Todoroki tepat saat mereka keluar dari terowongan.

Rintangan 2: Robo-Inferno

Di depan mereka, robot-robot raksasa dari ujian masuk—termasuk Zero Pointer—telah disiapkan untuk menghalangi jalan.

Todoroki kembali menggunakan esnya, membekukan satu robot raksasa dalam posisi yang tidak stabil sehingga robot itu tumbang dan menghalangi peserta di belakangnya. "Aku membekukan mereka saat mereka sedang tidak seimbang. Berhati-hatilah, mereka akan jatuh," ucap Todoroki pada massa di belakangnya.

Mitsuki tidak berhenti. Saat robot raksasa itu mulai tumbang ke arahnya, ia tidak menghindar ke samping. Ia justru melompat ke arah robot yang sedang jatuh tersebut.

Tap. Tap. Tap.

Dengan kelincahan seekor ular, Mitsuki berlari di atas tubuh robot yang sedang melayang jatuh, menggunakan momentum jatuhnya robot itu sebagai batu loncatan untuk melambung lebih tinggi ke udara. Dari ketinggian itu, ia melihat Izuku yang sedang berjuang menggunakan sebilah pelat logam dari robot kecil untuk bertahan.

"Ayo, Izuku," gumam Mitsuki. "Gunakan matamu, bukan hanya ototmu."

Rintangan 3: Jurang Kematian (The Fall)

Rintangan berikutnya adalah jurang dalam dengan pilar-pilar batu yang dihubungkan oleh tali tambang tipis. Sebagian besar murid mulai merangkak perlahan atau menggunakan Quirk mereka dengan hati-hati.

Mitsuki sampai di tepi jurang. Ia tidak menyentuh tali.

Ia melompat ke udara, memanjangkan kedua lengannya hingga puluhan meter dan mencengkeram sisi pilar batu di seberang. Tubuhnya meluncur seperti katapel raksasa. Di tengah udara, ia melakukan putaran artistik, mendarat di atas tali tambang dengan ujung jari kakinya saja, lalu berlari di atas tali itu seolah-olah itu adalah jalan tol yang lebar.

"LIHAT ITU!" seru Present Mic. "PESERTA MITSUKI DARI KELAS 1-A BERGERAK SEPERTI AKROBAT! APA DIA BAHKAN PUNYA TULANG DI TUBUHNYA?!"

Rintangan Akhir: Medan Ranjau

Rintangan terakhir adalah sebuah lapangan luas yang dipenuhi ranjau darat. Ranjau ini tidak mematikan, tapi ledakannya cukup kuat untuk melempar peserta kembali ke titik awal rintangan.

Todoroki dan Bakugo sedang memperebutkan posisi pertama, saling serang di tengah ledakan ranjau. Mitsuki sampai di sana, namun ia berhenti sejenak di garis awal medan ranjau.

Ia menutup matanya. Ia menggunakan teknik Sensory Perception yang ia ajarkan pada Izuku semalam. Melalui getaran halus di tanah dan aroma mesiu yang tertimbun, Mitsuki bisa "melihat" letak setiap ranjau dalam bentuk titik-titik merah di benaknya.

Ia mulai melangkah. Ia tidak berlari cepat, tapi gerakannya mengalir tanpa henti. Ia meliuk di antara ranjau-ranjau itu dengan ritme yang aneh, seperti sedang menari. Tidak ada satu pun ranjau yang meledak di bawah kakinya.

Tiba-tiba, sebuah ledakan dahsyat—jauh lebih besar dari ranjau mana pun—terjadi di belakangnya.

BOOM!

Sebuah pelat logam raksasa melesat di udara, dan di atasnya ada Izuku Midoriya yang terbang melintasi seluruh medan ranjau menggunakan momentum ledakan tumpukan ranjau yang ia kumpulkan.

"Sekarang!" seru Izuku.

Mitsuki tersenyum lebar. "Bagus sekali, Matahari."

Izuku melesat melewati Todoroki dan Bakugo yang terkejut. Namun, tepat saat Izuku akan mendarat di garis finis, Mitsuki mempercepat langkahnya. Ia menggunakan teknik pernapasan ninja untuk meningkatkan aliran oksigen ke ototnya.

Hasil akhir:

Izuku Midoriya (Mendarat dengan benturan keras tepat di garis finis).

Mitsuki (Berdiri dengan tenang tepat di belakang Izuku).

Shoto Todoroki.

Katsuki Bakugo.

Plot Baru: Percakapan di Garis Finis

Izuku terengah-engah, wajahnya kotor oleh debu mesiu, tapi matanya berbinar bahagia. Mitsuki mengulurkan tangan, membantu Izuku berdiri.

"Kau berhasil, Izuku," ucap Mitsuki. "Kau menggunakan apa yang tersedia untuk menang. Itu adalah inti dari kecerdasan taktis."

"Aku... aku hampir gagal tadi," bisik Izuku. "Tapi aku teringat ucapanmu semalam tentang tidak melawan gravitasi, tapi menggunakannya."

Todoroki berjalan melewati mereka, matanya menatap Mitsuki dengan campuran rasa frustrasi dan hormat yang tersembunyi. Sementara itu, Bakugo berdiri beberapa meter jauhnya, tangannya bergetar karena amarah.

"Jangan sombong dulu, kau wajah pucat!" teriak Bakugo. "Lomba berikutnya aku akan menghancurkanmu dan si Deku sialan itu!"

Mitsuki hanya memiringkan kepala, memberikan tatapan polosnya. "Aku menantikannya, Bakugo-kun. Tapi pastikan amarahmu tidak membuat ranjaumu meledak di wajahmu sendiri lain kali."

Di tribun VIP, para Pro-Hero mulai sibuk mencatat. "Siapa anak berambut pucat itu? Dia melewati medan ranjau tanpa memicu satu pun ledakan. Itu kontrol persepsi yang mengerikan." "Dan gerakannya... sangat efisien. Dia tidak membuang energi sama sekali."

Tanpa disadari Mitsuki, di kejauhan, seorang pria jangkung dengan pakaian formal dan kacamata hitam sedang mengamatinya melalui teropong. Ia berbicara ke arah radio di kerah bajunya.

"Target terkonfirmasi. Dia benar-benar memiliki kontrol energi yang tidak tercatat di database Quirk mana pun. Lanjutkan fase pemantauan."

1
N—LUVV
setiap penjelasan penuh dengan hal hal ilmiah atau berhubungan dengan bidang perhitungan
N—LUVV
cerita Mitsuki yang berkeliling ke semesta anime !! bukan dunia my hero academia
N—LUVV: semangat kak..
total 3 replies
Lyonetta
udh di revisi juga cuxmay lah
Lyonetta
diupdateny lama bgt si (alan)
Lyonetta
sedang revisi/Frown//Frown/, bab 57 akan ada penjelasan
(⁠ノ⁠◕⁠ヮ⁠◕⁠)⁠ノ⁠*⁠.⁠✧
extra chapternya Thor gw mau liat reaksi Orochimaru sama masa depan mereka seperti apa !!
(⁠ノ⁠◕⁠ヮ⁠◕⁠)⁠ノ⁠*⁠.⁠✧
aku like kok
Derai
mitsuki sepertinya terlalu op untuk dunia bnha 😅
Lyonetta: yupp, mangkanya aku masukin mitsuki/Casual//Casual/
total 1 replies
Derai
Oooh, kayaknya seru. Biasanya aku ngehindarin baca fanfic indo krn entah mengapa cringe. Tapi ini kayaknya enggak deh.
Udah gitu nggak ada typo yang mendistraksi. Kereen
Lyonetta: aku juga pas nulis agak krinj juga sih soalnya mitsuki tipikal filosofi nyeleneh untuk sifatnya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!