NovelToon NovelToon
Air Mata Seorang Istri: Kakakku, Perebut Suamiku

Air Mata Seorang Istri: Kakakku, Perebut Suamiku

Status: tamat
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh / Teman lama bertemu kembali / Romansa / Konflik etika / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Berawal dari selembar struk pembayaran sebuah tas branded yang harganya mahal, Kirana mencurigai Rafka sudah berselingkuh di belakangnya. Dia pun mulai memantau suaminya secara diam-diam.

Sampai suatu hari Kirana sadar Rafka lebih mengutamakan Kinanti dan putrinya, Ara, dibandingkan dengan dirinya dan Gita, putri kandungnya sendiri.

"Bukannya Mas sudah janji sama Gita, lalu kenapa Mas malah pergi ke wahana bermain sama Ara? Sungguh, Mas tega menyakiti perasaan anak sendiri dan membahagiakan anak orang lain!" ucap Kirana dengan berderai air mata.

"Ma, Papa sudah tidak sayang lagi sama aku, ya?" tanya Gita lirih, menahan isak tangis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Cahaya lembayung memenuhi langit di sore hari. Sinarnya masuk lewat jendela di rumah kecil, menambah kesunyian yang semakin terasa berat bagi Kirana. Gita terlelap setelah kelelahan menggambar, Kirana masih duduk di ruang tamu dengan laptop tua di pangkuannya. Layar menampilkan deretan surel lamaran kerja yang telah ia kirim dalam dua minggu terakhir.

Satu per satu Kirana buka kembali. Tidak ada balasan. Tidak ada undangan wawancara.

Kirana menghela napas panjang, lalu menutup laptop itu perlahan, seakan takut suara kliknya membangunkan harapan yang sudah setengah mati.

“Mungkin memang karena aku cuma lulusan SMA,” gumamnya pelan, hampir seperti berbicara pada dirinya sendiri. “Di usia segini, siapa juga yang mau nerima?”

Berbeda dengan Kinanti yang lulusan sarjana, Kirana hanya Tamatan SMA. Bukan dia tidak pintar, tetapi keuangan keluarganya tidak mampu membiayai dua orang untuk kuliah. Jadi, setelah lulus sekolah, Kirana bekerja jadi buruh pabrik. Di sana lah dia kenal dengan Rafka dan saling jatuh cinta.

“Apa yang harus aku lakukan agar bisa punya penghasilan?” gumam Kirana berpikir keras.

Kirana menatap pantulan dirinya di kaca lemari, wajah yang masih muda dan cantik, tetapi jelas ada lelah. Mata yang dulu selalu penuh keyakinan, kini menyimpan banyak keraguan.

Enam tahun menjadi ibu rumah tangga membuat Kirana terasing dari dunia luar. Ia terbiasa mengatur keuangan rumah, memasak, mengurus anak, namun dirinya tidak terbiasa di pasar tenaga kerja.

Tangan Kirana terulur ke leher, menyentuh sebuah kalung emas tipis yang sejak tadi terasa berat menggantung di sana. Kalung itu hadiah dari Rafka, lima tahun lalu. Dibeli dari hasil lembur pertamanya sebagai mandor. Dulu, kalung itu simbol cinta dan perjuangan bersama. Kini, ia hanya terlihat seperti modal terakhir.

“Apa aku harus jual ini?” bisiknya lirih. “Buat modal usaha kecil-kecilan?”

Dadanya terasa perih. Bukan karena nilai emasnya, tetapi karena makna yang harus ia lepaskan.

Kirana menyadari kalau dirinya tidak boleh bergantung lagi pada siapa pun, terutama pada suami yang kini telah mengkhianatinya.

Kirana bangkit menuju dapur. Di ruangan itulah dia selalu merasa paling hidup. Tangannya lincah, pikirannya jernih. Ia ingat betul bagaimana setiap masakan buatannya selalu habis ketika ada acara keluarga. Tetangga memuji, mertua memamerkan, bahkan Bu RT sering minta resep darinya.

“Aku memang bukan wanita kantoran,” pikirnya. “Tapi aku bisa masak.”

Malam itu, Kirana membuka ponsel dan mulai mencari. “Makanan viral,” ketiknya. Satu per satu tren kuliner muncul di layar, ada rice bowl, ayam geprek sambal matah, seblak frozen, dessert box.

Matanya berhenti pada satu gambar.

“Makanan rumahan, tapi kekinian,” gumam Kirana. “Ini bisa dijual.”

Ada sesuatu yang menyala kecil di dada Kirana, yaitu sebuah harapan.

Sementara itu di tempat lain, Kinanti merebahkan diri di atas ranjang sempit kamar sewaan mereka. Lampu temaram memantulkan bayangan tubuhnya di dinding. Rafka berada di sisinya, napasnya belum sepenuhnya stabil, wajahnya terlihat lelah sekaligus lengah.

Kinanti menggeser tubuh, mendekat. Jemarinya mengusap pipi Rafka dengan gerakan lambat, penuh kepemilikan. Senyumnya kecil, tapi matanya tajam.

“Mas,” panggilnya manja, suaranya sengaja dibuat lembut. “Gimana kalau hari Sabtu kita nginep di sini?”

Rafka membuka mata, refleks menggeleng. “Enggak bisa.”

“Kenapa?” Kinanti memiringkan kepala, pura-pura polos.

“Aku enggak boleh tidur di luar,” jawab Rafka cepat. “Kirana pasti curiga. Dia akhir-akhir ini banyak mikir.”

Kinanti mendengus pelan. “Kirana ... Kirana lagi.”

Wanita itu bangkit sedikit, lalu bersandar di dada Rafka. “Aku cemburu, Mas,” bisiknya. “Kamu tiap hari sama dia. Sementara aku ....”

Kalimatnya menggantung. Kinanti menunduk, bahunya turun. “Aku sendirian tiap malam. Dingin. Sepi.”

Rafka terdiam. Rasa bersalah merayap di dadanya, bukan pada Kirana, melainkan pada Kinanti. Ia mengusap punggung wanita itu, mencoba menenangkan.

“Ini sementara, Kin,” ujarnya. “Aku harus hati-hati.”

“Hati-hati atau pengecut?” Kinanti mengangkat wajahnya. Tatapannya berubah. Tidak lagi manja, melainkan menekan. “Kamu takut sama istrimu, Mas?”

Rafka tersentak. “Bukan begitu.”

“Kalau bukan, buktikan,” desak Kinanti lembut tapi berbahaya. “Aku cuma minta satu malam. Masa itu saja enggak bisa?”

Rafka memejamkan mata. Dalam kepalanya, wajah Kirana muncul sekilas, diam, dingin, dan penuh tanya. Lalu bayangan Kinanti yang hangat, memuja, juga menuntut.

Dua dunia. Dua tekanan.

Rafka menatap Kinanti dalam. Untuk pertama kalinya, rasa bersalah itu tenggelam dikalahkan oleh kebutuhan untuk merasa diinginkan tanpa syarat.

“Aku usahakan,” ucap Rafka akhirnya.

Senyum Kinanti mengembang. Ia tahu satu celah sudah terbuka.

“Peluk aku lebih lama,” pinta Kinanti. “Aku benci saat kamu cepat-cepat pergi.”

Rafka menuruti. Tangannya menelusuri punggung Kinanti dengan tekanan yang tidak lagi ragu. Ia menunduk, wajahnya tenggelam di rambut Kinanti, menghirup aroma yang selalu membuatnya lupa alasan untuk berhenti.

Di balik mata terpejamnya, Kinanti tersenyum. Rafka memilih tenggelam bersamanya. Kinanti tahu selama bisa membuat Rafka lupa pulang, cepat atau lambat, pria itu akan berhenti merasa bersalah.

Keesokan paginya, Kirana terbangun lebih awal dari biasanya. Ada daftar panjang di kepalanya. Ia mencatat harga bahan, menghitung modal, memikirkan kemasan. Bahkan sebelum matahari benar-benar naik, dapurnya sudah sibuk.

Kirana mencoba resep demi resep. Ada yang gagal. Ada yang terlalu asin. Namun ia tidak menyerah. Setiap kesalahan ia catat, setiap keberhasilan ia simpan.

Ketika Gita bangun, aroma masakan sudah memenuhi rumah.

“Ma, masak apa?” tanya anak itu menguap.

Kirana tersenyum. “Coba-coba, Sayang.”

Gita mencicipi sedikit. Matanya langsung berbinar. “Enak!”

Satu kata itu hampir membuat Kirana menangis.

“Kalau anakku saja suka, batinnya, orang lain pasti juga.”

Hari itu, Kirana memutuskan sesuatu. Ia melepas kalung emas dari lehernya dan memasukkannya ke dalam dompet kecil. Tangannya sempat gemetar.

“Maaf,” bisiknya pada benda itu. “Aku butuh berdiri di kakiku sendiri.”

Sore harinya, Rafka pulang. Ia melihat dapur berantakan dan wajah Kirana tampak lelah.

“Sayang, kamu lagi ngapain?” tanya Rafka.

“Masak,” jawab Kirana singkat.

“Banyak banget.”

“Aku mau coba jualan.”

Rafka terdiam sejenak. “Jualan?”

“Iya. Aku enggak bisa terus nunggu panggilan kerja yang enggak datang,” ucap Kirana tanpa menatapnya. “Aku butuh uang.”

Kalimat itu membuat Rafka tidak nyaman. “Aku kan masih kasih nafkah tiap bulan.”

Kirana berhenti mengaduk. Menoleh. Tatapannya tenang, tapi menusuk.

“Aku butuh uangku sendiri, Mas.”

Tidak ada teriakan. Tidak ada emosi meledak. Justru ketenangan itulah yang membuat Rafka merasa terancam.

Rafka mengangguk pelan. “Terserah kamu.”

Di antara mereka sebuah jarak tak kasatmata mulai mengeras, berubah menjadi tembok yang suatu hari akan runtuh dengan cara paling menyakitkan.

1
Sapna Anah
lgi aki"pengen daun muda sama ituma nidurin anak sendiri malukan jdinya mentang" kaya dan d hormati suka suka hati
Yuningsih Nining
Dasssar si Kinan Curut betina asyeeem masih niatnya goda suami calon anak sambung, Ngeriii Juwabpelakor mu Kinanti
Yuningsih Nining
akhirnya Alga ungkapin juga perasaan jg niat baiknya utk Kirana
Yuningsih Nining
Hugh sampe merinding jg nii
Kirana akhirnya melabuhkan Hidup kedepan ke algara
Gitaaa kaInginan mu terLaksana om Alga bakal jadi ayah sambung mu, smg kedepan hidupmu lebih berwarna jg bahagia
Yuningsih Nining
jangan salahin Kirana, itu kesahan. besar mu ogeb kinan, sukurin kena batunya jg akhir nya
Yuningsih Nining
loe sendiri kunan yang kirim. video busuk menjijikan sm si rafka , bener² picik playing victim pelakor menjijikan
Yuningsih Nining
kinara sbentar mungkin selangkah lg km dapat bukti, hari sabtu si rafka mu keluar dgn suatu alasan pastinya, dia nginep di rmhnkka mu kuntit lah dia Kirana video'in jg buat bukti ke ortu mu jg persidangan
Yuningsih Nining
kamu pasti bisa Kirana tnp si rafka asyeeemm, Kirana ada 2 tmn mu siap buat jadi spion 2 wujud manusia laku iblis rafka suamimu sm. Kka mu kinan
Sapna Anah
basib Kirana ga beda jauh dengan ku bedanya Kirana di selingkui dengan saudaranya klu aku dengan tetangga depan rmh miris bukan😭😭😭
Nova Meteng
mukanya mo taruh dmn??? anak kesayangan bumay
Nova Meteng
sp suruh kamu selingkuh,, apalagi dgn kakak ipar rrrrrrrrrt😡
Nova Meteng
yey syukurlah ketahuan,,buka aib sendiri rasakan dan nikmatilah apa yg kamu buat 😡
Nova Meteng
😡 ini sepertinya kisahku 😡🥺🥺😭?😭
🌸Santi Suki🌸: 🥺🥺🥺🥺🥺
total 1 replies
Nor Azlin
kalau mereka berdua tidak mau mendengarkan mu kamu ikut aja Kirana & tinggal lah sama nya pasti hidup mu akan bahagia biarkan Maya sama Kinati dengan angan-angan nya yang tinggi itu untuk menjadi kaya yah ...kamu akan tau nanti siapa AL yang sebenarnya 😂😂😂 sampai suatu saat nya nanti kamu akan hidup damai bersama AL juga Kirana juga Gita yah ...pokok nya kamu ikut aja Kirana sudah tentu kamu tidak dalam bahaya deh🤭🤭🤭 lanjutkan thor
Nor Azlin
itu pasti bu maya yah ibu nya kirana orang yang paling tidak becus menjadi ibu ...kenapa juga harus ketemu sama si nenek lampir deh 😂😂😂walau pun kenyataan nya dia ibu kandung kirana bagi aku dia seperti ibu angkat bagi kirana nya yah ...semoga di saat kamu bahagia lagi keluarga mu jangan ikut campur lagi deh ...terutama di saat kebahagian kecil akan di bina yah ...semoga berbahagialah Kirana Gita nya lanjutkan thor oh ya thor bagai mana khabar Kinati setelah di pindahkan yah pasti kali ini pun berilah lagi dengan gaya hidup nya yang glamor pasti akan mengait suami orang lagi tu 😏😏😏kali ini kalau dia berilah lagi bencana bagi diri nya deh kalau dia tidak berubah yah dulu adik mu cuman membongkarkan perselingkuhan nya bersama suami adik nya yah kali ini kalau dia berilah pasti kena keroyok ni🤭🤭
Nor Azlin
iya ni sekarang Kirana sudah cerai dari kamu wajar aja lah ada orang lain di samping nya ....tidak kayak kamu dulu masih suami Kirana malah jalan barang Kinati sama anak nya bukan hanya itu kamu sudah menggarap nya sampai kamu puas bersama2 nya yah ingat itu jangan sok pengertian sekarang ini ...ingat bagai mana janji2 kosong yang kamu berikan pada anak mu Gita hati dia hancur kerana kamu bohongi tau sudah nya dia juga tau kenapa kamu tidak jadi menepati janji mu kerana kamu berselingkuh bukan dengan wanita lain melainkan tante nya sendiri kakak kandung ibu nya lho ...kalau aku jadi Gita aku akan abaikan terus ni biar dia tau rasa yah 😂😂😂lanjutkan thor
Nor Azlin
kamu itu bego apa sih katanya orang pintar bukan nya kamu sendiri yang mengirim aib mu sendiri ....kamu pikir kirana akan diam gitu nah terbukti nya semua orang tau tu itu salah mu sendiri yang mengirim video nya pada Kirana kan jadi kamu sendiri yang menjual aib mu pada orang lain Tampa bersusah payah di cari tu😏😏😏berkat kamu terlalu gentel lubang & gatel Tangan jadi berkirim deh aib mu itu ...kamu ingin membuat Kirana mengamuk2 tapi tidak dia memperlihatkan pada keluarga suami nya sendiri lho🤣🤣🤣🤣ayo Kirana jangan nangis2 deh usahamu sudah mendapat rezeki menggunung tu lanjutkan dengan rasa gembira pasti rezeki mu mencanak naik bagai roket deh ...jadi lah pengusaha yang sukses yah aku dukung kamu ...biar banyak uwang & menjadi kaya raya bahagiakan Gita kalau sudah banyak uwang kamu bisa membawa Gita pergi kemana2 aja keluar negeri pun boleh aja tu😄😄lanjutkan thor
Nor Azlin
aku tuntut rumah itu yang kamu duduki sama Rafka itu biar dia memberikan & langsung kasih nama kamu di setifikat rumah nya untuk masa depan Gita yah pasti Rafka mau tu jangan kasih Kinati itu menduduki nya biar dia di tempatnya deh kalau perlu biar Rafka tau siapa yang tulus mencintai nya kan ...lanjutkan thor
Nor Azlin
sudah aku katakan pasti berilah dengan kehilangan itu semua kan ...nanti juga akan memberi alasan juga saat perselingkuhan nya terbongkar kan ...ayo kirana kamu kasih tahu aja deh biar dia terdiam atau atau tidak bukti nyata nya kamu sudah melihat mereka pergi ke hotel pandai2 lah kamu reka biar terkesan nyata kering juga kamu sudah tau lebih dalam lagi biar mati kutu tu si Rafka ...paksa aja mengaku atas nama anak mu Gita pasti mau tu 😂😂😂jangan kalah ekting dari Kinati gatel tu ...lanjutkan thor
Nor Azlin
ayo lah Ki kamu ambil semua nya jangan kasih ada uwang di tabungan nya lagi kamu simpan kan di tabungan peribadi mu itu uwang kamu juga kan namanya pun uwang bersama kamu lagi berhak atas tabungan itu dari si Kinati itu deh bahagian Rakan kan sudah habis di gunakan buat foya2 sama janda kegatalan itu deh 😂😂😂kamu berhak ambil semua pun tidak mengapa biar tau rasa ni ...apa Kinari akan mau sama Rafka lagi kalau keutuhan nya sudah tidak dipenuhi lagi ...aku percaya selagi ada uwang di rekening bersama itu Kinati menempel bagai lintah ...apa cinta nya itu tulus saat uwang tidak ada puii pasti tidak gitu kan ada uwang abang sayang tidak ada uwang abang boleh hilang deh 😂😂😂🤣🤣🤣lanjutkan thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!