NovelToon NovelToon
LAKSANA SAMUDRA

LAKSANA SAMUDRA

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Romansa
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Inar Hamzah

Melihatmu tersenyum lebar dibawah sinar mentari pagi, membuatku semangat menjalani hari.

Dandelion, adakah kesempatan untukku ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Inar Hamzah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TIDAK PERLU REPOT-REPOT

Seperti yang telah di janjikan Rico semalam, hari ini Deya mendapatkan sebuah pesan dari Diana sang adik ipar. Gadis itu mengirimkan sebuah foto perempuan dengan rambut pendek dan tubuh yang tegap dengan setelan hitam. Wajahnya tegas tanpa senyum dan penuh aura misterius.

Diana juga menyampaikan bahwa perempuan itu yang akan mengawasi Deya untuk beberapa waktu ke depan dan tak bisa dipastikan sampai kapan. Rupanya perempuan itu juga pernah mengawasi Diana saat dia baru menjadi anak kos. Ternyata gadis itu pernah mendapatkan ancaman seperti yang Deya terima.

Keluarga Handoko, memang mempunyai nama yang cukup termasyur di kalangan pebisnis hasil bumi. Jika keluarga Deya memiliki usaha sampingan ialah bisnis untuk pembibitan, karena sang ayah merupakan pensiunan kantoran. Berbeda dengan keluarga Handoko yang mempunyai bisnis hasil bumi, yang mayoritas adalah buah-buahan dan sayur-sayuran.

Deya semakin bingung siapa laki-laki yang menikahinya itu, lebih-lebih siapa keluarga dari suaminya itu. Jika mereka mempunyai banyak musuh, lantas mengapa Samsu sang ayah teguh sekali menjodohkannya dengan Rico. Sepagi ini perempuan itu sibuk dengan pikirannya sendiri, hingga makanan yang tersaji di atas meja makan hampir saja dingin.

“Mbak De kenapa ?” Tanya bi Tum yang mengamati Deya dari arah dapur.

“Ah, Haaa. Nggak bi. Nggak ada apa-apa kok.” Elaknya dan menyendok makanan ke dalam piringnya.

“Mbak De lagi mikirin apa ? Ada yang menganggu pikiran mbak De ?” Tanya bi Tum memastikan kembali.

“Entahlah bi.” Jawabnya asal dan mengaduk-aduk makanan yang ada dalam piringnya.

“Loh, kenapa toh mbak, ono opo toh ?” Bi Tum kembali bertanya dengan nada yang penasaran.

“Saya sebenarnya menikahi laki-laki yang seperti apa ya bi, dia dari keluarga yang bagaimana ya bi.” Deya bertanya dengan nada rendah bahkan nyaris tak terdengar.

“Mbak De mau dengar cerita bibi ? Tapi ini akan panjang mbak.” Ujar bi Tum kembali.

Deya mengangguk antusias dengan mata yang dipenuhi rasa ingin tahu.

“Sebelum bekerja di rumah ini dengan mbak De, bibi sudah lebih dulu bekerja di rumah tuan Handoko selama kurang lebih sepuluh tahun, kakaknya bibi sekitar tiga tahun lebih dulu. Tuan Handoko pemilik salah satu perkebunan tersbesar di kota ini mbak De, hasil-hasil kebun setiap panen selalu habis terjual dalam waktu yang tak sampai empat hari pasca panen, karena memang tuan sangat memelihara tanamannya dengan sepenuh hati. Para teman-teman yang membantu tuan juga sangat senang bekerja dengan beliau. Tapi itu semua berawal dari Impian den Rico yang dikuburnya dalam-dalam.” Bi Tum menjelaskan panjang lebar.

“Maksudnya ?” Tanya Deya yang tak lagi bisa menyembunyikan rasa penasarannya.

“Iya mbak, kebun-kebun itu di beli dari hasil-hasil kerja den Rico. Hasil dari kebun itu dibelikan lagi tanah dan dijadikan kebun lagi. Begitu seterusnya. Hingga sampai sekarang. Seiring berjalannya waktu, banyak pengepul yang awalnya tidak memesan atau membeli di tuan menjadi tertarik karena kualitas yang di punya. Hingga mengundang iri hati bagi mereka yang juga menggeluti usaha yang sama dengan tuan Handoko.”

“Hmm, saya malah tidak tau bi, kalau ayah mertua atau bahkan suami saya pemilik perkebunan terbesar di kota ini.” Papar Deya setelah meneguk air dari dalam gelasnya.

“Itu semua karena keinginan den Rico mbak. Memang keluarga ini juga sangat sederhana. Meski mereka mempunyai banyak. Karena hal ini, non Ana dulu pernah mendapat terror dan ancaman, pas awal-awal ngekos.”

“Ha serius ?” Tanya seperti tak percaya, sedangkan bi Tum menganggukan kepala mengiyakan. Seketika ia langsung mengingat kejadian di kantornya kemarin.

“Kenapa sih bi, Ana pilih ngekos. Padahal kan rumahnya di kota yang sama toh. Walaupun sih jarak dari rumah ke kampus jauhnya MasyaAllah.” Tanya Deya kembali. Rupanya perempuan itu sungguh tak tahu apa-apa mengenai kisah keluarga suaminya.

“Iya itu alasannya mbak, karena jauh. Katanya biar belajar mandiri juga. Padahal kurang mandiri apa non Ana itu. Semua bisa dikerjakan hampir nggak pernah minta bantuan kami IRT nya.” Jelasnya bi Tum lagi.

Obrolan mereka terhenti ketika seseorang mengetuk pintu rumah sepagi itu. Dengan segera bi Tum membuka. Sementara Deya sedang bersiap-siap untuk mengenakan sepatu sebelum berangkat kerja.

“Selamat pagi bi Tum.” Sapa perempuan itu.

“Iya selamat pagi, Siska.” Jawab bi Tum dengan raut wajah yang bingung. “Ada perlu apa kamu kesini ?” Tanyanya kembali.

“Saya mau menjemput mbak Deya bi.” Jawab Siska memandang ke arah Deya yang tengah menunjukkan ekspresi kebingungan.

“Aku ?” Tanyanya sambil menunjuk pada diri sendiri.

“Iya mbak Deya, mbak Ana meminta saya untuk menjemput dan mengawasi mbak Deya dari kejauhan.”

“Mbak Deya kenapa ? Mbak Deya ada yang mau jahatin mbak Deya ?” Tanya bi Tum dengan cemas dan segera menuju Deya.

“Nggak kenapa-kenapa bi. Cuma kemarin pas di kantor saya mendapat customer yang kurang sopan dan ngancem saya. Trus semalam saya cerita dengan Rico.”

“Astaga mbak Deee.” Pekik bi Tum yang menunjukkan kekhawatiran. “Kenapa nggak ngasih tau bibi juga. Mbak De orang-orang itu bisa jadi bagian dari saingan bisnisnya tuan Handoko yang memanfaatkan ketidaktahuan mbak De tentang keluarga ini, apalagi mbak De baru menikah dengan den Rico.” Tambahnya kembali dengan panjang lebar.

“Ya Allah ribet banget sih masuk ke keluarga ini. Ini lagi, seharusnya tak perlu repot-repot buat ngirim orang ngawasin aku segala.” Keluh Deya dan mulai melangkahkan kakinya menuju kantor.

“Saya hanya mengawasi mbak Deya saja, saya tidak akan ikut campur segala urusannya kecuali ada yang mencurigakan mendekati mbak Deya. Saya jamin itu mbak.” Ucap Siska dengan percaya diri.

“Saran ku mending kamu pulang deh, tidur kek dirumah mu. Nggak usah dengerin dan turutin akalnya Rico.” Cebik Deya yang menganggap Rico terlalu mencemaskan dirinya, padahal semalam dia sendiri yang mengiyakan saran dari sang suami.

“Mbak De, ikut aja ya. Saya mohon.” Bi Tum memelas dengan mangatupkan kedua tangannya. “ini demi keselamatan mbak De juga.”

Deya menghela nafas panjang dan tak ingin lagi membahas pembahasan yang dia rasa tidak terlalu penting ini. Perempuan itu segera bersiap untuk menuju kantornya dan menaiki motor kesayangannya. Namun, sedetik kemudian ponselnya berbunyi menandakan seseorang melakukan panggilan suara.

“Haaaa, ini biang keroknya.” Gerutunya setelah membaca nama yang tertera di layar ponselnya.

“Assalamualaikum. Selamat pagi sayang.”

“Hm, Waalaikumussalam. Bener-bener kamu yah. Ngapain kamu suruh orang buat ngawasin aku segala. Emang mau kabur aku ini ? Pake di awasin segala ?” Semprot Deya pada sang suami yang baru saja keluar dari kamar mandi dan bersiap-siap untuk kerja.

“Laaah, kan semalam kamu yang mengiyakannya tawaranku.” Jelas Rico kembali.

“Aku sudah ngantuk itu, makanya ku iya iya in aja. Tapi nggak sampai betulan jugaaaa.” Pekik Deya dengan gemasnya.

“Dee, sayang, dengar yah. Ancaman mereka itu betulan. Itu bukan sekedar ancaman. Aku aja yang dengarnya langsung paham maksud mereka. Yang sebenarnya mereka ingin itu adalah aku dan ayah, tapi mereka ingin memulainya dari orang-orang sekitar kami.” Jelas Rico dengan tenang. “Aku harap kamu mengerti, sepulang dari kerjaan aku akan jelasin semuanya ke kamu. Biar kamu nggak ngereog pagi-pagi gini.” Ucap Rico yang diselipin dengan candaan.

“Hmm, aku tutup ini mau berangkat kerja. Kamu hati-hati jangan terlalu capek, jaga kesehatan.”

“Iya sayang. Siap. Hati-hati yah.”

Keduanya sama-sama menutup telepon, meski beberapa kali signal Rico naik turun bahkan suaranya sempat terputus-putus.

“Duh.” Gerutunya dan berangkat kerja yang diikuti oleh Siska.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!