Shen Yu, seorang pemuda yang memikul takdir terlarang sebagai pewaris Raja Iblis Purba (Tangan Asura, Mata Iblis, dan Jantung Ketiadaan), memimpin sekelompok jenius buangan untuk melawan takdir mereka: Ye Qing sang Dewa Pedang Bintang, Su Ling pemilik Mata Iblis Surgawi, Feng Jiu sang Ratu Phoenix, dan Long Tu sang Jenderal Setengah Naga.
Setelah menghancurkan ambisi Sekte Mayat dan menolak menjadi wadah pengorbanan bagi Istana Langit Utara, Shen Yu melakukan langkah gila: ia meledakkan Jantung Iblis untuk merobek dinding realitas, membawa timnya melarikan diri ke dalam celah dimensi yang mematikan.
Tiga tahun berlalu dalam kehampaan. Kini, mereka muncul kembali di Benua Roh Abadi, sebuah dunia tingkat tinggi yang jauh lebih buas dan kuno. Dengan kekuatan yang telah berevolusi mencapai ranah Nascent Soul, Shen Yu tidak lagi berniat lari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 8
Paviliun Warisan - Ruang Utama.
Getaran di dinding dimensi semakin kuat. Retakan di langit-langit paviliun mulai menjatuhkan debu batu. Teriakan-teriakan marah dari luar semakin jelas terdengar.
"Mereka akan menembus masuk dalam sepuluh napas," kata Mingyao, tangannya sudah memegang belati, siap untuk pertarungan hidup mati.
Namun, Shen Yu justru tersenyum santai. Dia mengeluarkan sebuah kotak kayu cendana hitam dari cincin penyimpanannya. Kotak itu terlihat kuno dan mahal, tapi isinya kosong.
"Mingyao," kata Shen Yu. "Kau punya racun Bubuk Ilusi Hati Iblis?"
Mingyao mengangguk, mengeluarkan botol kecil dari sabuknya. "Ini racun halusinogen tingkat tinggi. Satu hirupan bisa membuat Inti Emas melihat ayahnya sebagai musuh bebuyutan."
"Sempurna. Masukkan semuanya ke dalam kotak ini."
Shen Yu mengambil kotak itu, lalu menambahkan sebuah Jimat Peledak Api tingkat rendah di bagian penutupnya. Mekanismenya sederhana: begitu kotak dibuka, jimat meledak, menyebarkan bubuk racun ke wajah si pembuka dan area sekitarnya.
Shen Yu meletakkan kotak itu di tengah meja batu, tepat di tempat Pil Pembentukan Jiwa tadi berada.
Dia kemudian mengukir beberapa kata di atas meja menggunakan jari telunjuknya yang dialiri Qi:
"Untuk yang berjodoh. Warisan Dewa ada di dalam."
"Jahat sekali," komentar Su Ling sambil menahan tawa. "Mereka akan saling bunuh demi menghirup racun."
"Keserakahan adalah racun yang paling mematikan," jawab Shen Yu.
Dia berbalik menatap timnya.
"Sekarang, ubah penampilan. Kita bukan lagi 'Gu Yan'. Kita adalah Murid Sekte Campuran yang terluka parah dan melarikan diri dari 'Monster Penjaga' di dalam."
"Acak-acak rambut kalian. Robek jubah kalian. Dan Long Tu... pasang wajah bodoh dan ketakutan."
Dalam sekejap, tim elit yang mematikan itu berubah wujud. Shen Yu menjadi murid Sekte Pedang yang pincang. Ye Qing menjadi murid Kuil Buddha yang jubahnya hangus. Su Ling dan Mingyao menjadi murid wanita Lembah Racun yang menangis histeris. Long Tu menjadi pengawal bodoh yang memegangi kepalanya yang berdarah (darah palsu).
"Mulai!"
Pintu Masuk Paviliun.
BOOOOM!
Pintu paviliun hancur berkeping-keping.
Ratusan kultivator menyerbu masuk seperti air bah. Di depan sekali adalah Xiao Lang (Sekte Pedang), Biksu Wu Chen (Kuil Buddha), dan seorang Tetua Berjubah Hijau (Lembah Racun, paman dari Gu Yan asli).
Mereka berhenti sejenak, terkejut melihat taman obat di depan paviliun yang sudah... Gundul Total.
"Apa?! Di mana Rumput Roh nya?!" teriak Tetua Lembah Racun. "Hanya tersisa lubang tanah?!"
"Pasti si 'Gu Yan' sialan itu sudah mengambilnya!" raung Xiao Lang. "Kejar!"
Mereka menyerbu masuk ke dalam aula paviliun.
Di pintu masuk aula, mereka berpapasan dengan sekelompok murid yang berlari keluar dengan wajah penuh teror, berlumuran darah dan debu.
"LARI! LARI!" teriak murid pincang (Shen Yu) sambil menyeret kakinya. "Ada Jebakan Maut di dalam!"
"Tolong! Saudara Senior kami mati semua!" jerit murid wanita (Su Ling), air mata buaya mengalir deras di pipinya.
Xiao Lang mencengkeram kerah Shen Yu. "Hei! Apa yang terjadi di dalam? Di mana Gu Yan?"
Shen Yu, dengan wajah pucat dan gemetar, menunjuk ke dalam aula dengan tangan gemetar.
"Gu... Gu Yan sudah mati, Tuan Muda! Dia memicu jebakan! Tapi... tapi Kotak Warisan masih ada di sana! Hati-hati... monster..."
Mendengar kata "Gu Yan mati" dan "Kotak Warisan", mata Xiao Lang berbinar. Dia langsung melepaskan Shen Yu.
"Minggir, Sampah!"
Xiao Lang dan para elit lainnya tidak peduli lagi dengan murid-murid terluka itu. Mereka melesat masuk ke dalam aula, takut didahului orang lain.
Kelompok Shen Yu terus berlari keluar, berakting ketakutan sampai mereka mencapai pinggiran taman obat, lalu menyelinap ke balik reruntuhan gerbang.
Dari dalam aula, terdengar teriakan.
"ITU KOTAKNYA!"
"WARISAN DEWA TOMBAK!"
Di Dalam Aula Paviliun.
Tiga pemimpin faksi tiba di depan meja batu secara bersamaan. Mata mereka terpaku pada kotak cendana hitam yang ditinggalkan Shen Yu.
"Untuk yang berjodoh."
"Itu milikku!" Xiao Lang menebas dengan pedangnya, mencoba memblokir yang lain.
"Amitabha, benda ini memiliki aura jahat, biarkan biksu ini menyegelnya!" Wu Chen mengayunkan tongkat emasnya.
"Minggir kalian orang-orang munafik!" Tetua Lembah Racun menyemburkan kabut hijau.
Pertarungan jarak dekat meledak. Tiga kekuatan Nascent Soul berbenturan, menghancurkan pilar-pilar ruangan.
Akhirnya, Tetua Lembah Racun yang licik berhasil memanfaatkan celah. Dia menggunakan teknik Langkah Ular untuk menyelinap melewati pertahanan Xiao Lang dan menyambar kotak itu.
"HAHAHA! Warisan ini milik Lembah Ratusan Racun!"
Tetua itu tertawa gila. Tanpa pikir panjang, dia langsung membuka kotak itu untuk melihat isinya, berharap menemukan teknik dewa.
KLIK.
Tutup kotak terbuka.
PSSSSHHHHHH-BOOM!
Jimat api meledak tepat di wajahnya. Bukan ledakan yang mematikan, tapi cukup untuk melontarkan Bubuk Ilusi Hati Iblis dalam dosis masif langsung ke hidung dan matanya.
Ledakan itu juga menyebarkan bubuk racun itu ke seluruh ruangan yang tertutup rapat.
"UHUK! UHUK!"
Tetua Lembah Racun terhuyung mundur, wajahnya merah.
"Kitab Dewa... Pil Dewa..." gumamnya. Matanya tiba-tiba menjadi merah darah. Dia melihat ilusi. Dia tidak melihat Xiao Lang dan Wu Chen. Dia melihat Iblis yang mencoba mencuri hartanya.
"JANGAN SENTUH HARTAKU!!"
Tetua itu mengamuk (Berserk). Dia meledakkan seluruh racun di tubuhnya tanpa pandang bulu.
Xiao Lang dan Wu Chen yang juga menghirup sedikit bubuk itu mulai merasa pusing. Penglihatan mereka kabur.
Xiao Lang melihat Wu Chen berubah menjadi Gu Yan yang sedang mengejeknya. Wu Chen melihat Xiao Lang sebagai Asura yang ingin menghancurkan kuilnya.
"MATI KAU GU YAN!" teriak Xiao Lang, menebas membabi buta. "IBLIS HARUS DIMUSNAHKAN!" teriak Wu Chen, memukul lantai dengan tongkatnya hingga retak.
Kekacauan total.
Murid-murid mereka yang baru masuk juga terkena racun. Mereka mulai saling serang, bahkan menyerang teman sendiri. Aula Warisan berubah menjadi di mana semua orang saling bunuh karena berhalusinasi.
Di Luar Makam - Tebing Pengawas.
Shen Yu dan timnya berdiri di atas tebing yang jauh, melihat pintu masuk makam yang kini runtuh dan memuntahkan debu. Suara teriakan gila dan ledakan energi terdengar samar dari dalam.
Shen Yu sudah kembali ke jubah hitamnya yang bersih. Topengnya dilepas, memperlihatkan wajah dingin yang tampan.
"Indah sekali," kata Mingyao, berdiri di belakang Shen Yu. Dia bergidik ngeri melihat hasil karyanya sendiri. "Kau menghancurkan tiga faksi terkuat di Selatan tanpa menghunus pedangmu sendiri."
"Mereka menghancurkan diri mereka sendiri," koreksi Shen Yu. "Aku hanya memberi mereka alasan."
Ye Qing sedang sibuk menghitung hasil panen.
"Tiga ribu tanaman obat roh... Satu kitab teknik kuno... Satu pil dewa... Dan benih pohon aneh itu."
Ye Qing tertawa lebar. "Kita kaya raya, Bos! Kita bisa membeli gunung sekarang!"
Shen Yu mengambil Benih Pohon Dunia Bawah dari Ye Qing. Dia menatap benih hitam itu.
"Kita tidak akan membeli gunung," kata Shen Yu.
Dia berbalik, menatap ke arah Selatan Jauh, ke wilayah yang paling terisolasi dan berbahaya di peta yang dia ambil dari ingatan bandit: Pegunungan Seribu Iblis.
"Kita akan merebut gunung."
"Sudah waktunya Sekte Iblis Asura memiliki markas."
Shen Yu menatap Mingyao.
"Mingyao, tugas pertamamu. Kembali ke dunia bayangan. Sebarkan rumor bahwa 'Gu Yan' mendapatkan warisan itu dan melarikan diri ke Utara. Biarkan Tiga Sekte Besar sibuk mengejar hantu ke arah yang salah."
"Sementara itu, kita akan menghilang ke Selatan."
Mingyao membungkuk. "Dimengerti, Tuan."
Mingyao menghilang menjadi asap hitam.
Shen Yu menoleh pada tim intinya Ye Qing, Su Ling, Feng Jiu, Long Tu.
"Perjalanan sesungguhnya dimulai sekarang. Kita akan membangun rumah kita di atas tulang-tulang musuh."
10 bab sehari kek pelit bener