NovelToon NovelToon
Mencuri Benih Mafia Mandul

Mencuri Benih Mafia Mandul

Status: tamat
Genre:Anak Kembar / Lari Saat Hamil / Single Mom / Anak Genius / One Night Stand / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:251.1k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Ava Seraphina Frederick (20) memiliki segalanya kekayaan, kekuasaan, dan nama besar keluarga mafia. Namun bagi Ava, semua itu hanyalah jeruji emas yang membuatnya hampa.

Hidupnya runtuh ketika dokter memvonis usianya tinggal dua tahun. Dalam putus asa, Ava membuat keputusan nekat, ia harus punya anak sebelum mati.

Satu malam di bawah pengaruh alkohol mengubah segalanya. Ava tidur dengan Edgar, yang tanpa Ava tahu adalah suami sepupunya sendiri.

Saat mengetahui ia hamil kembar, Ava memilih pergi. Ia meninggalkan keluarganya, kehidupannya dan juga ayah dari bayinya.

Tujuh tahun berlalu, Ava hidup tenang bersama dengan kedua anaknya. Dan vonis dokter ternyata salah.

“Mama, di mana Papa?” tanya Lily.

“Papa sudah meninggal!” sahut Luca.

​Ketika takdir membawanya bertemu kembali dengan Edgar dan menuntut kembali benihnya, apakah Ava akan jujur atau memilih kabur lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 31

Di dalam sebuah gudang tua yang tersembunyi di balik barisan peti kemas berkarat, kegelapan hanya dipecah oleh satu lampu gantung yang berayun pelan. Ivy terikat di sebuah kursi kayu, napasnya memburu dengan sisa-sisa aroma parfum mahal yang kini bercampur dengan bau apak ruangan.

Pintu gudang yang terbuat dari besi berat tiba-tiba berderit terbuka, mengeluarkan suara gesekan logam yang memekakkan telinga. Langkah kaki yang mantap bergema di lantai semen yang lembap.

Seseorang berjalan keluar dari bayang-bayang, mendekat ke arah lingkaran cahaya.

Saat sosok itu berdiri tepat di hadapannya, Ivy membelalakkan mata. Jantungnya seolah berhenti berdetak sesaat.

"Jeremy?! Kau?! Apa yang kau lakukan di sini? Cepat lepaskan aku!" teriak Ivy dengan nada memerintah, mencoba mempertahankan keangkuhannya sebagai Nyonya Anderson.

Jeremy, asisten kepercayaan Edgar yang selama ini dikenal sangat patuh dan pendiam, hanya menatapnya dengan wajah tanpa ekspresi. Matanya yang biasanya hangat kini sedingin es.

"Tuan Edgar yang memerintahkan ini, Nyonya," suara Jeremy terdengar berat dan datar. "Beliau sudah tahu semuanya. Tentang sabotase laporan medis tujuh tahun lalu, tentang bagaimana Anda menyuap dokter untuk memberikan hasil palsu bahwa beliau mandul. Semua bukti sudah di tangan beliau."

Ivy tertegun. Wajahnya yang cantik seketika pucat pasi. Ia merasa dunianya runtuh. Selama tujuh tahun, ia merasa aman di balik tipu muslihatnya untuk mengikat Edgar, namun sekarang, rahasia itu hancur total. Edgar bukan pria yang akan memberikan ampunan jika sudah dikhianati sedalam ini.

"Jeremy, dengarkan aku dulu," Ivy mencoba mengatur napas, otaknya mulai bekerja cepat mencari celah untuk memanipulasi situasi. Ia tahu Jeremy adalah orang yang lembut. "Edgar hanya sedang emosi. Aku melakukan ini demi kebaikan keluarga kami!"

Jeremy tidak bergeming. Ia mengeluarkan ponselnya, seolah hendak melaporkan kondisi Ivy kepada Edgar.

Melihat itu, Ivy langsung mengubah taktik. Wajahnya yang tadi tegang perlahan melunak, digantikan oleh gurat kesedihan yang sangat meyakinkan. Air mata mulai menggenang di sudut matanya.

"Jeremy, tolong... lihat aku," isak Ivy, suaranya bergetar hebat. "Kau tahu betapa aku menyayangi Cleo. Jika Edgar membuangku ke penjara, siapa yang akan menjaga Cleo? Dia masih kecil, dia butuh ibunya!"

Langkah Jeremy terhenti. Nama Cleo adalah titik lemahnya. Selama bertahun-tahun melayani keluarga Anderson, Jeremy telah menganggap Cleo seperti putrinya sendiri. Ia yang mengantar Cleo sekolah, menghiburnya saat Edgar sibuk, dan menyaksikan tumbuh kembang gadis kecil itu.

"Kau sangat menyayangi Cleo, kan?" Ivy melanjutkan dengan suara bisikan yang menyayat hati. "Bayangkan wajahnya yang malang jika dia tahu ibunya disekap seperti ini. Cleo akan hancur, Jeremy. Kau ingin dia tumbuh tanpa ibu?"

Jeremy memalingkan wajah, rahangnya mengeras. Konflik batin berkecamuk di dadanya.

Di satu sisi, ia adalah abdi setia Edgar yang memegang teguh kejujuran. Di sisi lain, rasa kasih sayangnya pada Cleo membuatnya merasa serba salah.

Ivy melihat keraguan itu. Ia terus merayu, mencoba memelas meski tangannya terikat.

"Lepaskan aku, Jeremy. Kita bisa mengatur ini. Kita katakan pada Edgar bahwa aku melarikan diri. Aku akan pergi jauh, aku tidak akan mengganggu hidupnya lagi. Tapi tolong, jangan biarkan Cleo kehilangan satu-satunya orang yang memahaminya."

"Anda membohongi Tuan Edgar selama tujuh tahun, Nyonya. Anda membuatnya percaya bahwa dia tidak bisa punya keturunan hanya agar Anda bisa menguasai hartanya," desis Jeremy, suaranya bergetar antara amarah dan kebimbangan.

"Aku melakukan itu agar Edgar tetap menjadi milikku dan Cleo! Agar Cleo menjadi satu-satunya masa depannya!" jawab Ivy cepat, air matanya kini mengalir deras membasahi pipinya.

"Apakah mencintai sebuah keluarga itu kejahatan? Apakah kebahagiaan Cleo harus dibayar dengan nyawaku?"

Jeremy menatap langit-langit gudang yang suram. Bayangan wajah ceria Cleo saat memeluknya terlintas di benaknya. Ia tahu Ivy licik, ia tahu wanita ini adalah ular berbisa yang berbahaya bagi tuannya.

Namun, ia juga tahu betapa Cleo sangat bergantung pada sosok ibunya ini.

Tangannya yang memegang kunci borgol mulai gemetar. Ivy terus meratap, tangisannya kini terdengar begitu memilukan hingga mampu menggetarkan nurani siapa pun yang mendengarnya.

Jeremy berada di persimpangan jalan yang sangat berbahaya, mematuhi tuannya yang dikhianati, atau mengikuti rasa kemanusiaannya demi seorang anak kecil yang ia cintai seperti anak sendiri.

"Jika aku melepaskanmu..." Jeremy berbisik parau, "Kau harus berjanji tidak akan pernah menampakkan wajahmu lagi di hadapan Tuan Edgar."

Ivy mengangguk cepat dengan wajah penuh harap, meski jauh di dalam lubuk hatinya, sebuah rencana baru sudah mulai tersusun kembali. Tipu muslihatnya baru saja menemukan celah di hati sang algojo yang setia.

1
Ari Sawitri
iyalah betul menyakitkan. apalagi itu dilakukan orang yg sdh membusuk di bunker dan terbukti licik. dan dg perantara anak kecil lagi. bodoh emang si ava ga percaya dg suaminya 🤨🤨
Ari Sawitri
calon monster nih klu ga di bina dr awal .. bs jd bom waktu buat Edgar dan ava 🤔
Linda Liddia
Makanya jgn asbun cari dulu kebenarannya gimana rasanya di cuekin enak kan sok iyes sih jadi org
Ari Sawitri
emang tolol kok asisten Edgar ini. dulu berita penting begitu tdk disampaikan ke Edgar skrg berbuat tolol lagi 😒😒 kyk gt kok bs jdi asisten pribadi orang penting
R⁸
c cleo nya gimna itu🤔
Queen tie
dikisah awal Alana kakak Edward, dimn di dihamilin tp yg hamilin seneng ma Ara, lakinya2 dibuang sm Edward, krn kasihan Alana hamidun dimaafkan, lahir di ivy evil setan, karma lg si ivy hamidun jg lahir ular cilik si Cleo, emang turunan penyakit licik itu ternyta🤭
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
seru 🙂
yetiku86
baru juga 1 hari Jeremy sudah stress berat 😅
yetiku86
bisa kompakan begitu......😅
yetiku86
yaelah.... partner gitu loh 😅
yetiku86
ternyata milik bapakmu Lili jadi ibumu tdk mencuri 🤭
Sri Rahayu
cerita nya menarik, bagus...seneng bacanya menggemaskan ada tegang ada pula lucunya 👍👍👍😘😘😘
Sri Rahayu
wah cerita jeluarga heboh uda tamat nih...makasih Thorr seneng bacanya ada tegang ada lucunya... cerita Jeremy di Dad Where's Mommy uda mampir Thorr 👍👍👍
Senja: Makasih makkk🙏
total 1 replies
Sri Rahayu
selamat Jeremy uda berhasil men unboxing Stella dimalam pertama kalian.. 😘😘😘
Elin Erliana
Luar biasa
Cheptyie Vhalhella
hukumannya sma kyak julia bibinya....yg di hukum diego....keturunan sih ngambil sipat bibinya
Ririn Nursisminingsih
pusinnnggg deh edgar 😄😄
Ririn Nursisminingsih
yesss kerenn edgar👍👍
Ririn Nursisminingsih
cerdass anak2 runtuhkan kesombongan kakekmu👍👍
Retno Palupi
kasian Jeremy kehilangan istri thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!