NovelToon NovelToon
Falling In Love Again: First Love, First Hurt

Falling In Love Again: First Love, First Hurt

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Mafia
Popularitas:155.3k
Nilai: 5
Nama Author: Demar

Sejak kecil Celine Attea selalu berdiri di sisi Ethan Solomon Montgomery, Presiden Direktur Montgomery Group sekaligus pemimpin organisasi dunia gelap Amox. Celine adalah satu-satunya perempuan yang mampu masuk ke semua pintu keluarga Montgomery. Ia mencintai Ethan dengan keyakinan yang tidak pernah goyah, bahkan ketika Ethan sendiri tidak pernah memberikan kepastian. Persahabatan, warisan masa kecil, ketergantungan, dan cinta yang Celine perjuangkan sendirian. Ketika Cantika, staf keuangan sederhana memasuki orbit Ethan, Celine merasakan luka bertubi-tubi. Max, pria yang tiba-tiba hadir dalam hidup Celine membawa warna baru. Ethan dan Celine bergerak dalam tarian berbahaya: antara memilih kenyamanan masa lalu atau menantang dirinya sendiri untuk merasakan sesuatu yang baru. Disclaimer: Novel ini adalah season 2 dari karya Author, “Falling in Love Again After Divorce"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Demar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ledakan

Iringan musik klasik mengalun mengiringi percakapan para tamu. Resepsi Montgomery bukan sekadar pesta, melainkan perayaan selera dan kuasa. Meja-meja panjang tertata simetris, dilapisi linen gading, dihiasi centerpiece bunga hidup yang disusun rendah agar tak menghalangi pandangan.

Hidangan datang bergantian, disajikan dengan ketepatan waktu yang nyaris matematis. Beef dengan saus red wine yang pekat dan buttery, disusul ikan kakap panggang ala Mediterania. Wagyu tataki Jepang, disajikan bersamaan dengan dim sum klasik Hong Kong yang diangkat ke level fine dining. Untuk menjaga kearifan lokal, berbagai makanan khas Indonesia juga disajikan seperti rendang, gulai, dan rawon. Cheese cake, tiramisu cake, macaron, gelato, custard tart, apple pie, dan juga jajanan pasar dijadikan sebagai hidangan penutup.

Minuman mengalir tak kalah elegan. Champagne vintage, white wine, hingga berbagai minuman buah untuk tamu yang tak menyentuh alkohol. Semua disajikan sama. Tidak ada perbedaan antara tamu penting dan tamu biasa.

“Cantika!” panggil Rania dari kejauhan sambil melambaikan tangan. “Kau ke mana saja? Aku mencarimu sejak tadi.”

Cantika menghampiri dengan langkah tenang. “Aku baru dari toilet,” jawabnya sopan dan lembut.

Rania menarik lengannya antusias. “Sini, duduk bareng aku.”

Mereka duduk di meja yang sama. Rania langsung menunjuk piring-piring yang baru disajikan. “Lihat ini, Cantika. Enak sekali. Aku baru pertama kali makan makanan seperti ini,” katanya bersemangat, mencicipi satu per satu tanpa ragu.

Pelayan datang lagi, mengganti piring dengan hidangan berikutnya tanpa jeda. Rania tidak berhenti membuka mulut saking kagumnya.

Cantika mengambil garpu, mencoba wagyu tataki yang disajikan di hadapannya. Dagingnya lembut, sausnya tajam dan segar namun rasanya asing di lidahnya. Ia menelan pelan, memaksa diri untuk mengunyah lagi meski rasanya akan muntah. Ini bukan makanan yang biasa ia santap namun ia tetap memakannya. Makanan ini adalah makanan yang biasa dimakan Ethan. Dan jika ia ingin memahami dunianya, ia harus belajar menikmatinya.

“Cantika,” kata Rania sambil menatapnya kagum, “kau kelihatan sudah terbiasa dengan makanan seperti ini.”

Cantika tersipu tipis. Ia tidak menjawab, hanya kembali mengangkat garpunya dan melanjutkan makan dengan tenang, seolah benar-benar bersahabat dengan tempat itu. Sesekali ia melihat Ethan dari kejauhan. Celine, tak pernah benar-benar meninggalkannya. Perempuan itu selalu berada satu langkah di sisi Ethan dengan tangan di lengannya. Pemandangan itu menekan dada Cantika, pelan tapi pasti.

Ia berdiri. “Ran, aku mau ambil minum,” katanya lembut.

Rania mengangguk tanpa menoleh, terlalu sibuk menikmati dessert terakhir yang membuatnya berdecak kagum.

Cantika melangkah menjauh, mendekati meja minuman di dekat Ethan dan Celine. Saat ia akan mengambil gelas musik terasa semakin jauh, dan ruangan mendadak berputar perlahan. Kepalanya pening, pandangannya kabur. Cantika mencoba menarik napas, menoleh ke sekeliling, namun ia kehilangan fokus. Lututnya melemah, dan detik berikutnya tubuhnya jatuh menghantam lantai marmer.

Bruk.

Semua kepala menoleh. Aula yang tadi dipenuhi tawa mendadak senyap.

“Cantika!” Rania berteriak.

Ethan refleks melangkah maju, namun tangan Celine langsung mencengkeram lengannya.

“Jangan pergi,” kata Celine dingin, suaranya rendah namun tegas.

Ethan menoleh tajam. “Jangan kekanakan, Celine. Aku hanya menolongnya.”

Celine mempererat genggamannya. Matanya menatap Ethan lurus, dalam, tanpa toleransi.

“Kau ingat apa yang kau katakan padaku sebelum janji pernikahan, Ethan?”

Ethan terdiam sepersekian detik. “Ini berbeda.”

Celine melonggarkan tangannya perlahan. Bibirnya melengkung tipis, bukan senyum melainkan peringatan.

“Aku tidak peduli apa yang terjadi di antara kalian. Tapi sekali kau melangkah, aku akan membuang keyakinanku dan berhenti sampai di sini.”

Ethan menatapnya sesaat, lalu berbalik tanpa kata. Ia berlutut di sisi Cantika, memeriksa napasnya dengan teliti.

“Jerry,” panggilnya. “Bawa dia ke rumah sakit.”

Jerry yang berjaga di sudut ruangan bergerak cepat. Sean dan Ariana mencoba menghalangi langkah Ethan, wajah mereka penuh tanda tanya dan kegelisahan. Namun Ethan tak bisa dihentikan.

Bisik-bisik mulai menyebar. Kenapa Presiden Direktur Montgomery Corp menunjukkan perhatian sebesar itu pada seorang staf?

Celine berdiri kaku di tengah aula. Harga dirinya terkoyak di depan tamu undangan terlebih wanita itu. Ia menatap kerumunan, menatap Ethan yang kini mengangkat Cantika.

“Hari ini,” bisiknya pada dirinya sendiri seolah merutuki kebodohannya. “aku mengabaikan semua fakta dan mengambil keputusan yang salah karena cintaku.”

Ia meraih ponselnya, membuka daftar log panggilan yang ia hubungi kemarin malam.

“Sekarang!” katanya singkat saat panggilan tersambung.

Ia menghitung pelan, nyaris tak terdengar.

“Tiga… dua… satu.”

DUAR.

Ledakan mengguncang aula. Dentuman memekakkan telinga. Asap tebal menyebar cepat, teriakan panik pecah dari segala arah. Tamu-tamu berhamburan, kursi terjungkal, musik terhenti seketika. Semua orang sibuk menyelamatkan diri dan keluarga masing-masing.

Namun di tengah kekacauan itu, Celine tetap berdiri di tempatnya. Ia tidak bergerak, tidak berteriak, bahkan tidak menoleh.

Ethan muncul dari balik asap, dengan Cantika di lengannya. Wajahnya tegang, napasnya terdengar berat.

“Celine! Keluar!” teriaknya keras, tanpa melepaskan Cantika.

Pandangan Celine tidak terangkat ke wajah Ethan. Ia hanya menatap satu hal, tangan pria itu yang menggenggam tubuh wanita lain.

“Celine, kubilang keluar!” suara Ethan meninggi, retak oleh urgensi. “Apa kau tidak punya kaki?!”

Celine tetap diam, seolah menunggu sesuatu.

Langkah-langkah datang mendekat. Anggota Amox muncul, berlari menembus asap. Rega berhenti tepat di depan Celine, wajahnya merah oleh amarah dan panik.

“Apa kau gila?” bentaknya. “Kau lupa paru-parumu tidak boleh terkena asap?!”

Tak ada jawaban, yang tersisa hanya keheningan yang menegangkan.

Raga dan Rega saling pandang, lalu mengangguk bersamaan. Tanpa sepatah kata mereka bergerak serempak. Rega dan Raga mengangkat tubuh Celine dari sisi kanan dan kiri, sementara Sambo menyusul mengangkat kedua kakinya. Mereka berlari keluar aula dengan cepat.

Celine sempat melihat Ethan yang juga berlari, tapi kali ini bukan bersamanya. Tatapan mereka berpapasan sepersekian detik. Namun ada yang berbeda, tatapan ini terasa kosong dan jauh.

Anggota Amox, meletakkan Celine di luar aula.

“Nakal,” gerutu si kembar sembari menarik kedua telinga Celine bersamaan.

“Celine!”

Golda berlari menghampiri, wajahnya pucat, napasnya tersengal. Ia memeluk putrinya erat, tangannya gemetar saat memeriksa wajah, bahu, lengan Celine.

“Kau baik-baik saja?” suaranya pecah. “Papa mencarimu ke mana-mana.”

Celine menatap lurus ke depan. “Aku lebih dari baik, Papa,” jawabnya terlalu tenang.

Golda terdiam, ia menatap mata putrinya lama.

Rega dan Raga saling menoleh, lalu menghela napas bersamaan. Mereka tahu, ada yang tidak baik-baik saja. Dan kali ini bukan tubuh Celine yang terluka, melainkan sesuatu yang jauh lebih berbahaya.

"Apa yang sebenarnya terjadi sih?" Sambo menggaruk kepalanya yang tidak gatal, kebingungan dengan situasi ini. "Siapa perempuan ta...?"

Rega segera menutup mulutnya kuat, menyentil keningnya kurang ajar.

“Jangan bertanya sekarang! Aku pusing,” kata Rega. Jika biasanya Raga akan menegur sikap Rega maka kali ini tidak.

“Dari pada kau banyak bicara, lebih baik kau kerjakan tugas dariku.” Rega melepas tangannya, lalu berbisik di telinga Sambo.

“Tapi…”

Rega melipat tangannya di dada, terlihat cuek. “Keputusan ada di tanganmu. Ikut kami atau kau…” ia menyeret telunjuknya di leher, tanda ‘kau akan mati sendirian jika tidak menurut’.

Sambo mengangguk dengan cepat. PIlihan pertama menyeramkan, tapi pilihan kedua akan membuatnya mati.

1
𝑩𝒆 𝑴𝒊𝒏𝒆
/Facepalm//Facepalm/ bisa aja alasannya.
Diva Yuwena
Si cantikan lama" obsesi sama ethan😬
Fazira Aisyah
Rega memang yg ter Best 👍👍👍
Fazira Aisyah
Keputusan yg bijak Celine walau bikin aku mewek 😭😭😭, Kalian memang harus saling berjauhan dulu, saling menjauh dan jgn bertemu, dgn saling berjauhan kalian akan mengerti perasaan dan hati masing-masing, terutama Untuk Ethan. dan bertemu lah kembali dalam keadaan yg lebih baik dan siap, tanpa ada paksaan dr siapanya piur dari ❤ sendiri, Semoga dengan langkah yg di ambil Celine ini, Ethan akan Menyadari perasaan Cinta yg tanpa paksaan, atau cinta yg sdh terlanjur terbiasa dr kecil, atau apapun itu.,..
Fbian Danish
huaaaaaa😭😭😭😭😭😭 km bikin aku nangis tengah malam tor...... setelah bolak balik nungguin km up, akhirnyaaa😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
RAIN GUNAWAN: ikut sedih😭😭😭
total 1 replies
Irma Luthfah
si tika ini dia ko muka tembok bangettt yah.. gak tau diri
Rahayu Ayu
Rega.... Rega.... aksi mu sungguh luar biasa,
Berharap Cantika kapok oleh ancaman Rega, kalaupun si Cantika mau mencoba lagi jadi racun untuk si SEthan, berharap Rega juga tidak melupakan dan merealisasikan ancamannya.
sagi🏹
selama Cantika masih berkeliaran di sekitar Ethan maka hubungan Ethan dan Celine tidak akan pernah ada titik temu dan tidak akan pernah membaik selagi Cantika masih menghantui kehidupan mereka.
itin
haisshhhhh.... rega terlalu bermain main dgn cantika ntar jatuh cinta baru nyaho loh.... males lihat ethan berharap di rega ehhhh podo ae 🤭😁
𝑩𝒆 𝑴𝒊𝒏𝒆: aduh jgn 😭
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
Semoga Cantika kapok ,gak coba ganggu Ethan lagi...
Kalau aku sih dukung Cantika,bisa liat juga gimana kata hati Ethan...mau tetap ngurus Cantika atau fokus ke Celine... Rega,kamu ganggu Cantika aja,udah berbinar tuh matanya liat Ethan.akhirnya mewek liat pisau mu 😆😆😆😆
𝑩𝒆 𝑴𝒊𝒏𝒆: aku jadi penasaran.. gimana cara Ethan buat jauhin Cantika 🤭
total 5 replies
𝑩𝒆 𝑴𝒊𝒏𝒆
Astaga apa maksudnya manggil² Ethan 🤣 bener-bener ga punya muka
astr.id_est
haish si ular ni belum di pecat k...
mampus kau 🤣🤣🤣
Felycia R. Fernandez
masih juga gatel deketin Ethan...
baru di gertak Rega aja udah nangis, gimana mau jadi pendamping Ethan 😆😆😆
𝑩𝒆 𝑴𝒊𝒏𝒆
colok ni 😒
Felycia R. Fernandez
Regan ini teman sejati Celine...💗
Felycia R. Fernandez
ulat bulu mulai naik daun...
Felycia R. Fernandez: jijay aku kk 🤣
total 2 replies
astr.id_est
Aaaa celine ku harap kau selalu bahagia....☺
murni l.toruan
Pilihan hidup adalah kita yang memilihnya, jangan menyesal telah salah pilih Ethan
Laztrii Aryyanna
tumben,,,,,, syudah waras kah Skrang 🤣
siska nirmala
ceritanya keren...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!