NovelToon NovelToon
Mahkota Duri Dinasti Yang Terluka

Mahkota Duri Dinasti Yang Terluka

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Pelakor / CEO / Hamil di luar nikah / Dark Romance / Balas Dendam
Popularitas:67
Nilai: 5
Nama Author: JulinMeow20

"Di dunia yang dibangun di atas emas dan darah, cinta adalah kelemahan yang mematikan."
Kenzo Matsuda adalah kesempurnaan yang dingin—seorang diktator korporat yang tidak mengenal ampun. Namun, satu malam penuh kegilaan di bawah pengaruh alkohol dan bayang-bayang masa lalu mengubah segalanya. Ia melakukan dosa tak termaafkan kepada Hana Sato, putri dari wanita yang pernah menghancurkan hatinya.
Hana, yang selama ini hidup dalam kehampaan emosi keluarga Aishi, kini membawa pewaris takhta Matsuda di rahimnya. Ia terjebak dalam sangkar emas milik pria yang paling ia benci. Namun, saat dinasti lama mencoba meruntuhkan mereka, Hana menyadari bahwa ia bukan sekadar tawanan. Ia adalah pemangsa yang sedang menunggu waktu untuk merebut mahkota.
Antara dendam yang membara dan hasrat yang terlarang, mampukah mereka bersatu demi bayi yang akan mengguncang dunia? Ataukah mahkota duri ini akan menghancurkan mereka sebelum fajar dinasti baru menyingsing?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JulinMeow20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25: ERA RATU MATSUDA

27 Januari 2026. Tepat satu tahun setelah "Pelarian Maut" yang legendaris, Tokyo berhenti berputar sejenak. Di puncak menara Matsuda yang kini berganti nama menjadi Matsuda-Sato Tower, sebuah perayaan besar sedang berlangsung. Namun, ini bukan sekadar perayaan korporat. Ini adalah penobatan resmi Hana Sato sebagai wanita paling berkuasa di belahan bumi timur.

Hana berdiri di depan cermin raksasa di ruang rias pribadinya. Ia mengenakan gaun sutra hitam custom-made yang dilapisi ribuan kristal obsidian, menciptakan ilusi bahwa ia dibalut oleh malam itu sendiri. Di lehernya melingkar berlian "The Black Star", lambang otoritas mutlak keluarga Matsuda.

"Dulu aku hanya seorang gadis yang tidak punya apa-apa, yang hanya dikenal karena bayang-bayang ibuku," bisik Hana pada pantulannya sendiri. Matanya yang dulu kosong kini memancarkan api kekuasaan yang tenang namun mematikan.

Pintu terbuka, dan Rena Sato masuk. Sang ibu tidak lagi mengenakan pakaian taktis; ia mengenakan kimono sutra ungu tua yang sangat elegan. Rena menatap putrinya dengan kebanggaan yang sulit dilukiskan.

"Kau telah melampaui setiap ekspektasiku, Hana," ujar Rena sambil memperbaiki posisi mahkota kecil di rambut Hana. "Kau tidak hanya menaklukkan Kenzo, kau menaklukkan sistem yang menciptakan monster-monster seperti kita."

Di aula utama, ribuan tamu elit—menteri, CEO global, dan bangsawan—berkumpul. Namun, di barisan paling belakang, di area yang terisolasi oleh kaca kedap suara, Hana memberikan "hadiah" terakhir bagi para musuhnya.

Melalui layar transparan di sisi panggung, para tamu bisa melihat (namun tidak mendengar) pemandangan yang mengerikan: Shizuka Matsuda dan Renzo berdiri dengan pakaian compang-camping, dipaksa menjadi pelayan yang menuangkan anggur bagi para tamu dari balik layar. Mereka ada di sana sebagai pengingat hidup tentang apa yang terjadi jika seseorang berani menentang sang Ratu.

Miyu Matsuda, yang kini dalam kondisi katatonik, ditempatkan di sebuah kursi roda di sudut ruangan yang sunyi, menatap hampa ke arah kemegahan yang dulu adalah miliknya.

"Lihatlah mereka, Kenzo," bisik Hana saat suaminya mendekat. "Mereka adalah ornamen terbaik di pesta ini."

Kenzo Matsuda, yang tampak sangat gagah dan tenang, merangkul pinggang Hana. "Kau adalah sutradara yang luar biasa, Hana. Kau membuat mereka menderita dalam kemegahan, sebuah siksaan mental yang jauh lebih pedih daripada kematian."

Hana melangkah ke podium emas. Seluruh aula seketika sunyi senyap. Tidak ada satu pun orang yang berani berbisik.

"Mulai malam ini," suara Hana menggema, jernih dan berwibawa, "Dinasti Matsuda tidak lagi berjalan di atas tradisi yang usang. Kami berjalan di atas masa depan yang kami ciptakan sendiri. Matsuda Corp dan Sato Foundation kini resmi melebur. Kami bukan lagi sekadar perusahaan; kami adalah tatanan dunia baru."

Ia mengangkat gelas kristalnya. "Untuk Renji Matsuda, pewaris tunggal yang akan memastikan bahwa kegelapan ini tidak akan pernah berakhir."

Sorak-sorai pecah, namun itu adalah sorak-sorai yang didasari oleh ketakutan dan kekaguman. Mereka tahu, di bawah kepemimpinan Hana, dunia akan menjadi tempat yang jauh lebih efisien, namun jauh lebih tanpa ampun.

Setelah acara formal berakhir, Kenzo membawa Hana menuju balkon pribadi yang menghadap ke arah cakrawala Tokyo yang berkilauan. Emosi kemenangan dan adrenalin kekuasaan membuat hasrat di antara mereka berkobar lebih hebat dari malam-malam sebelumnya.

"Hana... setiap kali kau berdiri di podium itu, kau membuatku merasa seperti pria paling beruntung sekaligus paling tak berdaya di depanmu," bisik Kenzo, mencium bahu Hana yang terbuka.

Ia memutar tubuh Hana, menatap matanya dengan gairah yang membakar. Di bawah cahaya bulan yang seolah tunduk pada mereka, Kenzo mengangkat Hana menuju meja marmer di balkon tersebut. Pakaian mewah yang mereka kenakan seolah menjadi penghalang yang ingin segera dilepaskan.

"Aku mencintaimu bukan hanya karena kecantikanmu, tapi karena kedinginanmu," desis Kenzo saat ia menyatukan tubuhnya dengan Hana dalam kemesraan yang intim dan penuh dominasi.

Di puncak menara itu, di atas dunia yang mereka kuasai, mereka merayakan kemenangan mereka dengan penyatuan yang sangat intens. Hana mencengkeram jas Kenzo, merasakan detak jantung pria yang kini telah menjadi miliknya sepenuhnya—tubuh, jiwa, dan hartanya.

Namun, di tengah kemesraan itu, Hana menyadari sesuatu. Di kejauhan, di atas salah satu gedung pencakar langit yang berseberangan, ia melihat sebuah kilatan cahaya kecil. Sebuah sensor termal yang ia pasang di seluruh kota mengirimkan peringatan ke lensa kontak pintarnya.

Seseorang sedang mengawasi mereka. Bukan pengawal, bukan polisi.

Hana melepaskan pelukan Kenzo setelah mereka selesai, merapikan gaunnya dengan tenang. "Kenzo, sepertinya mainan kita belum habis."

"Apa maksudmu?" tanya Kenzo sambil mengenakan kembali jasnya.

"Miyu, Shizuka, dan Renzo hanyalah pion," jawab Hana sambil menatap ke arah titik kilatan tadi. "Ayahmu, Daichi... dia tidak hanya menciptakan kita. Ada faksi lain dari keluarga Matsuda yang selama ini bersembunyi di Eropa. Mereka tidak suka dengan 'darah Sato' yang kini memegang kendali keuangan."

Hana berjalan menuju boks bayi Renji yang dijaga ketat oleh Rena. Ia mengambil bayinya dan mencium dahinya.

"Perang yang sebenarnya baru saja dimulai, Renji," bisik Hana. "Mereka akan datang untuk mengambil apa yang Ibu bangun. Tapi mereka lupa satu hal... seorang Sato tidak pernah bertahan dengan cara bertahan. Kami menang dengan cara menghancurkan sebelum mereka sempat menyerang."

Kenzo berdiri di samping Hana, memegang pistol peraknya yang legendaris. "Siapa pun mereka, mereka akan menghadapi seluruh kekuatan Matsuda dan Sato."

Bab berakhir dengan Hana Sato yang berdiri tegak, menggendong pewarisnya di satu tangan dan memegang kendali dunia di tangan lainnya. Di luar, langit Tokyo mulai berubah menjadi merah, pertanda bahwa badai yang lebih besar dari sekadar intrik keluarga sedang mendekat.

Penderitaan Miyu baru saja dimulai, kemiskinan Shizuka hanyalah pembuka, karena di bab berikutnya, seluruh dunia akan menjadi saksi bagaimana Sang Ratu Matsuda mempertahankan takhtanya dari konspirasi global yang ingin menjatuhkannya.

BERSAMBUNG...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!