NovelToon NovelToon
Tergoda Janda Kembang

Tergoda Janda Kembang

Status: sedang berlangsung
Genre:Janda / Romansa pedesaan / CEO
Popularitas:185k
Nilai: 5
Nama Author: moon

Setelah mengetahui pengkhianatan sang kekasih, serta ada masalah di pabriknya, Rayyan memutuskan untuk healing sejenak ke sebuah desa, tempat salah seorang sahabatnya berada.

Tapi, nasib justru mempermainkannya. Malam itu, Rayyan menyelamatkan Lilis yang hendak di lecehkan seseorang, tapi Rayyan terjebak dalam sebuah kondisi, yang membuat warga desa salah paham, hingga mengharuskannya menikahi Lilis, seorang janda kembang.

Bagaimanakah lika-liku perjalanan mereka selanjutnya?

Apakah Rayyan akan tetap mempertahankan Lilis sebagai istri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ide Licik Bu Saodah

#4

Brak! 

Kursi itu roboh menimbulkan suara yang cukup mengejutkan kedua insan yang tengah memadu kasih diiringi nyanyian serta sorak sorai bisikan syaitan. 

Dio dan Monica terkejut, mereka baru menyadari jika pintu kamar tak tertutup rapat, karena mereka sudah tak tahan untuk melepas hasrat. Kini gelora yang menguasai mereka beberapa saat lalu, tiba-tiba memudar seketika. Keduanya segera berpakaian seadanya karena tak mungkin melanjutkan kegiatan mereka sementara ada orang lain yang melihat. 

Dio yang sudah memakai celana boksernya, keluar dari kamar terlebih dahulu, kedua matanya menatap Lilis yang masih duduk terpaku dengan air mata berderai. Wajahnya menampakkan rasa kecewa yang teramat sangat, karena ternyata sang suami tega berbuat nista di rumah yang seharusnya menjadi tempat tinggalnya bersama Dio suaminya. 

“Tega Kamu, Mas,” desis Lilis dengan suara lirih bergetar. 

Namun Dio seperti tak punya rasa bersalah sedikitpun, pria itu melirik Lilis dengan tatapan sinis, seolah jijik dengan keberadaan sang istri di dekatnya. 

Dari dalam kamar Monica keluar, ia memakai kemeja Dio yang nampak sedikit kekecilan untuk tubuhnya yang cukup bahenol. 

Wajahnya tak kalah sinis dengan wajah Dio, sisa makeup nya berantakan tak karuan pasca pergulatannya dengan Dio. “Sayang… Kamu bilang di rumah ini tak ada orang,” rengek Monica dengan suara mendayu. 

Dio tersenyum, dengan tangannya ia merapikan rambut Monica yang sedikit berantakan, kemudian kembali beralih menatap Lilis. 

Dio yang seorang sarjana dari universitas bergengsi ibukota, merasa malu menikah dengan gadis dari kampung yang hanya tamatan SMA. Karena itulah tak ada resepsi atau pesta di kota tempat tinggal Dio dan keluarga Erlangga.

“Monica sudah lama menjadi pacarku, jauh sebelum Aku menikahimu atas permintaan Mbah Nuning. Jadi Aku harap Kamu mengerti dengan keadaanku yang tak mungkin mencintaimu, karena sudah ada Monica, dan Kami saling mencintai.” 

Runtuh seketika dunia Lilis, wanita polos itu berharap pernikahan yang bahagia, dengan suami dan keluarga penyayang. Tapi yang ia jumpai justru pengkhianatan. “Apa salahku, Mas?” tanyanya dengan air mata berlinang. 

“Salahmu? Kamu datang disaat aku sudah memiliki kekasih, kamu hanya membuatku malu ketika bertemu dengan teman-teman dan rekan bisnisku, kamu tak berpendidikan dan juga hanya seorang gadis kampung tanpa gelar pendidikan yang layak.” Ucapan Dio begitu menggebu-gebu, membuat Lilis semakin merasa kerdil di hadapan pria itu. 

Sejujurnya ini adalah amarah yang selama ini dipendamnya, amarah yang seharusnya ia lontarkan pada Mbah Nuning, selaku orang yang paling berkuasa di keluarga Erlangga. 

“Jadi ini sebabnya— kamu tak pernah mendatangiku layaknya seorang istri? Tak pernah memberikan hakku, bahkan tak pernah mengizinkan aku menjalankan kewajiban?” 

Bukannya tak paham, tapi Lilis hanya ingin mendengarnya langsung dari mulut Dio. 

“Baguslah, jika kamu mengerti. Jangankan menyentuh, melihat wanita kampung sepertimu  saja, aku jijik. Dan sekarang terserah padamu, kalau kamu masih ingin bertahan, kamu harus terima keadaan ini dan merahasiakan, kalau tidak, silahkan urus sendiri perceraian Kita.” 

Brak! 

Dio kembali menutup pintu kamar, meninggalkan Lilis dalam tangis nestapa, ia seorang istri, namun tak pernah dinafkahi, ia seorang istri, namun kehadirannya hanya untuk dicaci, ia seorang istri, namun diperlakukan seperti seorang buruh yang tak digaji. 

Yah, selama membantu pekerjaan di pabrik, tak sepeser pun Lilis mendapatkan gaji. Uang untuk biaya hidupnya selama ini berasal dari Manajer Keuangan Mbah Nuning, namun jumlahnya tak seberapa, benar-benar hanya cukup untuk makan dan kebutuhan sehari-hari. 

Karena Mbah Nuning memberikan uang itu sebagai hadiah saja, sementara nafkah lahir Lilis seharusnya menjadi kewajiban Dio sebagai suami, karena jabatan Dio pun sudah tinggi, tapi pria itu tak pernah memberikan uang tersebut. 

Dio lupa jika jabatannya saat ini di perusahaan milik keluarga Erlangga berkat kehadiran Lilis, serta karena Dio menikahi Lilis. Tak bisa dibayangkan betapa murka dan sedihnya mbah Nuning jika tahu Dio tega menyakiti Lilis. 

Tak lama kemudian, pasangan tak halal itu keluar kamar dalam keadaan sudah rapi, “Aku bilang juga apa, mending nginap di hotel aja, kamu malah gak sabaran sampai-sampai istrimu melihat kita bercinta.” Tanpa rasa malu Monica mengatakan hal itu di depan Lilis. 

Dio mencubit hidung Monica. “Iya, Monica sayang, Mas minta maaf, habisnya tadi Kamu godain mas terus waktu kita kerja di office pabrik, jadilah Mas tak sabar menerkammu.” 

“Bisakah, nanti kita lanjutkan lagi?”

“Tentu saja, kamu meragukan keperkasaan tongkat saktiku?” tantang Dio genit, sambil meremas apa yang bisa ia remas. 

“Aww! Mas nakal sekali, sih.” 

Obrolan menjijikkan itu membuat telinga Lilis semakin merah padam, hingga kemudian ia buru-buru menutup pintu dan menguncinya rapat-rapat. 

Hari-hari berikutnya datang silih berganti, hati Lilis selalu berdenyut nyeri manakala melewati pintu kamar yang pernah menjadi tempat Dio dan Monica memadu cinta. Ada perasaan was-was, serta takut jika ia baru saja kembali dari luar rumah untuk suatu keperluan. 

Keberadaan Dio pun semakin menjadi misteri, alih-alih memberi kabar, Dio justru sama sekali tak datang ke pabrik. 

Setelah melalui pertimbangan rumit, Lilis pun memberanikan diri datang ke rumah mertuanya, bermaksud membicarakan kelanjutan rumah tangganya. 

Dan tak lama setelah hari itu, perceraian itu benar-benar terjadi, persis seperti keinginan Lilis, yang tak meminta gono-gini apa-apa, walau nenek Dio bersikeras memberikan sejumlah uang selama masa iddah Lilis. 

Flashback end. 

•••

Keesokan harinya, Lilis sedang bersiap-siap pergi ke warung kecilnya di dekat sawah. Tempat ia berjualan, kopi, gorengan, mie instan, dan beberapa dagangan lain yang umum ada di warung kopi. 

Meski pembelinya rata-rata lelaki, namun, Lilis menyingkirkan rasa takut dan tidak nyamannya, demi bisa menghasilkan uang untuk kebutuhan sehari-hari. 

“Coba, kamu tidak bercerai, hidupmu pasti nyaman, karena gelimang harta keluarga Dio,” cetus Bu Saodah, sambil menyeruput kopi item usai sarapan. 

Lilis hanya diam, tak menjawab gerutuan ibu tirinya tersebut, prinsipnya tetap sama, jadi janda lebih terhormat, ketimbang menjadi istri, namun, harga dirinya diinjak-injak. “Tapi aku lebih suka menjanda, Bu.” 

“Emang dasar tolol kamu, ya? Ada pilihan enak, malah memilih hidup susah, pontang panting ngumpulin duit recehan!” cibir Bu Saodah, menanggapi ucapan Lilis. 

“Berhentilah memperdulikan aku, Bu, jika ibu ingin hidup nyaman dan tinggal menengadahkan tangan meminta uang, nikahkan saja Arimbi dengan lelaki kaya.”

“Apa! Berani kamu menyuruh Ibu menikahkan bocah ingusan seperti Arimbi!” hardik Bu Saodah, biar bagaimanapun ia juga ingin Arimbi menikah dengan pria mapan dari kota, tapi tidak buru-buru juga, karena katanya Arimbi ingin jadi artis yang berkarir di ibu kota. 

“Bukankah, tujuan Ibu menikahkan aku adalah demi uang? Sekarang aku tak ingin menikah, jadi biar ibu tetap punya uang banyak, nikahkan saja Arimbi!” 

Setelah menyampaikan isi hatinya, Lilis pun menstarter motornya, pergi ke warung untuk mengais rezeki hari ini. 

“Benar-benar lancang mulutnya.” Bu Saodah kembali menggerutu, sejujurnya ia tak rela anak gadisnya yang cantik dan sexi menikah cepat-cepat. Biar Arimbi mengejar cita-cita nya dahulu, setelah sukses nanti, pria tampan dan berduit banyak pasti akan berebutan menghampirinya seperti semut mengerubungi gula. 

Itulah khayalan Bu Saodah, yang ingin hidup enak tanpa mau susah-susah mengotori tangannya untuk bekerja. 

Tak! 

Bu Saodah membunyikan jari tangannya ketika tiba-tiba mendapatkan ide segar. 

“Apa aku tawarkan saja sama Juragan Sastro, kan dia punya peternakan sapi, tuh. Biarpun umurnya hampir kepala 5 dan istrinya juga tiga, pasti tak keberatan menambah satu istri lagi,” gumam Bu Saodah dengan pemikiran liciknya. 

1
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
berkembang mungkin
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😂🤭😂🤭😂🤭 lha iyo
total 2 replies
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
jika* mungkin?
moon: udin udin di reposoyyy... 🙏🤣
total 1 replies
Patrick Khan
Nanang gelisah gk tu😂😂😂
moon: pengen garuk apaaan gituh🤭🤭
total 1 replies
Bunda Aish
gimana Nang? berpura-pura lah gpp tapi ntar lama-lama juga kepikiran ,kok jadi begini sih,kok berasa ada yang hilang ya ,kok gak enak ya dicuekin
moon: pura2 aja terus 🤭🤭 jangan balik ya Nang
total 1 replies
Esther
lanjutkan Cantika😄
Nar Sih
sedihhh ya nang di cuekin cantika ,slh ssndiri ngk peka sih🤣
vania larasati
lanjut
Bunda Idza
semoga umpanmu tertangkap dengan baik Can Can....☺️☺️
Pujierde
udh terima aja ray kamu menolong seorang wanita yang sedang membutuhkan bantuan jalanin aja jika dia jodoh yang memang Allah berikan tentu akan tetap bertemu dalam kondisi apapun
Pujierde
udh terima aja ray karena Allah tau yang terbaik buat kamu toh kamu udh dikhianati oleh pacarmukan lagipula seperti kata nanang lilis orangnya baik dan juga mungkin soleha pekerja keras seperti dirimu (ada kesamaan kan....😁😁) dan lagi kamu menolong lilis dari perjodohan dengan juragan serta dari kejaharan bu dan adik tirinya dapet pahala kamu ray so semangaaaaat rayyan.....💪💪
Pujierde
ternyata dugaankuh salah hansip yg pergokin mereka percuma juga memberi alasan karena liat rayyan telanjang dan lilis pake baju rayyan ambil hilmahnya aja lilis jadi gak dikawinkan sama si juragan
Pujierde
oh kirain pria yang banyak tanya tadi ternyata orang yg bekerja di situ...., jangan" rayyan jadi korban fitnah tuh orang kepada penduduk setempat karena gagal memperkosa lilis
Pujierde
semoga sang juragan tidak tertarik dengan lilis #harap"cemas#
Pujierde
hahaha kaya bapake ternyata takut sama ulat bulu 😂😂😂😂😂😂
Pujierde
ternyata tuan ulat bulu yang kasih modal
Pujierde
astaghfirullah....dasar wanita tak bermartabat materi aja yg ada di otakmu kerja gak mw
Pujierde
oh begitu jadi mbah nuning orang yang disegani oleh keluarga erlangga toh
Pujierde
mba nuning siapa ya ? tak kira mereka menikah karena ortu dio
Pujierde
untung aja gak terlalu di manja sama mama marina dan papa ulat bulu jadi gak terlalu nyesakkan perjalanan jauh wlo lelah yaks hahaha bener kata nanang sekali2 merasakan perjalanan yg puanjangbdan melelahkan ray
Pujierde
bisa ae balesnya tuan ulat bulu ups 🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!