NovelToon NovelToon
Ketika Musuh Menjadi Pengantin Pengganti

Ketika Musuh Menjadi Pengantin Pengganti

Status: tamat
Genre:Cinta setelah menikah / Pengantin Pengganti / Menikah dengan Musuhku / Tamat
Popularitas:5.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mama Mia

🏆JUARA 3 LOMBA YAAW PERIODE 3 2025🏆

Sharmila, seorang wanita cantik, sedang bersiap untuk hari pernikahannya dengan Devan, bos perusahaan entertainment yang telah dipacarinya selama tiga tahun.

Namun, tiba-tiba Sharmila menerima serangkaian pesan foto dari Vivian, adik sepupunya. Foto kebersamaan Vivian dengan Devan. Hati Sharmila hancur menyadari pengkhianatan itu.

Di tengah kekalutan itu, Devan menghubungi Sharmila, meminta pernikahan diundur keesokan harinya.

Dengan tegas meskipun hatinya hancur, Sharmila membatalkan pernikahan dan mengakhiri hubungan mereka.

Tak ingin Vivian merasa menang, dan untuk menjaga kesehatan kakeknya, Sharmila mencari seorang pria untuk menjadi pengantin pengganti.

Lantas, bagaimana perjalanan pernikahan mereka selanjutnya? Apakah pernikahan karena kesepakatan itu akan berakhir bahagia? Ataukah justru sebaliknya?

Ikuti kisah selengkapnya dalam

KETIKA MUSUH MENJADI PENGANTIN PENGGANTI

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Bertemu mantan

.

Ceklek!

Kala pintu kamar mandi dalam ruang istirahat Zayden terbuka, kepala Sharmila spontan menoleh.

Uap dari kamar mandi menyebar, membawa aroma sabun dan parfum maskulin. Pria itu keluar, sudah mengenakan kemeja putih dan celana panjang dari bahan mewah. Rambutnya yang belum disisir, tampak sedikit basah dan membuatnya terkesan seksi.

Sharmila yang masih duduk di atas ranjang sembari membaca pesan dari pelayan di rumahnya, menelan ludah susah payah. Taraf ketampanan pria ini benar-benar di atas batas normal.

Melihat Sharmila yang bengong, Zayden mendekat, menjentikkan jari di depan wajah Sharmila. "Kenapa?" tanya pria itu, mengangkat alisnya dengan tatapan menggoda. "Kau kecewa? Apa kau berharap ada adegan aku keluar dengan handuk di pinggang?"

Sharmila berdecak, manusia di hadapannya ini benar-benar seperti paranormal. Tapi tentu saja bukan Sharmila namanya kalau dia mengaku kalah. "Mungkin sedikit," jawabnya mengatupkan ujung ibu jari dan telunjuknya. "Adegan itu termasuk salah satu favoritku." Tertawa seolah dirinya benar-benar maniak drama.

Pria itu mendekat, ke tepi ranjang, dan mencondongkan tubuhnya ke arah Sharmila, membuat wanita itu refleks memundurkan tubuh hingga kepalanya menempel pada kepala ranjang. Aroma parfum maskulin milik Zayden memenuhi rongga penciumannya, dan terasa begitu memabukkan.

"Oh ya?" bisiknya, suaranya serak dan menggoda. "Mungkin aku bisa mengabulkan permintaanmu nanti malam. Tapi sekarang, ada hal penting yang harus kita urus lebih dulu,” ucapnya lalu menegakkan kembali tubuhnya setelah melabuhkan ciuman di kening Sharmila.

Blenk!

Otak Sharmila tiba-tiba kosong. Ini kedua kalinya Zayden mencuri ciumannya. Bukan di bibir seperti di adegan drama yang sering ia tonton di kala suntuk, tetap saja itu membuat dadanya berdebar kencang. Wajah wanita itu spontan memerah.

“Mandilah! Kita berangkat setelah sarapan. Joshua sudah menyiapkannya di luar.” Zayden mengambil dua buah paper bag berukuran sedang dari atas nakas dan menyerahkannya kepada istrinya.

"Mengurus apa? Kita mau kemana?" tanya Sharmila sambil menerima paper bag itu. Dia sama sekali tidak mengingat jika hari ini ada agenda yang harus ia lakukan dengan Zayden.

Zayden yang nyaris pergi kembali menoleh seraya berkacak pinggang kesal. “Hahhh… Nyonya Pratama, kamu benar-benar pikun, ya?”

Pertanyaan yang membuat kening Sharmila kembali berkerut. Ia benar-benar tidak ingat.

"Tentu saja mengurus buku nikah. Kamu lupa waktu itu seharusnya yang di buku nikahmu adalah nama Devan Adinata. Pengurus KUA butuh waktu untuk merubahnya karena aku tidak membawa data diri. Dan tadi petugas KUA mengabari, buku nikah itu sudah jadi dan kita tinggal mengambilnya saja.”

“Untuk apa?” tanya Sharmila kaget. “Apa kita juga perlu buku nikah. Lagi pula setelah setahun kita juga akan berpisah?”

Zayden mengambil napas dalam-dalam. Tangannya terkepal setiap kali mendengar kata setahun. “Siapa bilang pernikahan kita hanya setahun,” gumamnya dalam hati. "Aku akan mengikatmu seumur hidupku.”

"Sharmila,” panggilnya mencoba bersabar. "Kamu lupa lagi, ya? Yang menikahkan kita waktu itu penghulu beneran, bukan aktor. Yang hadir juga tamu sungguhan, bukan penonton film, tentu saja ada buku nikah. Terus kita mau bilang, 'buang saja buku nikahnya', gitu? Kamu mau, seluruh dunia tahu kita nikah kesepakatan?”

Sharmila tertegun. Zayden benar. Ia juga jadi berpikir, pernikahan mereka sah di mata agama. Sekarang, dengan adanya buku nikah itu, menjadi sah juga di mata negara.

Mata Sharmila mengikuti gerak Zayden yang saat ini berada di depan cermin. Mengikat dasi di leher, mengancingkan jas, mengenakan jam tangan, bahkan menyisir rambut hingga menyemprot parfum. Semua gerakan pria itu benar-benar terlihat keren.

Merasa diperhatikan, Zayden menoleh. “Kenapa bengong, terpesona, ya?" Pria yang mengedipkan mata jahil.

Sharmila berdecak sambil memutar bola matanya. Berpura-pura tidak peduli, padahal dia sedang malu karena terciduk. Sementara Zayden keluar dari kamar setelah berhasil menggoda Sharmila.

Sharmila membuka paper bag setelah Zayden tak lagi di kamar. Matanya terpukau melihat isinya. Setelan semi resmi yang elegan. Blus sutra putih dengan pita yang bisa diikat menjadi dasi kupu-kupu dan rok span selutut berwarna krem.

Yang membuatnya memejamkan mata adalah karena di sana ada juga sepasang pakaian dalam yang ukurannya benar-benar pas dengan dirinya. Di paper bag satunya lagi, ada sepatu pantofel berwarna senada. Juga ada kotak kecil berisi anting-anting mutiara dengan desain simple.

“Selera pria itu benar-benar berkelas," gumamnya. "Tapi, kapan dia membelinya? Bagaimana dia bisa tahu ukuranku?”

*

*

*

Di waktu yang sama di teras rumah Sharmila…

Devan sedang mengumpat marah. Sejak kemarin dia duduk di teras itu, bahkan hingga ketiduran. Tapi saat dirinya bangun dan bertanya, pelayan mengatakan bahwa Sharmila belum pulang.

“Ke mana sebenarnya wanita itu?” umpatnya kesal. Ia merasa sedang dipermainkan.

“Hei, kamu! Telepon Sharmila sekarang! Katakan aku menunggunya di sini!” perintahnya pada pelayan yang kali ini berbaik hati memberikan secangkir teh.

“Tadi malam, Nyonya mengabarkan kalau beliau menginap di kediaman Tuan Pratama,” jawab pelayan tanpa beban.

"Apa?!” Devan berteriak kaget sekaligus marah. "Apa maksudmu mengatakan dia tidur di tempat Zayden?” Kedua matanya melotot melotot wajah pelayan.

Pelayan yang membuang nafas malas. Apa pria ini amnesia? "Mereka sudah menikah, apanya yang aneh dengan tidur bersama?” Lagi-lagi pelayan mengeluarkan ucapan tanpa dosa.

“Tahu apa kau?!" tuding Devan tepat di depan wajah pelayan. “Mereka itu menikah cuma pura-pura. Mila hanya ingin menghukumku karena sedang marah!" teriaknya.

Pelayan bergerak mundur sambil menutup hidungnya, membuat Devan menyadari dirinya belum mandi sejak kemarin dirinya datang. Pria yang mengepalkan tangan erat. Pelayan di hadapannya benar-benar tidak sopan.

*

*

*

Mobil yang membawa Sharmila dan Zayden akhirnya tiba di halaman luas rumah Sharmila. Sharmila hendak turun tetapi Zayden menahan tangan wanita itu.

“Apa lagi?" tanya Sharmila sambil menoleh.

“Bukankah itu Devan?” mata Zayden memandang ke arah teras. " Kenapa dia ada di sana?" tanyanya, padahal dia sudah tahu sejak kemarin, karena itu kemarin dia sengaja menahan Sharmila di kantornya. Dan karena itu juga sekarang dia sengaja mampir.

Sharmila menoleh ke arah yang dilihat oleh Zayden dan mengangguk. Dia sudah tahu kalau Devan ada di rumahnya.

“Aku akan mengantarmu turun,” ucap Zayden kemudian membuka pintu. Turun lalu berjalan memutar dan membuka pintu untuk Sharmila dan mengulurkan tangannya.

Sharmila mengerutkan kening, ternyata Zayden bisa juga bersikap romantis. Apakah karena Devan ada di sana?

Zayden dan Sharmila melangkah bersama dengan pria itu yang merangkul pinggang Sharmila. Sharmila merasa risih karena dia tak pernah bersentuhan dengan pria, namun, Zayden tak mau melepaskannya, bahkan sepertinya pria itu dengan sengaja membuat tubuh mereka semakin rapat.

“Apa Arya ingin membuat Devan cemburu?” pikir Sharmila mengingat Devan dan Zayden juga adalah musuh bebuyutan.

Sesampainya mereka di teras, “Devan, ngapain kamu di sini?" tanya Sharmila berpura-pura terkejut.

Melihat kedatangan Sharmila, Devan langsung berdiri dari duduknya.

“Mila, akhirnya kamu pulang?" Namun, wajahnya yang berbinar berubah murka melihat Sharmila datang tidak sendirian. Apalagi melihat tangan Zayden yang melingkar di pinggang Sharmila.

“Apa yang kau lakukan di sini?"

1
Risma Surullah
bhahahaaa kenapa jd pendekar thor 🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Risma Surullah
cerita ini kadang2 keluar dr jalur...thor thor 🤣
Anwar Tha
matafff
Suzaidah Zainuddin
bagus
Zanahhan226
‎Halo, Kak..

‎Mampir dan dukung karyaku, yuk!

‎- TRUST ME

‎Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
‎Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..

‎Jangan lupa juga untuk Like, Komen, Share, dan Subscribe, ya..

‎Ditunggu ya, kak..
‎Terima kasih..
‎🥰🥰🥰
personal taste
ngarepp🤭
Risma Surullah
lebay amat punya pelayan puluhan cuci piring sendiri
hana
kereennn😍tinggal nungguin kisahnya jo dan dewi🤭🙏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
salut sih sama si arman, dia punya pilihan buat nyelametin keluarga nya tp dia tau diri, dia milih buat ke arya duluan buat lapor & minta perlindungan
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kirain bakalan wow 😩
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
masalahnya ga semua isi bumi peduli sm dunia artis wkwk mbah mbah di pasar kurasa juga kalo ketemu artis yg bukan dr zaman dia ga bakalan ngeh kalo ketemu artis jaman skrg 🤣
Risma Surullah
sarmila berpikiran seperti anak sekolahan addeh padahal ceo...dangkal
HjRosdiana Arsyam
Luar biasa
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: terima kasih🙏
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
wkwk apa guna nya teknologi hp kan bisa buat cek cuaca 🤣 sebagai ibu2 sekarang satu satu nya ramalan yg aku percaya adalah ramalan cuaca wkwk slnya buat ngecek cuaca cuci sm jemur baju 🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ternyata watak asli nya devan sm kayak vivian yaa, pantesan semesta merestui wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
coba di mirroring posisi sharmila yg lagi nolongin adek atau sodara devan sekaligus mantan nya kira2 devan emosi ga, gt aja hehe ngadepin orang otak ½ mah di mirroring aja biar dia sadar 😏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
si kocak, lu pikir bayar MUA, vendor catering sm dekor nya bisa di maju mundurin seenak jidat dia 🤣
echa purin
👍
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
/Curse//Curse//Curse/
Yeti Hayati
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!